
“Kau yang pertama,” ucap Tu Long menaikkan sedikit alisnya.
Wung..!! Wuss wuss..!!
Dalam sekejap Tu Long muncul di depan sosok bertudung yang meneriakinya, dan tanpa basa basi tangan Tu Long langsung terayun.
Melihat Tu Long muncul di depan, seketika sosok bertudung yang meneriakinya membelalakkan matanya, tapi dengan cepat ia menyilang kedua tangannya.
Sosok bertudung tersebut terlihat meremehkan tinju Tu Long, sehingga ia hanya menyilang kedua tangannya dengan mengalirkan sedikit energinya.
Tu Long yang melihat itu, tentu saja merasa sangat bahagia. “Hehe, nikmati tulang-tulangmu yang akan remuk,” kekeh Tu Long.
Bam..!!
Krak krak..!!
Arrgghh..!!
Boomm..!!
Saat tangan Tu Long menyentuh kedua tangan musuhnya, seketika terdengar suara tulang yang retak, bukan hanya itu saja, tangan Tu Long terus masuk hingga mengenai wajah musuhnya, yang membuatnya langsung berteriak kesakitan dan akhirnya terlempar.
...
“I..Ini,” ucap ketiga rekannya yang melihat salah satu rekannya langsung terlempar dalam sekejap mata.
Pandangan mereka pun mengarah ke rekan mereka yang dalam keadaan mengenaskan.
“Uurgh,, itu pasti nyilu dan sakit,” ucap rekannya tanpa sadar bergidik ngeri.
Pasalnya, tangan sosok berjubah yang Tu Long pukul, kini layaknya sebuah benang, karena seluruh tulangnya telah hancur.
Bukan hanya itu saja, wajahnya pun terlihat sangat tragis, seluruh giginya rontok dan setengah wajahnya hancur.
Seketika keheningan terjadi di tempat tersebut. Tapi tak lama, terdengar suara teriakan yang membuat ketiga sosok berjubah hitam tersadar.
“Woaahh,, aku tak menyangka jika pukulan ku akan sekuat itu, aku perlu mencobanya lagi untuk membuktikan apakah pukulanku memang benar-benar kuat,” teriak Tu Long menyeringai lebar.
Wuss..!!
Dalam sekejap Tu Long melesat dan muncul di depan musuhnya yang memiliki kekuatan setara dengan musuh yang ia pukul di awal.
“Hehe,, kau yang kedua,” ucap Tu Long langsung memamerkan giginya.
Dret..!!
“Sialan,” umpat musuh Tu Long yang kini memasang wajah penuh amarah, dengan cepat ia mencoba untuk mundur, karena sadar jika ia menahan tinju Tu Long, maka ia akan bernasip sama dengan rekannya.
Wuss..!!
“Kena kau,” kekeh Tu Long yang langsung menarik tangan kanannya dan kakinya dengan cepat terayun ke wajah musuhnya.
Duarr..!!
Arghh..!!
Bom bom bom..!!
Terlihat setelah terkena tendangan Tu Long, darah seketika menyemprot dari wajah musuhnya dan langsung terlempar jauh, hingga menabrak beberapa bangunan.
...
Tap tap..!!
“Sialan, mati kau,” teriak sosok bertudung hitam kini muncul dari atas Tu Long, tepat setelah Tu Long menapakkan kakinya di tanah.
Wuss..!!
Sret..!!
Dengan santai Tu Long memiringkan badannya ke arah kanan.
“Hehe,, ke arah mana kau menyerang idiot,” ejek Tu Long.
“Hehe,, mati kau,” ejek salah satu musuh Tu Long yang paling kecil, muncul dari belakang Tu Long.
Tu Long yang sudah menyadari hal tersebut pun langsung mengayunkan kakinya ke arah ke belakang dengan dan tubuhnya sedikit maju ke depan, agar tendangannya memiliki bobot.
__ADS_1
Bamm..!!
Wajah sosok bertudung pendek yang akan menyerang Tu Long, seketika terkena tendangan Tu Long lebih dulu, hingga membuatnya terlempar.
Bersamaan dengan itu, Tu Long pun mengayunkan tangan kirinya yang sudah berubah menjadi pedang cakar.
Slash..!!
Trank..!!
Krak krak..!!
“I..Ini,” mata sosok bertudung betubuh besar langsung melotot saat melihat pedangnya langsung retak setelah bentrok dengan pedang cakar milik Tu Long.
Krak..!! Wuuss..!!
Dengan cepat pedang Tu Long memotong pedang musuhnya dan pedangnya langsung menuju leher musuhnya.
Slah..!! Duarr..!!
Namun sayangnya, terlihat musuh Tu Long lebih dulu melempar diri ke arah samping.
Tap tap..!!
“Sialan, kenapa dia sangat kuat,” umpat sosok bertudung pendek, yang kini bangkit. Tatapannya pun langsung tertuju ke arah Tu Long yang sedang berdiri santai sambil mengkorek-korek lubang hidungnya.
Setelah itu, ia melirik ke arah rekannya yang berdiri cukup jauh dari tempat Tu Long berada.
“Hehe,, kenapa kalian berdiri saja di sana, apa kalian tidak ingin menyerang,” kekeh Tu Long.
Mendengar ucapan Tu Long, mereka mengira jika Tu Long merendahkan mereka, tapi yang Tu Long ajak bicara, bukanlah mereka, melainkan Bo Wuhan dan Duan Du yang sedang duduk di salah satu atap bangunan.
