
“Khehe,, saatnya menuju pusat kota, karena semuanya pasti berkumpul di sana, termasuk penduduk kota.” Kekeh Bo Wuhan yang terlihat tidak sabar mengayunkan kapaknya lagi.
Dret..!! Wuss wus..!!
***
Sementara di pusat kota, ada sebuah bangunan menyerupai benteng kecil berbentuk lingkaran.
Namun itu bukanlah benteng, melainkan sebuah arena tempat bertarungnya para budak, sekaligus tempat persembahan darah yang di berikan kepada Dewa Iblis Neraka.
...
Dari sekian banyak sosok yang berkumpul di sana, termasuk Penguasa Kota.
Terlihat salah satu sosok berjubah merah dengan tudung, yang berdiri di samping Penguasa kota, langsung melirik ke arah luar arena.
“Ini, bau darah dan suara ledakan dari arah Utara, Selatan dan Barat,” gumam sosok berjubah merah dalam hati.
Karena merasakan adanya yang tidak beres, di sertai suara keributan yang ada di depannya. Pendengaran sosok berjubah merah yang terganggu, langsung menghilang dari tempatnya berdiri, untuk memeriksa, apakah yang ia cium dan dengar, memang benar-benar sesuai dugaannya.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Penguasa kota yang melihat tamu yang berasal dari Ibukota tiba-tiba pergi, seketika mengerutkan keningnya.
Karena penasaran, ia pun langsung mengikutinya, karena ia adalah sosok penting bagi Penguasa Kota, agar bisa menaikkan drajatnya.
Dret..!! Wuss..!!
“I..Ini,” ucap Penguasa kota yang langsung mendengar suara ledakan berasal dari arah Selatan, yang tak lain posisi Tu Long berada.
Dengan segera ia mengubah arahnya dan langsung melesat ke asal suara ledakan. Tak lupa ia juga menghubungi bawahannya untuk mengecek suara ledakan yang berasal dari arah Barat juga, karena ia mendengar suara samar-samar pertarungan di sana.
Untuk wilayah utara, penguasa kota tidak terlalu memikirnya, lantaran di sana sudah ada sosok berjubah merah menuju kesana.
...
__ADS_1
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Siapa kau?” Tanya sosok berjubah merah dengan nada waspada, di saat ia melihat Bo Wuhan yang saat ini di penuhi darah, serta di belakang Bo Wuhan, banyak mayat penduduk kota bergeletakan.
Bo Wuhan yang sedang menikmati menginjak kepala musuhnya pun langsung melirik ke arah sosok berjubah merah.
“Khehe,, akhirnya ada juga yang sedikit lebih kuat di sini,” kekeh Bo Wuhan dan langsung melesat ke arah sosok berjubah merah.
Dret..!!
Wung..!!
“Sialan,” umpat sosok berjubah merah saat melihat Bo Wuhan secara tiba-tiba muncul di depan matanya, dengan kaki di layangkan ke kepalanya.
Bom..!!
Sret..!!
Sosok berjubah merah yang mampu bereaksi, karena memiliki mata tajam, langsung menaikkan tangan kanannya untuk menahan tendangan Bo Wuhan.
“I..Ini,” gumam sosok berjubah merah dengan nada sedikit bergetar saat merasakan kekuatan Bo Wuhan.
“Bahaya, aku harus melapor ke Yang Mulia, ia bukanlah musuh yang mampu aku hadapi seorang diri,” sambung sosok berjubah merah, yang langsung menyadari perbedaan kekuatannya.
Padahal sosok berjubah merah adalah Iblis tingkat tinggi, dengan tingkat kekuatan Kaisar Dewa Energi ⭐ 9 Puncak.
Dengan segera sosok berjubah merah mengeluarkan dua tombak dan langsung melemparnya ke arah Bo Wuhan.
Dret..!!
Wuss..!! Wuss..!!
Bo Wuhan yang melihat itu dua tombak mengarah ke dirinya. Bukannya takut, ia malah menyeringai karena ia merasa kekuatan musuhnya setara dengan Wang Si, Jendral Kematian Ke 3.
Tanpa basa basi, Bo Wuhan pun mengeluarkan kapak kembarnya dan langsung mengayunkannya.
__ADS_1
Wung..!!
Duarr..!!
Tidak berhenti sampai di sana, Bo Wuhan juga langsung melesat ke arah musuhnya, karena instingnya merasakan jika kedua tombak tadi hanyalah pengalihan.
Dret..!!
Tepat seperti yang Bo Wuhan duga, terlihat musuhnya mengeluarkan sebuah batu dan hendak menghancurkannya.
“Khehe,, tidak akan semudah itu kau meminta bantuan sialan,” kekeh Bo Wuhan mengayunkan tinjunya ke wajah musuh.
Sosok berjubah merah seketika terkejut karena Bo Wuhan begitu cepat menyadari pengalihannya.
“Sialan,” umpat sosok berjubah merah atau biasa di juluki Iblis Tombak.
Sret..!!
Bomm..!!
Terlihat Iblis Tombak menggerakkan kepalanya ke samping, untuk menghindari serangan Bo Wuhan. Iblis Tombak juga tidak tinggal diam, ia langsung memberikan serangan balasan dengan mengayunkan tangan kirinya yang sudah di kepalkan dan di aliri energi panas yang sangat menekan.
“Mati kau,” teriak Iblis Tombak mengarahkan tinjunya ke perut Bo Wuhan.
Bomm..!!
Bukannya menghindar, Bo Wuhan malah dengan sengaja menerima serangan tersebut, yang membuatnya mundur dua langkah.
“Khehe,, lumayan,” kekeh Bo Wuhan sembari membersihkan api di perutnya menggunakan tangan kiri.
Terlihat juga tangan kanan Bo Wuhan memegang batu yang tadi hendak Iblis Tombak hancurkan.
“Hemm..!! Jadi apakah ini yang di namakan batu Neraka, yang menandakan sinyal bahaya, sebaiknya aku simpan dulu ini,” ucap Bo Wuhan menyeringai lebar ke arah Iblis Tombak yang sedang memasang ekspresi terkejut luar biasa.
Lantaran ia tak tahu kapan dan bagaimana bisa Bo Wuhan merebut batu Neraka dari tangannya.
“Sial, aku menyesal hanya membawa 1 batu Neraka saat kesini,” umpat Iblis Tombak.
__ADS_1
“Hehe,, penyesalan di ahir, tiada gunanya, akan lebih baik kita bersenang-senang sekarang.” Sambung Bo Wuhan muncul dengan kapak terayun ke wajah Iblis Tombak.
Dret..!! Slash..!!