Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Bertemu Kelompok Pertama Organisasi Menara


__ADS_3

Wajah Duan Du dan Tu Long pun langsung bersemangat. “Hehe, tentu kakak,” jawab Duan Du dengan cepat.


...


“Baiklah jika begitu, kita akan berangkat sekarang,” ucap Xiu Bai kini melirik ke arah putrinya.


Ling Bai Xie pun langsung cemberut, tapi tak lama ia pun mengangguk enggan. “Serahkan yang ada di sini ayah, Xie'er bisa menanganinya,” ucap Ling Bai Xie.


Xiu Bai pun mengangguk.


“Sesuai yang ayah katakan sebelumnya, jika rencan ayah gagal, maka kau langsung menggantinya dengan rencanamu itu, ada kakek Chen juga yang akan membantumu dalam mengatur strategi,” ucap Xiu Bai melalui telepati.


Setelah memeluk dan pamit, kini Xiu Bai, Han Liu, Duan Du, dan Tu Long pun langsung melesat pergi.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


2 hari berlalu.


“Kak,, perasaanku kenapa tidak nyaman meninggalkan Benua ini ya?” Tanya Duan Du sambil melirik ke arah Xiu Bai.


“Itu karena orang-orang Menara sudah bergerak beberapa hari yang lalu, tapi entah kenapa mereka kembali dan kini kembali ke sini lagi,” jawab Han Liu.


“Hemm,, saat kakak akan sampai ke Benua tempat klan Naga Langit tinggal, kakak merasakan pergerakan yang sangat besar dari luar Alam Celestial ini, tapi mereka semua langsung kembali, itu mungkin karena ada sesuatu yang menyerang mereka, hingga kembali untuk mengatur rencana yang lebih rinci.” Sambung Xiu Bai.


“Dan kini mereka kembali dengan strategi yang cukup berbahaya bagi kita,” ucap Xiu Bai.


“Hemm..!! Jika begitu, kita hancurkan saja mereka Tuan muda, aku sudah tidak sabar ingin mencoba kekuatan baruku,” ucap Tu Long terdengar tidak sabar dan juga bersemangat.


“Tidak, kita harus cepat sampai ke Benua Naga, dan harus bertemu dengan Klan Naga Langit terlebih dahulu, dengan bantuan mereka, kita bisa mengurangi jumlah korban nantinya,” ucap Xiu Bai langsung menggelengkan kepalanya.


“Ayo,” ajak Xiu Bai.


Tak lama, mereka pun langsung melewati perbatasan Benua Dinasty Kuno.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


2 jam telah berlalu, saat di ruang hampa, Xiu Bai dan yang lainnya langsung menghentikan langkah mereka saat mereka merasakan pergerakan sebuah kelompok.


“Ada 100 orang, kekuatan rata-rata mereka ada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 9 Puncak dan terkuat ada di Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 1 Puncak.” Ucap Xiu Bai langsung dapat menebak jumlah kelompok tersebut.


Wuss wuss..!!


Tidak jauh dari tempat Xiu Bai dan anggota keluarganya, terlihat sebuah kelompok dengan topeng ungu melesat tepat mengarah ke Benua Dinasty Kuno.


Namun langkah mereka terhenti saat melihat ada 4 orang berdiri di depan mereka.


Tap tap..!!


Bersamaan dengan itu, Tu Long langsung maju sambil berkata. “Serahkan mereka untuk ku Tuan muda.” Ucap Tu Long sambil meregangkan ototnya dan tersenyum lebar.


Dret..!!

__ADS_1


Wuss..!!


Dengan cepat Tu Long langsung melesat ke arah sekumpulan topeng ungu.


Wung..!!


Tanpa banyak bicara, Tu Long langsung mengayunkan tangan kananya ke arah belakang dan terlihat tangan Tu Long membesar membentuk tangan Naga.


Wuss..!!


“Sialan,” teriak salah satu topeng ungu yang terkuat yang berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 1 Puncak.


Awalnya ia ingin berpura-pura bertanya jika mereka mau kemana, tapi ia tak menyangka jika Tu Long langsung muncul sambil mengarahkan serangan tepat ke arahnya.


Dret..!!


Dengan cepat ia menyilang kedua tangannya untuk bertahan.


Bom..!! Krak krak..!!


Duar..!!


Argggghh..!!


Seketika pelindung energi yang topeng ungu tersebut langsung hancur dan langsung menghempaskan dirinya ke tempat bawahannya berada.


“I..Ini,” terlihat sekumpulan topeng ungu yang melihat ketua mereka terlempar begitu saja, hanya bisa melototkan mata mereka.


