
“Dan saat kau dalam bahaya, maka ayahmu yang tampan dan kuat ini akan datang sebagai pahlawan,” sambung Long Qiu dengan nada bangga.
***
Tap tap...!!
Xiu Bai yang berniat mengumpulkan semua bawahannya kini muncul di kota yang sangat besar, namun tidak memiliki penghuni.
“Keluarlah Wei Da Shan,” ucap Xiu Bai dengan nada tenang.
Dret..!!
Brum...!!
Tak lama setelah Xiu Bai selesai bicara, kota tersebut langsung bergemuruh dan mulai bergerak secara perlahan.
Terlihat semua bangunan yang ada di kota tersebut mulai menyatu membentuk sebuah tubuh.
Sreett..!!
Bam..!!
Sebuah bangunan yang telah menyatu, membentuk sebuah kaki kanan langsung menginjak kota yang telah menjadi lahan kosong.
Sret..!! Bam..!!
Tak lama, kaki kiri muncul, lalu di susul tubuh, tangan dan terahir kepala.
“Salam Tuan Asura,” sapa sebuah suara serak dari monster yang terbuat dari bangunan material.
“Kau masih saja sama seperti dulu Wei Da Shan,” ucap Xiu Bai langsung menggelengkan kepalanya.
“Maaf Tuan, aku tidak ingin tubuhku di tempati oleh orang lain selain dirimu dan anggota keluarga anda. Janji yang telah ku buat tak akan pernah ku ingkari.” Ucap Wei Da Shan.
Dret..!!
Sosok pria tau mengenakan jubah coklat kini muncul di depan Xiu Bai.
“Apa sudah waktunya, sehingga kau datang mencariku Tuan?” Tanya Wei Da Shan terlihat melirik Xiu Bai.
“Ya, tapi kali ini musuh kita berbeda,” jawab Xiu Bai dengan nada santai sambil membalik badannya.
“Ayo,” ajak Xiu Bai.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Dengan cepat Xiu Bai membuka ruang hampa dan melesat masuk bersama Wei Da Shan.
...
Tidak sampai hitungan menit, kini Xiu Bai muncul bersama Wei Da Shan.
Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke sosok pria tua yang wajahnya di penuhi oleh rambut, tepatnya dagu, hingga kedua pipinya di penuhi rambut.
__ADS_1
“Apa sudah waktunya Tuan?” Tanya sosok tersebut dengan suara berwibawa dan terlihat masih duduk bersila sambil memejamkan matanya.
“Sudah Jha Si, ayo,” ajak Xiu Bai tanpa basa basi.
Dret..!!
Mendengar itu, Jha Si pun membuka mata dan muncul dalam sekejap di samping Wei Da Shan.
“Salam saudara Wei,” sapa Jha Si langsung mengulurkan kedua tangannya.
Wei Da Shan pun langsung memeluk sahabatnya sembari tersenyum hangat.
Bruk..!!
“Ayo, nanti saja kita mengobrolnya, jangan biarkan Tuan menunggu lama,” ajak Wei.Da Shan sambil melirik Xiu Bai.
Jha Si pun melirik ke arah Xiu Bai sambil tersenyum canggung. “Hehe,, maafkan aku Tuan, sudah berapa lama kami tidak bertemu, sehingga aku ingin melepas rasa rindu sesaat saja,” ucap Jha Si dengan nada hormat.
“Hemm..!! Tenanglah, kau bisa sepuasnya melakukan reuni nanti setelah kalian semua berkumpul,” ucap Xiu Bai mengangguk santai di sertai senyuman hangat.
Jha Si pun langsung merasa lega saat melihat Tuannya kini sedikit berubah, tidak seperti di masa lalu, ia sangatlah ganas di saat bawahannya melakukan kesalahan.
Dengan cepat Jha Si dan Wei Da Shan mendekati Xiu Bai yang berdiri di depan celah ruang hampa.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
***
“Hemm..!! Kak, ini yang ke 28, bagaimana cara kita menghancurkan mereka?” Tanya Bai Chu Ye dengan nada datar sambil melirik ke arah Kota yang terlihat jauh lebih besar dari kota buatan Lang Ge sebelumnya.
Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun ikut mengangguk, mereka kini melirik ke arah Bai Han yang terlihat menganalisa kota yang tidak jauh di depan mereka.
Bai Han yang sedari tadi diam pun, tak lama kemudian mengerutkan keningnya.
“Ini bukan kota yang sama seperti kota-kota yang sebelumnya kita hancurkan Ye'er,” ucap Bai Han sambil melirik ke arah adiknya yang langsung mengangguk.
