
Dengan cepat Bo Wuhan menyeret Duan Du dan Tu Long ikut melesat.
Wuss wuss..!!
***
Sret..!!
“Hemm..!! Ada monster yang berdiri di arah selatan dan utara,” terdengar suara Bo Wuhan yang kini terlihat muncul dari permukaan air, namun yang keluar hanya kepalanya saja.
“Jumlah yang ada di arah Selatan ada 6, arah Utara ada 6, dan tepat di depan kita ada 10.” Sambung Bai Han yang ikut melihat area tepi pantai.
“Jadi bagaimana? Apa kita langsung hancurkan saja mereka semua?” Tanya Tu Long yang terlihat menggosok-gosok tangannya dengan wajah bersinar cerah.
“Heng,, otak mu ini hanya bisa berpikiran bertarung saja, dasar idiot,” dengus Duan Du melirik ke arah Tu Long.
“Apa kau bilang bocah sialan hah,” ucap Tu Long langsung melihat ke arah Duan Du dengan tatapan penuh kekesalan dan terlihat sangat ingin meremas mulut Duan Du.
“Heh,, sudah idiot, malah tambah o'on juga kau ini,” ejek Duan Du dengan tawa menyeringai tipis. Tapi tak lama, wajahnya dalam sekejap berubah serius saat merasakan tatapan Bai Han yang intens.
“Ehemm..!! Untuk melewati mereka semua tanpa di ketahui sangatlah sulit, jadi kita perlu menggunakan rencana ketiga. Aku jamin kita pasti akan langsung masuk tanpa kendala.” Ucap Duan Du terdengar mulai serius.
“Rencana apa itu?” Tanya Bai Han dan Bo Wuhan serempak.
“Hehe,, rencana ketiganya sangat gampang,” kekeh Duan Du sembari menunjuk ke arah depan.
__ADS_1
“Kalian lihat 2 dari 10 orang yang ada di depan kita bukan,” ucap Duan Du dengan santai.
Pandangan Bo Wuhan, Bai Han dan Tu Long pun memandang ke arah dua orang yang Duan Du tunjuk.
Saat melihat keduanya, awalnya ketiganya tidak merasakan ada perbedaan. Tapi Bai Han lebih dahulu tersadar jika ada perbedaan dari keduanya dengan 8 yang lainnya. Yaitu ujung gagang pedang mereka berbentuk lancip, sementara yang lain, ujung pedangnya tumpul.
Karena masih belum yakin, terlihat Bai Han melirik ke arah Selatan dan Utara, dia juga menemukan ada 1 yang menggunkan gagang pedang lanjut di Utara dan Selatan juga.
“Jangan bilang mereka adalah para pemberontak paman?” Tanya Bai Han melirik ke arah Duan Du.
Mendengar pertanyaan Bai Han, Bo Wuhan dan Tu Long yang belum tahu apa perbedaannya pun bertanya kepada Bai Han.
Bai Han pun memberitahu tentang kedua yang monster yang di tunjuk oleh Duan Du.
Setelah memberitahu keduanya, Bai Han yang kini penasaran akan jawaban Duan Du pun melirik pamannya. Sama halnya dengan Bo Wuhan dan Tu Long.
“Keluarkan peta yang kau bawa Han'er,” ucap Duan Du dengan nada tenang.
Bai Han pun langsung mengeluarkan dan membukanya.
Sret..!!
“Awalnya paman mu ini menghiraukannya saat kau beberapa waktu menjelaskan jika di dalam peta ada titik lokasi para pemberontak berkumpul.” Ucap Duan Du dengan santai.
“Lihatlah titik lokasi para pemberontak, bukankah titik ini berbentuk lancip. Jadi paman menduga jika mereka adalah para pemberontak dan menggunakan simbol yang sama dengan yang terlihat di dalam peta. Tapi-” Duan Du terdiam sesaat dan inilah yang membuatnya ragu hingga saat ini.
__ADS_1
“Tapi apa?” Tanya Bo Wuhan dan Tu Long terlihat bingung saat melihat wajah Duan Du yang bingung dan ragu.
Sementara Bai Han langsung sadar tentang apa yang pamannya ragukan.
“Paman pasti bertanya-tanya dari mana Bibi Meilin mendapatkan peta sedail ini bukan.” Ucap Bai Han tersenyum tipis.
Duan Du pun langsung mengangguk.
“Hemm..!! Itulah yang membuatku hingga saat ini bertanya-tanya.” Ucap Duan Du serius.
“Peta ini di dapatkan oleh Lu'er tepat setelah ia keluar dari pelatihan bersama paman Wuhan.” Ucap Bai Han.
“Saat itu Lu'er langsung pergi ke wilayah Timur yang bertepatan dengan datangnya para makhluk yang tercipta dari Alam Semesta dan sedang kacau-kacaunya.” Sambung Bai Han.
“Memanfaatkan kesempatan tersebut, Lu'er pun membuat peta ini sedetail mungkin tanpa ada kesalahan saat itu. Walau aku juga ragu, karena mungkin saja beberapa lokasi pasti berubah tempat saat kita masuk nanti. Tapi aku kini yakin jika semua tempat yang ada di titik peta ini, tidak ada yang berubah.” Ucap Bai Han sembari menunjuk salah satu titik dan menunjuk ke arah Selatan.
Duan Du, Bo Wuhan dan Tu Long pun melihat ke arah peta dan kembali melirik ke arah Selatan.
Mereka semua pun sedikit terkejut saat melihat ada sebuah menara kecil tersembunyi yang membentang ke langit.
“Jika kau tidak memperlihatkan kami, maka aku yakin kita pasti akan langsung ketahuan Han'er.” Ucap Duan Du.
“Tenang saja, monster yang memantau dari menara itu lemah, termasuk semua penjaganya. Kecuali mereka sekuat Dewa Iblis Neraka, maka kita pasti akan ketahuan. Karena hanya sekuat Dewa Iblis Nerakalah yang mampu mendeteksi energiku.” Ucap Bo Wuhan dengan nada bangga.
“Jadi, apa rencana ketiga kita?” Sambung Bo Wuhan yang terlihat tidak sabar ingin masuk dan membuat kekacauan.
__ADS_1
“Suap,” ucap Duan Du tersenyum kecil.
“Kita akan menyuap kedua orang tersebut, karena terlihat jelas jika mereka berdua sebenarnya tidak ingin berjaga di sana karena takut ketahuan, serta lebih mementingkan kesenangan mereka.” Sambung Duan Du menyeringai tipis.