
“Hem..!! Kali ini aku sedikit berbaik hati, tapi lain kali tidak akan. Karena tujuanku harus tercapai terlebih dahulu.” Gumam Xiu Bai langsung melesat ke arah wilayah yang telah ia targetkan untuk di hancurkan.
Dret..!! Wuss wuss..!!
...
Wung..!!
Tepat saat Xiu Bai sampai, tanpa basa basi ia langsung mengayunkan tinjunya yang langsung memunculkan bilah energi berbentuk tinju.
Duarr..!!
Dalam sekejap wilayah yang ada di depannya langsung hancur.
Tak lama, pandangannya pun teralih ke sisi lain, lalu kembali menghancurkan semua yang ia pandang.
“Hemm..!! Walau sudah tidak memiliki penghuni, kau tidak menyadari jika yang aku butuhkan sebenarnya adalah inti energi yang ada di dalam pusat setiap wilayah,” gumam Xiu Bai tersenyum tipis.
“Baiklah, aku ingin melihat apakah aku akan di sambut oleh bawahan Iblis Kehancuran di wilayahnya, atau ia juga telah mengungsikan semua bawahannya ke tempat lain,” sambung Xiu Bai langsung melesat.
Wuss..!! Wuss..!!
***
Tap tap..!!
“Huuf,, akhirnya sampai juga,” gumam Fei Wei Xian melihat area sekitar.
Pandangannya pun mengarah ke kakaknya yang kini bersama Mo Meilin.
Sementara Fei Sia Ying dan Mo Meilin yang menyadari kehadiran Fei Wei Xian pun langsung melirik ke arahnya.
“Ooh, kau sudah kembali Xian'er,” ucap Fei Sia Ying yang langsung di angguki oleh Fei Wei Xian.
“Hemm..!! Dimana mereka kakak?” Tanya Fei Wei Xian langsung bertanya dimana Duan Du, Bai Han dan Bai Da Xing.
“Ooh,, saat ini Diyu yang melatihnya sementara menunggu kau datang.” Jawab Mo Meilin sambil menyuruh Fei Wei Xian duduk untuk ikut makan.
Tapi langsung di tolak oleh Fei Wei Xian.
“Tidak kakak Mo, aku akan langsung ke tempat kakak Diyu saja,” ucap Fei Wei Xian langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
Wuss..!!
**
Sementara di tempat Duan Diyu melatih Duan Du, Bai Han dan Bai Da Xing.
Bukannya latihan, mereka malah bermain catur.
Terlihat saat ini Duan Diyu melawan putranya yang di bantu oleh Bai Han serta Bai Da Xing.
Tak..!!
__ADS_1
Melihat ayahnya menjalankan pion untuk memakan peluncurnya. Membuat Duan Du langsung memegang dagunya.
Hemm..!!
“Bagaimana analisamu Han'er? Apakah pemikiran kita sama?” Tanya Duan Du dengan nada tenang.
Bai Han yang duduk tepat di samping Duan Du, tidak menjawab. Karena ia fokus menebak alur yang akan di jalankan oleh Duan Diyu, bukan hanya itu saja, ia juga memikirkan 5 langkah yang akan di jalankan oleh Duan Du nantinya.
Dan jika ada perubahan, ia sudah memikirkan cara untuk mengatasinya.
“Hemm..!! Sesuai rencana saja paman, langsung buat kekacauan di tengah-tengah. Aku yakin ayahmu pasti langsung berpikir, dan pada saat itu kita pasti akan mengetahui kelemahannya.” Ucap Bai Han melalui telepati.
Duan Du pun langsung menjalankan kudanya tepat ke tengah-tengah dimana Raja, Perdana Menteri, Peluncur, Kuda, Benteng dan poin berada.
Tak..!!
Melihat putranya langsung ke tengah areanya tanpa takut di makan, membuat Duan Diyu mengerutkan keningnya.
”Sialan, anak ini cerdas juga dalam menggertak,” gumam Duan Diyu langsung memakan kuda milik Duan Du dengan Perdana Menterinya.
“Heh,, kau kira aku akan ragu,” ejek Duan Diyu.
Tak..!!
“Kena kau bodoh,” ucap Duan Du keceplosan memanggil ayahnya bodoh, karena terbiasa adu mulut dengan Tu Long.
Wuss..!!
Terlihat peluncur Duan Du yang ada di pojok dan di apit oleh beberapa pion musuh langsung melesat tanpa halangan menuju perdana menteri ayahnya.
Tak..!!
Dan pada saat ia melihat Bai Han dan Bai Da Xing yang menutup mulut karena menahan tawa.
