
“Bodoh,” gumam Xiu Bai dengan wajah dingin. “Akan ku buat kau benar-benar musnah nantinya, seperti tubuh dewa perang muridku ini, yang tak lama lagi akan benar-benar hilang, karena menyatu tanpa membagi diri.” Ucap Xiu Bai dengan nada dingin.
...
Tak lama, pandangan Xiu Bai pun mengarah ke muridnya. “Sebentar lagi tubuh Dew Perang akan benar-benar menyatu, ini akan mempercepat rencanaku menuju tempat ku di lahirkan.” Gumam Xiu Bai.
Dret..!!
Dengan cepat Xiu Bai langsung memasukkan Feng Lu ke tempat biasa ia mengamuk, terlihat juga Xiu Bai langsung membuka dunia jiwanya.
Wuss..!! Tap tap..!!
Pandangan Xiu Bai pun langsung mengarah ke jiwa putranya yang masih belum tersadar.
“Akan lebih baik jika Jiang'er yang menenangkannya,” gumam Xiu Bai dalam hati.
“Tapi sebelum itu, akan ku buat kau menderita karena telah memanifulasi ingatan putraku dan menipunya dengan ingatan-ingatan palsumu,” ucap Xiu Bai menatap ke tubuh kosong putranya yang tak lain inti darah klan kuno.
...
Mendengar itu, seketika Inti darah klan kuno langsung bergejolak, ia tak menyangka jika ada sosok makhluk sekuat ini di hadapannya.
Ia juga sangat marah karena rencananya gagal untuk menguasai Bai Chu Ye yang memiliki kekuatan bawaan Darah Kuno.
Dret..!!
Tanpa basa basi jiwa Xiu Bai langsung memasuki tubuh putranya.
Tap tap..!!
“Baiklah, tunjukkan kekuatan penghuni asli Alam semesta ini seperti apa,” ucap Xiu Bai menatap ke arah gumpalan darah yang ia segel.
Melihat gumpalan darah tidak meresponnya. Xiu Bai pun langsung mengangkat tangannya.
Blush..!!
Duaarr..!!
Arrgghh..!
Tak lama, suara raung kesakikan seketika terdengar, bersamaan dengan itu, secara perlahan gumpalan darah membentuk sosok Iblis.
“Jadi kau berasal dari Klan Iblis Darah Kuno,” ucap Xiu Bai langsung menyeringai.
Bruk..!!
“A..Ampuni saya Tuan, saya tidak tahu jika dia adalah putra anda.” Teriak Sosok Iblis Darah kuno langsung berlutut dengan wajah ketakutan.
Crash crash..!! Arrgghh..!!
Tepat setelah Iblis Darah Kuno selesai bicara, dua bilah energi jiwa langsung menyanyat-nyanyat tubuhnya.
Sret..!!
Argghh..!!
“Kau kira aku tidak mengenal jelas klanmu yang telah ku musnahkan di masa lalu itu,” ucap Xiu Bai langsung menyeringai kejam.
“Kau mencoba meniru wajahku dan semua keluargaku untuk membuat putraku kehilangan jatu dirinya. Tapi kau tidak tahu wajahku yang sesungguhnya.” Sambung Xiu Bai langsung mengubah wajahnya ke wujud Dewa Iblis Asura.
__ADS_1
Blush..!!
Saat sosok Iblis Darah Kuno melihat wajah asli Xiu Bai, tubuhnya seketika bergetar hebat.
“Sa..Saya mohon. Bu..Bunuh saya tuan, jangan siksa saya,” ucap Iblis Darah kuno yang sangat mengenal siapa sosok di depannya.
Tapi Xiu Bai sama sekali tidak mendengarkan, amarahnya yang tadi ia tahan, karena takut akan membuat para makhluk yang setara dengannya akan datang.
Tapi kini ia sudah tidak dapat menahan amarahnya lagi.
Duarr..!!
Arghh..!!
Tak lama kemudia, suara jerit teriakan pun terdengar sepanjang waktu, tanpa jeda sama sekali.
***
Tap tap..!!
Di tempat Fei Sia Ying, ia yang mendapat pesan dari kakaknya Xiu Bai, kini terlihat muncul di depan ruangan istri Bai Chu Ye.
Tok tok..!!
“Jiang'er, apa kau ada di dalam? Ini bibi Ying,” ucap Fei Sia Ying.
Sementara di dalam ruangan, Ren Jiang yang sedang duduk sambil melihat ke arah perutnya yang buncit baru seminggu. Langsung memasang wajah cerah.
“Ya Jiang'er ada di dalam bibi, tunggu Jiang'er bukakan pintu.” Ucap Ren Jiang terdengar riang.
Tap tap..!!
Cklek..!!
Fei Sia Ying yang awalnya bingung mengapa Ren Jiang sebahagia ini, ingin bertanya. Tapi ia langsung sadar jika ada kehidupan lain ia rasakan di dalam perut keponakannya ini.
