
“Lihatlah keturunan dari Guruku yang jauh lebih cerdas dari pada kau,” sambung Jie Long menunjuk Duan Du. Namun dengan cepat Jie Long menarik tangannya karena telah melakukan kesalahan.
“Eh eh,, dimana? Yang mana orangnya?” Tanya Long Qiu seketika memasang wajah penuh semangat.
Long Qiu tidak tahu jika ada keturunan dari sosok yang selalu membuatnya kesal di setiap mereka bersama.
Dan ia tidak tahu karena Jie Long sengaja menyembunyikan keberadaan Duan Du.
Akan sangat berbahaya jika Long Qiu tahu ada keturunan dari Gurunya di sini. Bahayanya bukan karena dendam atau Long Qiu ingin menyiksa Duan Du.
Tapi bahayanya adalah saat Duan Du di bawa paksa ke tempat-tempat dimana dulunya Long Qiu dan gurunya sering membuat kekacauan.
“Woee bocah, cepat beritahu aku yang mana keturunan dari Jendral Neraka Pertama?” Tanya Long Qiu kini langsung mengguncang-guncang pundak Jie Long.
Mendengar nama julukan Gurunya di panggil, Jie Long sadar jika Long Qiu atau yang biasa di panggil Jendral Kehancuran Kedua kini sedang semangat-semangatnya.
Glek..!!
“Uuh,, jika nama keturunan dari Guru di dengar setelah mengacau, aku yakin semua musuh Guru di masa lalu pasti akan mengincar keturunannya,” gumam Jie Long kini terlihat berpikir, apakah ia akan memberitahu Long Qiu atau tidak.
Jika ia tidak memberitahu Long Qiu, ia yakin dirinya akan di jadikan bahan pukulan olehnya dan Long Qiu pastinya tidak akan berhenti memukulnya, hingga dirinya memberi Long Qiu yang mana keturunan Gurunya.
“Apa kau mendengar ucapan ku atau tidak sih? Jangan buat kesabaranku habis bocah,” ucap Long Qiu terdengar mulai bosan, lantaran Jie Long terlalu lama.
Glek..!!
Jie Long pun langsung memandang ke arah Duan Du dengan terpaksa.
Pandangan Long Qiu pun ikut melirik ke arah mana Jie Long memandang, namun.
Terlihat pandangan Long Qiu salah orang, kini ia melihat ke arah Meng Chen, yang bertepatan berdiri di depan Duan Du.
“Hahaha,, jadi dia keturunan si sialan itu,” teriak Long Qiu langsung mengubah eksprsinya dengan penuh wajah bahagia.
Melihat pandangan Long Qiu, dengan cepat Jie Long mengangguk. “Hem hem,, dia luar biasa bukan,” ucap Jie Long terlihat puas akan kebodohan Jendral Kehancuran Kedua.
“Huuf,, beruntung ia masih idiot seperti dulu, aku tadi mengira ia sudah berubah akibat menjadi sedikit cerdas dan licik,” gumam Jie Long langsung menghela nafas panjang.
...
Di tempat Duan Du dan anggota keluarganya berada. Terlihat Duan Du langsung menghentikan langkahnya.
“Kenapa aku tiba-tiba merinding?” Gumam Duan Du yang terlihat memegang tengkuk lehernya.
Tap tap..!!
“Ada apa bocah? Kenapa wajahmu itu terlihat sangat tegang?” Tanya Du Jian kini menghampiri Duan Du.
“Hemm..!! Tidak ada paman, mungkin hanya perasaanku saja jika ada orang yang sedang mengawasi kita, dan aku merasa orang yang mengawasi kita sangatlah mengerikan. Tapi,” Duan Du menghentikan ucapannya sambil menggelengkan kepalanya jika itu tidak mungkin pamannya.
__ADS_1
“Tapi apa?” Tanya Chen Long dan Bai Hu terlihat sangat penasaran.
“Tidak ada, tadi aku hanya salah merasakan saja, dan juga aku tadi sempat mengira itu Paman Tu, namun aku yakin itu tidaklah mungkin ia sekuat itu,” jawab Duan Du sambil melihat area sekelilingnya.
“Apa kau yakin jika ada orang yang sedang mengawasi kita?” Tanya Meng Chen dan Bai Ha.
“Hemm..!! Tapi aku merasa ia tidak memiliki niat yang buruk, ia hanya mengawasi pergerakan kita saja dari beberapa hari yang lalu,” jawab Duan Du dengan santai dan Duan Du berpikir jika orang yang mengawasinya adalah utusan dari kakaknya.
