
“I..Ini, aku merasakan firasat buruk jika seluruh Alam Celestial ini akan hancur tak lama lagi,” gumam Bai Chu Ye memasang wajah serius.
...
Goaaarr..!!
Monster Penghancur seketika meraung setelah ia memperlihatkan wujud aslinya.
“Akan ku balas apa yang telah kau lakukan terhadapku Zi Lang,” teriak Monster Penghancur penuh amarah.
Setelah meluapkan amarahnya, pandangan Monster Penghancur pun melirik ke arah Bai Chu Ye dengan senyum lebar.
“Karena kau telah membantuku menghancurkan segel yang telah Zi Lang tanam, aku akan membiarkanmu pergi, sebagai tanda terimakasihku,” ucap Monster Penghancur yang terlihat bersiap-siap pergi mencari Zi Lang.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Melihat itu, Bai Chu Ye pun sedikit menghela nafas.
“Kenapa ayah tidak membunuhnya?” Tanya Bai Chu Ye langsung melirik ke arah kanan.
Tap tap..!!
“Itu karena ayah mengenal dia, dia adalah Salah satu sosok yang cukup berpengaruh di lautan tempat dia berasal, dan kebetulan ayah cukup mengenal Penguasa dimana ia tinggal,” jawab Xiu Bai yang kini muncul di samping putranya.
“Lalu bagaimana dengan Zi Lang dan dua sosok yang ayah maksud tidak berasal dari tempat ini?” Tanya Bai Chu Ye kembali.
“Sebentar lagi kau akan menonton pertunjukan yang menarik Ye'er, kau pasti paham maksud ayah,” ucap Xiu Bai langsung membuat sebuah portal.
“Ayo ikuti ayah,” ajak Xiu Bai.
Dret..!!
Wuss..!! Wuss..!!
Dengan cepat Xiu Bai dan Bai Chu Ye melangkah masuk.
***
Sementara di tempat Bai Han dan Bo Wuhan berada, mereka berdua kini baru saja selesai membunuh bawahan langsung Xiu Mo Lang.
Tap tap..!!
“Semuanya cepat masuk, kami tidak punya banyak waktu, karena masih banyak Alam Celestial yang akan kami tuju dan mereka juga membutuhkan bantuan.” Teriak Bai Han melirik ke arah seluruh penghuni Alam Celestial yang ada di satu Benua.
Seketika semua anggota klan Darah Kuno yang di pimpin Yuan Xi langsung mengatatur jalan masuk para penghuni ke dalam portal, agar tertib.
Tidak sampai 5 menit, setelah semuanya masuk. Bai Han pun mengangguk ke arah Yuan Xi. Yuan Xi pun ikut membalas anggukan.
“Hati-hati Ayah pertama,” ucap Yuan Xi langsung masuk ke dalam portal bersama anggota klan Darah Kuno.
Dret..!!
Wuss..!!
***
“Baiklah, ayo kita menuju tempat terahir, di sana kita pasti akan bertemu paman dan orang-orang yang kita kenal.” Ajak Bai Han.
Hemm..!!
__ADS_1
Bo Wuhan pun langsung mengangguk.
Dret..!!
Wuss..!! Wuss..!!
Tidak sampai 30 menit, kini Bai Han dan Bo Wuhan melirik ke arah pamannya yang bekerjasama melawan 10 sosok berjubah merah.
...
“Sebelah kanan, jangan biarkan dia melakukan kerja sama lagi kakak, ganggu mereka,” teriak Duan Du ke arah Cen Tian.
Cen Tian pun langsung menghilang dan muncul tepat di depan dua sosok berjubah merah yang akan menghilang dari tempat mereka.
Wuss..!!
“Mau kemana kalian,” ejek Cen Tian sambil memasang senyum mengejek.
Melihat sosok yang paling merepotkan mendatangi mereka, kini kedua sosok berjubah merah langsung memasang wajah ganas.
“Mati,” teriak salah satu dari mereka.
Wuss..!!
Dret..!!
Terlihat sosok yang menyerang Cen Tian hanya menebas udara saja, karena Cen Tian kini muncul tepat di belakang rekannya yang satu.
Wung..!!
Duar..!!
“Hehe,, bagaimana rasanya?” Tanya Cen Tian dengan wajah polos.
Mendengar itu, wajah sosok yang di tendang seketika mengeluarkan asap, saking marahnya.
Walau ia tidak merasakan rasa sakit dan tidak terlalu berdampak baginya. Tapi rasa malu yang ia terima saat ini jauh lebih sakit dari pada rasa sakit luka fisik menurutnya.
