
“Khehe,, aku memang tidak di perbolehkan membunuh kalian, tapi membuat kalian sedikit cacat, itu pastinya di perbolehkan.” Kekeh Tu Long di sertai senyuman yang terlihat layaknya orang gila di pandangan mata orang lain.
Blush..!!
Seketika Tu Long langsung mengubah bentuk tubuhnya ke mode setengah Bersek.
“Mumpung adanya bahan uji coba di depan mata, akan lebih baik aku mencoba metode baru ku,” gumam Tu Long yang terlihat tubuhnya setinggi 3 meter.
Bukan hanya tinggi, kedua tangan Tu Long juga terlihat normal layaknya tangan manusia yang di tutupi sisik Naga.
Tangan Kiri Tu Long yang biasanya membentuk pedang cakar, kini tidak terlihat lagi. Sebagai gantinya, saat Tu Long mengepalkan kedua tangannya, ada sisik muncul setinggi 10 cm yang mirip sebuah belati.
Jumlahnya pun di setiap kepalan tangan, sama dengan jari Tu Long.
Melihat sisik di kedua kepalan tangannya, Tu Long seketika tersenyum bahagia.
“Khehe,, persiapkan diri kalian para cecunguk sialan, akan ku cabik-cabik tubuh kalian,” teriak Tu Long.
Dret..!!
Wuss wuss..!! Crash..!!
Arghh..!!
“I..Ini,” seketika beberapa monster bawahan Dewa Iblis Angin Darah langsung melebarkan mata mereka di sertai mulut terbuka lebar saat melihat Tu Long menghilang, setelah itu 5 dari rekan mereka berjatuhan dengan tubuh menyemprotkan darah di sekujur tubuh mereka.
“Si..Sialan, lari, dia bukan monster melainkan Iblis yang menyamar menjadi-”
Crash crash..!!
Arhh..!!
Sebelum salah dari prajurit Dewa Iblis Angin Darah menyelesaikan ucapannya, kedua lengannya, kaki, paha, perut, dada, punggung, leher, langsung merasakan rasa sakit luar biasa yang belum pernah di rasakan.
Bruk..!! Bruk..!! Bruk..!!
__ADS_1
Tu Long yang baru saja mengayunkan kedua tangannya ke semua titik vital musuh, terlihat tidak berhenti sampai di sana saja, ia semakin agresif kesana kemari layaknya sedang memburu buruannya.
Hingga 2 menit berlalu.
Tap tap..!!
Barulah Tu Long memperlihatkan dirinya dengan jelas.
“Hehe,, teknik Cakar Bayangan rupanya benar-benar ampuh untuk bersenang-senang dan menyiksa musuh,” kekeh Tu Long dengan nada bahagia di saat melihat para bawahan Dewa Iblis Angin Darah kesakitan di sertai ketakutan saat melihat Tu Long.
Tu Long yang memandang musuh, kini mengalihkan pandangan ke arah para budak, ia pun mengingat pesan Bai Han dan langsung memberitahu para budak dengan cara seperti Bo Wuhan lakukan.
Setelah 5 menit berlalu, karena merasa semua musuh sudah ia bunuh dan beberapa ia lumpuhkan. Tu Long pun melesat ke arah puncak Gunung, dimana mereka berjanji bertemu di sana.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
***
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Kau dan kau, mengarah ke kota yang di sana, jika kalian tidak dapat menemukannya, akan ku ledakkan kepala kalian sialan,” sambung bawahan langsung Dewa Iblis Neraka yang biasa di panggil Jendral Bayangan.
Glek..!!
Para monster tingkat tinggi atau bawahan Jendral Bayangan, seketika menelan ludah saat mendengar ancaman Jendral mereka. Lantaran setiap apa yang di ucapkan Jendral Bayangan, tidak pernah berbohong.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Dengan cepat puluhan monster tingkat tinggi atau biasa di kenal Pasukan bayangan, atau di panggil oleh kebanyakan orang pasukan pembunuh, langsung melesat ke arah yang di perintahkan Jendral mereka.
Bukan hanya itu saja, terlihat pasukan Bayangan yang lain juga melesat ke berbagai tempat.
__ADS_1
“Sialan, bagaimana bisa orang itu bisa masuk tanpa terdeteksi.” Umpat Jendral Bayangan.
“Bukan itu saja, kecepatannya sungguh luar biasa, bahkan akupun tidak mampu mengejarnya dan berujung memerintahkan pasukanku untuk membantu.” Sambung Jendral Bayangan yang memasang wajah penuh amarah, kesal, dan tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Pasalnya, secara kebetulan di saat Jendral Bayangan menuju perbatasan laut untuk mengecek laporan, secara tidak sengaja ia sekilas melihat sosok bertudung memasuki pos di sertai mencuri seluruh pakaian para penjaga.
Ia yang kebetulan ada di sana pun mencoba menangkapnya, namun hingga kini ia tidak mampu menangkapnya.
Jangankan menangkap, bahkan seluruh barang berharga di kota yang di lewati sosok berjubah itupun di babat habis.
Dan itu terjadi 1 hari yang lalu, semenjak munculnya sosok berjubah hitam.
...
Arghh..!!
“Sialan, memikirkannya saja membuatku frustasi,” teriak Jendral Bayangan.
“Aku yakin jika ini terdengar oleh Yang Mulia dan para Jendral Sialan itu, maka aku pasti akan di hukum dan di remehkan.” Sambung Jendral Bayangan.
Mata Jendral Bayangan pun seketika berubah serius, dan tak lama, ia menghilang dari tempatnya berdiri.
***
Tap tap..!!
“Haha,, aku tak menyangka dengan datang kesini, bisa membuat 30% hartaku yang di ambil oleh Nenek sialan itu, bisa kembali lagi.” Ucap sosok berjubah dengan tawa bahagia.
“Walau begitu, masih 70% lagi belum kembali, jadi aku harus kemana dulu ya?” Gumam sosok berjubah kini membuka tudungnya dan memperlihatkan wajah tampan Cen Tian.
Terlihat Cen Tian tidak pernah lepas dari senyumannya dan mata yang bersinar saat melihat peta di tangannya. Karena menurutnya peta inilah aset paling berharga yang bisa membawanya menuju harta-harta berjalannya.
“Hoho,, aku akan kesini dulu, setelah itu baru kesini, kesini, dan kesini.” Ucap Cen Tian langsung bangkit.
“Tunggulah harta-hartaku, Paman mu ini akan datang menjemputmu. La..La..La..La.” Seketika terdengar suara bahagia Cen Tian di sertai nyanyian saat melesat ke arah Utara.
__ADS_1
Dret..!! Wuss wuss..!!