
Berselang 5 menit, atau tepat setelah Jing We selesai menjawab, Xiu Bai langsung bergumam.
“Ketemu,” gumam Xiu Bai langsung bersiap untuk bergerak.
“Dimana kediaman Dong Lu itu?” Tanya Xiu Bai terdengar dingin.
“Di..Disana,” tunjuk Jing We dengan jari telunjuk bergetar, bukan hanya jari, melainkan seluruh tubuhnya juga ikut bergetar saat mendengar nada suara Xiu Bai.
Xiu Bai yang melihat itu pun langsung melirik Duan Du, Tu Long, Pang Hei, dan Meng Chen. “Kalian berempat ikuti aku, sisanya akan ikut bersama kakak Tian mengikuti kemana Jing We pergi.”
Dret..!!
Wuss.. Wuss..!!
Tanpa basa basi, Xiu Bai pun langsung melesat dan di ikuti oleh Duan Du, Tu Long, Meng Chen dan Pang Hei.
...
Melihat kepergian Xiu Bai dan di ikuti oleh keempat keluarga mereka, Xiu Tian dan yang lainnya terdiam selama beberapa detik.
“Ayo cepat ke tempat yang kau maksud itu Tuan Jing,” ajak Xiu Tian terdengar sedikit berwibawa.
Jing We pun langsung mengangguk dan langsung melesat.
Dret..!!
Wuss..!!
Wuss..!!
***
Tap tap..!!
Sementara Ling Bai Xie yang pergi ke kediaman Jendral Perang Dong Lu, kini terlihat menghentikan langkahnya saat ia sudah melihat sebuah kota yang tidak jauh dari tempatnya berhenti.
“Hemm,, perasaanku sedikit buruk saat ini,” gumam Ling Bai Xie.
Ia kini merasakan bahaya jika ia memasuki kota yang menjadi wilayah kekuasaan Jendral Perang Dong Lu.
Setelah cukup lama menganalisa, dan merasakan tidak ada yang mencurigakan di sekeliling wilayah kekuasaan Jendral Perang Dong Lu. Ling Bai Xie pun langsung melangkah dengan hati-hati.
Wuss.. Wuss..!!
...
Tidak jauh di belakang Ling Bai Xie. Terlihat Ling Mu Xia dan Ling Chu Jia berdiri di balik pohon.
“Apa kau merasakannya saudari Jia?” Tanya Ling Mu Xia melirik Ling Chu Jia.
“Hemm..!! Aku merasakannya, ada aura menjijikkan di dalam sana, walau itu samar-samar, indra prasaku tidak akan pernah salah,” ucap Ling Chu Jia terdengar dingin.
“Ayo, kita harus melindungi-”
Deg deg..!!
Jantung Ling Mu Xia dan Ling Chu Jia seketika berdetak keras saat mereka akan melesat mengikuti putri mereka.
“I..Ini,” ucap Ling Mu Xia dan Ling Chu Jia serempak di sertai air mata menetes secara tiba-tiba.
Dengan cepat pandangan mereka mengarah ke belakang sambil berteriak keras. “Gege.”
...
Dret..!!
Tap tap..!!
Langkah Xiu Bai langsung terhenti, ia pun saat ini merasakan hal yang sama, walau jarak mereka masih cukup jauh.
__ADS_1
“Xia'er, Jia'er,” gumam Xiu Bai langsung meneteskan air matanya.
Bukan hanya Xiu Bai, Duan Du dan Tu Long pun dapat merasakan ikatan yang Xiu Bai rasakan saat ini. Sehingga mereka berpikir jika ada sosok orang yang Xiu Bai cintai berada di sekitaran sini.
Dan saat mereka mendengar Xiu Bai bergumam, tubuh Duan Du dan Tu Long seketika bergetar hebat.
“Kakak ipar,” gumam Duan Du.
“Nyonya,” gumam Tu Long dengan nada bahagia.
Dret..!!
Wung..!!
Seketika Xiu Bai langsung melesat dengan kecepatan penuhnya dan di ikuti oleh Duan Du dan Tu Long.
Meng Chen dan Pang Hei yang melihat tingkah ketiganya serta sempat mendengar gumaman mereka, hanya bisa diam sambil menggaruk kepala mereka masing-masing.
“Hemm..!! Apa ini ingatan leluhur terdahulu ya? Jika ia, maka itu adalah istri leluhur terdahulu, jadi ia juga leluhur klan Asura,” gumam Meng Chen mencoba menebak-nebak.
Setelah bergumam cukup lama, Meng Chen pun langsung mengejar Xiu Bai dan yang lainnya.
Wuss..!!
Wuss..!!
Pang Hei pun terlihat hanya mengikuti.
...
Wuss..!!
Deg deg..!!
Semakin dekat Xiu Bai dengan tujuannya, semakin pula jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Tap tap..!!
“Xia'er, Jia'er,” ucap Xiu Bai langsung meneteskan air matanya.
