
Terlihat jelas jika mereka semua memaksakan diri untuk saling mendorong menjadi dewasa, di karenakan tekanan hidup yang mereka jalani.
***
Melihat semuanya kini telah tertidur lelap karena telah kekeyangan. Xiu Bai dan Qian Liyun pun hanya bisa menyaksikan mereka yang tertidur.
“Hemm..!! Kenapa kau tidak tidur juga kawan kecil?” Tanya Xiu Bai sambil melirik ke arah Mo Yanse yang hanya terbaring di lantai.
“Panggil saja aku Yanse atau Yan, Tuan muda Bai, jika anda memanggilku dengan sebutan kawan kecil, itu terdengar ambigu,” ucap Mo Yanse langsung bangkit dan duduk sambil menyandarkan punggungnya di dinding.
“Baiklah Yan'er, jadi kenapa kau tidak tidur?” Tanya Xiu Bai dengan senyum kecil.
“Biasanya aku tertidur saat tengah malam, aku tidak berani tidur di saat seperti ini, karena pasti akan datang Binatang Buas ke tempat kami. Jika semua tidur, maka tidak ada yang tahu apakah kami akan di serang,” ucap Mo Yanse.
“Kena,” gumam Xiu Bai dalam hati.
Tentu saja Xiu Bai sadar jika ada beberapa Serigala yang sering datang ke tempat ini karena Xiu Bai telah melihat jejaknya saat ia menuju kesini.
Jadi Xiu Bai sengaja memancing Mo Yanse dengan bertanya seperti tadi, agar Mo Yanse masuk ke dalam kendalinya.
“Jika seperti itu, akan lebih baik jika kalian semua menjadi kuat, karena dengan menjadi kuat, kalian bisa menjaga satu sama lain. Apakah kalian mau seperti diriku?” Tanya Xiu Bai dengan senyum kecil.
“Yah,, walau aku sadar saat ini aku masih lah lemah, namun untuk melawan beberapa bandit atau penjahat yang tiba-tiba ingin melukai ku, tentu aku bisa melindungi diriku. Tapi untuk melawan satu Sekte atau satu Kekaisaran, aku masih jauh dari kata kuat,” sambung Xiu Bai sambil melirik Mo Yanse yang kini terlihat memasang wajah bersinar.
“A..Apakah apa yang Tuan muda Bai katakan benar? Apakah kami bisa menjadi kuat seperti anda? Dan bisa saling melindungi?” Tanya Mo Yanse. Saking bersemangatnya, nada suaranya terdengar bergetar.
“Tentu saja, namun pelatihan yang akan kalian alami tidak lah mudah, mungkin awalnya kalian akan sedikit menderita, tapi aku yakin, pada akhirnya kalian akan bahagia.” Ucap Xiu Bai mengangguk santai.
“Pikirkanlah ini besok bersama adik-adikmu, dan dalam dua hari, aku akan kembali untuk mendengar jawaban kalian.”
“Karena saat ini aku ada sesuatu yang harus ku urus terlebih dahulu. Jadi, aku mungkin akan pergi bersama Jendral Liyun malam ini.” Ucap Xiu Bai.
Mendengar ucapan Xiu Bai, wajah Mo Yanse yang awalnya bersemangat, seketika menjadi lesu.
“Kenapa kau malah memasang wajah seperti itu? Ingatlah jika anak laki-laki, apalagi yang tertua, harus terlihat kuat di depan adik-adiknya. Jika kau terlihat lemah seperti itu, maka adik-adikmu pasti akan ikut terlihat lemah. Jadi mulai sekarang, seharusnya memotivasi adikmu,” ucap Xiu Bai langsung mengusap kepala Mo Yanse.
“Dan juga, aku kan bilang akan kembali dalam dua hari lagi, jadi tenang saja, kita pasti akan bertemu lagi.” Sambung Xiu Bai.
Wuss..!!
Tak lama, tangan Xiu Bai pun terayun dan langsung mengeluarkan daging yang telah ia potong kecil dan awetkan.
__ADS_1
“Kau juga tidak perlu keluar lagi menuju kota, karena aku yakin dengan daging ini, kau dan adik-adikmu pasti akan bisa makan sampai kenyang selama 2 hari, bahkan 1 bulan penuh.” Ucap Xiu Bai.
Melihat tumpukan daging, Mo Yanse seketika ingin menangis terharu. Tapi ia langsung menahan diri karena tidak ingin terlihat lemah di depan Xiu Bai.
“Terimakasih Tuan muda Bai dan jika boleh, apakah aku bisa memanggilmu kakak?” Ucap Mo Yanse terlihat bahagia, lalu bertanya dengan penuh harap.
“Tentu saja boleh,” ucap Xiu Bai sambil mengusap kepala Mo Yanse.
Tap tap..!!
