Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Seringai Lebar Tu Long Saat Bertemu Du Lang


__ADS_3

Dengan cepat semua bawahannya dan bawahan monster kepala Serigala Hitam melesat.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


Kembali ke tempat dimana monster kepala Serigala Hitam di serang, kini terlihat asap bercampur debu mulai menghilang.


Dan pada saat itu juga, terlihat monster kepala Serigala Hitam dalam keadaan mengenaskan.


Kedua tangannya kini hampir terpotong seutuhnya dan tubuhnya tercabik-cabik.


“Sialan, kalian semua akan mati,” teriak Monster kepala Serigala Hitam dengan lantang.


Crash..!!


Bruk..!!


Tepat setelah monster tersebut selesai berteriak, Bai Chu Ye, Bai Han dan Ren Saxing yang berdiri tepat di depan monster tersebut dan langsung mengayunkan tangan mereka, hingga menciptakan senjata masing-masing lalu memotong tubuhnya.


...


Kini Bai Han, Bai Chu Ye dan Ren Saxing saling memandang satu sama lain, tak lama mereka mengangguk serempak dan menghilang.


Dret..!!


Tap tap..!!


Bersamaan dengan menghilangnya mereka bertiga, terlihat segerombolan monster berbagai jenis muncul di tempat mayat Monster kepala Serigala Hitam.


Pandangan mereka semua langsung melihat ke segala arah, namun tidak menemukan siapapun, kecuali Tuan mereka.


Duaarr..!!


“Sialan,” teriak monster kepala Babi Merah langsung mengamuk saat melihat rekannya mati setelah ia tiba.


“Cari, cari mereka semua,” teriak monster kepala Babi Merah dengan lantang.


Para monster pun langsung menyebar ke segala arah.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


...


Melihat semua monster menyebar, Bai Han pum tersenyum tipis, karena inilah yang ia inginkan.


“Apa kalian siap?” Tanya Bai Han melalui telepati.


Bai Ha dan Bai Han yang mendengar suara Bai Han, langsung tersenyum tipis.


“Tentu saja saudara Han,” jawab kedua serempak, karena mereka sudah tidak sabar keluar membunuh para monster yang kini menyebar.


“Jika begitu, tunggu aba-aba ku, setelah para monster jauh dari monster Babi ini, langsung serang bawahannya satu persatu, sementara kami bertiga akan kembali bekerja sama membunuh monster Babi ini.” Ucap Bai Han.


“Satu, dua,”


“Tiga,” ucap Bai Han.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Dengan cepat Bai Han dan semua anggota kelompoknya melesat serempak.


Wung..!!


Ren Saxin yang muncul terlebih dahulu di depan monster kepala Babi Merah, kini dengan cepat mengayunkan kedua tangannya secara bergantian.


Melihat itu, monster kepala Babi Merah langsung mengangkat tangan kanannya yang memegang kapak besar.

__ADS_1


Trank..!!


Boomm..!!


Suara ledakan seketika menggema saat kedua senjata bentrok.


Tidak sampai di sana, terlihat lima anak panah bewarna merah darah melesat dari kejauhan dan mengarah ke titik lemah monster Babi Merah.


Merasakan bahaya, monster Babi merah dengan cepat menggerakkan tangan kirinya yang juga memegang kapak.


“Dasar pengecut, kalian hanya berani bermain keroyokan,” teriak monster kepala Babi merah meraung.


Wuss wuss wus..!!


Trank trank trank..!!


Setelah menahan menahan kelima anak panah, Bai Han langsung muncul dari atas kepala musuhnya.


“Hehe,, kenapa? Apa kau takut,” ejek Bai Han sambil mengayunkan tangan kanannya dan di saat bersamaan tangan kirinya, lebih tepatnya kelima jari di tangan kirinya bergerak untuk menggerakkan benang energi yang sudah ia letakkan tepat di tempat Musuhnya berdiri.


Dret..!!


Wuss..!!


...


Melihat itu, wajah monster kepala Babi merah langsung gelap. “Sialan, akan ku hancurkan mulut busuk mu itu bocah,” teriak monster kepala Babi Merah dengan amarah meledak-ledak.


Blush..!!


Aura monster kepala Babi merah pun langsung meledak, hingga membuat Ren Saxin terhempas.


Bersamaan dengan itu, kedua tangannya pun hendak ia angkat, tapi matanya langsung melotot, karena kedua tangan dan kakinya kini tidak bisa ia gerakkan.


Sadar terkena jebakan musuh, monster kepala Babi merah tidak menyerah sampai di sana.