“Apa? Kenapa wajahmu sampai mengeluarkan asap? Apa kau ingin wajahmu di jadikan tempat bakar sate?” Tanya Cen Tian.
“Dasar sialan, akan ku hancurkan mulutmu,” teriak kedua sosok berjubah merah langsung menerjang Cen Tian.
Melihat keduanya sudah terbawa emosi, pandangan Cen Tian pun melirik ke arah Han Liu yang terlihat bersiap melakukan serangan dan Tu Long yang sudah mengubah dirinya ke wujud Berseker penuhnya.
Dan tepat di belakang Cen Tian, kini ada sebuah portal kecil yang telah ia sembunyikan.
Wuss wuss..!!
Blush..!!
“Mati,” teriak kedua sosok berjubah merah yang telah bergabung dengan Roh mereka.
Wujud kedua musuh Cen Tian kini terlihat sangat mengerikan. Tapi itu tidak membuat Cen Tian takut.
Dan tepat di saat jaraknya dengan musuh sudah mencapai 5 meter, dengan cepat Cen Tian mengalirkan seluruh energinya ke kakinya.
“Selamat jalan,” ucap Cen Tian memasang wajah penuh sumringah.
Wung..!! Wuss..!!
Tepat dengan menghilangnya Cen Tian, kini sebuah bilah pedang muncul di depan dua sosok musuh Cen Tian.
__ADS_1
“Si..Sialan,” teriak keduanya memasang wajah mengerikan.
Segera mereka menyilang kedua tangan mereka, tapi bilah pedang sudah lebih dulu melewati pertahanan mereka.
Crash..!! Crash..!!
Duar..!!
Tidak berhenti sampai di sana saja, serangan susulan kembali muncul dari portal dengan aura yang jauh lebih mengerikan.
Hal tersebut membuat kedua musuh Cen Tian memasang wajah jelek dan sadar jika tidak menghindar, maka bisa saja mereka akan mati, atau terluka parah.
Wung..!!
Duaaarr..!!
Ledakan besar seketika terdengar menggema, hal tersebut membuat ke 8 rekan mereka melirik ke arah utara.
“Sialan, mereka menipu kita, ternyata mereka menyerang ke arah sana dengan bantuan portal,” raung sosok berjubah merah dengan tubuh yang paling tinggi di antara semuanya.
Pandangannya pun mengarah ke Tu Long, karena ialah yang menyerang kedua rekannya hingga membuat kedua rekannya mati.
“Fokus untuk membunuh dia terlebih dahulu, dan aku akan menghadapi si sialan ini bersama sisanya,” teriak sosok berjubah merah yang paling tinggi dan paling kuat.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Siapa yang ingin kau serang?” Tanya Bo Wuhan seketika muncul di samping Tu Long.
Melihat bantuan datang, wajah Duan Du seketika menjadi lega, tangannya yang sempat akan melakukan sesuatu langsung ia urungkan.
Tap tap..!!
“Apa kau akan berencana melarikan diri paman?” Tanya Bai Han dengan senyum kecil.
Melihat keponakannya muncul di belakangnya. Duan Du pun langsung mendengus. “Kenapa lama sekali bocah kurang ajar,” ucap Duan Du terdengar marah.
Tapi Bai Han sadar jika pamannya saat ini sangat bahagia.
Woaahh..!!
“Hahaha,, akan ku hancurkan kalian semua karena telah berani melukai Tuan ku.”
Mendengar suara teriakan gila dan aura yang meledak-ledak. Pandangan Bai Han, Duan Du, Han Liu, Peng He, Yuan Ji pun kini mengarah ke Bo Wuhan.
“Ayo paman, jangan biarkan mereka saja yang bersenang-senang, kita juga harus ikut andil,” ajak Bai Han.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Kini 8 melawan 8 terlihat saling menerjang satu sama lain.
Bai Han yang sadar jika Yuan Ji, dan pamannya Cen Tian tidak bisa membunuh musuh langsung membantu dengan menekan musuhnya dengan kabut yang ia ciptakan di sekeliling musuh mereka berdua.
Sementara Duan Du, Tu Long, Bo Wuhan, Peng He, dan Han Liu yang Bai Han rasa mampu membunuh musuh, sama sekali tidak membantu mereka.
Duar..!!
Saat mereka ber 8 bentrok dengan musuh, ledakan besar kembali terdengar, yang membuat para penghuni Alam Celestial kini terlihat semakin ketakutan.
__ADS_1