Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Tujuan dan Tekad Xiu Bai


__ADS_3

“Jadi pertanyaannya, apakah Bai'er tahu mengapa tubuh Bai'er tidak mau singkron dengan kaki dan tangan pada saat bertarung melawan musuh?” Tanya Xiu Mu Lian.


“Mungkin karena otak, karena biasanya kepala kita lebih dulu merespon dari pada tubuh kita, Bai'er sering mengalami itu saat sedang bertarung.”


“Walau Bai'er sudah tahu musuh akan menyerang, tapi kaki dan tangan Bai'er selalu terlambat bergerak, dan tentunya tidak sesuai keinginan kita,” ucap Xiu Bai.


Mendengar itu, Xiu Mu Lian langsung menggelengkan kepalanya.


“Saraf, kaki dan tangan Bai'er tidak mau merespon sesuai keinginan atau secara bersamaan dengan pola pikir kita itu karena Saraf-saraf yang mengalir di seluruh tubuh Bai'er belum berpungsi dengan benar dan masih banyak yang tersumbat.” Ucap Xiu Mu Lian.


“Selain Saraf, ada juga titik-titik meridian, Bai'er, semuanya itu sebenarnya satu jalur di seluruh tubuh kita. Jika salah satu ada yang tersumbat atau belum di buka, maka tubuh kita pastinya sulit merespon sesuai kehendak kita.” Sambung Xiu Mu Lian.


Tak lama terdengar Xiu Mu Lian menjelaskan tentang jalur Meridian serta Saraf yang ada di seluruh anggota tubuhnya secara rinci. Terdengar juga Xiu Mu Lian cara untuk membuka titik Meridian yang masih belum berpungsi maupun tersumbat.


20 menit berlalu.


“Apa kau sudah paham Bai'er?” Tanya Xiu Mu Lian.


Xiu Bai pun langsung mengangguk paham. “Hemm..!! Bai'er sudah paham.”


“Baiklah jika begitu, yang ketiga adalah telinga, telinga adalah fungsinya untuk mendengar bukan,” ucap Xiu Mu Lian sambil melirik cucunya.


Hemm..!!


Melihat cucunya mengangguk membenarkan. Xiu Mu Lian pun langsung melanjutkan. “Sebenarnya telinga memiliki banyak fungsi, tidak hanya mendengar juga, melainkan seperti melihat, kenapa bisa telinga bisa melihat?” Lirik Xiu Mu Lian.


Xiu Bai pun mengangkat bahunya karena setahunya telinga hanya bisa di gunakan untuk mendengar.


“Coba pejamkan matamu lalu tenangkan diri setenang mungkin, jika telinga Bai'er sudah tenang dan fokus sampai tidak bisa mendengar keributan di sekitar, baru setelah itu aliskan energi Bai'er ke dalam telinga Bai'er.” Ucap Xiu Mu Lian memberi cucunya perintah untuk langsung mempraktekkannya.


Xiu Bai pun langsung memejamkan matanya dan mencoba melakukan apa yang neneknya intruksikan. Tapi terlihat jelas jika saat ini Xiu Bai cukup sulit untuk fokus lantaran suara keributan di sekitarnya.

__ADS_1


“Tenang, anggap semua orang yang ada di sini tidak ada dan bayangkan jika kau ada di puncak gunung yang tidak mempunyai penghuni selain sebuah air terjun yang terdengar meneteskan setitik air.” Ucap Xiu Mu Lian langsung membimbing cucunya di saat ia melihat cucunya sedikit kesulitan.


Xiu Bai yang mendengar itu, dengan cepat membayangkan dirinya ada di puncak gunung yang tidak memiliki penghuni selain sebuah air terjun.


Cukup lama Xiu Bai menenangkan diri, setelah di rasa sudah tidak mendengar suara keributan, tak lama ia pun mengalirkan energinya ke telinganya.


Blush..!!


“I..Ini, jadi ini yang nenek maksud jika telinga bisa menjadi mata. Yang pasti intinya kita harus fokus,” gumam Xiu Bai kini mendengar suara langkah kaki semua orang di sertai canda tawa mereka. Anehnya Xiu Bai tahu dimana lokasi mereka semua dan tahu siapa yang melangkah walaupun ia tidak bicara.


Itu karena kelebihan bawaan dari Klan Asura.


Sementara Xiu Mu Lian yang melihat cucunya sudah bisa menggunakan telinganya untuk melihat, langsung tersenyum.


“Bagus, apakah kau tahu mengapa nenek mengajarkanmu menggunakan telinga sebagai alat untuk melihat,” ucap Xiu Mu Lian.


Xiu Bai pun membuka matanya lalu menggelengkan kepalanya.


“Jadi, jika seperti itu terjadi nanti, kau cukup tenang dan hanya memejamkan mata saja, lalu tinggal menggunakan telingamu sebagai alat untuk melihat.” Ucap Xiu Mu Lian.


