
Bukan hanya mereka saja, melainkan semua penghuni kedai kini terlihat ikut menerjang ke arah Bai Han, Bai Chu Ye dan Lan Yuheng yang duduk di meja tengah.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Jderr...!!
Di saat semuanya akan sampai, sebuah petir langsung muncul menyambar semua monster tersebut.
Bersamaan dengan terhentinya semua monster dalam hitungan detik. Bai Han terlihat mengangkat tangannya.
Crash crash crash..!!
Dalam hitungan 3 detik setelah semua monster tersambar petir, kini tubuh mereka semua langsung bergeletakan menjadi beberapa bagian.
“I..Ini," beberapa monster yang tidak menyerang, kini membelalakkan mata mereka.
Tap tap..!!
Bai Chu Ye yang sama sekali tidak ikut menyerang, kini melangkah menuju pintu yang di yakini ada ruang dimensi di dalamnya.
“Apakah pemimpin kalian ada di dalam?” Tanya Bai Chu Ye dengan nada datar.
Crash..!!
Crash..!!
“Jawab pertanyaan adik ku,” ucap Bai Han dengan nada dingin.
Melihat hanya dirinya yang tersisa, kini monster Serigala membeku di tempat.
“Di..Dia tidak ada di sini, tapi yang ada di dalam adalah je-”
Duar..!!
Sebelum monster tersebut menyelesaikan ucapannya, tubuhnya langsung meledak.
Wuss..!!
Bai Han dan Bai Chu Ye dengan cepat melambaikan tangannya untuk membuat pelindung.
“Hemm..!! Jika begitu, di luar kedai, sudah banyak musuh mengepung kita.” Ucap Bai Han kini sadar jika mereka masuk jebakan.
“Apakah kau sudah menempelkan jejak darahmu di setiap kita melangkah tadi Ye'er?” Tanya Bai Han kini melirik adiknya.
“Sudah kak, apakah sudah saatnya kita melihat mereka?” Jawab Bai Chu Ye datar dan balik bertanya.
Blush..!!
Setelah melihat kakaknya mengngguk, Bai Chu Ye pun dengan santai melambaikan tangannya dan tak lama, terlihat sebuah kabut darah muncul. Bersamaan dengan itu, ada sebuah layar di dalam kabut.
Melihat musuh yang tak terhitung jumlahnya telah mengepung kedai. Wajah Lan Yuheng dan Bai Da Xing menjadi bersemangat. Karena mereka saat ini sudah tidak sabar ingin bertarung.
“Arahkan ke sisi utara kota Ye'er,” ucap Bai Han.
Bai Han pun langsung memusatkan layar menuju utara kota.
Kini pandangan Bai Han, Bai Chu Ye, Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun melihat sosok monster manusia Serigala bewarna merah yang memiliki tinggi 5 meter.
“Apa kita mengenalnya kak?” Tanya Bai Da Xing sambil mengerutkan keningnya saat melihat Lang Ge.
“Tidak, dia pastinya telah di provokasi oleh seseorang, bisa jadi paman lah yang membuatnya marah, atau bisa jadi sosok yang ada di belakangnya.” Jawab Bai Han yang langsung menebak di antara kedua yang ia sebutkan tadi.
“Jadi, apakah kita akan pergi atau melawan mereka?” Tanya Lan Yuheng kini menatap Bai Han dengan tatapan memelas.
“Tentu saja kita akan menghancurkan mereka, karena ayah melarang kita membiarkan musuh yang ada di depan mata pergi, itu bisa menimbulkan masalah bagi kita di kemudian hari,” jawab Bai Chu Ye datar.
...
Setelah saling memandang satu sama lain, mereka berempat pun langsung mengangguk sambil memasang senyum mengerikan.
Dret..!!
Dengan cepat Bai Chu Ye melambaikan tangannya untuk membuka pelindung yang ia buat.
__ADS_1
Bom..!!
Dengan hancurnya kedai tempat kelompok Bai Han berada, menandakan pertarungan di mulai.
Wung..!!
Dengan cepat Lan Yuheng dan Bai Da Xing muncul di depan ribuan musuh mereka sambil mengayunkan senjata mereka masing-masing.
“Mati,” teriak Bai Da Xing terlihat dua pedang kayu ia ayunkan ke dua musuh di depannya.
Slash..!!
Slash..!!
Crash..!!
...
“Hancur,” teriak Lan Yuheng mengayunkan pedang yang telah ia alirkan petir.
Jder..!!
Bom bom bom..!!
Para monster yang melihat kedua mangsa telah keluar, kini langsung menerjang tanpa memperdulikan yang telah mereka berdua bunuh.
Goaarrr..!!
“Bunuh mereka semua,” teriak salah satu dari Monster Serigala menunjuk ke arah keduanya.
