Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Membuat Kekacauan dan Meminta Ampun Tanpa Malu


__ADS_3

“Sudah-sudah, kedua Dark Elf itu tidak melarikan diri, tapi di bawa oleh seseorang dan Ibu ku sangat mengenal orang tersebut. Bukankah begitu bu,” ucap Tu Long melirik ke arah Ibunya yang bersembunyi di balik dinding.


Tap tap..!!


“Huhu,, putra ibu sangat cerdas juga rupanya, bisa merasakan keberadaan ibu dan calon-”


Sebelum Mo Meilin sempat menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Iblis Mawar mencubit tangan kanan Mo Meilin.


Mo Meilin pun langsung menatap menantunya dan tak lama, ia pun tersenyum kecil di sertai mengangguk-angguk paham.


Tu Long yang menyadari jika kedua wanita di depannya sedang berkomunikasi melalui telepati. Tanpa sadar Tu Long sedikit merinding.


“Apa yang Ibu dan Iblis Mawar rencanakan ya? Kenapa aku merasa tidak nyaman,” gumam Tu Long langsung memegang tungkuk lehernya.


“Semoga saja ini hanya perasaanku saja,” sambung Tu Long langsung berharap dalam hati.


Sementara Xen Wang dan Bo Wuhan yang melihat Ibu Tu Long datang, langsung membungkukkan badan mereka.


“Salam nyonya,” ucap keduanya serempak.


“Hemm hemm..!! Baiklah, ayo kita kembali, dan untuk masalah kedua Dark Elf yang kalian bicarakan, lebih baik lupakan, karena orang yang menjemputnya adalah sosok yang bahkan tidak mampu aku hentikan seorang diri. Jadi, jangan pernah membahasnya jika kalian ingin hidup lebih lama,” ucap Mo Meilin menatap ke arah Xen Wang.


Glek..!!


Xen Wang dengan cepat mengangguk patuh, tubuhnya terlihat langsung membeku saat tatapannya bertemu dengan Mo Meilin.


Untuk Bo Wuhan, ia hanya mengangguk santai, karena orang yang Mo Meilin maksud adalah Tuan Besarnya.


Tap tap..!!


Tak lama, Mo Meilin, Tu Long, dan yang lainnya pun langsung melangkah pergi dari penjara.


***


Wung..!!


Dret..!!


Bom bom bom..!!


“Huahahaha,, lihatlah, bukan kah ini yang paling-”


Duarr..!!


Sebelum Long Qiu menyelesaikan ucapannya, muncul bayangan kaki dari ruang hampa dan langsung menerjang ke mulut Long Qiu, hingga membuat Long Qiu terlempar jauh.


“Heh heh,, tentu saja ini sangat menyenangkan, karena aku puas menghajar idiot sepertimu yang datang sendiri dengan suka rela,” ejek Duan Diyu terlihat berdiri dengan senyuman bahagia.


Wung..!!


“Mampus kau sialan,” tepat di saat Duan Diyu berdiri atau memunculkan wujud aslinya. Jendral Kematian Ketiga langsung berteriak lantang sambil menembakkan bola energi ke arah Duan Diyu.


Bom..!!


Duaarrr..!!


“Hahaha,, rasakan itu siala-” sebelum Jendral Kematian Ketiga sempat menyelesaikan ucapannya, pemuda dengan pedang besar, atau Jendral Pedang Angin muncul di depan Jendral Kematian.


Terlihat bilah pedang besar kini di arahkan oleh Jendral Pedang Angin, yang langsung membuat Jendral Kematian Ketiga memasang wajah jelek.

__ADS_1


Slash..!!


Dalam sekejap bilah pedang angin yang awalnya kecil, langsung membesar layaknya sebuah angin topan yang hendak menghancurkan apa saja.


“Sialan,” teriak Jendral Kematian Ketiga langsung membuka lubang hitam menuju Dimensi Kematian.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Bom bom bom..!!


Bom bom bom..!!


Ledakan yang cukup besar seketika terdengar, dan menghancurkan area sekitar tempat tinggal Duan Diyu.


Tidak berhenti sampai di sana saja, terlihat semua bawahan Xiu Bai kini melakukan pertarungan tanpa henti.


Dan terlihat Long Qiu, orang yang memulai kekacauan ini, kini tersenyum bahagia.


“Hahaha,, ayo sini, maju, maju kau Bayangan sialan, akan ku hancurkan setiap inci bayanganmu itu,” teriak Long Qiu tertawa bahagia.


Dret..!!


“Heh,, apakah kau yakin bisa menghancurkan setiap inci bayanganku,” ejek Duan Diyu muncul tepat di depan wajah Long Qiu dalam bentuk palu yang cukup besar.


Tanpa basa basi, Duan Diyu yang dalam wujud bayangan Palu pun langsung terayun ke arah wajah Long Qiu.


