Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Memiliki Sifat Yang Sama dan Analisa Duan Du


__ADS_3

“Hoho, kau tahu, cara tadi baru saja aku temukan di saat mendatangimu, jadi seharunya kau bangga dengan sosok ayahmu ini yang tak kalah jenius dari si sialan itu,” ucap Long Qiu dengan nada bangga dan kembali mengangkat kepalanya di sertai seutas senyum bahagia.


Tu Long yang melihat itu sebenarnya merasa jijik, tapi mengingat dirinya yang sering melakukan hal yang sama dengan ayahnya, hanya bisa tersenyum kecut.


Setelah puas berbangga diri, kini Long Qiu pun melirik ke arah keturunan satu-satunya.


“Khehe,, tinggal yang terahir,” kekeh Long Qiu.


Glek..!!


Tanpa sadar Tu Long langsung mundur dengan tubuh bergidik ngeri saat melihat senyuman ayahnya.


“Si..Sialan, apa yang kau ingin lakukan lagi hah? Apa kau tidak puas telah menyiksa keturnanmu ini,” dengus Tu Long langsung meneriaki Long Qiu.


“Heeh,, apa yang ku lakukan? Tentu saja aku ingin membuatmu semakin kuat bocah nakal, tapi kali ini aku tidak ingin memberikanmu dalam bentuk kekuatan, melainkan ingatan yang aku miliki dalam meningkatkan kekuatanku di masa lalu.” Ucap Long Qiu terlihat memasang senyum bangga saat mengatakan hal tersebut.


“Yah,, walau saat itu aku sudah kuat sih, tidak seperti dirimu yang standar-standar ini.” Sambung Long Qiu.


Glek..!!


Ucapan Long Qiu langsung menusuk ke hati Tu Long.


“Urgh,, sialan ini, apa dia memang benar-benar ayah ku?” Gumam Tu Long.


“Bisa jadi dia ayahku, tapi kini ia menjadi gila,” sambung Tu Long.


Wung...!!


Bamm..!!


“Dasar sialan, siapa yang gila hah,” dengus Long Qiu langsung memukul kepala putranya hingga tertanam ke tanah.


Duaarr..!!


“Tentu saja kau yang gila sialan, lihatlah, mana ada seorang ayah memukul putranya sendiri,” balas Tu Long dengan teriakan setelah ia bangkit.


“Eeeh,, begitu ya, aku lupa jika kau adalah putraku, itu karena saking semangatnya diriku ini yang ingin bertemu denganmu tadi dan ingin membuatmu kuat bocah. Jadi lupakan saja apa yang ayahmu lakukan tadi, oke,” ucap Long Qiu dengan nada santai dan tanpa merasa bersalah.


“Mulut sialan mu itu perlu di service rupanya,” umpat Tu Long dalam hati.


“Hehe,, kepalamu itu yang perlu di service bocah, bagaimana bisa kau sebegitu berani kepada ayahmu ini di saat pertemuan pertama kita ini.” Kekeh Long Qiu.


“Tapi kau tenang saja, ayahmu ini tidak akan marah, karena sifat kita ini tidak beda jauh kok. Hahahaha.” Sambung Long Qiu tertawa bahagia.


Di saat Long Qiu dan Tu Long beradu mulut.


Xi bersaudara yang sudah selesai membuka segel darah mereka, terlihat hanya memasang wajah jijik dari waktu ke waktu saat melihat tingkah ayah dan anak.


“Kak,, jika mereka berdua pergi bersama, Juan'er yakin setiap kota yang mereka datangi pasti akan kacau,” bisik Xi Juan.


“Bukan hanya kacau, mungkin bisa jadi akan hancur. Jika tidak hancur, maka akan banyak yang mencari mereka, karena setiap ucapan ayah dan anak ini tidak tersaring lebih dulu.” Balas Xi Luan di sertai anggukan kecil.

__ADS_1


“Tapi bukankah itu bagus, Tuan Besar kan pernah bilang jika di setiap wilayah ini adalah musuh kita. Bukan hanya itu saja, jika bukan musuh pun, tetap saja jika kita tidak duluan menyerang, maka merekalah yang lebih dulu menyerang,” sambung Bo Wuhan yang terlihat setuju akan sifat Long Qiu serta Tu Long.


Terlihat juga wajah Bo Wuhan berseri-seri saat melihat Long Qiu dan Tu Long saat ini.


“Nah kan, ada tambahan satu lagi yang merepotkan nantinya,” ucap Xi Juan melalui telepati.


“Hemm..!! Bisa jadi, itu artinya kita harus kuat-kuat dalam bersabar.” Ucap Xi Luan mengangguk-angguk santai.


...


Tap tap..!!


Setelah puas beradu mulut dengan putranya dan merasa bosan meladeni putranya. Kini Long Qiu muncul di depan Xi bersaudara dan Bo Wuhan.


“Hoho,, bocah-bocah nakal, kalian tidak boleh menjelek-jelekan nama orang, terlebih lagi orangnya ada di depan kalian,” kekeh Long Qiu.