Dret..!!
Dret..!!
Ratusan monster pun langsung muncul dari berbagai arah mengepung Bai Da Xing dan Lan Yuheng.
Bukannya takut, Bai Da Xing dan Lan Yuheng terlihat menyeringai tipis.
“Crash,” gumam Bai Da Xing menggenggam tangannya.
Dalam hitungan detik, ribuan benang energi transaparan langsung memotong-motong tubuh monster yang mengepung Bai Da Xing dan Lan Yuheng.
...
Bai Han yang menggerakkan tangannya, tidak berhenti sampai di sana saja, ia kembali mengayunkan tangannya.
Wuss..!!
Jutaan benang energi pun langsung muncul dan melesat ke segala arah.
Melihat itu, sosok Monster yang tak lain Lang Ge langsung bangkit. Awalnya ia terlihat santai, tapi saat ini jika ia tidak turun tangan, maka semua bawahannya akan langsung mati. Itu akan merugikan dirinya sendiri.
“Kalian semua, hentikan dia,” teriak Lang Ge memerintahkan ke 10 bawahan terkuatnya.
Wuss wuss..!!
Ke 10 bawahan Lang Ge pun langsung bergerak ke arah Bai Han.
Bom bom bom..!!
Argh..!!
Namun baru setengah perjalan menuju Bai Han, terlihat 2 dari ke 10 bawahan Lang Ge langsung berubah menjadi kabut darah.
Tap tap..!!
“Sialan, keluar ka-”
Blush..!!
Sebelum salah satu dari bawahan Lang Ge menyelesaikan ucapannya, tubuhnya langsung di selimuti oleh kabut darah.
Boomm..!!
Tak lama, tubuhnya pun langsung meledak.
__ADS_1
Ke 7 yang tersisa, seketika menjadi semakin waspada. Mereka semua terlihat bergabung dengan cara saling membelakangi diri.
Sementara Bai Chu Ye yang baru selesai membunuh musuh yang meneriaki diriya, kini muncul tidak jauh di depan musuhnya.
Wajah Bai Chu Ye yang dingin, terlihat mengeluarkan seutas senyum mengerikan.
Blush..!!
Sebuah panah pun langsung Bai Chu Ye keluarkan.
Tanpa basa basi, ia pun menarik busur panahnya.
Wuss..!!
Terlihat hanya satu anak panah energi bewarna merah kini melesat ke arah ke 7 musuh Bai Chu Ye.
Dret..!!
Tapi saat 5 meter akan mencapai musuh, anak panah tersebut langsung membagi diri menjadi 8.
“Sialan,” teriak salah satu dari ke 7 musuh yang tersisa.
Dret dret..!!
Mereka semua pun dengan cepat mengayunkan senjata mereka untuk mencoba menahan serangan Bai Chu Ye.
Bom bom bom..!!
Tepat saat ke 7 anak panah Bai Chu Ye berbenturan dengan ke 7 musuhnya. Kini terisa 1 terus melesat ke arah Lang Ge yang berdiri.
Melihat anak panah mendatanginya. Wajah Lang Ge seketika menjadi dingin.
“Dasar sampah sialan,” dengus Lang Ge sambil melambaikan tangannya.
Wuss..!!
Bilah cakar seketika muncul dan melesat ke arah anak panah milik Bai Chu Ye.
Dret..!!
Saat akan berbenturan, terlihat anak panah tersebut langsung berubah menjadi sosok manusia yang tak lain Bai Chu Ye.
Kini sebuah tombak Bai Chu Ye lempar ke arah bilah cakar, setelah rencananya berhasil mendekati musuh utamanya.
Duar..!!
Tidak berhenti sampai di sana, Bai Chu Ye kembali menganyunkan tombak yang sudah muncul di tangannya.
Wuss..!!
Wuss..!!
Terlihat dua tombak secara beriringan melesat ke arah Lang Ge.
Lang Ge tentu tidak tinggal diam, ia juga terlihat mengayunkan tangannya dan melesatkan dua bilah cakar.
Setelah itu, Lang Ge membuka mulutnya.
“Mati kau sialan,” teriak Lang Ge.
Bomm..!!
Sebuah bola energi bewarna merah langsung melesat ke arah Bai Chu Ye.
Wuss..!!
Duarr..!!
Melihat bola energi miliknya mengenai Bai Chu Ye. Wajah Lang Ge terlihat tersenyum puas.
Tapi ia tidak sadar jika saat ini sebuah kabut darah terlihat ada di belakangnya.
Perlahan tapi pasti, kini Bai Chu Ye berubah ke wujud aslinya, dan tangan Bai Chu Ye terlihat terayun ke leher musuh yang ada di depannya.
Slash..!!
__ADS_1