
“Aura energi ini?” Gumam Du Jian saat merasakan ada jejak sedikit energi Tuan mudanya di tubuh orang lain dan kini ia berada di luar Sekte.
Tapi tak lama Du Jian langsung melirik ke arah Han Liu dan Han Riu. “Hehe karena kita sudah tidak bertemu cukup lama, mengapa kita tidak minum-minum,” kekeh Du Jian sambil mengangkat-angkat alisnya secara bergantian.
Han Liu dan Han Riu pun saling melirik, mereka berdua pun langsung mengangguk.
“Mengapa tidak, aku tahu tujuanmu kesini bukan hanya ingin meregangkan otot saja, tapi karena minuman yang terkenal berasal dari sekte kami,” ucap Han Riu dengan senyum kecil.
“Hehe bocah, kau tahu juga tujuan lainku,” kekeh Du Jian.
Tak lama, Han Riu pun mengeluarkan cukup banyak arak.
...
Sementara di Kota Petir, dua pemuda berusia 17 tahun kini sedang melangkahkan kakinya sambil melirik sekelilingnya.
“Hemm..!! Apa kau yakin kita bisa di terima di Sekte yang terkenal ini saudara Jang?” Tanya Xin Riu melirik ke arah Jang Hu.
Jang Hu pun melirik ke arah Xin Riu. “Kita harus merasa yakin, jangan sampai mengecewakan Tuan, dia telah mempercayai kita, terlebih Tuan juga yang telah membebaskan kita dari belenggu Kelompok Jubah Hitam.” Ucap Jang Hu dengan nada tegas.
“Jangan sampai kecewakan kepercayaan yang telah Tuan berikan, ingat itu saudara Xin,” sambung Jang Hu.
Xin Riu pun langsung memasang wajah serius. “Kau benar, walau kita gagal masuk menjadi murid luar di Sekte Elang Petir ini, setidaknya kita akan mencoba terlebih dengan sungguh-sungguh. Jika benar-benar gagal, maka kita akan mencari di tempat yang lain,” ucap Xin Riu penuh tekad.
“Itu baru kelompok Iblis Penghancur,” ucap Jang Hu tersenyum tipis.
Mereka berdua pun kembali melangkah mencari dimana tempat pendaptaran murid baru.
Jang Hu dan Xin Riu ke sini karena mereka telah mendengar jika Sekte Elang Petir membuka pengumuman akan menerima murid baru bulan ini dan waktu pendaptaran hanya di batasi selama 2 hari, dan kini sudah hari kedua semenjak Sekte Elang Petir membuka pendaptaran murid baru.
__ADS_1
Dan mengapa Du Jian tidak penasaran dengan apa yang ia rasakan tadi, itu karena ia memang sedikit bodoh. Ia berpikir jika tidak perlu mencari tahu, karena ia yakin mungkin Jang Hu dan Xin Riu pernah berpapasan dengan Xiu Bai lalu tak sengaja menepuk pundak atau bersalaman dengan Tuan mudanya.
Du Jian tidak pernah berpikir luas, jika ia berpikir sedikit luas, maka ia pasti sadar jika Tuan mudanya baru saja keluar dari Hutan Tanpa Batas, jadi tidak mungkin ia akan bersalaman dengan orang tak di kenal atau menyentuhnya.
Sementara saat di Pasar Gelap, Du Jian juga tahu jika Tuan mudanya tidak bersentuhan dengan orang lain, dan jika pernah, maka itu sudah menjadi mayat atau bawahannya. Seperti Hian Yusha yang di serap ingatannya dan 28 Kelompok Iblis Pembantai yang baru di bentuk.
***
Pasar Gelap.
Tap tap..!!
“Bagaimana? Apakah sudah ada balasan?” Tanya Xiu Bai melirik ke arah Wei Fusen.
“Belum ada Tuan, mungkin mereka curiga jika ini jebakan, aku merasa mereka mungkin mengirim banyak anggota klan untuk membunuh kita karena surat yang saya kirim,” ucap Wei Fusen menundukkan kepalanya.
“Mungkin saat saja mereka saat ini terlalu bahagia saat mendengar jika kau menguasai Pasar Gelap seutuhnya sehingga langsung mengutus beberapa Tetua Utama untuk melihat kebenarannya, jika benar, maka ia akan langsung menemuimu, jika tidak, maka mereka hanya akan menegurmu saja, tidak mungkin mereka akan membunuh seorang Tetua Utama seperti dirimu, maka itu adalah kerugian bagi mereka.” Sambung Xiu Bai dengan nada santai.