“Gege,” bersamaan dengan itu, Ling Mu Xia dan Ling Chu Jia yang melihat ke arah timur kini berteriak sambil melesat ke arah Xiu Bai.
Walau wajah Xiu Bai berbeda jauh, tentu saja ikatan batin mereka tidak akan pernah salah.
Wuss.. Wuss..!!
Bruk..!!
Hiks Hiks..!!
“Gege, kemana saja kau selama ini? Xia'er dan yang lainnya sangat mengkhawatirkan dan merindukanmu,” ucap Ling Mu Xia dengan isak tangis haru.
“Jangan pernah meninggalkan Jia'er dan yang lainnya lagi Gege, Jia'er tidak akan rela,” sambung Ling Chu Jia menangis tersendu-sendu.
Xiu Bai yang saat ini memeluk kedua istri serta mendengar keluh kesah kedua Istrinya, hanya bisa terdiam.
Tentu saja ia merasakan perih saat mendengar keluh kesah istrinya, yang sangat merindukan serta mengkhawatirkan dirinya dalam waktu yang tidak dirinya ketahui.
“Maafkan Gege, Gege janji tidak akan meninggalkan kalian lagi.”
Wung..!!
Bom..!!
Tepat setelah Xiu Bai selesai bicara, terdengar suara ledakan yang berasal dari Kota wilayah kekuasaan Jendral Perang Dong Lu.
“I..Itu, itu pasti Xie'er,” Ucap Ling Mu Xia terdengar khawatir. “Gege, kita harus menyelamatkan Xie'er,” sambung Ling Mu Xia melirik ke arah Xiu Bai.
Xiu Bai kini terlihat memasang wajah dingin.
__ADS_1
“Keluarlah, jangan bersembunyi,” ucap Xiu Bai.
Tap tap..!!
Duan Du, Tu Long, Meng Chen dan Pang Hei pun langsung keluar.
“Apa kalian mendengarnya,” ucap Xiu Bai melirik ke arah ke 4 anggota keluarganya.
Wajah Duan Du, Tu Long, Meng Chen dan Pang Hei yang memasang wajah garang langsung mengangguk.
“Selain mereka ingin menyakiti putriku, mereka juga musuh kita, karena aku merasakan aura menjijikan orang-orang Menara di kota itu,” nada suara Xiu Bai seketika terdengar mengerikan yang membuat orang-orang di sekitar merinding, kecuali kedua istrinya.
“Blood Asura, keluarlah, waktumu makan,” ucap Xiu Bai.
Wung..!!
Dalam sekejap Pedang Asura muncul di tangan Xiu Bai, aura dari pedang Asura juga sangatlah mengerikan.
“Hoho,, akhirnya kau memanggilku juga Tuan,” ucap Roh Blood Asura. “Kau tahu, aku cukup bosan berada di dalam, dalam waktu yang cukup lama,” sambung Roh Blood Asura.
...
“Ayo, mengamuklah sesuka kalian, tapi ingat, ada batasnya saat kalian mengamuk,” tanpa memberitahukan semuanya secara detail. Xiu Bai pun langsung melesat dengan kecepatan penuh sambil membawa kedua istrinya di dalam pelukannya.
Dret..!!
Wuss..!!
Wuss..!!
Sementara Duan Du, Tu Long, Meng Chen dan Pang Hei pun seketika menyeringai lebar saat mendengar ucapan Xiu Bai dan mereka juga tentu tahu maksud Xiu Bai tentang mengamuk ada batasnya, yaitu, jangan sampai melukai orang yang tidak bersalah.
“Hahaha,, akan ku ***** dan hancurkan semua kalian, karena berani menyakiti Tuan putriku,” ucap Tu Long tertawa lantang.
Wung..!!
Dret..!!
Tu Long pun langsung berubah ke mode Berseknya, dan perubahan Tu Long kali ini jauh berbeda dari sebelumnya.
Wung..!!
Blush..!!
Duan Du tak mau kalah, kini muncul bayangan Hitam raksasa di atas kepalanya dengan memakai mahkota.
Terlihat juta jutaan bayangan muncul di sekitar Duan Du.
Melihat perubahan Duan Du dan Tu Long, Meng Chen terkejut, karena baru kali ini mereka melihat keduanya berubah seperti ini, dan juga aura keduanya benar-benar seperti sosok Kolosal yang berkuasa.
Tak mau kalah, Meng Chen pun berubah ke wujud aslinya, Iblis Asura.
Wung..!!
Duar..!!
Saking kuatnya tekanan yang Meng Chen keluarkan saat berubah ke wujud aslinya, ledakan besar seketika tercipta di sekelilingnya.
Pang Hei seketika tersenyum lebar. “Khehe,, ini yang aku suka, kembali ke wujud asliku,” kekeh Pang Hei.
Blush..!!
Wung..!
Bom bom bom..!!
“Saatnya bersenang-senang,” teriak keempat langsung melesat dengan kecepatan penuh mereka masing-masing.
Dret..!!
__ADS_1
Wuss wuss..!!