“Sialan, baru merasa bisa memukul kami, kau sudah sombong manusia,” teriak sosok bertudung tubuh besar terlihat sangat marah.
Krak krak..!!
Auuuu..!!
Dengan cepat ia mengubah wujudnya ke wujud Serigala Hitam.
Geer..!!
Pfftt..!!
“Huahaha,, kau sangat jelek sekali, kini aku yakin kau pasti akan jauh lebih jelek saat berubah ke wujud jelekmu ini,” ucap Tu Long tertawa terbahak-bahak, sambil mengarahkan kepala ke arah sosok bertudung hitam tubuh pendek.
Mendengar ejekan Tu Long, wajah sosok bertudung bertubuh pendek pun langsung mengubah wujudnya ke wujud aslinya juga.
Blush..!!
Krak krak..!!
Goaarr..!!
Terlihat wujudnya jauh lebih tinggi dari rekannya.
Kini pandangannya pun mengarah ke Tu Long dengan kepala terangkat, tapi saat ia melihat ke arah Tu Long. Tu Long malah duduk dengan santai sambil memakan daging yang baru saja ia bakar.
Emm emm..!!
“Ini lumayan lezat juga,” ucap Tu Long dengan mulut di penuhi oleh daging.
Blush..!!
Goaarr..!! Goaarr..!!
Seketika raungan penuh amarah dari kedua Serigala hitam terdengar menggema, saking besarnya suara raungan mereka, perisai yang mereka pasang mengalami sedikit retakan, dan suara raungan kemarahan mereka di dengar oleh Tuan mereka.
...
Wuss wuss..!!
Dalam sekejap kedua Serigala hitam tersebut menerjang ke arah Tu Long yang duduk santai.
Wung..!!
Saat Serigala yang jauh lebih besar akan mengayunkan cakarnya, ia dengan cepat mundur.
__ADS_1
Duarr..!!
Terlihat sebuah kapak mendarat di dekat Tu Long, aura dari kapak tersebut di penuhi oleh aura darah serta kematian yang pekat.
Wuss..!!
“Woah, kau bisa menghindar juga rupanya,” ucap Bo Wuhan terlihat tersenyum layaknya orang gila.
“Hehehe,, jika begitu, apakah kau bisa menghindari ini,” kekeh Bo Wuhan mengangkat tangannya.
Dret..!!
Kapak Bo Wuhan langsung muncul di tangan Bo Wuhan, setelah itu, dengan cepat Bo Wuhan mengalirkan energinya jauh lebih besar dari sebelumnya.
Blush..!! Wuss..!!
Bo Wuhan pun langsung mengayunkan tangannya ke arah musuhnya dan kapaknya langsung menghilang.
Serigala hitam besar yang melihat itu, dengan cepat membuka mulutnya.
Instingnya merasakan jika kapak tersebut akan muncul di kepalanya, sehingga ia membuka mulut dan mengeluarkan banyak energi dari mulutnya.
Wung..!!
Kepala Serigala langsung berputar, lalu menyemburkan energi dari mulutnya.
Duarr..!!
Ledakan dahsyat seketika terdengar, dan di saat Serigala tersebut menembakkan energinya ke arah kapak, ia tidak sadar jika Bo Wuhan sudah muncul di depannya.
“Hehe,, mati kau,” teriak Bo Wuhan tertawa gila.
Wung..!!
Bamm..!!
Kaki Bo Wuhan langsung menginjak kepala musuhnya, hingga membuat musuhnya membentur tanah dengan keras.
Wuss..!!
Bam bam bam..!!
“Hahaha,, mati kau mati,” teriak Bo Wuhan yang kini jauh lebih gila lagi dari sebelumnya, dengan ganas ia terus menginjak kakinya ke kepala musuhnya dan tidak memberikan musuhnya kesempatan untuk bangkit.
...
Di satu sisi, Duan Du yang juga sudah muncul di depan musuhnya, dengan santai membuat dunia bayangan dan membuat musuhnya bingung.
“Hehe,, aku di sini bodoh,” ejek Duan Du.
Wung..!!
Crash..!! Bam bam bam..!!
Dengan ganas Serigala tersebut mengayunkan cakarnya ke asal suara, tapi tidak terjadi apa-apa.
“Hoho, kau cukup ganas juga,” ejek Duan Du kembali muncul dari arah sebaliknya.
Serigala tersebut yang mendengar suara Duan Du kembali, dengan cepat membalik badan lalu mengayunkan cakarnya dengan ganas.
Hal tersebut terus berulang-ulang, dan Duan Du sangat menikmati permainan ini.
Hingga ia pun mendengar suara kakaknya.
“Hais, lain kali kita akan bertemu kembali kawan, tapi di kehidupan selanjutnya,” ucap Duan Du.
Dret..!!
Jlep jlep jlep..!!
Dalam sejekap jutaan pedang bayangan muncul lalu menusuk tubuh Serigala tersebut.
Tap tap..!!
Tak lama, Duan Du pun muncul dari ruang Dunia Bayangannya.
Pandangannya pun melihat ke arah kota yang sudah hancur.
__ADS_1
“Hais,, dia sangat mirip denganmu paman, yaitu sama-sama suka menghancurkan,” dengus Duan Du.
Tu Long yang asik makan, langsung melirik ke arah Duan Du, wajahnya yang tadinya senang, kini berubah jelek saat mendengar ejekan Duan Du.