Tepat beberapa saat setelah Xiu Bai bicara, Xiu Bai langsung tersenyum.
“Apa yang aku katakan benar, mereka telah datang,” ucap Xiu Bai langsung meneghilang dari tempat duduknya.
Tap tap..!!
Sementara 5 tetua Utama klan Wei yang telah mengecek semua Distrik kini datang dengan senyum bahagia.
“Haha,, aku tak menduga ternyata anda sangat-sangat hebat tetua Fusen, walau dua Penetua Utama kita mati, itu tidak akan masalah, karena jauh lebih menguntungkan jika kita memegang seluruh Distrik di Pasar Gelap.” Ucap tetua utama kini berjalan ke arah Wei Fusen.
“Aku tak menduga jika anda sendiri yang akan datang ke sini Tetua Pertama, jika saja aku tahu lebih awal, mungkin aku akan menyiapkan hidangan.” Ucap Wei Fusen menundukkan sedikit kepalanya.
__ADS_1
Pandangannya pun mengarah ke arah keempat Tetua Utama yang di samping Tetua Pertama. Ia seketika sedikit melebarkan matanya, karena mereka semua adalah tetua kedua, ketiga, keempat dan kelima.
Kelimanya tentu sosok pilar bagi klan Wei, kekuatan mereka juga tidak main-main.
Di klan utama, tetua utama di bagi menjadi 100, dari tetua pertama hingga tetua ke 100. Ada juga leluhur, leluhur di bagi menjadi 50. Dari peringkat pertama hingga ke 50.
Kekuatan leluhur juga setara dengan tetua utama yang ada di peringkat 50 sampai peringkat pertama. Sementara yang tersisa, yaitu tetua ke 52 memiliki kekuatan di bawahnya, bahkan ada yang memiliki perbedaan yang cukup jauh.
Untuk Wei Fusen ia menjabat sebagai tetua ke 88 saat ini, untuk dua tetua utama yang mati di bunuh Xiu Bai ada di urutan ke 100 dan 99.
“Si..Silahkan duduk tetua, saya akan memanggil pelayan untuk menyiapkan anda hidangan terlebih dahulu,” ucap Wei Fusen sedikit gugup.
“Tidak perlu gugup Tetua Fusen, dan tidak usah repot-repot menyiapkan ini itu, karena kami di sini hanya untuk melihat kebenaran dari surat yang kau kirim saja, dan ternyata itu benar. Ini adalah kontribusi terbesar bagi klan selama ini.” Ucap tetua kedua dengan senyum lebar.
“Benar, karena ini adalah sesuatu yang sangat besar, kami akan memberikanmu kontribusi yang memuaskan.” Sambung tetua ke tiga mengulurkan tangannya.
Tak lama sebuah cincin penyimpanan pun melayang ke arah Wei Fusen.
“Itu adalah hadiah kecilmu tetua, dan mulai saat ini kau juga akan di angkat menjadi tetua ke 50, yang memiliki dudukan sejajar dengan posisi kami maupun para leluhur,” balas tetua pertama.
Mendengar itu, wajah Wei Fusen seketika tersenyum bahagia.
Bukan bahagia karena mendengar semua ucapan para tetua utama, tapi bahagia karena semua yang Xiu Bai perkirakan benar-benar terjadi. Ia kini bahagia karena bisa menjadi bawahan sosok Jenius seperti Xiu Bai.
“Te..Terimakasih tetua, ini adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ucap Xiu Bai kini mengandalikan Wei Fusen.
“Tidak perlu sungkan. Jika begitu kami semua akan pamit kembali ke Klan Utama, tapi sebelum itu, bagaimana cara mu membunuh dan menundukkan semua pemimpin Distrik?” Tanya Tetua pertama kini mulai terlihat tujuan awalnya datang ke tempat ini.
“Aku yakin kau tidak akan mampu melawan mereka semua hanya dengan 3 orang saja, terlebih aku cukup mengenal Tetua Mu Hen, dia sosok yang sedikit lebih kuat darimu.” Sambung tetua pertama dengan seutas senyum tipis.
__ADS_1