
Tap tap..!!
Setelah melangkah masuk, Ze Lang dan kelima bawahannya pun sedikit heran saat melihat kota yang setahunya sangat ramai, kini terlihat sepi.
Melihat adanya orang yang tiba bersamaan dengannya, Ze Lang pun mengulurkan tangannya.
Dret..!!
Tubuh monster tersebut pun tertarik ke telapak tangan Ze Lang.
Bom..!!
Saat Ze Lang menghancurkan kepala monster tersebut, ingatan monster tersebut pun muncul dalam bentuk energi di depan Ze Lang dan yang lainnya.
Melihat itu, Ze Lang mengerutkan keningnya. “Hemm..!! Rupanya aku harus bertanya secara langsung, karena di dalam jejak ingatan tidak mengeluarkan suara.” Ucap Ze Lang yang tidak tahu apa yang ingatan monster yang ia bunuh bicarakan.
Tap tap..!!
Tepat di saat Ze Lang selesai bicara, terlihat dua monster yang cukup kuat muncul.
Pandangan Ze Lang bersama bawahannya dan kedua monster tersebut pun bertemu.
“Hemm..!! Kau,” tunjuk kedua monster dan Ze Lang serempak.
Dret..!!
Dengan cepat salah satu bawahan Ze Lang langsung melesat ke arah kedua monster yang tentunya ia kenali juga.
“Tunggu dulu Pedang Awan,” teriak Ze Lang langsung bergerak ke arah bawahannya.
Trank..!!
Duarr..!!
Tubuh Pedang Awan yang terlempar saat bentrok dengan Ze Lang, terlihat menabrak salah satu bangunan yang di tinggal pemiliknya.
Tanpa memperdulikan Pedang Awan, Ze Lang pun langsung melirik kedua monster di depannya.
“Apa tujuan kalian datang kesini?” Tanya Ze Lang dengan tatapan tajam.
“Hemm,, apa hak mu untuk tahu,” dengus sosok monster berkepala Singa Laut, dan warna rambutnya terlihat putih keperakan.
“Jika kau bertanya, maka kau datang ke kota ini secara acak dan jika aku tebak, kau pasti sedang mencari sesuatu atau seseorang,“ ejek monster berkepala Singa Emas menyeringai mengejek.
“Ayo, jangan perdulikan mereka, kita kesini karena berita yang kita dengar beberapa saat yang lalu. Jika terlambat, aku takut kita tidak bisa ikut berpartisipasi.” Ajak sosok Singa Emas.
Tap tap..!!
Kedua monster berkepala Singa pun langsung melewati Ze Lang dan bawahannya tanpa rasa takut.
Ze Lang dan bawahannya hanya bisa menggeram dan sangat ingin membunuh mereka berdua. Tapi mereka akan menerima konsekuensinya jika membunuh mereka.
Pertama, orang-orang yang ada di kota ini pasti akan menyerbu mereka, terutama yang ada di Arena.
Kedua, bawahan kedua monster berkepala Singa pasti akan langsung muncul jika mereka berniat membunuh. Dan karena hal itulah Ze Lang sengaja memukul mundur bawahannya, agar bawahannya tidak di bunuh oleh bawahan kedua monster berkepala Singa yang saat ini bersembunyi di sekitar mereka.
Dan terahir, ayahnya pasti akan meledakkan tubuhnya jika membunuh mereka berdua. Itu karena ayahnya dan ayah kedua monster kepala Singa berteman.
...
Tap tap..!!
“Apa kau tidak dengar? Mereka katanya ingin berpartisipasi, itu artinya mereka berniat ke Arena.” Ucap bawahan Ze Lang yang paling kuat.
__ADS_1
“Jika begitu, kini kita dapat menebak mengapa kota ini sepi,” ucap Ze Lang kini terlihat berniat untuk memasuki Arena juga dan ingin melihat ada apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana.
“Ayo kita juga masuk, jika ada kesempatan untuk ikut, maka ini juga kesempatan bagi kita untuk melawan kedua Singa sialan itu,” ucao Ze Lang langsung melangkah ke Arena.
Tap Tap..!!
***
Arena.
Woaahh..!!
“Ayo jangan kasih ampun, cepat putuskan tangannya,” seketika terdengar suara teriakan menggema.
Chen Long yang terlihat baik-baik saja, kini terlihat akan kembali bergerak untuk menyiksa musuhnya yang ternyata hanya bermulut besar.
Dret..!!
Wuss..!!
