Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Mengintrogasi Xiu Bai dengan Bola Aneh


__ADS_3

Tepat setelah Zu Xen dan pemuda Desa melangkah pergi, seorang pemuda langsung muncul.


“Hemm..!! Jika aku tidak salah dengar, si bodoh itu membicarakan tentang Pahlawan,” gumam pemuda yang tak lain sang pencuri.


“Apa mereka berniat menjebak ku dengan memasang perangkap lagi?” Sambung sang pencuri. “Heh,, dasar bodoh, jebakan anak-anak mana bisa menangkapku, bahkan Tikus pun mampu lolos dari jebakan yang kau buat,” ejek Sang pencuri lalu kembali melanjutkan. “Ingin jadi pahlawan? Mimpi.”


Sang pencuri masih belum mengetahui tentang kemunculan Xiu Bai, jadi tentu ia berasumsi jika apa yang di bicarakan Zu Xen tadi adalah tentang dirinya.


Dengan cepat Sang Pencuri menyelinap memasuki Desa tanpa bisa di rasakan oleh semua orang.


Bahkan Xiu Bai yang baru sampai alun-alun Desa pun sempat terkejut karena ia tidak bisa merasakan kedatangan Sang Pencuri yang di bicarakan oleh penduduk Desa.


“Hemm..!! Semakin menarik,” gumam Xiu Bai dalam hati.


Seandainya Xiu Bai tidak menaruh banyak benang energi di setiap ia melangkah, mungkin ia tidak akan bisa merasakan jejak Sang Pencuri.


Bahkan Xiu Bai juga terlihat tetap mengedarkan kesadarannya ke seluruh area desa, namun tetap saja ia tak mampu merasakan jejak sang Pencuri, karena hal inilah yang membuat Xiu Bai terlihat semakin tertarik dengan Sang Pencuri.


Tap tap..!!


Setelah semua penduduk Desa berkumpul dan mengelilingi Xiu Bai yang di ikat, kini Pemimpin Desa yang berada di dekat Xiu Bai pun mengangkat tangannya.


“Kalian semua kini bisa duduk, karena mulai dari sekarang, kita akan mengintrogasinya, dan jika ada dari kalian yang ingin bertanya, maka kalian bisa mengajukan pertanyaan kalian setelah aku selesai menanyai-nya. Apa ada pertanyaan?” Ucap pemimpin Desa melirik ke arah para penduduk.


Semua penduduk pun langsung menggelengkan kepala, sementara Zu Xen kini terlihat sedang tersenyum tipis.


“Baiklah jika tidak ada pertanyaan, maka aku akan mulai,” ucap pemimpin Desa langsung membalik badan lalu melirik ke arah Xiu Bai.


“Jawab dengan jujur sambil memegang bola ini dan kau harus mengalirkan energimu saat akan menjawab, dan jika kau berbohong, warna bola ini akan bewarna merah dan jika jawabanmu jujur, warna bola ini tetap bewarna putih.” Ucap pemimpin Desa dengan nada sopan ke arah Xiu Bai.


Xiu Bai yang kini di lepas ikatan tangannya pun langsung mengangguk paham. Ia pun langsung memegang bola yang terus mengeluarkan sinar putih.


“Hemm..!! Aku baru tahu anda benda yang bisa mendeteksi kebohongan,” gumam Xiu Bai. “Kita lihat, apakah benda aneh ini memang bisa mendeteksi kebohongan atau tidak,” sambung Xiu Bai kini terlihat tertarik dengan bola di tangannya.


“Baiklah, apa tujuanmu datang ke Desa ini?” Tanya pemimpin Desa.

__ADS_1


“Untuk menghindari seseorang yang akan mengawasi anggota keluargaku di Lembah Naga, aku sengaja ke tempat ini agar orang tersebut tidak bisa merasakan kehadiranku,” jawab Xiu Bai dengan nada tenang.


Melihat Bola masih bewarna putih, pemimpin Desa dan semua penduduk Desa langsung terdiam.


“Hemm..!! Lalu kenapa kau memilih tempat ini, apakah di sini ada seseorang yang kau kenal?” Tanya Pemimpin Desa.


“Tidak ada, karena aku pertama kali datang ke tempat ini dan baru saja datang beberapa waktu lalu. Namun saat aku baru datang, secara kebetulan salah satu penduduk desa meneriaki ku teman si Pencuri, lalu di bawa kesini.” Jawab Xiu Bai.


Semua penduduk Desa kembali terdiam saat melihat Bola masih bersinar putih.


“Lalu kenapa kau memilih tempat ini? Aku yakin sangat banyak tempat untuk bersembunyi sambil mengawasi orang yang sedang mengawasi anggota keluargamu.” Tanya pemimpin Desa sambil memasang wajah serius.


