
“Hais kau ini, cepatlah kembali, kakak mu kini sedang bersama keponakanmu.” Ucap Xiu Bai langsung bangkit dan hendak pergi mencari semua bawahan Dewa Iblis Penghancur satu persatu.
...
Fei Weixian yang mendengar ucapan Xiu Bai langsung memasang wajah bahagia.
“Apa yang kakak katakan benar?” Tanya Fei Weixian langsung mendekati x
Xiu Bai.
“Hemm..!! Nama keponakanmu adalah Duan Du, kunjungilah dia sebelum ia pergi mencari anggota keluarganya yang bersamanya datang ke sini.” Jawab Xiu Bai dengan nada santai.
Jlep..!!
Tepat setelah Xiu Bai menjawab, Xiu Bai pun langsung lenyap.
Fei Weixian yang melihat kakaknya sudah pergi, kini terlihat melangkahkan kakinya ke ruangan pribadi pria paruh baya yang kakaknya bunuh tadi.
Tap tap..!!
“Hehe,, Tunggu Du'er, paman akan membawakanmu oleh-oleh,” ucap Fei Weixian tertawa bahagia.
Terlihat mata Fei Weixian sangat cerah saat menatap gerbang yang ada di depannya, karena apa yang ada di balik gerbang ini adalah semua harta yang pria paruh baya simpan selama hidupnya.
***
Tap tap..!!
“Ibu, apa ibu tidak kasihan kepada ayah dan semua paman?” Tanya Duan Du kini melirik ibunya yang sedang berdiri sambil berdecak pinggang.
Fei Sia Ying yang mendengar suara putranya, langsung menengok ke belakang.
“Mereka semua adalah parasit Du'er, mereka ini selalu membuat kakak pusing lantaran kelakuan yang mereka buat. Jadi ibu membantu kakak menghukum mereka, termasuk ayahmu yang paling biangnya parasit,” jawab Fei Sia Ying dengan nada lembut.
“Oh ya, mulai sekarang, kau tidak boleh memanggil kakak dengan sebutan kakak juga, itu tidak sopan, jadi panggil saja kakak dengan sebutan paman, oke,” sambung Fei Sia Ying tersenyum hangat ke arah putranya.
Duan Du yang mendengar itu, langsung mengangguk patuh.
“Hemm..!! Du'er juga baru tahu jika kakak Bai adalah kakaknya Ibu juga, jadi Du'er akan panggil kakak Bai paman mulai sekarang.” Ucap Duan Du mengangguk.
Fei Sia Ying langsung mengangguk puas akan putranya yang sangat penurut.
__ADS_1
Pandangan Fei Sia Ying pun kembali mengarah ke suaminya dan para bawahan Xiu Bai yang kini tengah di gantung tepat di atas bara api.
“Kalian lihat itu, Du'er saja sangat penurut dan tahu tata krama untuk menghormati yang lebih tua, sementara kalian apa? Menyusahkan dan membuat repot saja.” Dengus Fei Sia Ying.
...
Duan Diyu, Long Ye, Jen Lang, Feng Ren dan terahir Wang Si, kini hanya bisa memasang wajah jelek.
“Sialan, ini karena salahmu, jika saja kau tidak mengajak kami kesini, maka kami tidak akan terkena imbasnya,” dengus Jendral Kematian Ketiga Wang Si.
“Benar, bisa-bisanya kau mengajak kami ke lubang Neraka,” sambung Jen Lang.
“Yang lebih parah, rencana kita jadi tertunda gara-gara kau sialan,” balas Feng Ren.
Wajah Duan Diyu semakin cemberut saat di salahkan. Ia sangat ingin membalas, tapi ia takut dengan istrinya. Jika ia membalas semua cercaan yang ia terima, maka istrinya dapat mendengarnya dan itu akan menjadi petaka baginya.
...
Sementara Fei Sia Ying yang kembali mendengar kegaduhan dari para bawahan kakaknya, langsung memasang wajah kesal.
“Apakah kalian bisa sekali saja untuk diam hah, kalian ini sudah tua, tapi kelakuan kalian masih saja sama seperti anak kecil.” Teriak Fei Sia Ying.
“Lihatlah Du'er, dia adalah contoh yang baik, walau masih muda, tapi sikapnya jauh lebih dewasa dari kalian.” Dengus Fei Sia Ying.