“Sialan, jika kau berani membunuhku, maka kau akan di incar oleh ayahku,” teriak monster berkepala Naga langsung memberikan ancaman.
Crash..!!
Argh...!!
Terlihat tangan monster kepala Naga langsung terputus, tidak sampai di sana saja. Chen Long yang berdiri di depan musuhnya pun langsung menggerakkan kakinya.
Wung..!!
Kraakk..!!
Argh..!!
Woaahh..!!
Woaahh..!!
“Hemm..!! Kau kira aku takut, bahkan jika ayahmu seorang Penguasa Wilayah pun tidak akan membuatku mundur,” dengus Chen Long kini mengayunkan pedang kayu pemberian Duan Du.
Wuss..!!
Crash..!!
arrgghh..!!
Chen Long yang memotong tangan musuhnya yang satunya pun langsung melihat ke arah para penonton dengan seutas senyum lebar.
“Kematian apa yang kalian ingin ku berikan kepada si banyak omong kosong ini?” Tanya Chen Long.
“Hancurkan.”
Hancurkan, hancurkan, hancurkan, hancurkan.
Mendengar kata hancurkan, Chen Long pun mengalirkan energi ke tangannya.
Blush..!!
“Hehe,, kau dengar itu sialan, selamat tinggal,” ucap Chen Long.
Wuss..!!
Duaarrr..!!
__ADS_1
Tubuh musuh Chen Long pun langsung hancur menjadi daging cincang.
Seketika raungan kebahagiaan dari penonton pun kembali terdengar.
...
Di tempat Duan Du, ia juga tersenyum bahagia saat melihat Chen Long tanpa ampun menyiksa dan menghancurkan musuhnya.
“Bagus, dengan ini semangat para penonton kembali lagi, jika begitu-” ucap Duan Du tidak melanjutkan ucapannya.
Karena pandangannya kini mengarah ke dua sosok Monster berkepala Singa.
“Mereka sangat kuat,” gumam Duan Du yanv tahu jika kedua monster kepala Singa menyembunyikan kekuatannya.
Hemm..!!
Lagi-lagi pandangan Duan Du mengarah ke, keenam sosok berjubah.
“Sama dengan mereka,” sambung Duan Du yang juga merasakan kekuatan tersembunyi keenam sosok berjubah.
“Hehe,, jika begitu mari kita buat mereka bertarung satu sama lain,” seketika seutas senyum licik pun Duan Du tampilkan.
Tap tap..!!
Duan Du yang menjadi pembawa acara di Arena, kini muncul di langit.
“Baiklah, karena di saat-saat kalian sedang bersemangat, bagaimana jika kita mencoba hal baru. Kita coba para penonton untuk melakukan pertarungan di Arena. Dan mereka yang mempunyai musuh atau benci terhadap seseorang yang kebetulan ikut menonton, maka boleh turun ke arena lalu menunjuk yang ingin mereka lawan.” Teriak Duan Du.
Woaahh..!!
“Itu pasti seru, karena akan menjadi pertarungan berdarah lagi.” Teriak salah satu penonton.
Dret..!!
Tap tap..!!
Tepat pada saat Duan Du selesai bicara, kini terlihat sosok berjubah merah muncul di arena.
“Aku ingin melawan sialan itu,” tunjuk sosok berjubah merah ke arah sosok monster kepala Singa rambut putih keperakan.
“Hei kau cepat turun sialan, jangan menjadi pengecut,” tantang Sosok monster berjubah merah.
...
Sementara di kursi penonton sosok monster yang di tantang terlihat memasang wajah jelek karena di tatap semua orang.
“Sialan, siapa takut,” teriak Se Ju.
Dret..!!
Wuss..!!
Bam..!!
Se Ju pun langsung melompat dan mendarat dengan keras di dalam arena.
“Apa pelayan rendahan seperti dirimu siap untuk mati?” Tanya Se Ju dengan senyum mengejek.
“Heeh,, karena kau aku di pukul tadi. Kini, akan ku balas ratusan kali lipat dari yang aku rasakan tadi,” teriak sosok berjubah merah yang biasa di panggil Pedang Awan.
...
Di saat keduanya beradu mulut, tidak ada yang menyadari jika Duan Du saat ini tersenyum tipis.
__ADS_1
“Beruntung aku dapat melihat tatapan kebencian dari matanya dan di arahkan ke monster kepala Singa ini. Jadi umpanku kini sukses,” gumam Duan Du langsung mengangkat tangan untuk memulai pertarungan.