Mendengar itu, pandangan semua anggota keluarga Duan Du pun melirik ke segala arah dan mencoba mencari siapa orang yang sedang mengawasi mereka.
Wung..!!
Dret..!! Jlep...!!
Namun tepat saat semua anggota keluarga Duan Du mengarah ke segala arah, dalam seperkian detik sebuah pusaran muncul di samping Meng Chen berdiri, lalu pusaran lenyap bersama dengan Meng Chen.
Duan Du, Chen Long, Du Jian, Bai Ha dan Bai Hu langsung membeku di tempat.
“I..Ini.. Ti..Tidaakkk.” Seketika terdengar raungan dari Du Jian setelah tersadar Meng Chen hilang.
Wuss..!!
Dret..!!
Bruk..!!
“Tu..Tunggu dulu paman, tenangkan dirimu,” teriak Duan Du, berusaha menyadari Du Jian.
“Tenang, hahaha,, kau bilang tenang bocah sialan, dia adalah-”
Wung..!!
Bam..!! Bruk..!!
Dengan cepat Duan Du memukul pundak pamannya hingga pingsan, lantaran sadar tidak akan ada gunanya ia menjelaskan jika Du Jian dalam keadaan emosi.
“Huuf,, aura dari pusaran tadi, sangat mirip dengan aura paman Tu,” gumam Duan Du.
Gumaman Duan Du pun dapat di dengar oleh yang lain, hingga membuat mereka sedikit terkejut.
“Apa mungkin itu dia?” Tanya Chen Long yang sedikit mengenal Tu Long.
“Bukan, jika kita ingin tahu pastinya, maka satu-satunya yang bisa menjawab adalah kakak,” ucap Duan Du langsung menggelengkan kepalanya dan kini berniat mencari Xiu Bai.
“Ayo,” ajak Duan Du yang langsung memasang wajah serius.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
__ADS_1
Dengan cepat Duan Du dan yang lainnya langsung melesat mengikuti kemana Duan Du melesat.
***
Wung..!!
Bruk..!!
“Hahaha,, bocah nakal, ayo ikuti Leluhurmu yang luar biasa kuat dan tampan ini ke Wilayah Mo,” ucap Long Qiu terdengar tertawa bahagia sambil melirik Meng Chen.
Meng Chen yang terjatuh, kini berusaha bangkit, tapi terlihat ia sedikit bersusah payah, lantaran aura yang bocor dari Long Qiu sangatlah mengerikan dan menekan.
Tap tap..!!
“Si..Siapa anda senior?” Tanya Meng Chen dengan nada sopan, tepat setelah ia berhasil berdiri di depan Long Qiu.
Mendengar nada sopan Meng Chen, wajah Long Qiu seketika terangkat ke atas, karena bangga.
“Haha,, aku adalah orang yang paling di takuti di seluruh Wilayah ini, orang-orang memanggilku Jendral Kehancuran Kedua.” Ucap Long Qiu dengan nada bangga.
“Jadi, kau harus bangga bertemu denganku bocah, dan kau juga harus patuh. Hahahaha, ayo banggakanlah aku bocah, ayo ayo,” sambung Long Qiu tertawa lebar.
Bukannya merasa bangga, Meng Chen yang awalnya menduga sosok di depannya ini sangat berwibawa, kini memasang wajah kecut dan sedikit jijik.
“Urgh,, orang gila dari mana ini?” Gumam Meng Chen dalam hati.
Wung..!!
Bam..!!
Arghh..!!
”Dasar bocah durhaka, siapa yang kau kira orang gila hah,” dengus Long Qiu yang langsung menjentikkan jarinya ke kening Meng Chen.
Saking kuatnya jentikan jari Long Qiu, Meng Chen yang terlempar cukup jauh, kini terlihat hampir pingsan.
“Si..Sialan, kenapa aku merasa ia sangat membenciku, dan tingkahnya terlihat seperti bocah sialan itu,” gumam Meng Chen mengingat Tu Long.
“Huhu,, apakah ini yang namanya Karma?” Gumam Meng Chen seketika meratapi nasibnya.
Tap tap..!!
Long Qiu yang muncul di depan Meng Chen, langsung memegang pergelangan kaki Meng Chen lalu menyeretnya pergi.
“Jangan berharap bisa menipuku bocah, ayo kita pergi bersenang-senang ke Wilayah Mo,” ajak Long Qiu langsung melesat.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
__ADS_1