Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kebahagiaan Mo Meilin Bertemu Menantu


__ADS_3

“Hemm hemm..!! Ini ibu nak, aku ibumu, Ibu yang telah melahirkanmu,” ucap Mo Meilin dengan nada tersendu-sendu.


Srek..!!


Dengan erat Mo Meilin memeluk putranya setelah ia memberitahu Tu Long jika ia adalah Ibu kandungnya.


Mendengar itu, tubuh Tu Long semakin bergetar hebat, air matanya semakin deras keluar. Dan itu adalah tangisan bahagia.


...


Tap tap..!!


Di saat Ibu dan anak berpelukan, Long Qiu pun muncul tidak jauh dari tempat keduanya berpelukan.


Melihat kedatangan Long Qiu, semua penghuni kota yang sedang menyaksikan pertemuan Ibu dan Anak, seketika lari kocar kacir ke berbagai arah, hingga menyisakan Iblis Mawar saja.


Iblis Mawar yang baru tahu Tu Long adalah putra dari Penguasanya, tentu saja sedikit merinding. Karena dari awal, ia selalu membentak Tu Long.


Dan kini, Tubuh Iblis Mawar tak henti-hentinya bergetar di saat melihat kedatangan Long Qiu. Atau di juluki Sang Penghancur oleh kebanyakan orang.


“Hei kau, kemari,” ucap Long Qiu melirik ke arah Iblis Mawar.


Long Qiu yang penasaran, mengapa Iblis Mawar sangat ketakutan akan kedatangannya, tentu saja menjadi penasaran.


Tap tap..!!


Secara perlahan Iblis Mawar mendekati Long Qiu. Di setiap langkahnya, Iblis Mawar merasakan tekanan yang mengerikan.


“I..Iya Tuan,” ucap Iblis Mawar kini terlihat menundukkan kepalanya, tanpa berani menatap Long Qiu.


“Hemm...!! Kenapa kau terlihat sangat ketakutan di saat aku muncul? Apakah aku begitu menyeramkannya?” Tanya Long Qiu dengan nada datar.


“Ti..Tidak Tuan, aku, aku-”


“Hei bodoh, wajahmu itu memang menyeramkan, apa kau tidak sadar jika semua bawahanku sampai-sampai melarikan diri di saat kau muncul tadi.” Dengus Mo Meilin yang kini terlihat baru selesai memeluk putranya.


“Hem hem,, kau itu memang menakutkan ayah, bisa-bisanya kau menakuti seorang wanita.” Sambung Tu Long yang terdengar memprovokasi ibunya.


“Apakah begitu sayang?” Tanya Mo Meilin kini melirik putranya.


“Hem..!! Lihatlah bu, tubuh Iblis Mawar kini tak henti-hentinya bergetar. Itu artinya ayah telah melakukan sesuatu di masa lalu, sehingga saat ayah muncul, Iblis Mawar langsung trauma dan ketakutan di saat melihat wajah ayah,” tunjuk Tu Long.


Glek..!!


“Dasar anak durhaka, kapan aku pernah melakukan sesuatu hah, akan ku cincang-”


Dret..!!


Sebelum Long Qiu menyelesaikan umpatannya, Mo Meilin lebih dulu muncul di depan Long Qiu.

__ADS_1


“Sialan,” gumam Long Qiu yang kini sadar, jika ia tidak melarikan diri dari sini, maka ia pasti akan di kebiri oleh istrinya.


Dan beruntung saja sebelum dirinya muncul, ia telah membuat persiapan untuk melarikan diri dari sini.


Tatapan Long Qiu langsung mengarah ke Tu Long. “Awas saja kau, akan ku hajar kau anak sialan,” dengus Long Qiu memberikan ancaman secara terang-terangan di depan Mo Meilin.


Dret..!!


Bam..!!


Tangan Mo Meilin yang hendak menggenggam jubah Long Qiu, langsung meledak menjadi asap hitam.


“Dasar Naga sialan, akan ku kejar kemana pun kau lari,” teriak Mo Meilin terdengar meledak-ledak.


Tap tap..!!


“Tunggu Ibu, jangan di kejar, ayah pasti sudah mempersiapkan jalan pelariannya sebelum kesini dan di saat ibu mengejarnya, ayah pasti akan muncul di sini dan membuat kekacuan.” Ucap Tu Long langsung memegang lengan kanan ibunya.


Mendengar ucapan putranya. Aura Mo Meilin pun langsung lenyap.


Seutas senyum lebar kini terlihat dari wajah Mo Meilin.


“Uuhh,, putra ibu ternyata sangat cerdas, tidak seperti ayahmu yang sangat bodoh dan idiot,” ucap Mo Meilin langsung mencubit kedua pipi Tu Long dengan gemas.


“Aduh duh,, bu sakit,” teriak Tu Long yang benar-benar merasakan nyeri akan cubitan ibunya.