“Ah itu, itu karena aku tertarik dengan Kabut yang ada di atas Lembah ini, kabut ini terlihat menyembunyikan Desa ini, jadi aku penasaran dengan apa yang tersembunyi di tempat ini sehingga memilih tempat ini untuk ku datangi,” jawab Xiu Bai.


Mendengar Xiu Bai kembali menjawab dengan jujur, Pemimpin Desa mengangguk puas, ia pun kini melirik ke arah para penduduk.


“Baiklah, apakah ada di antara kalian yang ingin bertanya, jadi angkatlah tangan kalian,” ucap Pemimpin Desa.


Tak lama setelah pemimpin Desa berkata, beberapa dari penduduk Desa langsung mengangkat tangannya.


“Baik pemimpin Desa, jika begitu aku akan langsung bertanya saja.” Ucap penduduk desa tersebut mulai bangkit dari tempat duduknya.


“Kapan rencanamu untuk meninggalkan Desa kami?” Tanya penduduk Desa tersebut.


“Tidak lama lagi aku akan meninggalkan Desa ini,” jawab Xiu Bai.


Melihat sinar Bola tetap bewarna putih, penduduk desa tersebut langsung mengangguk puas lalu kembali duduk.


Kini satu persatu dari para penduduk Desa mulai bertanya hingga giliran Zu Xen di tunjuk.


“Hehe,, apakah aku boleh meminta izin bertanya 3 kali pemimpin Desa?” Tanya Zu Xen.


Pemimpin Desa yang mendengar itu tidak langsung menjawab, ia pun melirik ke arah para penduduk, melihat sebagian mengangguk setuju dan pemimpin Desa tidak sadar jika yang setuju itu adalah orang-orang yang Zu Xen telah kendalikan.


“Baiklah,” ucap Pemimpin Desa mengangguk.

__ADS_1


Zu Xen pun mengangguk sambil tersenyum tipis.


“Aku yakin setelah kau melihat Desa kami, tidak mungkin kau datang jika kau tidak memiliki Tujuan. Jadi pertanyaanku adalah, apa tujuan tersembunyimu datang kesini sampai-sampai mau menyerahkan diri dan di tangkap?” Tanya Zu Xen.


“Ah itu, aku memang tidak memiliki tujuan,” ucap Xiu Bai terlihat sengaja memasang wajah panik.


Bersamaan dengan itu, Bola yang Xiu Bai genggam pun langsung bersinar merah.


Melihat itu, wajah semua penduduk Desa langsung memasang wajah penuh amarah.


“Nah kan, dia pasti memiliki tujuan tersembunyi, liat saja dia ketahuan berbohong,” teriak salah satu wanita langsung mencaci maki Xiu Bai.


”Aku yakin jika tujuannya pasti mencuri harta kita, sama seperti pencuri sebelumnya,” teriak demi teriakan seketika terdengar dan mereka yang berteriak adalah bawahan Zu Xen.


Karena terbawa suasana, semua penduduk Desa pun kinu ikut-ikutan meneriaki Xiu Bai dengan penuh amarah.


Sementara Xiu Bai sendiri saat ini sedikit terkejut karena melihat Bola ini memang bisa mendeteksi Kebohongan.


“Aku tak menduga jika ada suatu barang berharga seperti ini di sebuah Desa yang jauh dari orang-orang dunia luar.” Gumam Xiu Bai kini terlihat sedikit serakah karena menginginkan Bola tersebut.


“Kalian semua diam dulu, aku akan kembali bertanya,” teriak Zu Xen sambil tersenyum tipis ke arah Xiu Bai.


Setelah semua penduduk Desa terdiam, Zu Xen pun langsung melangkah ke tempat Xiu Bai berdiri.


“Aku yakin saat di depan Gerbang Desa tadi, kau sengaja tidak pergi karena sedang merencanakan sesuatu bukan? Mungkin saja kau berencana untuk mencuri barang-barang beharga kami.” Tanya Zu Xen.


“I..Itu tidak benar,” ucap Xiu Bai langsung menggelengkan kepalanya.


Mendengar jawaban Xiu Bai yang kembali berbohong, semua penduduk desa langsung bangkit karena sudah tidak bisa mengendalikan emosi mereka.


“Dasar pencuri sialan, akan ku bunuh kau,” teriak salah satu penduduk langsung melempar batu ke arah wajah Xiu Bai.


Di saat semuanya sibuk melempari Xiu Bai, Zu Xen yang sedikit menjauh agar tidak ikut terkena batu yang penduduk desa lempar kini langsung berteriak.


“Apa itu yang jatuh, itu tadi terjatuh dari dalam saku jubahnya, mungkin saja ia tadi sempat mencuri, coba lihat barang-barang kalian di rumah atau mungkin ada yang mengenali barangnya.” Tunjuk Zu Xen mengarahkan tanggannya ke bawah kaki Xiu Bai sambil tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2