
“Beruntung aku dapat melihat tatapan kebencian dari matanya dan di arahkan ke monster kepala Singa ini. Jadi umpanku kini sukses,” gumam Duan Du langsung mengangkat tangan untuk memulai pertarungan.
“Mari kita selesaikan masalah kalian di arena, siapa yang akan menjadi pemenangnya,” ucap Duan Du dengan nada santai, tapi suaranya dapat di dengar oleh seluruh penonton di arena.
Woaahh..!!
Seruan penonton pun seketika menggema hampir ke sebagian kota.
...
Sementara kedua sosok monster yang sedari tadi saling menatap pun terlihat langsung saling menerjang setelah mendengar suara Duan Du yang memulai pertarungan.
Dret..!!
“Mati,” teriak sosok berjubah yang terlihat berubah menjadi 5 orang.
Kelimanya terlihat memegang pedang dan terayun ke arah sosok monster kepala Singa.
Sementara monster Singa yang di serang dari berbagai arah, terlihat mengeluarkan api dingin dari seluruh tubuhnya. Tak lama setelah Api dingin keluar, pusaran hebat pun muncul membentuk sabit yang siap menghancurkan apa saja yang mendekati.
Crash crash crash..!!
Duaar..!!
Tiga dari sosok bayangan milik sosok pedang awan langsung hancur tanpa sisa.
Tersisa 3 dan 1 yang asli entah dimana dari ketiganya saat ini.
Wung..!!
Duaarr..!!
1 dari ketiga sosok pedang awan langsung menghancurkan pelindung pusaran.
Wuss..!!
Tepat di saat ada celah, dua dari mereka dengan cepat menerobos masuk.
Dret..!!
Keduanya pun mengayunkan pedang ke leher dan dada monster kepala Singa.
Crash..!!
Leher dan dada monster kepala Singa langsung putus dan berlubang.
Sosok pedang awan yang melihat itu, dengan cepat membalik badan.
Duar..!!
Tapi sebelum ia membalik badannya, tubuhnya seketika hancur oleh api dingin.
Setelah sadar yang ia bunuh bukan yang asli, pandangan monster kepala Singa pun mengarah ke sosok yang tersisa. Tapi ia sudah tidak berada di sana.
“Sialan,” teriak sosok kepala Singa langsung menghilangkan pusaran api dingin di sekelilingnya.
Tap tap..!!
“Hehe,, aku sangat tahu rencana murahanmu itu yang ingin membawaku ke dalam jebakanmu,” ejek sosok pedang Awan terlihat berdiri di kejauhan duduk dengan santai sambil menikmati anggurnya.
“Hemm,, kau masih saja sama seperti dulu, pengecut,” balas monster kepala Singa dengan ejekan.
__ADS_1
Mendengar itu sosok Pedang Awan pun langsung bangkit dan berubah menjadi kabut awan.
Wuss..!!
Tepat setelah berubah menjadi kabut Awan, puluhan pedang muncul di depan monster kepala Singa.
Crash crash crash..!!
Tapi semua pedang yang memotong tubuh Monster kepala Singa hanya bisa melewatinya saja.
“Hoo,, kau sudah mulai serius juga rupanya,” ucap sosok pedang awan kini muncul di depan musuhnya.
“Hemm..!! Dari awal aku sudah serius, matamu saja yang buta,” dengus monster kepala singa langsung mengeluarkan sebuah pedang besar yang selalu di selimuti api dingin.
Merasakan pedang yang sangat kuat, Duan Du dan seluruh anggota keluarganya langsung bangkit.
“Aura ini,” gumam Duan Du yang merasakan sama kuatnya dengan pedang yang kakaknya selalu gunakan.
Sementara Ze Lang dan keempat bawahannya, mereka juga bangkit, terlihat saat melihat pedang yang monster kepala Singa keluarkan. Wajah mereka berubah menjadi jelek.
“Sialan, cepat bunuh dia,” teriak Ze Lang langsung memerintahkan keempat bawahannya, karena sadar pedang tersebut tidak bisa di lawan jika hanya seorang diri.
Dret..!!
Mereka berempat pun dengan patuh melesat dan sadar jika terlambat maka, mereka semua bisa mati.
Wuss wuss wuss..!!
...
Di saat keempat bawahan Ze Lang maju, sosok monster kepala Singa, dengan cepat mengayunkan pedangnya.
Dret..!!
Crash..!!
“I..Ini.”
Terlihat semua orang yang berhasil menghindari bilah pedang milik monster kepala Singa, kini melototkan matanya.