Long Qiu tahu semua apa yang di pikirkan maupun di bicarakan semua orang, walau menggunakan telepati sekalipun. Itu karena perisai yang ia buat dapat di anggap bagian dari dirinya sendiri dan semua orang telah di anggap ada di wilayahnya.


“Baiklah, sebelum pergi, aku akan membantu kalian bertiga sedikit pencerahan. Jadi terimalah.” Ucap Long Qiu.


Tanpa melihat reaksi Xi bersaudara yang hendak menolak. Long Qiu dengan cepat menembakkan energinya dalam bentuk bola kelereng.


Dret..!!


Blush blush blush..!!


Terlihat setelah bola energi Long Qiu masuk, tubuh ketiganya langsung di selimuti oleh energi yang di penuhi aura Naga.


Tap tap..!!


Long Qiu terlihat kembali muncul di depan putranya yang duduk bersila setelah ia melakukan hal yang sama dengan Xi bersaudara dan Bo Wuhan tadi.


“Hehe,, bocah, akan tidak baik jika kau menerima pencerahan dengan mulus, seharusnya ada sedikit rintangan yang harus kau hadapi,” kekeh Long Qiu.


Dret..!!


Sebuah bola energi bewarna merah langsung melesat ke kening Tu Long.


Entah apa yang Long Qiu tembakkan tadi, yang pasti itu terlihat sangat berbahaya.


...


Tap tap..!!


“Hehe,, kini aku bebas mau kemana saja, jadi aku akan kemana terlebih dahulu?” Gumam Long Qiu langsung berpikir.


1 jam berlalu.


2 jam berlalu.


1 hari berlalu.

__ADS_1


Terlihat Long Qiu kini membuat sebuah nama-nama kota maupun wilayah. Saking banyaknya yang akan ia datangi, jadi ia lebih memilih menulisnya untuk mendatangi yang mana yang pertama.


“Aargghh,, sialan, kenapa aku begitu bodoh,” umpat Long Qiu.


“Aku datangi saja yang mana yang terdekat,” dengus Long Qiu mengutuk dirinya sendiri.


Dan pada ahirnya, semua yang ia tulis dan rencanakan dalam 1 hari, berahir sia-sia.


***


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Kita akan beristirahat di sini dulu,” ucap Duan sambil melirik ke arah Du Jian, Chen Long dan yang lainnya.


Mereka pun mengangguk dan langsung duduk sambil menikmati makanan maupun arak yang mereka keluarkan.


Tap tap..!!


Di saat semuanya asik, terlihat Bai Ha mandekati Duan Du sedang melihat sebuah peta yang ia dapatkan beberapa waktu lalu.


“Apakah masih jauh?” Tanya Bai Ha.


Duan Du pun melirik ke asal suara.


“Mungkin butuh 3 sampai 6 bulan perjalanan jika tidak ada hambatan untuk sampai ke tempat yang kakak maksud.” Jawab Duan Du menunjukkan sebuah titik.


Bai Ha yang melihat itu, langsung mengerutkan keningnya.


“Lalu garis dan warna ini apa fungsinya” Tanya Bai Ha.


“Garis bewarna putih ini menandakan kita ada di wilayah yang aman, sementara untuk garis kuning, bisa di katakan harus waspada, dan terahir, garis warna merah ini, dapat di katakan seperti yang kakak maksud. Jangan pernah percaya maupun mengendurkan kewaspadaanmu terhadap seseorang yang baru kita temui dan berpura-pura baik.” Jawab Duan Du.


“Jika begitu, selama ini kita ada di wilayah yang aman dong?” Ucap Meng Chen yang entah sejak kapan sudah ada di samping Duan Du.


“Huh,, aman apanya, garis putih ini saja sudah dapat di katakan cukup mengerikan. Karena selama perjalanan, kita terus menerus bertarung saat bertemu sebuah kelompok.” Dengus Du Jian terdengar mengeluh.


“Hem hem...!! Aku kini setuju apa yang paman Jian katakan,” ucap Bai Hu mengangguk setuju.


”Tapi apa yang saudara Du katakan ada benarnya, wilayah garis putih tempat kita berada saat ini terbilang yang teraman. Karena kita semua berhasil bertahan hidup.” Ucap Chen Long.


Tak lama, terdengar suara diskusi dari semua anggota kelompok Duan Du.


Duan Du terlihat hanya diam karena fokus ke arah peta.


“Jadi begitu, kakak tidak langsung membawa kita ke garis kuning atau merah dimana di sana adalah tempat wilayah yang berbahaya, jadi ia membawa kita ke sini untuk mencoba membiasakan diri dan tentunya juga untuk berkembang.” Ucap Duan Du setelah menganalisa ucapan Xiu Bai.


“Eeh,, begitu ya, jika seperti itu, itu artinya kita saat ini masih belum bisa melangkah ke garis kuning ini. Karena di garis putih ini saja kita belum terbiasa.” Ucap Meng Chen, Bai Ha dan Chen Long serempak di sertai memasang wajah terkejut.

__ADS_1


__ADS_2