Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Meninggalkan Kota Huansen


__ADS_3

“Tunggu apa lagi, ayo bantai mereka,” teriak Duan Du terlihat akan melesat dan sengaja memprovokasi mereka.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Dengan wajah penuh amarah, para budak langsung melesat keluar menuju arena.


...


Dret..!!


Wung..!!


“Mati,” teriak salah satu budak yang muncul lebih dulu, langsung menggabungkan kedua tangannya dan di arahkan ke kepala salah satu Bangsawan.


Bamm..!!


Arghh..!!


Jerit teriakan seketika terdengar, Bangsawan yang terkena tinju pun langsung bangkit, lalu memandang ke arah budak yang memukulnya.


Tapi mata Bangsawan tersebut seketika melebar ketakutan, lantaran melihat para budak keluar satu persatu.


“Si..Sialan,” teriak Bangsawan tersebut hendak melarikan diri dari para budak yang kini menerjang ke arahnya.


Wuss wuss..!!


Srett sret..!! Bomm..!!


Terlihat jelas 6 budak melayangkan serangan beruntun ke arah Bangsawan tersebut, hingga membuat tubuh Bangsawan tersebut hancur.


Bukan cuman ke 6 Budak tersebut saja, di sekeliling mereka, terlihat juga para budak mengeroyok para Bangsawan maupun prajurit kota.


...

__ADS_1


Sementara di tempat Bai Han dan Duan Du yang kini berkumpul. Terlihat memandang ke arah arena yang kini di penuhi darah dan mayat.


“Hemm..!! Jadi ini sebabnya paman menyuruhku untuk jangan membunuh mereka semua,” ucap Bai Han yang langsung paham maksud Duan Du.


“Hehe,, kita harus membuat para budak memiliki hutang terhadap kita, salah satunya yaitu dengan cara melampiaskan amarah mereka kepada semua penghuni kota ini.” Ucap Duan Du dengan senyuman kecil.


“Mereka semua sangat berguna bagi kita, selain pastinya mereka mengetahui tentang Daerah kekuasaan Dewa Iblis Neraka dengan lebih pasti dari kita, kita juga bisa memanfaatkan mereka dengan berpura-pura menjadi penduduk kota ini yang selamat dari serangan musuh tak di kenal.” Sambung Duan Du memasang wajah liciknya.


Bai Han yang mendengar itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Tiada hari tanpa bisa memanfaatkan orang lain,” gumam Bai Han dalam hati.


...


Tap tap..!!


2 jam telah berlalu, setelah kelompok Bai Han berhasil menguasai kota.


“Tuan, semua yang anda perintahkan telah selesai,” ucap Budak yang bernama Shen Hong.


“Hemm..!! Apa sudah di pastikan?” Tanya Duan Du melirik Shen Hong.


“Lebih baik di pastikan ulang, agar tidak menimbulkan kecurigaan saat kalian di introgasi nantinya oleh bawahan Dewa Iblis Neraka.” Sambung Duan Du.


“Sudah Tuan, saya pastikan semuanya bisa memainkan peran mereka masing-masing nantinya.” Jawab Shen Hong dengan nada tegas serta jujur.


“Jika begitu, kami bisa meninggalkan kalian dengan aman. Karena kami tidak bisa berlama-lama di sini. Banyak tugas yang masih belum kami selesaikan.” Ucap Bai Han langsung ke intinya.


Tu Long yang duduk di sebelah Bai Han, seketika mengangguk-angguk.


“Hem..!! Masih banyak kota yang perlu kami han-” Hemmm...!!


Sebelum Tu Long sempat menyelesaikan ucapannya, mulutnya lebih dahulu di sumpal oleh Duan Du.

__ADS_1


“Sialan, apa-apaan kau ini hah? Apa kau iri karena tidak bisa melawan Penguasa Kota hah.” Dengus Tu Long dengan wajah penuh kesal, di sertai memasang wajah bangga.


“Bilang saja kau iri, ya kan, ya kan,” sambung Tu Long melirik ke arah Duan Du dengan wajah remeh.


Saat Duan Du ingin mengatakan sesuatu. Tu Long kembali lebih dulu bersuara.


“Sudahlah, aku tahu kau sangat iri, terlihat jelas dari ekspresimu itu. Jadi, karena aku baik hati, aku mengalah saja saat ini, seolah aku tidak pernah membunuhnya.” Ucap Tu Long sembari mengangkat kepalanya dengan bangga.


“Si idiot sialan ini, terus saja kau berceloteh sialan, awas saja kau, akan ku bungkam mulut mu itu nanti,” umpat Duan Du dalam hati, wajah Duan Du terlihat memerah mencoba menahan amarah, lantaran di ejek di depan orang lain.


Bai Han dan Shen Hong yang mendengar ucapan Tu Long, serta melihat ekspresi Duan Du.


Hanya bisa terdiam dengan mulut sedikit menganga.


Tap tap..!!


Tapi tak lama, pandangan semua orang melirik ke arah asal suara langkah kaki.


“Apa sudah beres? Jika sudah, lebih baik kita langsung pergi dari sini.” Ucap Bo Wuhan terdengar serius.


Melihat wajah Bo Wuhan yang serius, Duan Du, Bai Han dan Tu Long pun paham jika musuh tidak lama lagi akan datang kesini untuk mengecek keadaan kota ini.


“Jika begitu, ingatlah apa yang aku ajarkan, jangan sampai salah, jika salah, kalian semua akan mati oleh bawahan Dewa Iblis Neraka.” Ucap Duan Du yang langsung bangkit.


Shen Hong pun mengangguk.


“Baiklah, hati-hati Tuan, dan terimakasih sudah menyelamatkan kami.” Ucap Shen Hong membungkukkan badannya.


“Hemm..!! Sampai jumpa,” ucap Duan Du dan langsung melesat bersama Bai Han, Tu Long, terahir Bo Wuhan yang bertugas menghapus jejak.


Dret..!!


Wuss Wuss..!!

__ADS_1


__ADS_2