Dengan cepat Mo Meilin melepaskan cubitannya dan melangkah ke tempat Iblis Mawar berdiri.


Tap tap..!!


Tapi Iblis Mawar yang melihat senyuman Mo Meilin, kini tubuhnya terlihat tak henti-hentinya bergetar hebat.


Tap..!!


“Nak, ibu akan meminjam bawahan Ibu sebentar saja, apakah boleh?” Tanya Mo Meilin melirik ke arah Tu Long yang terlihat memasang wajah panik.


“Ta..Tapi bu-”


“Tenang, ibu tak akan menyakitinya,” ucap Mo Meilin langsung memotong ucapan putranya.


Mendengar itu, Tu Long pun mengangguk ringan, ia tentu sangat percaya akan ucapan orang tuanya. Terlihat juga mata Ibunya yang memancarkan kasih sayang. Yang langsung membuat Tu Long semakin percaya.


Dret..!!


Melihat Mo Meilin dan Iblis Mawar menghilang, Tu Long pun melirik ke arah sekitar.


“Kemana saja kau pergi saudara Wuhan?” Tanya Tu Long kini melirik Bo Wuhan.


Tap tap..!!

__ADS_1


“Aku menemukan bakat tersembunyi lainnya, yang mungkin membuat Tuan senang dan mengajaknya berada di sisi kita,” jawab Bo Wuhan santai.


“Eeh,, dimana? Ayo bawa aku kesana,” ajak Tu Long terlihat sangat bahagia.


“Tapi saudara Xen Wang tidak mengizinkan kita-”


Umm umm..!!


“Dia salah Tuan Tu, anda boleh kesana, bahkan semua kota ini, jika anda ingin mengelilingi maupun mengklaimnya, anda sangat berhak dan tidak akan ada yang berani melarang anda,” ucap Xen Wang langsung menutup mulut Bo Wuhan dan menjelaskan kepada Tu Long.


Mendengar itu, Tu Long pun mengangguk ringan dan sadar mengapa Xen Wang berkata seperti itu. Itu karena ibunya adalah Penguasa seluruh Wilayah ini dan Iblis Mawar di tugaskan mengelolanya.


“Ayo bawa aku kesana,” ajak Tu Long.


Xen Wang pun dengan cepat mengangguk.


“Ayo Tuan, ikuti saya,” ajak Xen Wang langsung melangkah menuju dimana para budak Petarung di tahan.


Tap tap..!!


Bo Wuhan yang di tinggalkan begitu saja, hanya bisa memasang wajah kecut.


“Si sialan itu, awas saja kau nanti, akan ku balas kau,” dengus Bo Wuhan dalam hati.


Tap tap..!!


Setelah merencanakan balas dendam, Bo Wuhan pun dengan cepat mengejar Tu Long dan Xen Wang.


***


Wuss wuss..!!


Tap tap..!!


“Baiklah langsung saja, katakan apakah kau mencintai putraku juga?” Tanya Mo Meilin semabari memasang senyum hangat.


“I..Itu.”


“Jangan takut mengungkapkannya, jika kau takut dan ragu, maka kau akan menyesal seumur hidupmu nak,” ucap Mo Meilin yang melihat keraguan dari Iblis Mawar dalam mengungkapkan perasaannya. Sehingga Mo Meilin mencoba memberikan dorongan.


“Ta..Tapi Nyo-”


“Sstt,, jangan takut karena aku adalah Orang Tuanya, jika kau memang mencintainya, maka jangan sembunyikan perasaanmu itu nak. Jika kau terus menyembunyikannya dengan cara memasang wajah dingin kesal dan sengaja jual mahal, pada akhirnya hanya sebuah penyesalan yang akan kau dapatkan di saat ia sudah menyerah dan mencari wanita lain.”


“Ingatlah, setiap usaha, memiliki batasannya masing-masingnya. Jika putraku sudah menyerah akan semua sifatmu itu, maka pada akhirnya ia akan pergi meninggalkanmu. Dan ketahuilah, jika laki-laki sampai mengejarmu seperti itu, maka itu artinya ia sangat tulus ingin bersamamu selamanya,” ucap Mo Meilin.


Terdengar Mo Meilin kembali memberikan beberapa dorongan dan nasehat kepada Iblis Mawar. Termasuk bagaimana cara menghadapi laki-laki, agar ia tidak semena-mena kedepannya.


Iblis Mawar yang mendengar itu pun langsung mengangguk penuh percaya diri.

__ADS_1


“Te..Terimakasih Nyo-”


“Sst,, mulai sekarang jangan panggil aku Nyonya, tapi panggil aku Ibu,” ucap Mo Meilin tersenyum bahagia, karena akhirnya putranya pulang dan di saat pulang, putranya dapat di anggap membawa menantu.


__ADS_2