
Beberapa penguasa kota yang ikut melihat itu dari berbagai tempat pun ikut memberikan perintah kepada pasukan mereka.
Dret..!!
Slash..!!
Bom bom bom bom..!!
Namun usaha semua monster sia-sia saja, karena panah milik Xiu Bai sama sekali tidak bisa di hentikan dan terus melesat dengan kecepatan biasa.
“Sialan, jika kita tidak bisa menggores maupun menghentikannya, lalu apa yang akan terjadi dengan tempat tinggal kita,” umpat salah satu penguasa kota.
“Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah pergi dari tempat ini Penguasa. Lihatlah, saat ini kita di untungkan dengan pergerakan anak panah ini, jadi aku yakin kita mampu selamat,” ucap tangan kanan salah satu Penguasa.
Mendengar itu, Penguasa tersebut pun tersadar, hingga mengeluarkan seringai lebar.
“Aku sangat beruntung mempunyai bawahan yang jeli dan tanggap seperti dirimu, jika begitu ayo kita tinggalkan saja mereka dan pergi dari sini.” Ajak Penguasa kota tersebut.
“Membawa mereka akan menjadi beban bagi kita,” sambungnya sambil melirik para bawahannya yang menatap dirinya seolah menunggu perintah.
“Kalian semua tunggu di sini, aku akan mengambil senjata rahasia kita terlebih dahulu,” ucap Penguasa kota langsung melesat bersama tangan kanannya, tanpa menunggu reaksi maupun tanggapan dari para bawahannya.
Dret..!! Wuss wuss..!!
...
Sama halnya dengan para penguasa kota, mereka juga terlihat pergi dengan beberapa bawahan terkuatnya.
Mereka sama sekali tidak sadar jika anak panah milik Xiu Bai telah membuat kurungan tanpa mereka ketahui sama sekali.
Hingga 10 menit berlalu.
Bam bam bam..!!
Semua penguasa kota yang mencoba melewati wilayah Tiansen, langsung di pukul mundur oleh sesuatu yang mereka tidak tahu.
“I..Ini, apa yang terjadi,” teriak salah satu penguasa kota melihat ke arah depan.
Ia sama sekali tidak merasakan adanya perisai di depannya, tapi mengapa ia tidak bisa melewatinya.
Karena penasaran, ia pun melirik tangan kanannya.
“Kau coba lewati tempat ini,” perintah penguasa kota tersebut.
Bawahannya yang mendengar itu seketika menjadi ragu.
“Kenapa kau malah diam, ayo cepat lewati tempat ini,” teriak penguasa kota tersebut mulai mengeluarkan auranya di sertai tak bisa membendung amarahnya.
Bawahannya langsung ketakutan dan sontak melesat.
Wuss..!!
Bam..!!
Tanpa di ketahui, bawahan penguasa kota tersebut langsung terpental mundur.
“I..Ini,” ucap penguasa kota tersebut masih tidak bisa melihat adanya yang salah.
“Lagi, ulangi lagi,” teriak penguasa kota melirik bawahannya.
Lagi-lagi bawahannya terus melesat dan terus terpental ke belakang.
__ADS_1
...
Bam bam..!!
Bukan hanya ia saja, melainkan para bawahan penguasa kota di tempat yang berbeda, namun masih satu wilayah.
Mereka kini mulai kepanikan saat tidak bisa melewati tempat tersebut.
Dan satu hal yang mereka sadari, semakin dekat anak panah milik Xiu Bai, maka semakin kuat serta semakin mengecil kurungan yang anak panah buat.
...
Kini terlihat semua penguasa kota mulai ketakutan dan frustasi.
Hingga anak panah milik Xiu Bai mulai menyentuh tanah.
Dret..!!
Bam..!!
Blush..!!
Dalam sekejap lonjatan energi pun merebes keluar ke segala arah dari dalam tanah.
Hoek..!!
“I..Ini, racun,” teriak salah satu monster yang cukup ahli dalam hal racun.
Ia yang menghirup udara serta energi aneh yang keluar dari hempasan dan benturan anak panah milik Xiu Bai, mulai mengeluarkan darah dari mulut mereka.
Sehingga kepanikan mulai terjadi di seluruh Wilayah Tiansen.
***
“Dua,” gumam Xiu Bai menghitung wilayah yang ia hancurkan dan buat mengalami kematian perlahan.
Dret..!!
Tanpa basa basi, Xiu Bai kembali melesat dari tempatnya berdiri, lalu muncul di depan beberapa wilayah.
“Kita mulai dari sana,” gumam Xiu Bai langsung menggerakkan tangannya.
Blush..!!
...
1 hari telah berlalu.
