Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kepungan Dua Jendral Kaisar Dewa Surgawi 9 Puncak


__ADS_3

Tak lama, suara teriakan pun terdengar menggema di dalam bangunan yang di masuki Cen Tian.


Bukan hanya satu bangunan, melainkan setiap bangunan yang Cen Tian lihat di masuki satu persatu.


Tap tap..!!


“Hehe,, para prajurit kota ini sungguh bodoh, mereka dengan bodohnya memudahkan ku menampung harta mereka, tanpa terlalu berusaha kesana kemari,” gumam Cen Tian di sertai tawa kecil.


Pandangan Cen Tian pun melirik area sekitar setelah ia menapakkan kakinya di salah satu atap bangunan.


“Selanjutnya kemana lagi?” Gumam Cen Tian dalam hati di sertai merasakan dimana aura paling padat di setiap bangunan yang belum ia masuki.


Namun setelah merasakan jika ia telah memasuki semuanya, Cen Tian pun akhirnya melirik target utamanya, yaitu kediaman Tuan Kota.


Tap tap..!!


“Akhirnya, kau berhenti juga pencuri sialan,” teriak salah satu komandan di sertai nada suara penuh amarah.


Yaps..!!


Bersamaan dengan pandangan Cen Tian mengarah ke kediaman Tuan Kota, semua prajurit kota bermunculan dan mengepung Cen Tian.


Tapi Cen Tian terlihat biasa saja, karena merasa tidak ada yang mampu mengejarnya.


Gerr..!!


“Sialan, sombong, akan ku hancurkan kedua kakimu dan mulutmu itu, agar kau tidak bisa berlari dan tidak bisa bicara lagi,” teriak sang komandan yang merasa di abaikan.


Dret..!!


Wuss..!!


Dengan cepat ia melesat ke arah Cen Tian di sertai wajah seringai lebar, lantaran merasa Cen Tian hanya bisa berlari, tanpa tahu cara bertarung.


“Haha,, kini kau tidak akan bisa lari lagi, mati kau,” teriak sang komandan mengayunkan tombaknya ke arah Cen Tian.


Blush..!!


Cen Tian yang melihat ujung bilah tombak dalam jarak setengah meter di depannya, langsung menggeser sedikit tubuhnya ke samping.


Wuss..!!


Melihat Cen Tian menghindari serangannya, wajah sang komandan semakin di penuhi amarah. Tapi wajahnya seketika membeku di saat melihat jelas wajah Cen Tian di balik tudung sedang tersenyum mengerikan.


Wung..!!

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, tangan Cen Tian pun terayun ke wajah Sang komandan.


Bam..!!


Duar..!!


Arghh..!!


Seketika suara teriakan menggema di sebuah kawah tempat sang komandan terjatuh.


Tap tap..!!


“Hoho,, kau masih bisa bertahan rupanya setelah terkena tinju ku,” ucap Cen Tian tersenyum lebar.


“Kau tahu, dahulu aku pernah di juluki Tinju Penghancur, karena kekuatan fisik ku cukup kuat lo. Jadi kau seharusnya bangga terkena tinjuku,” sambung Cen Tian menyeringai lebar.


Dret..!!


“Matilah dengan bangga,” ucap Cen Tian terlihat tidak mempunyai rasa iba dan langsung mengayunkan kakinya ke wajah sang komandan.


Duarr..!!


...


Wuss wuss..!!


Melihat para prajurit yang tadi berkerumunan, tapi kini berpencar kesana kemari, wajah Cen Tian seketika cemberut.


“Sialan, jarang lari para hartaku, kembalilah,” teriak Cen Tian yang langsung melesat kesana kemari mengebiri setiap prajurit yang ia tangkap.


...


10 menit berlalu.


Tap tap..!!


“Selesai, jadi ke kota mana selanjutnya yang akan ku tuju?” Gumam Cen Tian terlihat tersenyum bahagia setelah mencuri semua harta milik Tuan Kota dan dengan cepat Cen Tian membuka peta untuk melihat beberapa titik.


Wung..!!


Deg deg..!!


Duarrr...!!


Tap tap..!!

__ADS_1


“Huh huh,, serangan tadi sangat berbahaya, beruntung aku sempat merasakan instingku dalam keadaan hidup dan mati, jadi aku bisa menghindarinya,” gumam Cen Tian melirik ke arah tombak yang menanjap tepat di depannya dan akibat benturan tombak dengan tanah, itu menyebabkan kawah yang sangat besar.


Srekk..!!


Tap tap..!!


“Ohh,, kau mampu menghindarinya ya, sungguh luar biasa untuk orang setingkatmu,” ucap sosok Monster kepala Naga.


Melihat itu, Cen Tian pun langsung mundur untuk menjaga jarak, lantaran ia sadar jika bertarung 90% ia tidak akan bisa menang.


Bukan hanya itu saja, aura dari Monster kepala Naga yang di keluarkan pun, membuat Cen Tian berkeringat dingin.


“Sialan, tingkat Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 9 Puncak,” umpat Cen Tian mau tak mau menelan ludah.


“Bukan hanya satu, melainkan ada dua,” sambung Cen Tian melirik ke arah sosok yang ia kenal, karena sosok tersebutlah yang mengejarnya dari awal ia datang kesini.


Dret..!! Tap tap..!!


“Hoho,, kau menyadari keberadaanku juga sialan,” ucap Jendral Bayangan terdengar menahan amarah.


“Khehe,, kali ini kau tidak akan bisa melarikan diri lagi,” sambung Jendral Bayangan terkekeh di sertai memperlihatkan wajah mengerikan. Tapi tak lama, wajahnya di penuhi amarah, lantaran mendengar ejekan dari rekannya.


“Hemm..!! Kau meminta bantuanku, hanya karena menangkap pencuri kecil ini. Apa kau tidak malu dengan pangkat dan kekuatanmu itu Jendral Bayangan.” Ucap Jendral Naga Perang.


Sret..!!


Terlihat dengan santai Jendral Naga Perang mengulurkan tangannya dan mencabut tombaknya yang menancap.


“Jangan lupa dengan yang kau janjikan itu, dan tentunya aku akan menutup mulut masalah ini dari para Jendral yang lainnya.” Sambung Jendral Naga Perang yang terlihat akan melesat ke arah Cen Tian.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Cen Tian yang melihat kecepatan Jendral Naga Perang, langsung memasang wajah serius.


“Ini akan sangat merepotkan,” gumam Cen Tian.


“Tapi beruntung ia tidak secepat lesatan tombaknya itu, jika tidak, kecil kemungkinan bagiku untuk keluar dari tempat ini hidup-hidup.” Sambung Cen Tian yang langsung melihat area sekitarnya untuk membuat taktik melarikan diri.


Wung..!!


“Ke arah mana pandanganmu melihat pencuri kecil,” ucap Jendral Naga Perang mengayunkan tombaknya ke arah kaki Cen Tian.


“Tentunya ke arah target ku selanjutnya idiot,” ejek Cen Tian dan langsung mengalirkan energinya ke telapak kakinya untuk menggerakkan diri lebih cepat dari biasanya.


Dret..!! Wuss wuss..!!

__ADS_1


__ADS_2