Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Tamu Tak Di Undang di Saat Acara Pernikahan Bai Chu Ye dan Tu Long


__ADS_3

Mendengar itu, Bai Chu Ye dan Tu Long pun merapikan cara duduk mereka dan mengangkat wajah mereka dengan wibawa.


Tap tap..!!


...


Melihat calon istri mereka datang bersama para wanita, Bai Chu Ye dan Tu Long pun langsung bangkit dan memberikan hormat kepada Mo Meilin, Fei Sia Ying, Ren Len dan yang lainnya.


Setelah itu, mereka kembali duduk, tapi kini mereka duduk bersama calon istri mereka masing-masing.


Terlihat kedua calon mempelai wanita saat ini mengenakan gaun pengantin yang sangat indah serta mengenakan tudung dan cadar.


Ren Jiang terlihat mengenakan gaun bewarna merah yang di motifkan oleh bunga-bunga indah.


Sementara Iblis Mawar mengenakan gaun bewarna hitam dengan motif bunga mawar bewarna ungun. Walau terdengar menyeramkan, tapi nyatanya para tamu yang melihat itu terasa nyaman dan kagum.


Tap tap..!!


“Sesi akad akan segera di mulai, di mohon kedua mempelai untuk segera bersiap-siap.”


Mendengar itu, saat-saat yang mereka nantikan kini akan di mulai.


Wajah Tu Long langsung mengembang, dengan segera ia bangkit, lalu melangkah ke tempat yang telah di sediakan untuk melangsungkan akad.


Untuk Bai Chu Ye, ia kini terdiam, karena sampai saat ini ia masih belum melihat ayahnya. Terlebih lagi ayahnya lah yang akan menjadi saksi agar pernikahannya resmi ( SAH )


“Dia ada urusan, nanti kakak mu yang akan menjadi wali sekaligus saksi, untuk menggantikan ayahmu.” Ucap Fei Sia Ying muncul di belakang Bai Chu Ye dan memberitahunya melalui telepati.


Bai Chu Ye yang mendengar itu, seketika terdiam. Wajah kecewa tentu saja tidak bisa Bai Chu Ye tutupi saat ini.


Tapi tak lama, ia berusaha bangkit dan melangkah.


Bruk..!!


Tepat saat kaki Bai Chu Ye baru melangkah, Ren Jiang pun langsung memeluk Bai Chu Ye.


“Gege tidak boleh kecewa, pasti ada sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan oleh ayah, dan itu bisa merusak acara ini, sehingga ayah tidak memberitahu kita.” Bisik Ren Jiang langsung menyemangati Bai Chu Ye.


Hati Bai Chu Ye pun seketika menjadi tentram saat mendengar suara bisikan lembut calon istrinya.


Hem..!!


Bai Chu Ye pun langsung mengangguk di sertai tersenyum hangat.


***


Tap tap..!!


“Kalian berjaga di sini, dan perhatikan jika ada sesuatu yang mencurigakan. Tapi jangan sampai terlalu mencolok dalam memerhatikan para tamu.” Ucap Bai Han langsung melangkah.


“Hei, Han'er, ada apa? Kenapa setelah mengatakan itu, kau malah langsung pergi?” Tanya Duan Du terlihat bingung.


“Hemm..!! Apakah ada sesuatu yang mencurigakan?” Gumam Duan Du kini mencoba melirik ke arah sekitar.


Tapi dalam sekali pandang, ia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan, padahal ia merasa percaya diri dalam menemukan sesuatu hal yang mencurigakan.


Saking penasarannya, Duan Du terlihat mencoba ke arah para tamu duduk.

__ADS_1


Tapi langkahnya langsung terhenti saat mendapatkan suara pesan telepati dari bibinya Mo Meilin.


“Jadi begitu,” gumam Duan Du dalam hati, ia pun langsung memandang ke arah semua anggota keluarganya yang terlihat sama seperti dirinya, yaitu penasaran dengan apa yang Bai Han ucapkan.


“Ayo semuanya, kita kembali bekerja, tadi itu Han'er hanya mengarang saja.” Ajak Duan Du.


Tap tap..!!


***


Di luar kediaman Mo Meilin, saat ini terlihat Wang Si, Long Ye dan Jen Lang menatap tajam sosok monster yang terbilang sangat kuat.


Ia tak lain tamu tak di undang.


“Katakan kau kesini sama siapa?” Tanya Wang Si dengan nada dingin.


“Hoho,, tentu saja aku datang seorang diri, bukankah ini acara pernikahan terbuka, apakah aku tidak boleh masuk,” ucap sosok manusia berkulit hitam dengan dua tanduk melengkung di kepalanya.


“Naga Iblis Neraka, aku yakin jika Dewa Iblis Neraka lah yang mengutusmu, katakan dimana dia sebelum aku benar-benar marah,” ucap Long Ye yang terlihat berusaha menahan emosinya.