Bukannya panik atau takut, wajah Long Qiu malah mengeluarkan seringai lebar.


Wung..!!


Bersamaan dengan bayangan palu akan mengenai wajahnya. Aura mengerikan seketika keluar dari tubuh Long Qiu.


Booommmm..!!


Duar duar duar..!!


Ledakan dahsyat langsung terdengar, hingga menghancurkan seluruh tempat tinggal Duan Diyu.


Bukan hanya itu saja, perisai yang Xiu Bai pasang pun mengalami keretakan dan aura yang Long Qiu keluarkan tadi, kini merebes keluar melalui cela-cela dinding perisai yang retak.


...


Tap tap..!!


Duan Diyu, Jendral Kematian, Jendral Pedang Angin, dan semua bawahan Xiu Bai kini terlihat berdiri sejajar.


Wajah mereka terlihat memerah lantaran apa yang Long Qiu lakukan kini terlalu berlebihan.


Long Qiu yang di tatap, terlihat memasang wajah acuh tanpa merasa bersalah.


“Apa? Aku kan hanya melindungi diri,” dengus Long Qiu.


“Dasar idiot, melindungi diri apanya hah, kau mengeluarkan setengah kekuatanmu sialan.” Teriak Jendral Kematian langsung mengumpati Long Qiu.


“Jika kau ingin di hukum, setidaknya jangan bawa-bawa kami juga sialan, aku sudah lelah merasakan hukuman yang Tuan berikan kepadaku,” dengus Duan Diyu.


“Heh heh,, bukan kah kau juga ikut menikmatinya,” ejek Long Qiu.


Wajah Duan Diyu dan semua bawahan Xiu Bai seketika menjadi jelek.

__ADS_1


Dan saat mereka hendak menyerang Long Qiu, sebuah pusaran yang sangat besar muncul di atas kepala mereka.


Wung..!!


Drett..!!


Tap tap..!!


Terlihat Xiu Bai dan dua Dark Elf muncul dari dalam pusaran.


Melihat Tuan mereka muncul, wajah semua bawahan Xiu Bai menjadi tegang.


Karena saat ini, terlihat wajah Xiu Bai sangatlah dingin. Saking dinginya, area sekitar menjadi beku.


“Berkumpul kalian dalam satu barisan,” ucap Xiu Bai dengan nada menyeramkan.


Dret..!!


Dalam hitungan detik semua bawahan Xiu Bai berkumpul menjadi satu barisan.


Tap tap..!!


Xiu Bai pun langsung muncul di depan semua bawahannya.


“Kalian ini tidak pernah jera dari dulu, selalu membuatku pusing akan kelakuan kalian.” Ucap Xiu Bai datar.


“Ini salahnya Tuan, dia yang memulai duluan,” tunjuk Duan Diyu ke arah Long Qiu.


“Enak saja, ini salahmu karena menyerangku secara berlebihan.” Balas Long Qiu mengelak dan kembali menuduh.


“Ini juga salahnya karena menyerangku dengan niat yang kuat,” teriak Jendral Kematian Ketiga menunjuk ke arah Jendral Pedang Angin.


Kini suara gaduh akibat saling menuduh terdengar.


Xiu Bai yang sudah tahu ini akan terjadi, karena ini selalu terjadi di saat ia mengumpulkan mereka.


Mereka pasti akan saling menuduh satu sama lain dan tidak ingin di hukum seorang diri.


“Diam.”


Hening..!!


Melihat semuanya terdiam tanpa ada yang berani mengambil nafas. Xiu Bai pun melirik ke arah Long Qiu dan Duan Diyu.


Ia yakin jika ini pastinya ulah di antara salah satu dari mereka yang memulai.


“Kali ini aku tidak akan turun tangan menghukum kalian.” Ucap Xiu Bai dengan datar.


Mendengar itu, wajah Long Qiu dan Duan Diyu langsung bersinar terang.


“Tapi, orang yang akan menghukum kalian adalah istri kalian,” sambung Xiu Bai dengan nada santai.


Wajah Long Qiu dan Duan Diyu yang tadinya cerah, seketika berubah menjadi gelap.


Bruk..!!


“Huhuhu,, Tu..Tuan, lebih baik kau saja yang menghukum ku, aku mohon jangan bawa aku ke Iblis Sialan itu,” ucap Long Qiu langsung bersujud di depan Xiu Bai dan merengek layaknya anak kecil.


“Hem hem..!! Jika di suruh memilih, aku lebih memilih menghadapi Iblis Neraka dari pada menghadapi Istriku yang jauh lebih menyeramkan Tuan.” Sambung Duan Diyu yang ikut bersujud meminta ampun kepada Xiu Bai.

__ADS_1


Melihat Long Qiu dan Duan Diyu ketakutan dan tanpa malu meminta ampun agar tidak di seret ke istri mereka. Membuat Xiu Bai dan semua bawahan Xiu Bai tersenyum geli.


__ADS_2