
“Hahaha,, aku datang buruanku, jangan lari,” teriak Bo Wuhan tertawa lebar sambil melesat ke arah aura yang sangat kuat.
Wuss wuss..!!
***
Di Timur, terlihat sosok monster setinggi 4 meter melesat ke arah sekumpulan monster yang tadi sengaja ia biarkan melarikan diri.
Kini dengan seringai lebar ia mengejar para monster tersebut.
“Khehe,, akan ku buat kalian jadi makanan penutupku,” kekeh monster setinggi 4 meter yang mulutnya di penuhi bau amis darah.
Wuss..!!
Dret..!!
Dengan cepat ia berhenti lalu melempar dirinya ke arah kanan.
Bom..!!
Mata monster setinggi 4 meter langsung melebar saat ia melihat serangan tak kasat mata yang kini meledak di belakangnya.
“Sialan, siapa itu yang berani menyerangku diam-diam, keluar kau,” teriak monster setinggi 4 meter.
Blush..!!
Auranya seketika meledak, karena mencoba menekan siapa yang menyerangnya secara diam-diam, agar keluar.
Sementara monster tersebut tidak menyadari jika ada sosok bayangan tepat di bawahnya.
Dret..!!
Bayangan tersebut langsung masuk ke dalam tubuh monster tersebut dan langsung menyatu dengan darah monster setinggi 4 meter.
Srek.srek..!!
“I..Ini, arhggg..!!” Seketika monster tersebut langsung berteriak saat merasakan rasa sakit yang selama ini tidak pernah ia rasakan seumur hidupnya.
Bukan hanya itu saja, energinya juga langsung tersedot drastis, yang membuat dirinya tidak bisa melakukan apa-apa selain berteriak.
Arghh..!!
Bomm..!!
Setelah 2 menit meraung kesakitan, tubuh monster tersebut langsung meledak.
Di saat bersamaan, terlihat gumpalan darah melayang yang kini mulai membentuk sosok manusia.
Srek srek..!!
Tap tap..!!
“Khehe,, energi yang lumayan banyak,” kekeh Bo Wuhan tersenyum lebar.
Tak lama setelah itu, ia pun melirik ke arah manusia Naga yang kini bergetar ketakutan saat melihat apa yang Bo Wuhan lakukan terhadap monster yang menghancurkan tempat tinggal mereka, serta mengejar mereka.
“Hemm..!! Teruslah ke arah Barat, di sana kalian bisa membangun tempat tinggal baru dan hidup tenang,” ucap Bo Wuhan.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Setelah memberitahu manusia Naga, Bo Wuhan pun langsung melesat ke arah Timur, karena di sana ia merasakan ada 2 monster yang memiliki kekuatan jauh lebih kuat dari yang ia bunuh tadi.
__ADS_1
***
Krak krak..!!
Sementara di tempat yang Bo Wuhan maksud, kini terlihat dua monster setingkat Kaisar Dewa Energi ⭐ 9 Puncak sedang memakan semua monster yang mereka bantai tadi.
“Kenapa si bodoh itu lama sekali?” Tanya salah satu monster setinggi 6 meter, kepalanya mirip dengan goblin, namun tubuhnya mirip tubuh Naga yang di baluti sisik keras.
“Biarkan saja, mungkin ia sedang bersenang-senang membantai yang tersisa.” Jawab monster yang memiliki tinggi 8 meter, bentuknya sama dengan monster setinggi 6 meter.
Mendengar itu, monster setinggi 6 meter mengangguk ringan, tapi tatapan matanya seketika menajam dan di arahkan ke hembusan angin yang terasa berbeda dari biasanya.
“Apa kau tidak merasakan sesuatu yang berbeda?” Tanya Monster setinggi 6 meter.
Monster setinggi 8 meter yang asik memakan daging di depannya pun melirik rekannya. “Tidak, aku sama sekali tidak merasakan apapun. Memang ada apa?” Jawab monster setinggi 8 meter dan balik bertanya.
Wung..!!
Tepat setelah monster setinggi 8 meter selesai bicara.
Bo Wuhan muncul dalam kecepatan cahaya.
Pada saat muncul, Bo Wuhan yang menyeringai langsung mengayunkan tinjunya ke arah monster setinggi 8 meter.
“Sialan,” teriak monster setinggi 8 meter yang tidak siap menerima serangan, kini menggunkan tangan kirinya untuk menahan kerusakan.
Bam..!! Krak krak..!!
Duarr..!!
Argh..!!
Namun tangan kanan monster setinggi 8 meter langsung hancur.
Tanpa basa basi tangan kiri Bo Wuhan pun terayun ke arah kepala monster tersebut.
Wung..!!
Melihat itu, amarah monster setinggi 8 meter melonjak, dan ia pun ikut mengayunkan tangan kirinya untuk membalas tinju Bo Wuhan.
Wung..!!
Booomm..!!
Krak krak..!!
Arghh..!!
