Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Membagi Menjadi 3 Kelompok dan Wajah Jelek Leluhur Agung Li Yun


__ADS_3

“A...Apakah yang kau katakan ini benar saudara Zhang? Jangan mengada-ada,” teriak Patriak Li Tang Du tidak percaya dan tidak akan pernah percaya sebelum melihat keberannya secara langsung.


Ssstt..!!


“Kecilkan suaramu saudara Tang, dan tenangkan dirimu, jika kau sudah tenang, baru kita lanjutkan pembicaraan ini.” Ucap Li Zhang langsung membuat Patriak Li Tang Du tersadar.


Patriak Li yang tanpa sadar berteriak langsung terdiam selama beberapa saat, tak lama ia pun mengangkat kepalanya. “Apakah ada buktinya jika kau memang benar datang bersama Legenda Dua Iblis Angin?” Tanya Patriak Li Tang Du terlihat sudah mulai tenang.


“Hemm..!! Apa yang di ucapkan oleh Tuan muda ternyata benar jika Patriak Li pasti akan meminta bukti,” gumam Li Zhang terlihat tenang layaknya seorang Tuan Besar.


Pandangannya kini mengarah ke Patriak Li. “Aku akan memberikanmu gambaran Tuan Jian dan Tuan Chen saja,” ucap Li Zhang langsung menjulurkan jari telunjuknya.


Blush..!!


Sebuah sinar putih langsung melesat ke kening Patriak Li.


Patriak Li yang menerima gambaran Dua Legenda Iblis Angin seketika membeku.


Glek..!!


Terdengar jelas saat ini Patriak Li menelan ludahnya lantaran gambaran yang Li Zhang kirim adalah gambaran Du Jian dan Meng Chen sedang bertarung dengan tubuh asli mereka yang khususnya di panggil Iblis Asura.


Huh huh huh..!!


Setelah menarik nafas secara perlahan. Patriak Li mencoba menenangkan diri dengan menepuk pipinya berkali-kali.


“Tenanglah Li Tang Du, tenang,” gumam Patriak Li mencoba untuk menahan getaran tubuhnya saat ini.


...


“Kau sudah merasa baikan saudara Tang? Jika sudah, langsung saja akan ku jelaskan apa yang telah di perintahkan oleh Tuan muda,” ucap Li Zhang yang tidak ingin memberikan identitas siapa Xiu Bai sesungguhnya.


“Pertama, kita akan langsung menyerang Leluhur Agung Li Yun dan perintahkan beberapa tetua maupun leluhur untuk membagi kelompok menjadi tiga.” Ucap Li Zhang langsung memberikan rencana yang telah Xiu Bai katakan, kini di ulangi oleh Li Zhang.


Li Zhang memberitahu jika yang terkuat kelompok pertama akan pergi menyerang Leluhur Agung Li Yun, dan kelompok kedua akan menyerang anggota Kekaisaran yang menyamar menjadi anggota klan Li dan terahir kelompok ketiga bertugas untuk menutupi semua informasi pertarungan yang bocor ke orang luar.

__ADS_1


Tentunya jika Informasi klan Li bertarung satu sama lain bocor, maka pasti akan ada beberapa orang yang akan memanfaatkan situasi tersebut untuk membuat kekacauan. Dan yang paling Li Zhang khawatirkan adalah Klan Wei. Karena itu adalah kesempatan bagi mereka saat klan Li melemah.


Mendengar semua rencana Li Zhang. Patriak Li seketika kagum dengan orang yang telah menyusun strategi tersebut.


Tapi tak lama ia sedikit khawatir. “Tapi apakah kita mampu melawan Leluhur Agung Li Yun tanpa bantuan Dua Legenda Iblis Angin?” Tanya Patriak Li melirik Li Zhang yang tengah tersenyum tipis.


“Tenang saja, jika kelompok kita ada dalam keadaan bahaya, maka mereka akan keluar membantu. Terlebih Tuan muda bilang jika harus kita yang membunuh Leluhur Agung Li Yun, karena ini adalah masalah kita dari awal, aku merasa Tuan muda ingin melihat kita apakah kita itu naif atau tidak sehingga ia menyerahkan tugas ini kepada kita.” Jawab Li Zhang.


“Oh ya satu lagi, untuk ke 12 Pengkhianat, kau tidak perlu mengkhawatirkannya, karena itu sudah di urus. Jadi fokus kita hanya ke Leluhur Agung Li Yun.” Sambung Li Zhang.


Mendengar itu, wajah Patriak Li sedikit menjadi percaya diri.


