Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kelompok Duan Du sampai di Gurun dan Sosok Neraka Bayangan


__ADS_3

“Baiklah, aku ikuti rencanamu, tapi alangkah baiknya kita percepat yang ada di Benua Dinasty Kuno dulu, akan berbahaya jika kita terlalu lama di Sarang Naga dan Iblis,” ucap Sosok berjubah hitam terdengar serius.


...


Tap tap..!!


Tepat setelah sosok berjubah hitam selesai bicara, sosok berjubah kuning pun langsung muncul.


“Tugasku sudah selesai, kini tinggal menunggu apakah mereka akan termakan umpan atau tidak,” ucap sosok berjubah kuning.


“Bagus, tapi kali ini kita akan percepat rencana, jadi aku akan mengerahkan semua boneka ku juga, dalam 100 hari, kita harus meninggalkan Alam Celestil ini, mau dapat atau tidak target kita, kita harus pergi dari sini,” ucap sosok berjubah biru.


“Eeh,, kenapa?” Tanya sosok berjubah kuning penasaran.


“Hemm..!! Kau adalah pemimpin pertama Fraksi Menara Informasi, tapi kau tidak tahu jika Penatua Zhu Long dari Klan Naga Langit tadi sedang mengawasimu. Sungguh mengecewakan,” ucap sosok berjubah hitam.


“A..Apaaa.!!”


Seketika sosok berjubah kuning langsung berteriak lantang, tapi tak lama, ia langsung menjadi tenang setelah mendapat peringatan dari kedua rekannya.


“Akan lebih baik kau berpura-pura tidak menyadarinya, karena akan sangat berbahaya bagi kita, camkan itu,” ucap sosok berjubah hitam terdengar dingin.


“Huh,, baiklah, tapi akan ku balas ini ribuan kali lipat di masa depan, berani sekali dia mendatangi tempatku tanpa ku sadari,” ucap sosok bertopeng kuning terdengar dengan nada suara meledak-ledak menahan amarah.


...


Tap tap..!!


Sementara di Benua Dinasty Kuno, terlihat Duan Du dan Jing Lujie saat ini muncul di area gurun.


“Apa kau yakin jika Klan Ding ada di area Gurun ini?” Tanya Duan Du mencoba memastikan sambil melirik ke area sekitarnya, ia pun juga mengedarkan kesadarannya. Tapi kesadarannya langsung terhalangi oleh Hukum Langit dan Bumi.


“Benar, menurut perkiraanku, Klan Ding berada di pusat Gurun ini, dan banyak penduduk Gurun bilang jika mereka pernah melihat beberapa sosok berjubah Biru di arah utara. Jadi aku merasa tempat tersebut adalah pintu masuknya.” Ucap Jing Lujie.


“Hemm..!! Baiklah, ayo kita kesana,” ajak Duan Du ke arah utara.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Tidak sampai 10 menit, Duan Du dan Jing Lujie pun menghentikan langkah mereka.


Tap tap..!!


“Hukum di tempat ini sangat aneh,” ucap Duan Du.

__ADS_1


“Dapat di katakan Hukum ini adalah Hukum Matahari, atau Klan Ding menyebutnya Dewa Matahari, karena mereka menganggap Dewa Matahari sedang melindungi mereka dari orang yang kesini dengan niat jahat.” Ucap Jing Lujie menjelaskan.


“Hemm..!! Kau mengigau ya, mana ada seperti itu, yang kini aku rasakan adalah Hawa Panas di sini adalah mirip Hukum tertentu, dan karena Hawa Panas inilah yang menghalangi kesadaranku dari pertama kali menginjakkan kaki di gurun ini. Yang pasti ini Bukan Hukum Matahari, hanya itu pendapatku,” ucap Duan Du.


Prok prok..!!


“Setelah sekian lama, baru kali ini aku mendengar orang yang datang kesini langsung tahu jika ini bukanlah Hukum Matahari.” Ucap sosok pria sepuh dengan Jubah Merah.


Duan Du yang tidak menyadari seseorang mendekati mereka dari tadi pun langsung waspada saat mendengar suara pria sepuh yang tepat di samping kananya.


Bukan hanya Duan Du, Jing Lujie pun bahkan langsung mengeluarkan senjatanya.


“Siapakah senior ini?” Tanya Duan Du dengan nada sopan sambil membungkukkan sedikit punggungnya.


“Hoho,, selain cerdas, kau sangat sopan juga anak muda,” ucap sosok pria sepuh tersebut sambil tertawa kecil.


“Tentu saja aku sopan pak tua sialan, karena saat melihatmu, aku tidak mampu merasakan tingkat kekuatanmu, itu artinya kau mungkin setara dengan kakak, atau bahkan jauh lebih kuat,” dengus Duan Du.


Kini Duan Du langsung tersenyum hangat. “Tentu saja, kakak dan ibuku mengajariku untuk tetap merendah dan tahu sopan santun saat bertemu seseorang yang lebih tua dari kita.” Ucap Duan Du.