Tap tap..!!


“Sialan, serang dia,” teriak ketua kelompok tersebut setelah di bangkitkan oleh bawahannya.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Seketika ke 99 topeng ungu langsung melesat ke arah Tu Long setelah di mendengar perintah ketua mereka.


Wung wung wung..!!


“Mati,” teriak 3 topeng ungu yang kini mengayunkan pedang mereka secara serempak setelah yang pertama sampai di depan Tu Long.


Tu Long yang melihat itu, dengan cepat mengayunkan tangan kirinya yang telah bergabung dengan pedangnya hingga membentuk cakar pedang.


Wuss..!!


Trank..!!


Crash crash..!!


Bruk bruk bruk..!!


Dalam sekali ayunan, ketiga pedang musuh langsung terpotong dan tangan kiri Tu Long tetap melesat hingga membelah ketiganya.


Dret..!!


Tidak sampai di sana saja, Tu Long kini tidak berdiam diri lagi, dengan cepat ia melesat sambil mengayunkan tangan kirinya.

__ADS_1


Wung..!!


Slash..!!


Crash crash crash..!!


Argh argh..!!


Dalam sekejap teriakan demi teriakan terdengar di mana-mana.


Melihat itu, sang ketua yang berusaha memulihkan diri, kini berniat mundur saat melihat kelompok yang ia pimpin hampir musnah seutuhnya dan hanya menunggu waktu untuk musnah semuanya.


“Sialan,” gumam sang ketua kelompok langsunh membalik badan.


Tapi di sana sudah ada Han Liu.


Slash..!!


Bruk..!!


Tanpa menyadari apa-apa, kini sang ketua topeng ungu hanya bisa memegangi kepalanya yang putus.


“I..Ini,” sebelum menyelesaikan ucapannya, sang ketua pun mati dengan kepala berusaha ia tahan agar jangan terjatuh.


“Hemm..!! Aku tidak melihat kapan kau mengayunkan pedang mu paman Liu. Itu cukup mengerikan loh,” ucap Duan Du yang muncul dari bayangan Han Liu sambil menelan ludah.


“Hemm..!! Aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempelajari teknik ini Duan'er, dan ini pun masih belum sempurna, mungkin jika kau melihat yang sempurna, maka kau bisa melihatnya di guruku nanti,” ucap Han Liu terdengar bangga saat menyebut nama gurunya.


“Begitu ya, beruntung aku tidak terlalu ahli dalam pedang, jika tidak, mungkin membutuhkan waktu lama bagi ku untuk mempelajari pedang seperti itu,” ucap Duan Du terdengar menghela nafas.


“Bukannya kau tidak ahli, hanya saja kau malas,” ucap Xiu Bai kini muncul membawa salah satu sosok topeng ungu yang belum di bunuh oleh Tu Long.


Dret..!!


Argh..!!


Tanpa basa basi, Xiu Bai pun langsung menyerap ingatannya.


Duar..!!


Dengan cepat Xiu Bai dan anggota keluarganya langsung menyelimuti tubuh mereka dengan energi mereka.


“I..Ini, aku tak menduga jika di kepala mereka tertanam sesuatu yang mengerikan juga,” ucap Duan Du sambil melirik ke arah Xiu Bai, karena Xiu Bai yang terdekat, ia takut jika kakaknya terluka.


“Benar, bahkan aku juga tidak merasakannya dan saat aku mengalirkan energiku, barulah segel tersebut aktif dan langsung meledak,” ucap Xiu Bai kini terlihat menepuk-nepuk jubahnya yang terkena darah.


“Tapi beruntung, saat segel akan meledak, dalam seperkian detik itu, aku melihat ingatannya dan tahu dimana tempat mereka membuat markar serta strategi mereka,” ucap Xiu Bai kini tersenyum tipis.


“Lalu berapa banyak kelompok mereka kak? Aku menduga jika mereka pastinya bergerak secara berkelompok.” Tanya Duan Du dengan wajah penasaran.


“Kelompok yang bergerak tadi adalah kelompok pertama dan dalam kurun waktu 1 hari, akan ada kelompok kedua, yang bergerak.” Jawab Xiu Bai.


“Yang pasti, jarak dari setiap kelompok yang bergerak adalah 1 hari dan jumlah kelompok mereka sekitar 1000 kelompok, bahkan mungkin lebih dari itu,” sambung Xiu Bai.


Tap tap..!!


“Jika begitu, apa kita akan di sini untuk menghadang mereka Tuan muda?” Tanya Tu Long kini muncul dengan wajah bersemangat dan berharap Xiu Bai menunggu di sini.

__ADS_1


__ADS_2