Dan dalam 1 hari, Xiu Bai sudah menghancurkan 12 wilayah, serta membuat 20 wilayah dalam kematian secara perlahan.
Xiu Bai yang terlihat berdiri sambil memegang kendi berisi arak, langsung bergumam.
“Kita tunggu bagaimana kau bereaksi Dewa Iblis Neraka,” gumam Xiu Bai dalam hati.
***
Sementara di tempat Dewa Iblis Neraka.
Ia yang saat ini terlihat frustasi serta tidak dapat menahan amarahnya, karena kematian Qiu Di, dan harus menunggu dalam waktu yang tidak di ketahui untuk bangkitnya Qiu Di. Kini kembali mendengar jika adanya pergerakan dari Xiu Bai.
“Sialan, ia masih lebih cerdas dari yang aku bayangkan,” teriak Dewa Iblis Neraka.
__ADS_1
Pandangannya pun mengarah ke seluruh bawahannya.
“Kalian, suruh semua bawahanku yang menyebar untuk jangan keluar, aku yakin jika Iblis Asura sengaja memancing mereka muncul, dengan begitu ia mudah membunuh mereka, serta mencari informasi dimana aku berada saat ini,” ucap Dewa Iblis Neraka dengan nada dingin.
Tap tap..!!
10 bawahan Dewa Iblis Neraka langsung maju lalu berlutut di depan Dewa Iblis Neraka, setelah itu mereka langsung menghilang dari tempatnya.
“Semoga saja mereka berhasil menyebar informasi, lalu bersembunyi,” gumam Dewa Iblis Neraka setelah melihat kepergian ke 10 bawahannya, karena ke 10 bawahannya memiliki kekuatan yang setara dengan Wang Si dan sudah menggunakan berbagai cara dan usaha untuk meningkatkan kekuatan mereka untuk bisa sekuat itu.
***
Di kediaman Mo Meilin.
Duan Diyu, Long Qiu dan Dewi Iblis Kegelapan yang sudah sampai.
Kini terlihat duduk dalam bentuk lingkaran.
Namun saat ini semuanya terlihat tegang semenjak adanya Dewi Iblis Kegelapan.
Tatapan Fei Sia Ying sangat dingin terhadap suaminya serta Dewi Iblis Kegelapan.
Begitupun dengan Mo Meilin.
“Sialan, kenapa malah begini,” umpat Duan Diyu dan Long Qiu serempak.
Mereka yang saling memandang satu sama lain, hanya bisa diam sembari menelan ludah.
Berbeda dengan Dewi Iblis Kegelapan yang terlihat santai, sembari menikmati kue kering yang ada di depan mejanya.
“Hemm..!! Ini enak loh,” ucap Dewi Iblis Kegelapan membuka suara terlebih dahulu.
“Diam kau,” ucap Mo Meilin dan Fei Sia Ying serempak.
Dewi Iblis Kegelapan pun langsung terdiam dan kembali menikmati hidangan yang ada di depannya.
Melihat Dewi Iblis Kegelapan diam, pandangan kedua wanita yang sedang terbawa amarah, melirik suami mereka.
“Jelaskan kenapa kau membawanya?” Tanya Mo Meilin menunjuk ke arah Dewi Iblis Kegelapan.
“Eeh,, itu, aku tidak tahu harus menjawab dari mana,” jawab Long Qiu langsung menggaruk kepala, sambil melirik ke arah Duan Diyu.
“Hem..!! Dia ingin mengajak Tuan bersekutu, dan ingin bertemu Tuan. Tapi kami tidak tahu jika Tuan tidak ada di sini.” Sambung Duan Diyu menjelaskan.
“Jadi begitu, kau ikut aku,” ajak Fei Sia Ying langsung bangkit dan menarik daun telinga suaminya.
“Aduh duh, Ying'er, ayolah apa salah Gegemu ini,” ucap Duan Diyu yang langsung cemberut.
“Huh,, kau akan menjawabnya sendiri setelah Ying'er hukum,” dengus Fei Sia Ying.
...
Wung..!!
Bomm..!!
Berbeda dengan Duan Diyu yang istrinya masih lembut menyeretnya.
Untuk Long Qiu, ia terlihat mengenaskan saat ini.
“Sayang, apa salah suamimu in-” Long Qiu langsung terdiam saat tubuhnya di lilit dan di layangkan di udara.
__ADS_1
Wajah Long Qiu yang babak belur, terlihat sangat lucu saat ini. Tapi tidak ada yang menertawai wajah Long Qiu.
“Sudah ku bilang jangan dekat-dekat dengan wanita sialan ini, kau masih saja mendekatinya,” dengus Mo Meilin melototi suaminya.