
“Nikmati saja rasa sakit yang kau terima, karena ini masih belum permulaan dari rasa sakit hatiku saat melihat ekspresi kakak ku begitu putus asa,” sambung Bai Chu Ye yang langsung membuat Iblis Naga Api semakin ketakutan dan memohon-mohon untuk di bunuh saja, dari pada di siksa.
Namun apakah Bai Chu Ye mendengar permohonannya, tentu saja jawabannya tidak.
Dengan ekspresi datar, Bai Chu Ye terus menyiksa Iblis Naga Api.
Feng Liu yang kini terlihat membantu memulihkan Duan Du dan Tu Long yang baru tiba, ia sesekali melirik ke arah Bai Chu Ye berada.
Entah kenapa ia sedikit merinding saat melihat cara Bai Chu Ye menyiksa musuhnya.
Terlihat jelas saat ini kulit dan daging musuhnya sedikit demi sedikit mengembung layaknya sedang di kompa dan karena tarlalu besar, alhasil beberapa anggota tubuh Iblis Naga Api meledak.
Tapi tak lama, semua anggota tubuh yang meledak, kembali utuh dan Bai Chu Ye terus melakukan penyiksaannya seperti itu.
...
Melihat ekspresi Feng Liu, membuat Duan Du dan Tu Long tersenyum lucu.
Brak..!!
“Baaa,, kenapa kau yang terlihat berkeringat dingin Feng Liu, padahal yang di siksa adalah musuh,” ucap Duan Du menepuk pundak Feng Liu yang langsung membuat Feng Liu melompat lantaran terkejut.
Pfftt..!!
Hahahaha..!!
Hahahaha..!!
Melihat tingkah Feng Liu yang semakin lucu, membuat Duan Du dan Tu Long seketika tertawa terbahak-bahak.
Feng Liu yang merasa di kerjai, hanya bisa mendengus.
__ADS_1
“Huh,, karena kalian telah sembuh, aku akan pergi mencari dimana keberadaan musuh yang lain,” dengus Feng Liu yang langsung melesat.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Melihat Feng Liu langsung kabur, semakin membuat Duan Du dan Tu Long tertawa.
***
Wung..!!
Slash..!!
Bom bom bom..!!
Sementara di tempat Bo Wuhan, ia yang kini bertarung sengit melawan Dewa Iblis Naga Api, terlihat sedikit memprihatinkan.
Lengan kanan Bo Wuhan terkoyak dan hampir putus, seluruh tubuhnya banyak sekali luka sayatan, bahkan di wajahnya pun ada dua bekas luka sayatan dari alis kanan hingga ke pipi kiri dan dari pipi kanan hingga ke pipi kiri.
Namun bukannya merasakan kesakitan, Bo Wuhan malah menyeringai lebar, karena menikmati pertarungan ini serta bisa menikmati rasa sakit yang telah lama tidak ia rasakan lagi.
Namun satu dari luka lebam yang di terima Dewa Iblis Naga Api, ada yang paling menonjol, itu terlihat di wajah sebelah kanan yang memiliki tanda sebuah tinju.
Hal tersebut lah yang membuat Dewa Iblis Naga Api sampai saat ini sangat marah. Karena luka tersebut tidak bisa ia sembuhkan.
...
Bo Wuhan dan Dewa Iblis Naga Api yang terlihat menjaga jarak satu sama lain, kini saling menatap satu sama lain.
Ingin rasanya Dewa Iblis Naga Api membunuh Bo Wuhan saat ini, tapi ia merasakan banyak sekali aura asing yang sangat kuat berada di Benua ini, dan ia yakin jika itu adalah rekan Bo Wuhan yang menginvasi Benua ini.
“Sialan, akan ku balas rasa malu ini lain kali, tunggu saja pada saat kita bertemu lagi,” ucap Dewa Iblis Naga Api terlihat mengeluarkan sesuatu.
__ADS_1
Dret..!!
Blush..!!
Namun tepat di saat ia baru mengeluarkannya, benda yang ia genggam langsung hilang dari genggaman tangannya tanpa ia sadari.
Tap tap..!!
“Hahaha,, aku merasakan bau harta yang berharga di token ini, terimakasih atas hadiah yang kau berikan,” ucap Cen Tian tertawa bahagia dan langsung kabur dari pandangan Dewa Iblis Naga Api.
Di saat yang bersamaan, Bo Wuhan juga sudah muncul di depan Dewa Iblis Naga Api dengan seringai lebar.
“Khehe,, tentu saja, kita akan bertemu lagi setelah kau hidup lagi,” kekeh Bo Wuhan terlihat mengayunkan kedua kapaknya.
Slash slash..!!
“Sialan,” teriak Dewa Iblis Naga Api yang terlihat masih tak menyangka ia bisa kecolongan dan musuhnya langsung memanfaatkan celah tersebut.
Crash crash..!!
Bruk..!!
Kepala dan badan Dewa Iblis Naga Api yang di selimuti api, langsung terbelah, hingga membuat tubuhnya mengeluarkan cahaya abu, tanda ia akan musnah.
“Akan ku balas penghinaan ini di masa depan, akan ku cari kau sialan,” teriak Dewa Iblis Naga Api sebelum ia benar-benar lenyap tanpa sisa.
Tap tap..!!
“Hehe,, bagaimana, aku benar bukan jika ia pasti merencanakan sesuatu, dan aku cukup beruntung ia tidak menyadari keberadaanku yang tepat di belakangnya tadi,” kekeh Cen Tian mengulurkan tangannya ke arah Bo Wuhan.
Bo Wuhan yang merasa terbantu tentu saja mengangguk bahagia. Tapi wajahnya menjadi aneh saat melihat Cen Tian mengulurkan tangannya.
__ADS_1
“Ada apa Tuan Tian?” Tanya Bo Wuhan bingung.
“Heh,, tentu saja bantuanku ini ada bayarannya, jadi cepat berikan bayaranku dan jangan pura-pura jadi orang bodoh,” dengus Cen Tian yang langsung membuat Bo Wuhan melongo tak percaya.