Lagi-lagi tangan kiri monster tersebut hancur dengan mudah. Mata monster setinggi 8 meter juga melebar saat merasakan kepalan tinju Bo Wuhan yang sangat keras, layaknya tembok baja bertemu kayu lapuk.
Glek..!!
Monster setinggi 8 meter seketika menelan ludah saat melihat Bo Wuhan kembali mengayunkan tinjunya ke arah wajahnya.
“Ja..Jangan, aku mohon selamatkan ak-”
Wung..!!
Bom..!!
Argh..!!
__ADS_1
Wung..!! Bom bom bom bom..!!
Terlihat dalam seperkian detik Bo Wuhan sudah mengayunkan 100 tinjunya ke wajah musuhnya, hingga terlihat wajah musuh Bo Wuhan sudah tidak terbentuk lagi.
Bo Wuhan yang melihat musuhnya sudah mati, langsung mengalihkan pandangannya ke monster setinggi 6 meter yang hanya bisa melongo tak percaya.
“2 menit. Ti..Tidak, kurang dari 2 menit ia membunuhnya,” ucap monster setinggi 6 meter dengan kaki bergetar, hingga tanpa sadar ia mengompol di dalam celananya, karena saking takutnya.
“Kehehe,, mau kemana kau,” kekeh Bo Wuhan mengusap darah yang menempel di wajahnya.
“Jangan lari buruanku, ayo kesini, puss puss,” sambung Bo Wuhan sudah seperti orang gila saat ini.
Glek..!!
Tanpa sadar monster setinggi 6 meter yang selama ini tidak pernah merasakan rasa takut, kini tanpa sadar bisa merasakan apa itu rasa takut.
Tap tap..!!
“Ayo, cepat bergeraklah,” teriak monster setinggi 6 meter terlihat memukul kedua pahanya, agar bisa melarikan diri saat melihat Bo Wuhan mendekatinya.
Sret..!!
“Tidaaakk.” Teriak monster setinggi 6 meter saat melihat tangan Bo Wuhan langsung melesat ke perutnya.
“Woe woe,, kau belum mati, bukalah matamu,” kekeh Bo Wuhan yang semakin senang melihat wajah musuhnya sangat ketakutan, sampai-sampai memejamkan matanya dan meneteskan air mata.
Monster setinggi 6 meter yang sama sekali tidak merasakan apa-apa pun mulai membuka matanya, ia pun melirik ke arah perutnya yang tadi ia rasakan tertusuk. Tapi kini ia tidak melihat adanya bekas luka sama sekali.
“Tu..Tuan, ampuni-”
Wung..!!
Bom..!!
“Apakah kau mengampuni semua orang yang telah kau bunuh,” ucap Bo Wuhan langsung dengan nada dingin dan meninju wajah musuhnya.
Wung..!!
Bom..!!
“Aku tanya, apakah kau mengampuni mereka hah,” teriak Bo Wuhan menatap musuhnya dengan ganas.
“Jawab sialan,” sambung Bo Wuhan kembali mengayunkan tinjunya ke mulut musuhnya.
Dan pada saat musuhnya ingin menjawab atau mengatakan sesuatu, di sanalah Bo Wuhan kembali meninju musuhnya, sehingga musuhnya tidak mampu menjawab.
Hal tersebut terus terjadi, hingga kepala musuhnya hancur menjadi daging cincang.
“Kau beruntung bertemu denganku, maka kau bisa mati dengan cepat. Berbeda dengan Tuanku maupun yang lain, kau akan merasakan siksaan yang tak terbatas, bahkan jiwamu pun akan di simpan lalu di siksa seumur hidupmu.” Dengus Bo Wuhan.
...
Jika Tu Long, Duan Du, Bai Han dan Bai Chu Ye mendengar ucapan Bo Wuhan. Maka mereka akan langsung memukul wajahnya, karena apa yang Bo Wuhan lakukan ini adalah yang paling mengerikan, bahkan mereka mengira jika musuh yang bertemu dengan Bo Wuhan adalah musuh yang paling tidak beruntung.
Tap tap..!!
Terlihat Bo Wuhan kembali melangkah setelah membersihkan semua darah musuh yang menempel di wajah dan jubahnya.
“Kemana lagi aku akan berburu? Kesana atau kesana ya?” Gumam Bo Wuhan kembali seperti orang bodoh sambil menggaruk kepalanya bingung.
“Ah, seperti yang Tuan Tu lakukan, pergi secara acak saja,” sambung Bo Wuhan melesat ke arah Selatan.
__ADS_1
Dret..!! Wuss wuss..!!
Dan kemana tujuan Bo Wuhan saat ini adalah tempat dimana sebagian dari bawahan Dewa Iblis Kehancuran berada, sungguh keberuntungan atau kemalangan bagi Bo Wuhan. Lantaran ia tidak pernah melawan monster setingkat dengan dirinya dalam jumlah ratusan.