
“Sialan, orang lain yang berbuat, malah aku yang kena getahnya,” umpat Duan Diyu dalam hati.
Tap tap..!!
“Kenapa malah diam?” Tanya Fei Sia Ying yang kini muncul di depan suaminya sambil melihat wajah suaminya dengan teliti.
Tak lama, Fei Sia Ying pun tersenyum indah. “Cepat cari adik ipar mu, seret dia kemari sebelum acara pernikahan Ye'er dan Tu'er di mulai,” ucap Fei Sia Ying dengan nada hangat.
...
Duan Diyu yang sudah menduga hal ini, langsung menghela nafas.
“Huuf,, kau sadar jika Gege tidak bisa menemukannya jika ia berubah wujud, dan sampai puluhan ribu tahun pun Gege tidak akan bisa mengenalinya jika ia tidak kembali ke wajah aslinya.” Ucap Duan Diyu.
Mendengar itu, Fei Sia Ying pun langsung memasang wajah tidak puas, saat Fei Sia Ying ingin mengatakan sesuatu. Duan Diyu lebih dulu mengangkat tangannya.
“Hanya kau dan Tuan saja yang tahu wajah Xian, walau ia menggunakan wajah orang lain. Semua orang pun tahu itu,” ucap Duan Diyu.
“Jadi, akan percuma jika kau menyuruh Gege pergi mencarinya,” sambung Duan Diyu.
Tap tap..!!
“Diyu benar, jika kau menyuruh suami mu pergi, itu sama dengan kau menyiksanya seumur hidup.” Ucap Xiu Bai yang langsung datang ikut menjelaskan.
Fei Sia Ying yang mendengar ucapan Xiu Bai, langsung mengangguk patuh.
“Jadi bagaimana kakak? Apakah Xian tidak apa-apa untuk tidak hadir?” Tanya Fei Sia Ying.
Xiu Bai hanya diam saat di tanya, ia kini memikirkan penyebab Fei Wei Xian sampai saat ini tidak datang.
“Hemm..!! Aku yakin jika ia tahu aku ada di sini, maka ia akan langsung datang. Jadi, jika ia sampai saat ini belum datang, mungkin saat ini ia menemukan tergetnya, yang tak lain bawahan utama Dewa Iblis Neraka, atau Dewa Iblis Penghancur.” Gumam Xiu Bai dalam hati.
Cukup lama Xiu Bai merenung, ia pun mengangkat kepalanya.
“Kita akan tunda hingga 3 hari kedepan, jika Xian'er tidak datang, maka kita akan mulai akad nikah Ye'er dan Tu Long.” Ucap Xiu Bai dengan nada tenang dan tegas.
Suara Xiu Bai mungkin terdengar pelan, tapi semua penghuni yang ada di sana, dapat mendengarnya dengan jelas.
***
3 Hari berlalu dengan cepat.
Kini terlihat banyak sekali para tamu berdatangan yang tak lain adalah anggota klan Ren, dan anggota keluarga dari pihak istri Feng He.
Sementara di atas panggung yang telah di siapkan bagi keempat mempelai, kini Bai Chu Ye terlihat duduk bersama Tu Long.
Kedua mempelai laki-laki terlihat sangat tampan dan memasang ekspresi yang berbeda-beda.
__ADS_1
Bai Chu Ye terlihat selalu datar, namun bisa membuat semua orang yang melihatnya selalu penasaran dan tertarik.
Sementara Tu Long yang selalu memasang wajah penuh senyuman kebahagiaan, membuat orang yang melihatnya akan ikut tersenyum.
“Tuan muda Ye, kenapa calon istri kita lama sekali muncul?” Tanya Tu Long menyenggol Bai Chu Ye.
Bai Chu Ye yang di tanya, hanya mengangkat bahunya. “Ye'er tidak tahu,” jawab Bai Chu Ye datar.
Mendengar itu, Tu Long pun melirik ke arah depan, guna mencari sosok yang ia kenal untuk di tanyai.
Namun anehnya, di depannya hanya ada tamu undangan yang sama sekali tidak ia kenal.
“Kemana Tuan muda Han dan yang lainnya ya? Dan juga, kemana bocah sialan itu pergi? Kenapa mereka tidak ada di sana sih,” umpat Tu Long bergumam kecil.
Bai Chu Ye hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar pamannya itu bergumam dan terlihat tidak sabar.
***
Sementara orang yang Tu Long cari, terlihat saat ini sibuk menyambut tamu di pintu utama.