Dengan cepat ia mengeluarkan hampir seluruh energinya untuk menghancurkan jutaan benang energi yang mengekangnya.


Crash..!!


Argh..!!


“Sialan,” teriak monster kepala Babi merah melihat ke arah pundaknya yang sedikit menganga.


Jlep..!!


Uhuk..!!


Belum selesai ia meluapkan amarahnya, satu anak panah, kini menancap di perutnya.


Jlep jlep jlep..!!


Tak lama puluhan anak panah bermunculan lalu menembus tubuhnya.


Wuss..!!


Slash..!! Slash..!!


Crash crash..!!


Arrgghhh..!!


Terdengar monster kepala Babi merah kembali meraung saat lengannya hampir terputus oleh dua pedang angin milik Ren Saxin.


Tap tap..!!


Kini Bai Han, Bai Chu Ye dan Ren Saxin pun muncul di depan musuhnya dan kembali menyerang musuhnya, karena terlambat sedikit, mereka sadar jika musuhnya akan kembali pulih lalu membalas serangan mereka.


Dret..!! Wuss wuss wuss..!!


Wajah monster kepala Babi Merah seketika menjadi jelek, saat sadar ia kini tidak di berikan kesempatan sedikitpun untuk mengambil nafas.


***

__ADS_1


Wuss wuss..!!


Crash crash..!!


Bruk bruk..!!


Sementara di tempat Bai Ha, ia kini terus bergerak cepat sambil mengayunkan tombaknya ke arah musuh yang terlihat.


“Huh, beruntung senjata ini sangat kuat, jika tidak, aku yakin tidak akan bisa membunuh mereka semua dalam satu kali ayunan,” gumam Bai Ha terlihat kagum akan tombak pemberian Xiu Bai.


...


Di tempat Bai Hu.


Wung..!!


Bom bom..!!


“Haha,, mati kalian semua,” teriak Bai Hu terlihat sangat bahagia dengan senjata barunya juga.


Pasalnya ia samar-samar merasakan adanya energi milik Tuannya menyelimuti senjata ini, sehingga ia dengan mudah membunuh musuh dalam satu pukulan.


Tap tap..!!


“Semua bagianku sudah beres,” ucap Bai Hu dan Bai Ha serempak yang terlihat berhenti lalu bergumam.


Pandangan keduanya pun bertemu walau jarak mereka cukup jauh, setelah itu, mereka melirik ke arah dimana Bai Han, Bai Chu Ye dan Ren Saxin berada.


***


Wilayah Utara dimana Tu Long, Lan Yuheng dan Bai Da Xing berada.


Kini wajah Bai Da Xing dan Lan Yuheng terlihat tegang, pasalnya, bukannya bergerak dan menyerang dalam senyap.


Kini Tu Long terlihat menerjang ke arah bangunan milik salah dari dua sosok monster kuat yang Xiu Bai katakan.


Dan pada saat menerjang, terlihat tangan kiri Tu Long membesar membentuk tangan Naga.


Bukan hanya itu saja, energi milik Ibunya juga menyatu di tangan kiri Tu Long.


Dret..!!


“Mati kau sialan tua bangka,” teriak Tu Long yang terlihat tersenyum bahagia saat ia merasakan adanya Du Lang berada di dalam bangunan.


Wung..!!


Wuss..!!


Duarrr...!!!


Bom bom bom..!!


Seketika ledakan besar langsung tercipta dan bangunan yang Tu Long serang langsung hancur seketika.


Tap tap..!!


Walau begitu, Tu Long tahu jika Du Lang dan sosok monster yang setara dengannya masih hidup.


“Hehe,, ayo keluar kalian, aku tahu kalian masih hidup, karena aku menahan diri,” kekeh Tu Long.


Pandangan Tu Long pun langsung mengarah ke salah satu reruntuhan yang bergerak-gerak.


“Ketemu kau tua bangka sialan, kini aku bisa bersenang-senang lagi denganmu,” ucap Tu Long langsung melesat ke arah reruntuhan yang bergerak.


...


Sementara di balik reruntuhan, Du Lang yang saling tindih dengan rekannya, kini memasang wajah jelek, karena ia tak menyangka jika musuhnya akan mengejarnya sampai kesini.


Bukan hanya itu saja, ia yang hendak melarikan diri, kini memasang wajah gelap, karena rekannya yang terlalu besar membuat tembok yang menindihnya bergerak.


“Sialan, jika kau ingin mati, maka jangan bawa aku,” umpat Du Lang langsung mendorong rekannya.


Wuss..!! Bam..!!

__ADS_1


__ADS_2