Duan Du pun tersadar akan apa yang ia katakan sebelumnya.
“Eeh,, tadi itu-”
Glek..!!
Duan Du langsung menelan ludah saat melihat wajah ayahnya yang sudah berubah warna.
”Dasar bocah kurang ajar.” Teriak Duan Diyu langsung menggbrak meja.
Brak..!!
Seketika catur yang di depan mereka langsung hancur.
Melihat itu, wajah Bai Han dan Bai Da Xing cemberut.
“Hei hei,, kau curang paman, mentang-mentang kalah, dengan sengaja kau menghancurkan papan catur,” ucap Bai Han bangkit dan tidak terima.
“Benar, karena ayah kalah, maka sesuai janji, ayah harus telanjang lalu berlari mengitari kota.” Sambung Duan Du dengan cepat mengalihkan pembicaraan dan menekan ayahnya.
__ADS_1
”Hemm hemm..!! Tidak boleh curang seperti itu Tuan, janji sesuai janji, jadi cepat buka bajumu,” balas Bai Da Xing sambil bertepuk tangan bahagia.
Sadar jika dirinya ketahuan dan kini di pojokkan, membuat Duan Diyu tidak kehabisan akal.
“Heh,, kalian yang curang, masa 3 lawan 1, dan bukan hanya itu saja, aku juga baru mempelajari permainan aneh ini. Jadi itu tidak benar dan di anggap batal.” Dengus Duan Diyu membela diri.
“Heh heh,, siapa yang tadi koar-koar tidak jelas ya Han'er, apa kau ingat siapa orangnya?” Tanya Duan Du melirik ke arah Bai Han.
“Ini orangnya di depan kita, yang tak lain ayahmu,” tunjuk Bai Han dengan santai.
“Benar, dia orangnya karena hanya kita berempat saja yang ada di sini. Maka tidak ada orang lain lagi.” Sambung Bai Da Xing ikut memanas-manasi.
”Tidak, aku tidak mau dan siapa juga yang mau taruhan dengan bocah-bocah ingusan seperti kalian,” dengus Duan Diyu yang terlihat mencoba menahan amarahnya dari tadi.
Tatapannya juga mengarah ke putranya yang kini sama sekali tidak berani melihatnya.
Ia sadar jika putranya ini adalah provokator, ingin rasanya ia menghajar putranya dan menekannya dengan banyak tipuan. Tapi ia takut jika putranya ini mengadu ke ibunya.
Karena menakuti amukan istrinya lah yang kini membuat Duan Diyu mencoba mengendalikan diri.
...
Wuss..!! Tap tap..!!
“Haha,, apa saja yang telah di ajarkan oleh kakak Diyu anak-anak?” Tanya Fei Wei Xian muncul dan langsung bertanya sambil tertawa bahagia.
Melihat Fei Wei Xian datang, membuat Duan Diyu langsung tersenyum lebar.
“Haha, beruntung kau datang adik, urus bocah-bocah nakal ini. Karena kakak mu ini ada urusan mendesak.” Ucap Duan Diyu menepuk pundak Fei Wei Xian dan langsung lenyap.
“Eeh,, apa ada yang salah?” Tanya Fei Wei Xian bingung dan langsung melihat ke arah ketiga murid yang akan ia latih.
Melihat wajah ketiga muridnya yang jelek, membuat Fei Wei Xian semakin bingung.
“Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Ada yang mau menjelaskan?” Tanya Fei Wei Xian.
Huuff..!!
Terdengar suara helaan nafas dari Duan Du, Bai Han dan Bai Da Xing dan sedikit kesal. Karena mereka tidak jadi melihat Duan Diyu berlari dengan tubuh telanjang.
...
10 menit berlalu.
Hahahaha..!!
Hahaha..!!
Mendengar penjelasan Bai Han, kini membuat Fei Wei Xian tertawa terbahak-bahak, karena tidak menduga orang sekelas Duan Diyu bisa di tipu dan di permainkan oleh ketiga muridnya.
“Jika paman tahu, maka paman akan membantu kalian menekan dan menahannya. Tapi sayang sekali, paman terlambat mengetahuinya.” Ucap Fei Wei Xian sambil melirik ke arah papan catur yang hancur.
Dan melihat itu, Fei Wei Xian pun memiliki ide untuk mengasah kecerdasan ketiganya agar semakin mengerikan.
__ADS_1
“Hehe,, jika begitu latihan kalian akan kita mulai dengan bermain ini,” ucap Fei Wei Xian tersenyum menyeringai.