“Perkenalkan, saya Xiu Duan Du, dia adalah Tuan muda Jing Lujie, putra penguasa Dinasty Kuno sekaligus penguasa Istana Kedua.” Ucap Duan Du dengan nada sopan.


“Hem..!! Marga Xiu ya. Setahuku marga Xiu adalah klan Asura, dan tidak ada Ras lain yang berani memakai marga Xiu di seluruh Alam Celestial ini selain Klan Asura.” Ucap sosok pria sepuh tersebut langsung berubah menjadi dingin.


“Jadi siapa kau anak muda? Kau adalah manusia, bukanlah Iblis. Jadi jangan berani-berani membohongiku,” tanya sosok pria sepuh tersebut.


Bruk..!!


Duan Du dan Jing Lujie yang merasakan tekanan yang di keluarkan sosok pria sepuh di depannya langsung menelan ludah sambil berusaha menahan tekanan yang di sekeliling mereka.


Tapi terlihat Duan Du dan Jing Lujie tidak mampu berdiri dan langsung terjatuh berlutut.


“Sialan,” umpat Duan Du dalam hati.


Dret..!!


Blush..


“Aku sebenarnya tidak ingin mengeluarkan kekuatanku yang sesungguhnya, tapi apa boleh buat,” ucap Duan Du yang kini memunculkan sosok bayangan raksasa di atas kepalanya.


Saat pria sepuh tersebut melihat bayangan hitam yang mirip Raja Bayangan Neraka dari dunia bawah langsung menarik auranya.


Mata pria sepuh tersebut terlibat melebar saat ini.


“I..Itu,” ucap pria sepuh tersebut langsung terdiam.


“Ka..Kau, siapa kau sebenarnya?” Tanya pria sepuh tersebut dengan nada terbata-bata ke arah Duan Du.

__ADS_1


Duan Du yang awalnya ingin menyerang pria sepuh di depannya langsung teringat jika tujuannya datang kesini untuk membuat aliansi, ia pun langsung mengurungkan niatnya dan langsung menarik Bayangannya.


“Kau bertanya siapa aku, bukankah sudah ku beritahu namaku adalah Xiu Duan Du,” dengus Duan Du.


“Yang balik bertanya sebenarnya aku, siapa kau sebenarnya?” Tanya Duan Du dengan memasang wajah kesal.


Pria sepuh tersebut langsung terdiam.


Dret..!!


Karena rasa penasarannya, ia pun langsung muncul di depan Duan Du.


Duan Du yang sudah waspada dari awal, langsung mundur dengan cepat.


Tapi tetap saja ia terkejar, lantaran tingkat kultivasinya jauh di bawah sosok pria sepuh di depannya.


Tap..!!


“Aku tidak bermaksud buruk anak muda, aku hanya ingin memastikan, jadi bekerjasamalah,” ucap pria sepuh tersebut langsung memegang pundak Duan Du.


Dret..!!


Urgh..!!


Duan Du seketika mengerang kesakitan dan ia terlihat mencoba menahan rasa sakit akibat tekanan Hukum Jiwa yang sesepuh tua ini berikan.


Blush..!!


Goar..!!


Tak lama, sosok Bayangan Hitam muncul di atas kepala Duan Du, dan terlihat sosok Bayangan Hitam yang muncul terasa jauh lebih nyata dari sebelumnya.


“Berani sekali kau menganggu Kaisar Neraka Bayangan,” raung sosok Bayangan hitam tersebut langsung menatap tajam Sesepuh tua tersebut.


“I..Ini, maafkan hamba yang rendahan ini Yang Mulai Raja Neraka Bayangan, saya adalah bawahan anda, Zuu San,” ucap Zuu San langsung berlutut di depan sosok bayangan Raja Neraka Bayangan.


Huh huh..!!


Sementara Duan Du yang kembali normal, namun terdengar nafasnya tersengal-sengal kini membelalakkan matanya, karena ia baru tahu nama sosok Bayangan yang ada di dalam tubuhnya adalah Raja Neraka Bayangan.


Bukan hanya itu yang membuat Duan Du terkejut, melainkan dirinya di sebut Kaisar, artinya ia adalah Kaisar Neraka Bayangan di masa lalu, itulah dugaan Duan Du saat ini.


Pandangan Duan Du pun melirik ke arah Bayangan Hitamnya.


“Bukankah kau dulunya adalah Hukum Bayangan yang aku pelajari dari kakak. Tapi saat mendengar kau bisa bicara selama ini, kenapa kau tidak memberitahuku dari awal.” Ucap Duan Du.


“Jadi siapa kau sebenarnya? Tidak mungkin kau hanyalah Hukum Bayangan saja.” Tanya Duan Du dengan tatapan dingin serta terdengar serius.

__ADS_1


__ADS_2