Terlihat mereka sangat keren, yang membuat para tamu yang terus berdatangan sangat kagum akan ketampanan Bai Han, Bai Da Xing, Lan Yuheng, Duan Du, Bai Ha, dan Bai Hu.
Tap tap..!!
Kyaaa..!!
Bahkan para Ibu-ibu maupun para janda muda pun ikut histeris.
Terlihat beberapa dari mereka mencoba mendekati Bai Han dan yang lainnya, tapi Bai Han dan yang lainnya terlihat menjalankan tugas mereka dengan baik. Mereka dengan sopan mengarahkan para tamu untuk terus melangkah masuk dan tidak boleh menghalangi jalan untuk para tamu yang akan ikut masuk.
Waktu terus berlalu, hingga tanpa terasa 1 jam Bai Han dan yang lainnya menyambut tamu, kini terlihat mulai menghela nafas.
“Huuf,, dari mana datangnya semua tamu-tamu ini ya? Kenapa banyak sekali orang-orang yang tidak kita kenal?” Ucap Bai Han penuh tanya.
“Hemm..!! Mungkin mereka adalah bawahan dari Bibi Meilin, karena setahuku, Bibi Meilin mempunyai wilayah yang ia kuasai dan atur.” Ucap Duan Du memberikan pendapatnya.
“Bisa jadi, karena calon istri paman Tu juga terbilang mantan bawahan Nyonya Mo,” sambung Bai Ha mengangguk setuju
Memanfaatkan kesempatan saat para tamu sudah tidak berdatangan, terlihat Bai Han, Duan Du dan yang lainnya kini mengobrol ringan untuk menghilangkan rasa lelah dan bosan.
***
Tap tap..!!
Di gerbang aula, terlihat Chen Long dan Du Jian yang menjaga gerbang melirik ke arah Meng Chen.
“Tamu sudah hampir semuanya tiba,” ucap Meng Chen.
__ADS_1
Du Jian dan Chen Long pun langsung membuka pintu.
Kreekkk..!!
Blush..!!
Tap tap..!!
Dengan santai Meng Chen melangkah masuk, hingga berhenti di depan Mo Meilin, Fei Sia Ying, Ren Saxin, Ren Len, dan dua calon mempelai wanita Ren Jiang dan Iblis Mawar.
“Semua tamu hampir semuanya tiba Nyonya,” ucap Meng Chen dengan nada sopan.
Mendengar itu, semua wanita, kecuali kedua mempalai, kini saling melirik satu sama lain.
“Baiklah, kami akan keluar, tapi dimana kakak saat ini?” Tanya Fei Sia Ying.
“Ah itu, saya tidak tahu Nyonya Ying, saya juga sudah mencarinya, tapi ia tidak ada di semua tempat, bersama suami Nyonya, Tuan Duan Diyu, Long Qiu dan rekannya.” Jawab Meng Chen.
Raut wajah Fei Sia Ying pun berkerut saat mengetahui kakaknya Xiu Bai tidak ada, termasuk suaminya dan suami Mo Meilin.
Pandangan Fei Sia Ying pun mengarah ke Mo Meilin yang kini sedang memejamkan matanya.
Melihat itu, Fei Sia Ying pun sadar jika Mo Meilin saat ini mencoba menghubungi dan mencari dimana keberadaan mereka.
“Hemm..!! Ayo kita keluar,” ajak Mo Meilin langsung mengajak yang lain, setelah ia membuka matanya.
Fei Sia Ying yang mendengar itu, awalnya ingin bertanya, tapi saat ia melihat isyarat mata Mo Meilin, ia pun langsung terdiam.
Tap tap..!!
Kreekk..!!
“Calon mempelai wanita akan segera keluar, harap tenang,” teriak Han Liu dengan nada lantang dan ia di tugaskan menjadi moderator, atau pengisi suara.
“Harap semuanya berdiri untuk menyambut kedua calon mempelai wanita bersama Nyonya Mo dan Nyonya Fei,” ucap Han Liu.
Dret..!!
Seketika, semua tamu undangan pun mulai bangkit untuk menyambut kedatangan kedua calon mempelai wanita.
Tu Long yang ikut mendengar itu, awalnya ingin ikut bangkit, tapi langsung di hentikan oleh Bai Chu Ye.
“Calon memperlai wanita bersama anggota keluarga pendamping akan menaiki tangga panggung, di mohon untuk calon mempelai pria bersiap-siap.”
Mendengar itu, Bai Chu Ye dan Tu Long pun merapikan cara duduk mereka dan mengangkat wajah mereka dengan wibawa.
Tap tap..!!
__ADS_1