Duan Du yang cukup jauh dari bilah pedang, terlihat memasang wajah jelek lantaran ribuan dari penonton mati dengan tubuh hangus.
Chen Long dan Bai Ha yang ada di sekitar sana juga ikut tertebas, tapi beruntung mereka hanya kehilangan lengan saja.
Tap tap..!!
“Sialan, tanganku tidak bisa di sembuhkan,” umpat Bai Ha kini mendekati Duan Du.
Melihat api yang terus menjalar di lengan Bai Ha dan Chen Long.
Duan Du dan yang lainnya tentu sedikit panik.
“Sialan, akan ku bunuh mereka,” teriak Du Jian, Meng Chen dan Bai Hu ingin menerjang ke sosok monster kepala Singa.
“Tunggu dulu, jangan gegabah, pedang itu yang menjadi masalah besar kita, salah sedikit, kita bisa mati.” Ucap Duan Du menghentikan anggota keluarganya.
“Untuk masalah orangnya, kita bisa mengalahkannya, tapi selagi ia masih memegang pedangnya, itu terbilang sulit, bahkan mustahil.”
“Lihatlah, bahkan mereka berempat tidak ada yang berani mendekat,” tunjuk Duan Du ke arah keempat bawahan Ze Lang.
Pandangan semua orang pun melirik ke arah pertarungan yang terlihat kacau saat ini.
__ADS_1
“Kita harus mundur dulu untuk memikirkan bagaimana cara menyembuhkan saudara Chen dan Ha, biarkan saja mereka yang menghadapi kedua monster kepala Singa itu, ayo,” ajak Duan Du.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Setelah mereka semua mengangguk, Duan Du dan anggota keluarganya pun langsung pergi dari Arena yang sudah mulai kacau.
***
Wuss..!!
Duaaarr..!!
Sementara Bai Han dan Bai Chu Ye yang melesat ke arah kota terdekat untuk mencari keberadaan Duan Du dan yang lainnya. Terlihat berhenti dan mengayunkan serangan penuh mereka ke arah bilah pedang yang di selimuti api dingin.
Tap tap..!!
Setelah menghancurkan bilah pedang api dingin, kini Bai Han dan Bai Chu Ye langsung mendaratkan kaki mereka di tanah.
“Hemm..!! Apa-apaan itu, apakah ada orang yang diam-diam menyerang kita?” Tanya Bai Da Xing dan Lan Yuheng kini melihat area sekitar yang hanya di sekelilingi Air.
“Tidak, tadi itu hanya bilah pedang acak dari pertarungan seseorang, dan arahnya dari sana,” ucap Bai Han melirik titik kecil yang ia yakini kota di mana asal bilah tersebut.
“Hemm..!! Dimana ada keributan, di sana pasti ada paman Du atau paman Tu,” ucap Bai Han dengan seutas senyum bahagia.
Bai Chu Ye pun langsung mengangguk membenarkan. “Ayo kak, serangan bilah tadi sangatlah kuat, bahkan mendekati pedang milik ayah, akan bahaya jika anggota keluarga kita terkena,” ajak Bai Chu Ye memasang wajah dingin.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Dalam sekejap mereka berempat melesat ke asal bilah pedang.
Dan pada saat Bai Han, Bai Chu Ye, Bai Da Xing serta Lan Yuheng melesat ke sana.
...
Terlihat Duan Du bersama kelompoknya keluar dari kota menuju Barat.
Wuss..!! Wuss..!!
***
Tap tap..!!
“Hemm..!! Aura darah ini, ini aura darah paman Chen yang terluka bersama saudara Bai Ha,” ucap Bai Han yang langsung tahu, karena mereka terhubung.
Wajah Bai Han pun berubah menjadi mengerikan. Tatatapannya melirik ke arah sosok monster kepala Singa di kejauhan.
“Ye'er, bantu kakak dari belakang, dan kalian berdua, cari anggota keluarga kita serta kunci pergerakan musuh yang hendak melarikan diri,” ucap Bai Han.
Tanpa menunggu jawaban dari adik dan kedua saudaranya. Bai Han pun menerjang ke arah Arena.
Dret..!!
Pedang kayu hitam pun Bai Han keluarkan dan ayunkan ke sosok monster singa yang memegang pedang terselimuti Api Dingin.
Slash..!!
...
Merasakan aura kuat dan bilah pedang mengerikan dari atas, mereka semua terhenti dan pandangan monster kepala Singa, serta Ze Lang dan bawahannya pun mengarah ke atas.
__ADS_1
“I..Ini, menghindar,” teriak Ze Lang dan monster kepala singa serempak.