“Ini..!! Kau hamil Jiang'er?” Tanya Fei Sia Ying terlihat memasang wajah bahagia.
Hem hem..!!
Melihat Ren Jiang mengangguk, dengan cepat Fei Sia Ying membawa Ren Jiang menuju aula.
Tap tap..!!
***
1 jam berlalu.
Terlihat semua wanita kini sangat bahagia dan memeluk Ren Jiang saat mengetahuinya sudah hamil selama 1 minggu.
Bahkan istri Tu Long pun kini sedang mengandeng Ren Jian sambil berbisik. “Bagaimana caramu melakukannya dengan Tuan muda Ye, Jiang'er? Ayo beritahu Jie-jie,” tanya Iblis Mawar.
“Eeh,, eeh,, Jie-jie, kau ini apa-apaan sih,” ucap Ren Jiang terlihat dengan wajah memerah karena malu. “Tentu saja Jiang'er melakukannya seperti bagaimana orang-orang yang telah menikah melakukannya.” Sambung Ren Jiang terdengar sangat malu sangat mengatakannya.
Tapi Iblis Mawar malah tersenyum lucu.
Pfftt..!!
“Kau ini terlalu polos Jiang'er, lupakan saja, karena Jie jie akan bertanya nanti setelah kita kembali.” Ucap Iblis Mawar menutup mulutnya.
__ADS_1
...
“Ehem,, tapi Jiang'er tidak akan langsung kembali, karena ia akan pergi ke suatu tempat bersamaku,” ucap Mo Meilin muncul di depan Ren Jiang dan Iblis Mawar.
Melihat kemunculan Mo Meilin, semua wanita kecuali Fei Sia Ying langsung membungkukkan badan.
“Salam Dewi Mo.”
“Hemm..!! Jangan terlalu formal, ini adalah keluarga,” ucap Mo Meilin sambil melirik ke arah Fei Sia Ying.
Melihat Fei Sia Ying mengangguk. Mo Meilin pun mendekati Ren Jiang.
“Ayo nak, kita tidak mempunyai banyak waktu,” ucap Mo Meilin langsung memegang tangan Ren Jiang.
Wuss..!!
***
1 minggu telah berlalu.
Tap tap..!!
Terlihat Mo Meilin dan Ren Jiang muncul di wilayah kekuasaan Dewi Fuzhi.
“Apa kau siap menerimanya Jiang'er?” Tanya Mo Meilin melirik keponakannya.
Tapi terlihat jelas jika wajah Ren Jiang sedih, setelah mendengar cerita Mo Meilin dalam perjalanan.
“Akan lebih baik kita bertemu dengannya terlebih dahulu, Bibi membawamu langsung agar tidak terjadi kesalah pahaman. Dan juga Bibi tidak tahu informasinya secara pasti.” Ucap Mo Meilin terdiam sesaat.
“Tapi yang pasti, kata ayah mertuamu, wanita yang telah suamimu p**kosa terlihat sangat frustasi dan tidak menerimanya juga.” Sambung Mo Meilin.
Saat mendengar kata-kata p***kosa, wajah Ren Jiang seketika kembali shok.
“Tidak mungkin Gege, akan melakukan hal seperti itu, ia juga sudah berjanji tidak aka-”
Bruk..!!
“Tenanglah nak, tenangkan dirimu, jika kau begini, maka janin yang ada di dalam perutmu akan mengalami masalah juga.” Ucap Mo Meilin langsung memeluk Ren Jiang.
Ren Jiang pun terlihat kembali tenang, tapi ia masih tidak mempercayai jika suaminya melakukan hal tercela seperti itu.
***
Di tempat Dewi Fuzhi, saat ini ia terlihat terbaring di tempat tidurnya sambil memeluk tubuhnya.
Ia mungkin yang paling menderita, bahkan jauh lebih menderita dari Bai Chu Ye.
“Ja..Jangan dekati, pergi kau, pergi,” teriak Dewi Fuzhi terus menerus bergumam sambil membayangkan wajah Bai Chu Ye yang menyeringai ke arahnya.
Tok tok..!!
“Aku bilang pergi kau, jangan dekati aku,” teriak Dewi Fuzhi dengan lantang dan membuat ruangan tersebut langsung berguncang.
Di balik pintu, Ren Jiang dan Mo Meilin yang mendengar teriakan penuh penderitaan langsung saling melirik satu sama lain.
Kini tubuh Ren Jiang terlihat bergetar hebat, saat menyadari suara Dewi Fuzhi dan membayangkan apa yang Mo Meilin katakan ada benarnya.
“Jangan ragu, dan jangan berpikir yang tidak-tidak, kau masih muda dan belum bisa berpikir matang. Jadi Bibi akan membantumu dengan dorongan kecil. Ayo masuk,” ucap Mo Meilin.
__ADS_1
Cklek..!!