“Dan untuk yang terahir adalah Tekad, sampai saat ini Nenek melihat mu belum memiliki tekad, hal itulah yang membuatmu seolah tidak memiliki tujuan dan hanya seperti cangkang kosong.” Ucap Xiu Mu Lian.


“Perlu kau ketahui Bai'er, setiap orang mempunyai tekad mereka masing-masing, bahkan petani pun mempunyai tekad, yaitu ingin menanam sayuran dengan usahanya sendiri dan membuahkan hasil sayuran bagus agar bisa di jual lalu di nikmati semua orang. Dan jika mereka mendapatkan hasil panen rusak, mereka pasti akan membuat itu menjadi dorongan mereka untuk menguatkan tekad mereka agar kedepannya hasil mereka jauh lebih bagus.”


“Intinya mereka bertekad membuat hasil mereka bisa di nikmati semua orang dan membuat semua orang merasa bahagia dengan sayuran yang mereka tanam.”


“Sama seperti orang yang ada di sini, mereka semua mempunyai tekad atau tujuan tetap, yaitu ingin hidup bahagia dan tenang di tempat terpencil seperti ini tanpa adanya gangguan dari orang luar atau orang yang menginginkan keserakahan.” Ucap Xiu Mu Lian.


“Sementara untuk Bai'er, nenek sama sekali tidak melihat Bai'er memiliki tekad yang sesungguhnya. Dan Bai'er pasti hanya berpikir harus melakukan ini sampai berhasil, seperti bertekad membantu Klan Li bebas dari kekangan. Itu hanyalah tekad sesaat dan setelah berhasil, maka pastinya tekad tersebut akan hilang karena sudah mencapai tujuan bukan.” Sambung Xiu Mu Lian.


Xiu Bai pun mengangguk sambil menggaruk kepalanya. Karena apa yang neneknya ucapkan benar adanya.

__ADS_1


Ia sampai saat ini masih belum mempunyai Tekad yang sesungguhnya.


Bruk..!!


Xiu Mu Lian pun langsung memegang pundak cucunya lalu berkata. “Sebuah Tekad haruslah besar, dan tentunya sesuai keinginan kita sendiri tanpa di paksa oleh orang lain. Jadi pikirkan lah apa tujuan Bai'er yang sesungguhnya menurut kata hati saja.”


“Karena saat nenek melihat orang-orang yang ada di sekelilingmu atau mereka yang mengikutimu, mereka mempunyai tekad dan harapan yang besar kepadamu, tujuan mereka yaitu tetap selalu berada di sisimu, apapun yang terjadi.”


Mata Xiu Bai pun melebar saat mendengar ucapan neneknya.


Tak lama, ia pun tersenyum hangat. “Bai'er sudah menentukan tujuan Bai'er agar mereka semua yang mengikuti Bai'er tidak terluka atau kecewa nantinya.” Ucap Xiu Bai.


“Memang apa tekad Bai'er?” Tanya Xiu Mu Lian.


“Menjadi Penguasa seluruh Alam Celestial, bukan hanya itu saja, melainkan Penguasa seluruh Alam yang ada. Apapun rintangannya, Bai'er tetap akan mewujudkan itu agar mereka semua, orang-orang yang Bai'er sayangi tidak di sentuh oleh orang lain. Dan tetap menjalani hidup bahagia.” Ucap Xiu Bai langsung mencengkram erat tangannya.


“Karena hanya dengan menjadi kuat dan seorang Penguasa yang di akui, Bai'er yakin tidak akan ada yang berani menganggu keluarga Bai'er maupun mereka yang Bai'er sayangi.” Sambung Xiu Bai.


Seketika semua aktivitas yang terjadi di klan Asura seketika terhenti.


Pandangan mereka semua mengarah ke Xiu Bai, karena mendengar tujuan Xiu Bai yang di penuhi tekad.


Bahkan Tu Long, Mo Yanse dan adik-adiknya pun ikut berhenti sesaat setelah sampai dan mendengar ucapan Xiu Bai.


Untuk Meng Chen, Han Liu dan Duan Du yang tepat menyusul Tu Long, mereka bertiga seketika tersenyum sambil ikut mencemgkram erat tangan mereka saat mendengar ucapan Xiu Bai yang ingin menjadi Penguasa hanya karena ingin melindungi orang yang ia sayangi.


“Akhirnya kau mengucapkan hal yang kami nanti-nantikan selama ini,” gumam semua orang yang ada di sana kecuali Mo Yanse dan adik-adiknya.


Tap tap..!!


“Akan ayah nantikan saat dimana kau melindungi ayahmu dan semua anggota klan kita Bai'er,” ucap Xiu Lou tersenyum hangat.

__ADS_1


__ADS_2