“Hehe,, jika paman Tu ada di sini, aku yakin ia pasti akan berteriak tidak jelas, hanya untuk membantah ucapan Ibu,” gumam Duan Du dalam hati.
“Untung saja ia tidak ada di sini, jika ia ada di sini, bisa-bisa aku akan ikut tergantung di sana,” sambung Duan Du yang kini terlihat sedikit merinding akan panasnya api energi milik ibunya.
...
Wung..!!
Tap tap..!!
“Si..Sial, baru saja aku berharap ia tidak kesini, malah ia datang kesini,” umpat Duan Du saat melihat Tu Long datang bersama Bo Wuhan dan seorang wanita cantik dengan dua tanduk di kepalanya.
Wanita cantik dengan dua tanduk yang tak lain Mo Meilin, kini tersenyum hangat di saat ia muncul.
“Bagaimana kabarmu saudari Ying?” Tanya Mo Meilin langsung mendekati Fei Sia Ying.
“Aku baik-baik saja Jie Jie, apa yang membuat Jie Jie kesini, terlebih wajah Jie Jie terlihat sangat bahagia?” Tanya Fei Sia Ying.
__ADS_1
“Biasanya saat Jie Jie datang kesini, Jie Jie selalu memasang wajah galak,” sambung Fei Sia Ying.
Pandangan Fei Sia Ying pun mengarah ke dua sosok pemuda di belakang Mo Meilin.
“Hemm..!! Aku kesini tidak mencari Naga idiot itu saudara Ying, aku kesini untuk mengundangmu, karena putraku akan menikah besok. Jadi datanglah besok, jangan sampai tidak datang,” ucap Mo Meilin dengan nada sangat bahagia.
Srett..!!
“Ini dia putraku yang sangat tampan dan memiliki jiwa pekerti, ia jauh lebih dewasa dari ayahnya yang idiot dan bodoh itu.” Sambung Mo Meilin yang dengan bangga mengenalkan putranya kepada Fei Sia Ying.
Tu Long yang di seret lengannya oleh ibunya, langsung membungkukkan badannya.
“Salam bibi, aku Tu Long, putra Long Qiu dan Mo Meilin. Sekaligus sahabat dari Du'er,” ucap Tu Long dengan nada berwibawa.
Mendengar jika Tu Long mengenal putranya, pandangan Fei Sia Ying pun mengarah ke arah putranya.
Duan Du pun langsung mengangguk.
“Aku tak menduga jika si idiot ini pandai berakting juga,” gumam Duan Du dalam hati.
Tap tap..!!
“Benar Bu, Tu Long adalah sahabat baik Du'er saat bersama paman Bai melakukan perjalanan menuju kesini.” Jawab Duan Du.
“Woah, aku tak menduga jika kalian saling mengenal dan terlihat sangat akrab, malah kalian terlihat sangat akur. Tidak seperti suami kami, mereka selalu membuat geram akan kelakuan mereka,” ucap Mo Meilin langsung menepuk pundak Duan Du.
Duan Du dan Tu Long pun langsung tersenyum di luar, tapi di dalam, jika Ibu mereka tidak di sini, mungkin mereka sudah saling cerca satu sama lain.
...
Di tempat Bo Wuhan, ia yang mendengar ucapan para wanita yang menyanjung putra mereka, kini hanya bisa memasang wajah bingung sambil menggaruk kepalanya.
“Dewasa apanya, kalian semua di tipu oleh mereka berdua, karena mereka berdua ini yang paling membuat Tuan besar pusing, lantaran kelakuan mereka.” Teriak Bo Wuhan yang hanya berani dalam hati.
....
5 jam berlalu, kini Fei Sia Ying dan Mo Meilin yang sedang mengobrol sambil memasang senyum bahagia, langsung bangkit.
“Baiklah, ingat ya untuk datang besok Saudari Ying, awas lo kalau tidak, aku tidak akan pernah menyapamu lagi, walau kau adalah adik angkat dari Sang Asura.” Ucap Mo Meilin.
“Tenang saja Jie Jie, Ying'er pasti akan datang bersama Du'er.” Ucap Fei Sia Ying serius.
__ADS_1
“Jika begitu, aku pamit dulu ya dan jangan lupa, berikan kepada mereka hukuman yang jauh lebih parah lagi, jika seperti itu, mereka tidak akan pernah jera.” Ucap Mo Meilin langsung melangkah ke tempat putranya dan Bo Wuhan menunggu.
Tap tap..!!