
“Cukup paman, kalian ini selalu saja ingin membuat lokasi kita di ketahui, dan juga, aku bingung mengapa kau membawa dia, dia itu selalu menjadi beban di saat melarikan diri.” Dengus Bai Han dengan nada kesal dan langsung bangkit sembari melirik ke arah Duan Du.
Mendengar itu, Duan Du pun tersenyum kecil.
“Bukankah dia cukup berguna bagi kita Han'er, lihatlah ia cukup cepat dalam menyajikan kita makanan.” Jawab Duan Du dengan nada santai.
“Di satu sisi, paman mu ini menangkap dan membawanya bersama kita, karena ia tidak sesederhana yang terlihat.” Sambung Duan Du seketika mengubah ekpsresinya menjadi serius.
“Di antara semua orang, hanya aku dan Wuhan saja yang dapat menyadarinya, bukankah begitu,” ucap Duan Du melirik ke arah Bo Wuhan.
Bo Wuhan yang asik memakan daging bakar yang ada di depannya pun mengangguk-angguk ringan.
“Hemm..!! Walaupun aku tidak terlalu cerdas, aku dapat merasakan Badut ini pintar dalam memanipulasi Segel Formasi.” Ucap Bo Wuhan.
“Bahkan segel budak yang di tanam di oleh Dewa Iblis Neraka pun mampu ia hapus dan ganti dengan segel dari Penguasa Daerah lain. Artinya, ia bisa di nyatakan mata-mata dari Daerah lain. Atau setidaknya, ia datang ke Gunung itu, memiliki tujuan lain.” Sambung Bo Wuhan mengungkapkan analisanya.
Mendengar itu, Bai Han, Tu Long dan Cen Tian pun terkejut dan langsung menatap Zhu Fei yang kini bergetar ketakutan.
“I..Ini, bukankah dia artinya selama ini membohongi kita,” ucap Cen Tian cemberut.
Blush..!!
__ADS_1
Wung..!!
“Sialan, akan ku hajar kau Babi Botak,” teriak Tu Long langsung muncul di depan Zhu Fei dan melayangkan tinjunya.
Bam..!!
“Arghh..!! A..Ampuni aku Tuan, aku-”
Wung..!! Bam bam bam..!!
“Diam kau sialan, berani sekali kau membohongi ku dan berkejasama dengan bocah licik itu.” Teriak Tu Long, terlihat tidak ingin memberikan Zhu Fei kesempatan sama sekali.
“Satu-satunya masalah utamanya ada di dia, apa tujuannya menyusup ke Gunung dan bagaimana bisa ia memanipulasi Segel Formasi. Jadi, kita akan mengintrogasinya saat ini.” Sambung Bai Han.
“Hemm..!! Itu juga yang paman inginkan, tapi karena kita selalu di kejar oleh para bawahan Dewa Iblis Neraka, jadinya kita tidak mempunyai kesempatan. Tapi kini mumpung ada waktu, lebih baik kita buat dia bicara semuanya.” Balas Duan Du sembari memegangi kedua tangannya tanda siap menyiksa Zhu Fei.
Glek..!!
Zhu Fei seketika menelan ludah, ia yang melihat wajah mengerikan Duan Du, kini sadar jika ia tidak jujur, maka kematian terlalu murah bagi para monster gila di sekelilingnya ini.
Bukan hanya Duan Du saja. Tu Long juga memasang wajah siap memakan Zhu Fei hidup-hidup. Cen Tian siap menguliti seluruh tubuh Zhu Fei yang berharga dan Bo Wuhan siap melayangkan kapaknya ke kepala Zhu Fei.
__ADS_1
“Bi..Bisa-bisanya aku berahir di sekeliling para orang tidak waras ini,” umpat Zhu Fei dalam hati.
***
2 Jam berlalu.
Setelah menjelaskan semuanya, Bai Han dan Duan Du terlihat saling melirik satu sama lain.
“Khehe,, aku tak menyangka jika kita akan mendapatkan banyak tangkapan kali ini.” Kekeh Cen Tian.
“Bukankah dengan apa yang dia ucapkan, lebih baik kita pergi ke beberapa daerah lain juga untuk membuat kekacauan. Di sana pasti banyak harta sedang menunggu pemilik aslinya mengambilnya.” Sambung Cen Tian dengan sinar mata bahagia.
“Hem hem..!! Aku tidak sabar menghajar para monster-monster idiot itu, alangkah baiknya kita kesana.” Sambung Tu Long tak kalah bahagia.
“Kali ini aku juga akan ikut setuju, dengan adanya dia yang tahu jalan menuju beberapa Daerah, ini adalah kesempatan kita untuk membuat kekacauan dimana-mana.” Ucap Bo Wuhan mengangguk-angguk.
“Hemm..!! Bagaimana paman? Apakah kita akan berangkat? Atau diam saja dan membuat kekacauan di tempat ini saja.” Tanya Bai Han melirik Duan Du.
“Hehe,, tentu saja kita akan berangkat, karena aku merasa di sini sudah selesai. Karena tak lama lagi, Dewa Iblis Angin Darah dan Dewa Iblis Neraka akan bertarung akibat permainan kita.” Jawab Duan Du.
“Jadi, kita akan mengadu domba para penguasa Daerah lain lagi, itu akan jauh lebih menarik untuk di lihat nantinya.” Sambung Duan Du di sertai mengeluarkan senyuman liciknya.
__ADS_1