“Jadi kau sudah sadar, makanya langsung bertanya cara kita menghancurkannya?” Tanya Bai Han kini mengerutkan keningnya.
“Hemm..!! Kota ini di tinggali oleh monster yang tidak di kendalikan oleh benang energi lagi, tapi Ye'er yakin jika semua penghuninya adalah bawahan sosok yang ingin membunuh kita,” jawab Bai Chu Ye.
“Bukan hanya itu saja, kini semua penghuni yang tidak di kendalikan, memiliki kekuatan sedikit jauh lebih kuat dari mereka yang di kendalikan. Jadi Ye'er bertanya bagaimana cara kita menghancurkannya, karena kakak pasti sudah dapat mengetahui struktur kota tersebut bersama setiap bangunannya.” Sambung Bai Chu Ye sambil melirik kakaknya.
“Hemm..!! Di setiap bangunannya, telah di baluti oleh perisai, bukan hanya itu saja, di pusat kota, aku merasakan adanya bau racun yang mereka sembunyikan. Dan juga ada dua sosok kuat bersembunyi di pusat kota,” ucap Bai Han.
Mendengar analisa Bai Han, Bai Chu Ye pun langsung memegang dagunya.
“Yuheng, kau maju dan hancurkan gerbang kota, mengamuklah sesukamu,” ucap Bai Chu Ye kini melirik Lan Yuheng yang terlihat sudah dari tadi menunggu perintah Bai Chu Ye.
“Hehe,, ini adalah keahlianku,” kekeh Lan Yuheng langsung menghampiri Bai Han.
Bai Han pun langsung menyelimuti tubuh Lan Yuheng dengan jutaan benang energi, guna untuk melindungi tubuhnya dari serangan yang tidak mampu ia hindari nanti.
Dret..!!
__ADS_1
Wuss wuss..!!
Setelah tubuhnya di baluti jutaan benang energi, Lan Yuheng pun langsung melesat dengan wajah penuh seringai lebar.
...
Kini yang tersisa hanya Bai Han, Bai Chu Ye dan Bai Da Xing saja.
“Kak, seperti biasa Ye'er akan melindungimu dari jauh, troboslah pusat kota dengan Da'er.” Ucap Bai Chu Ye melirik Bai Han.
Bai Han dan Bai Da Xing yang mendengar itu, terdiam sesaat, karena ini adalah rencana yang seperti biasanya. Tapi terlihat mereka berdua tidak bertanya kepada Bai Chu Ye, karena yakin Bai Chu Ye pasti akan memberikan mereka kejutan nantinya.
“Ayo Da'er,” ajak Bai Han langsung membalik badan dan langsung melesat memutari kota.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
***
Wung..!!
“Sambutlah sengatan kecil paman anak-anak,” teriak Lan Yuheng yang kini terlihat hendak mendarat di gerbang kota dengan kedua tangan di baluti petir.
Wuss..!!
Jderrr...!!
Bom bom bom..!!
Seketika ledakan beruntun terdengar di saat kedua tangan Lan Yuheng menyentuh tanah.
Terlihat beberapa bangunan langsung hancur setelah terkena serangan petir Lan Yuheng.
Bersamaan dengan itu, terlihat hampir ratusan penghuni kota berdatangan mengepung Lan Yuheng.
“Hehe,, kalian menunjukkan jati diri kalian rupanya,” ejek Lan Yuheng melihat para pedagang, pejalan kaki, pelayan, anak-anak dan penjaga kota yang kini mengelilinginya dengan senjata di arahkan ke Lan Yuheng.
“Hemm..!! Lalu apa masalahmu jika kami berpura-pura?” Tanya salah satu wanita dengan nada ejekan.
Wung..!!
Jlep..!! Bomm..!!
Tepat setelah wanita tersebut menyelesaikan ucapannya. Tubuhnya langsung hancur tanpa sisa setelah terkena anak panah.
“I..Ini,” ucap salah satu dari musuh Lan Yuheng terkejut luar biasa. Bukan hanya dia saja, semuanya pun ikut terkejut dan langsung waspada dengan mencoba mundur. Karena takut terkena anak panah yang datang entah dari mana.
Namun sebelum mereka semua bergerak. Lan Yuheng yang memanfaatkan kelengahan semua musuhnya, langsung memanfaatkan kesempatan yang ada dengan melesat ke arah musuhnya satu persatu.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
“Mati,” teriak Lan Yuheng langsung mengayunkan tinjunya.
__ADS_1