Saat Xiu Bai dan Mo Yanse mengobrol, seketika terdengar suara langkah kaki.
Qian Liyun yang keluar beberapa waktu lalu, kini kembali dan mendekati Xiu Bai dengan anggukan kecil.
“Baiklah jika begitu, aku akan pergi sekarang dan satu pesan kakak mu ini, jangan pernah keluar dari rumah ini selama dua hari. Beritahu adik-adikmu juga untuk melarang mereka keluar. Jika tidak, maka akan ada salah satu dari kalian yang terluka, bahkan mati,” ucap Xiu Bai memberi peringatan kepada Mo Yanse.
Tanpa menunggu jawaban dari Mo Yanse, Xiu Bai dan Qian Liyun langsung menghilang dari pandangan Mo Yanse.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama, mereka berdua pun muncul di atas atap bangunan tempat Mo Yanse tinggal.
Dengan segera Xiu Bai membuat perisai pertahanan, di sertai ilusi agar orang lain tidak dapat melihat bangunan tempat Mo Yanse tinggal.
“Selesai, jika begitu ayo cepat sebelum orang yang di maksud oleh paman Chen datang mengawasimu,” ucap Xiu Bai langsung mengajak Qian Liyun menuju Lembah Naga.
Wuss..!!
Wuss..!!
Xiu Bai dan Qian Liyun pun langsung melesat dengan kecepatan penuh mereka.
***
Tap tap...!!
Sementara Penasehat Qian yang akan mengawasi Qian Liyun kini terlihat muncul di kota.
“Hemm..!! Jejak auranya masih terasa di kota ini beberapa waktu lalu, itu artinya ia mungkin sudah sampai di Lembang Naga,” gumam Penasehat Qian terlihat langsung melihat area sekitar.
__ADS_1
Setelah merasa tidak ada hal yang mencurigakan, Penasehat Qian pun langsung menghilang dan tujuannya tentu mengarah ke Lembah Naga.
Dret..!!
...
Wuss..!!
“Dia sudah mencapai kota, benang-benang energi yang di pasang di setiap jalur menuju Lembah Naga langsung terputus, itu artinya ia akan muncul tidak lama lagi. Jadi kita harus berpisah di sini dan mainkan peran mu seperti biasa,” ucap Xiu Bai sambil melirik Qian Liyun.
“Hemm..!! Baik Tuan muda, kalau begitu anda harus berhati-hati, karena Penasehat Qian tidak sesederhana yang terlihat, aku yakin ia menyembunyikan kekuatannya selama ini,” ucap Qian Liyun langsung melesat lurus menuju Lembah Naga.
Sementara Xiu Bai langsung mengubah jalurnya ke arah Barat Laut, entah mengapa Xiu Bai merasakan adanya jejak kehidupan di sana, jadi ia memutuskan untuk kesana terlebih dahulu sebelum ia mengawasi Penasehat Qian.
Wuss..!!
Dengan cepat Xiu Bai bergerak sambil meninggalkan jejak benang energi.
Dret..!!
Tap tap..!!
Tidak sampai 10 menit, kini Xiu Bai muncul di sebuah air terjun dan tepat di bawah air terjun ada Lembah lain, selain Lembah Naga.
“Hemm..!! Aku tak menduga jika ada sebuah Desa di bawah sana,” gumam Xiu Bai saat melirik ke arah Lembah.
Walau di tutupi oleh kabut yang menyerupai awan dan di tutupi oleh pohon yang menjulang tinggi. Tentu saja Xiu Bai dapat melihat adanya sebuah Desa di bawah sana.
”Ayo kita lihat apakah yang tinggal di bawah sana adalah Ras Manusia atau tidak, karena saat aku menyebarkan kesadaranku, entah mengapa ada sesuatu yang menghalangi kesadaranku untuk sampai ke bawah sana,” gumam Xiu Bai langsung terjun ke bawah.
Wuss..!!
...
Sementara di Desa yang akan di tuju oleh Xiu Bai, kini terlihat seorang pemuda tampan berlari dengan senyum lebar.
Tap tap..!!
“Dasar pencuri sialan, jangan lari kau,” teriak segerombolan orang terlihat mengejar seorang pemuda yang terus berlari sambil mendorong gerobak yang berisi banyak sekali barang curian seperti senjata.
Bukan hanya berisi pedang, panah, tombak atau tameng saja, terlihat juga peratan rumah seperti pisau dapur, ada juga kapak untuk menebang kayu, kayu bakar, cangkul, bahkan pakaian dalam wanita ikut terkumpul di dalam gerobak tersebut.
__ADS_1
Wuss..!!
“Haha,, dasar bodoh, mana ada pencuri mau berhenti, hanya orang idiot saja yang mau mendengar teriakanmu,” ejek pemuda tersebut di sertai tawa terbahak-bahak.