
Bai Chu Ye dan Feng Liu bergetar bukan karena takut, melainkan mata Asura yang mereka gunakan saat ini, mampu merasakan energi yang ada di sekitaran area Kubus tersebut dan itu sangatlah kuat. Bukan hanya kuat, melainkan kekuatan yang belum pernah mereka rasakan seumur hidup mereka.
***
“Hais,, tutup mata kalian, kalian tidak biasa menggunakan mata Asura,” ucap Xiu Bai melirik keduanya.
Sontak Bai Chu Ye dan Feng Liu pun menutup mata dan tak lama, mata mereka kembali ke kondisi semula.
“Baiklah, sebaiknya kita pergi dari sini sebelum kedua mata yang mengawasi kita mencurigai kita mata-mata,” ajak Xiu Bai yang tidak ingin adanya masalah merepotkan.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Dengan cepat Xiu Bai, Bai Chu Ye dan Feng Liu melesat menuju area berbeda.
***
Blush..!! Blush..!!
Tak lama setelah kepergian Xiu Bai bersama putra dan bawahannya, seketika 4 mata muncul di tempat Xiu Bai berdiri sebelumnya.
“Apa kau merasakannya saudara?” Suara seketika menggema dari arah mata bewarna Emas.
“Hemm..!! Dia menyembunyikan kekuatannya dengan sangat baik, jika ia ingin bertarung dan mengeluarkan kekuatannya yang ia sembunyikan itu, mungkin kita berdua hanya imbang melawannya.” Jawab mata bermata Biru.
“Hoo,, kau salah saudara, jika kau fokus mengeceknya dengan teliti, kau akan sadar jika dia menyembunyikan kekuatannya dengan sangat dalam, dan aku yakin jika kita berdua melawannya, maka kita akan kalah.” Balas mata bewarna emas.
__ADS_1
“Beruntung ia tidak mempunyai niat jahat dan ia juga terlihat ingin melindungi kedua orang yang bersamanya, sehingga ia lebih memilih menghindar.” Sambung mata Emas terdengar serius.
Blush blush..!!
Setelah benbincang sesaat, keempat mata tersebut langsung lenyap.
Dan kita di arahkan menuju kubus persegi panjang.
Di salah satu perbatasan Kubus, ada sebuah benteng berbentuk Menara Tower yang melambung tinggi.
Di puncak Tower, ada dua sosok pria tua yang memiliki aura mengerikan sedang bermain Xiangqi, permainan yang mirip catur dan berfokus ke permainan keterampilan dan strategi.
Permainan ini sangat populer di tempat tersebut, bagi yang mampu memainkannya, maka di katakan jenius, lantaran permainan ini di anggap sebagai awal dari membangun pondasi kultivasi.
“Benar, aku bahkan tidak akan percaya jika tidak melihatnya tadi secara langsung. Terlebih lagi aku juga terkejut jika ada sosok sekuat itu di luar Alam Saint ini.” Ucap pria tua dengan mata berwarna emas dengan rambut pirang.
“Hais,, jika saja aku tidak bertugas menjaga perbatasan ini dari para Monster Mutasi itu, mungkin aku akan mendatangi dan mengajaknya bertarung,” sambung pria tua bermata Biru.
Mendengar ucapan saudaranya, pria tua bermata Emas pun tersenyum tipis.
“Tenang saja, aku yakin ia tak lama lagi akan datang kesini, karena tidak lama lagi seluruh Dimensi di luar Alam Saint ini akan di serang oleh para monster bermutasi ini, termasuk para makhluk farasit itu,” jawab pria tua mata Emas yang mencoba menyemangati saudaranya.
Dan apa yang di maksud mahkluk farasit adalah makhluk yang tercipta dari Alam Semesta ini. Namun mereka tidak tahu jika Xiu Bai juga dapat di anggap makhluk farasit, lantaran tercipta dari Alam Semesta. Namun ia mampu menyempurnakan diri dengan melakukan Reinkarnasi 10.000 tahun. Sehingga kedua sosok pria tua ini tidak mampu merasakan Xiu Bai adalah makhluk farasit.
“Sesuai ucapanmu, dengan kekuatannya, ia mampu selamat dari para monster bermutasi dan para farasit itu, dan saat kesini, aku yakin banyak para Pemimpin Klan menolak lantaran kekuatannya yang mampu merusak keseimbangan.” Ucap pria tua mata Biru.
__ADS_1
“Aku jadi penasaran, apakah akan ada perubahan nantinya dengan datangnya dia kesini. Perubahan apa itu?” Sambung pria tua mata Biru yang semakin bersemangat saat membayangkan kekacauan yang di buat oleh para pemimpin klan maupun pemimpin Sekte.
“Pastinya akan ada yang menolak dan setuju kedatangan Xiu Bai. Tentunya pertarungan tidak akan terelakkan lagi. Dan kini dua kubu yang selalu berselisih, pastinya akan berubah menjadi 4 kubu hanya karena kedatangan satu sosok. Aku yakin itu pasti akan terjadi.” Balas pria tua mata Emas.
“Jadi, kubu mata yang akan kau pilih saudara? Tidak mungkin kau akan selalu memilih kubu ketiga bukan.” Tanya pria tua mata Emas.
Kubu ketiga adalah Kubu Netral. Biasanya Kubu Netral tidak di ikut campur campurkan dalam perselisihan maupun perebutan, selagi wilayah Kubu Netral tidak di ganggu oleh kedua Kubu yang selalu berselisih.
“Kita lihat nanti, jika sosok yang nantinya datang benar-benar kuat dan bisa meyakinkanku, maka aku pasti akan menjadi kubunya. Tapi jika ia berniat berkuasa di Alam Saint ini tentunya.” Ucap pria tua mata Biru.
Yah tentunya jika Xiu Bai datang ke Alam Saint, mau tak mau ia harus ikut dalam kekacuan internal Alam Saint, karena jika ia datang, itu akan menimbulkan kekacuan lantaran kekuatannya bisa menghancurkan keseimbangan di antara salah satu kubu, jika ia bergabung di salah satunya.
Pastinya Xiu Bai tidak ingin menjadi bawahan, sehingga ia akan membuat kubu sendiri. Itulah yang terjadi di masa depan saat ia datang.
***
3 Minggu berlalu.
Tap tap..!!
“Di depan ada Batu Besar, di sana pasti ada beberapa kehidupan yang di buat oleh para makhluk seperti ayah. Ayo kesana, semoga kita bisa bertemu bawahan ayah di sana.” Ajak Xiu Bai yang melihat Batu dua kali lebih besar dari Dimensi tempat Mo Meilin tinggal.
Bai Chu Ye dan Feng Liu pun mengangguk serempak dan melesat bersama.
Dret..!! Wuss wuss..!!
__ADS_1