“Hoho,, Naga batu, kau semakin hari semakin lemah,” ejek Naga Iblis Neraka terlihat mengeluarkan senyuman lebar.


“Sialan-”


“Tunggu, jangan terpancing, Tuan menyuruh kita untuk menahannya saja, jangan ada pertarungan, karena bisa menganggu acara pernikahan Tuan muda Ye dan putra Nyonya Mo.” Ucap Wang Si melalui telepati.


Long Ye pun langsung menarik kembali auranya.


Melihat itu, Naga Iblis Neraka pun mengerutkan keningnya.


Tapi ia terlihat tidak berani bertindak gegabah, karena saat ini musuhnya ada 3 dan salah satunya orang yang paling ia waspadai adalah Wang Si.


Merasakan itu, Jen Lang pun langsung mengangkat tangannya.


Dret...!!


Brum brum..!!


Sebuah benteng pun tercipta cukup jauh di belakang Naga Iblis Neraka.


“Jangan macam-macam kau Naga Iblis Neraka, aku tahu kau membawa semua pasukanmu dan kau sembunyikan di kejauhan 1000km,” ucap Jen Lang dengan nada dingin.


Mendengar itu, Naga Iblis Neraka hanya tersenyum, tanpa melakukan pergerakan aneh.


***


Wung..!!


Dret..!!


Duaarr..!!


Bom bom bom bom..!!


Jauh dari wilayah Mo Meilin, atau dapat di katakan di ruang hampa, saat ini Duan Diyu sedang bertarung dengan 3 Bawahan utama terkuat Dewa Iblis Penghancur.


“Sialan, dia jauh lebih kuat dari yang di rumorkan,” umpat sosok manusia dengan palu di tangannya.

__ADS_1


“Kau benar, maka dari itu ia di juluki Jendral Neraka Bayangan, yang tak lain membuat semua musuh yang menghadapinya merasakan Neraka dari pasukan bayangannya. Bukan hanya itu saja, musuh dapat merasakan sensasi berhalusinasi yang membuat musuh selalu membayangkan apa yang pernah mereka alami dari serangannya,” sambung sosok manusia setinggi 2 meter dan tubuhnya di tutupi oleh berlian yang sangat keras.


“Jangan banyak bicara, lebih baik kita pikirkan cara untuk melukainya terlebih dahulu, dengan begitu, aku yakin kita bisa memperlambatnya untuk kembali.” Teriak sosok manusia bertubuh 3 meter dengan satu tanduk di kepalanya dan wajahnya sangatlah mengerikan.


“Untuk membunuhnya, mungkin terbilang mustahil, jadi satu-satunya cara adalah melukainya.” Sambung manusia bertanduk satu.


Tap tap..!!


“Apakah kalian sudah selesai berdiskusi?” Tanya Duan Diyu dengan nada datar dan tatapan tajam mengarah ke ketiganya.


Mendengar suara Duan Diyu di depan mereka, sontak mereka bertiga langsung melancarkan serangan terkuat mereka.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Bom bom bom..!!


Sosok bayangan pun langsung hancur dan tak lama, sosok bayangan mirip Duan Diyu kembali muncul di belakang ketiga musuhnya.


“Kemana arah kalian menyerang, aku ada di sini,” ucap Duan Diyu datar.


Dret..!!


Wuss wuss wuss..!!


Bom bom bom..!!


Lagi-lagi sosok bayangan Duan Diyu pun sirna dan kembali muncul ke tempat yang berbeda.


Menyadari jika mereka terkena ilusi Duan Diyu.


Salah satu dari mereka langsung berteriak lantang.


“Berhenti, pusatkan perhatian kalian, kita masuk ilusi bayangan milik Jendral Neraka Bayangan,” teriak sosok manusia yang memegang palu.


Mendengar itu, mereka pun langsung berhenti menyerang bayangan Duan Diyu dan langsung memfokuskan diri mereka untuk mencari titik pusat yang mereka yakini titik lemah dari ilusi yang Duan Diyu pasang.


Dret..!!


Seketika sebuah palu langsung melayang ke arah ruang hampa yang paling gelap.


Duar..!!


Krak krak..!!


Boomm..!!


Dalam sekejap, ilusi yang Duan Diyu buat pun langsung hancur, yang membuat ketiganya memasang wajah bahagia.


Tapi tak lama, wajah mereka langsung membeku.


“Sialan, ini dia salah satu serangan dari Jendral Neraka Bayangan yang tidak ingin aku lihat seumur hidupku,” teriak manusia bertanduk 1.


Di depan mereka, kini ada lubang yang terhubung ke Dimensi Bayangan dan terlihat jutaan Bayangan mulai bermunculan, lalu menerjang ke arah ketiga bawahan Dewa Iblis Kehancuran.


Dret..!! Kiakk.. Kiaak..!!

__ADS_1


Wuss wus..!!


__ADS_2