Tap tap..!!


Patriak Li langsung bangkit dan melangkah ke salah satu lemari bersusun yang berisi tempat ia menyimpan senjatanya.


Sebuah tombak sepanjang 3 meter langsung Patriak Li ambil.


Wuss wuss..!!


Setelah mencoba mengayunkannya berkali-kali, Patriak Li langsung tersenyum tipis.


Tap tap..!!


Langkah Patriak Li terhenti. “Jadi apa yang kau tunggu di situ saudara Zhang?” Tanya Patriak Li lalu kembali menambahkan. “Ayo kita pergi, jangan menunda terlalu lama.”


Li Zhang pun tersenyum tipis, ia pun bangkit lalu ikut melangkah keluar.


Cklek..!!


Saat Patriak Li membuka pintu, semua anggota klan Li yang setia terhadap klan kini sudah berdiri menunggu.


“Aku tak menduga jika kau sudah bersiap-siap dalam waktu yang lama Patriak Li,” ucap Li Zhang yang awalnya ingin bertanya kapan Patriak Li menyuruh yang lain bersiap-siap.


“Tentu saja aku sudah menyiapkan ini semenjak kedatanganmu Leluhur Zhang, karena aku yakin kau datang tanpa tangan kosong,” ucap Patriak Li tersenyum.

__ADS_1


Tak lama, pandangan Patriak Li mengarah ke para Leluhur dan Tetua klan. Patriak Li pun langsung menjelaskan rencana apa yang Li Zhang ucapkan sebelumnya dan membagi kelompok menjadi tiga.


“Jika kalian sudah siap?” Tanya Patriak Li.


“Tentu saja kami telah siap dari dulu, kami sudah tidak tahan ingin mengusir penjajah yang berpura-pura menjadi anggota klan Li kita.” Teriak Leluhur Li Dang.


“Benar, bunuh mereka semua yang telah mengusik klan kita, selama ini aku selalu diam saat mereka memukul dan mencoba menghasut para generasi muda kita ke jalan yang salah. Kini aku sudah tidak bisa tinggal diam.” Teriak Tetua pertama klan Li dengan wajah penuh dendam.


Satu persatu para Leluhur dan Tetua meluapkan emosi mereka.


Patriak Li dan Li Zhang pun saling melirik. “Jadi apa yang kalian tunggu, ayo kita bergerak.” Teriak Patriak Li penuh semangat.


Dret..!!


Wuss wuss...!!


Mereka semua pun langsung menyebar ke tiga arah berbeda. Walau mereka sebisa mungkin untuk melakukan pertarungan diam-diam agar anggota klan Li tidak mendengarnya atau terganggu, tetap saja mereka pasti akan tersadar. Walau begitu, tentunya mereka tidak akan ikut campur lantaran sadar akan menjadi beban dan memilih tinggal di dalam rumah.


***


Sementara di salah satu bukit yang jauh dari kediaman para anggota klan Li, ada sebuab kediaman yang sama besarnya dengan kediaman Patriak Li.


“Hemm..!! Udaranya mulai berubah menjadi semakin panas, apakah akan terjadi hujan?” Gumam sosok pria dengan tubuh kekar dan wajah yang terlihat seperti berusia 45 tahunan.


Saat pandangan pria bertubuh kekar atau biasa di panggil Leluhur Agung Li Yun mengarah ke atas langit, ia melihat langit malam tetap sama seperti biasanya.


Tap tap..!!


Tak lama dua sosok Assasint muncul di belakang Leluhur Agung Li Yun.


“Ceritakan apa yang kau dapat,” ucap Leluhur Agung Li Yun.


“Benar adanya jika Komandan Wang Daexin sudah tidak ada di tempatnya, tidak ada kejanggalan juga yang ada di sana, semuanya bersih.” Ucap salah satu dari Assasint tersebut.


“Ada kemungkinan Komandan Wang Daexin pergi meninggalkan Pos-nya, karena ada jejak menuju Klan Wei, selain itu kami tidak menemukan jejak apapun lagi,” sambung Assasint tersebut.

__ADS_1


Dahi Leluhur Agung Li Yun seketika berkerut saat mendengar itu. “Tidak mungkin ia berani meninggalkan pos-nya, aku cukup mengenalnya. Pasti ada yang tidak beres terjadi,” gumam Leluhur Agung Li Yun.


Tepat setelah ia selesai bicara, wajah Leluhur Agung Li Yun langsung jelek saat merasakan aura yang sangat kuat menuju ke arahnya, bukan hanya satu, melainkan ada 10.


__ADS_2