
“Heh heh,, itu resikomu sendiri,” ejek sang paman dan langsung pergi setelah setelah mengejek keponakannya.
Terlihat jika dahi pemuda tampan tersebut langsung berkerut. “Dasar otak idiot, awas saja, awas saja jika kita terbebas dari tempat ini, akan ku injak-injak kau,” teriak pemuda tampan tersebut dengan suara lantang.
“Coba saja jika kau bisa bocah,” terdengar suara balasan dari sang paman dengan nada ejekan.
...
Bersamaan dengan itu, Jendral Qian Liyun dan Petinggi Kekaisaran Qian Long yang baru saja memasuki pintu tambang, langsung merasakan getaran yang berasal dari wilayah Barat.
“I..Ini, apa ada terjadi di sana? Itu terdengar seperti sesuatu yang runtuh,” tanya Jendral Qian Liyun melirik ke arah petinggi Kekaisaran.
Petinggi terdiam sesaat. “Hemm..!! Aku memang pernah mendapat laporan jika tambang wilayah barat dalam 10 tahun terahir sering runtung setelah menggali sedalam beberapa meter, tapi aku belum pernah secara langsung memeriksanya secara langsung dan hanya menyuruh yang bertugas di sini saja.” Jawab Petinggi tersebut melirik ke arah Jendral Qian Liyun.
“Apa kita perlu kesana untuk melihat keadaan? Karena Jendral Liyun akan bertugas di sini, jadi aku merasa kurang nyaman jika anda merasa terusik saat melatih pasukan khusus nantinya,” sambung Petinggi Kekaisaran.
“Ooh,, itu tidak perlu, mungkin di saat waktu luang aku akan mengecek semua area tambang, jadi biarkan saja, toh mereka semua hanya budak, jika mereka mati, kita tidak akan rugi,” ucap Jendral Qian Liyun melambaikan tangannya.
Petinggi Kekaisaran tentu setuju, dan karena pemikirannya yang sama dengan Jendral Qian Liyun lah yang membuatnya malas untuk mengecek area tambang, ia hanya datang kepada yang bertugas untuk mengambil laporan lalu kembali lagi.
“Baiklah, ayo kita ke tempat para pasukan khusus,” ajak Petinggi Kekaisaran melangkah.
Tap tap..!!
“Salam Tuan Zhi, salam Tuan,” teriak para penjaga tambang langsung berkumpul lalu membentuk barisan sambil membungkukkan kepala mereka.
“Baiklah, beri salam kepada Jendral Liyun, dia yang akan memegang kekuasaan penuh tempat ini, jika ada terjadi sesuatu masalah yang tidak bisa kalian selesaikan, maka langsung melapor ke Jendral Liyun,” ucap Petinggi Zhi.
“Salam Jendral Liyun, kami adalah penjaga yang bertugas mengawasi tambang dan budak,” ucap para penjaga langsung menyapa Jendral Qian Liyun.
“Hemm..!! Siapa pemimpin yang bertanggung jawab di setiap wilayah tambang, silahkan maju,” ucap Jendral Qian Liyun.
Tap tap..!!
4 orang seketika maju menghadap kepada Jendral Qian Liyun.
Jendral Qian Liyun pun langsung meminta data semua tambang, penghasilan harian, bulanan, tahunan, jumlah budak yang mati, jumlah budak yang tersisa hingga nama-nama budak tersebut.
“Eeh,, kenapa anda meminta data para budak juga Jendral Liyun?” Tanya Petinggi Zhi penasaran.
__ADS_1
“Anda tidak mengerti saja, tentu saja mereka yang cukup kuat akan di gunakan sebagai percobaan untuk mempraktekkan Teknik Pedang Naga Kuno, karena seperti ucapanmu di hadapan yang Mulia, para prajurit yang mencoba mempraktekkannya selalu terluka bukan.”
“Itu akan membuat kita rugi jika para prajurit yang terluka, jadi aku ingin membuat para budak sebagai bahan percobaannya terlebih dahulu,” jawab Jendral Qian Liyun dengan seutas senyum kecil.
Mata petinggi Zhi seketika bersinar. “Luar biasa, pantas saja anda dengan cepat di angkat menjadi Jendral, ternyata selain kuat, anda juga sangat cerdas dan cepat memahami situasi.” Ucap Petinggi Zhi dengan nada bangga.
“Jika begitu, ayo cepat ke tempat para pasukan, mereka mungkin telah menunggu kedatangan anda Jendral Liyun, setelah mengantar anda ke sana, saya ingin cepat-cepat kembali untuk memberikan laporan ke Yang Mulia sambil memberitahukan ide anda ini,” sambung Petinggi Zhi terlihat tidak sabar.
“Saya yakin jika Yang Mulia mendengar ide anda, mungkin saja ia akan menambah jumlah budak nantinya,” ucap Petinggi Zhi melangkah ke wilayah tengah.
Tap tap..!!
Setelah 10 menit berlalu, kini Petinggi Zhi dan Jendral Qian Liyun berhenti di depan gerbang yang di kelilingi oleh Benteng yang sangat tinggi.
“Hemm..!! Jadi di tempat ini para pasukan khusus berada,” gumam Qian Liyun dalam hati.
Dret..!!
Tidak sampai beberapa detik, gerbang langsung terbuka secara perlahan.
Petinggi Zhi dan Jendral Qian Liyun pun melangkah masuk.
Tap tap..!!
Terlebih lagi, di setiap barak yang membentuk lingkaran ada sebuah arena khusus dan tempat berkumpulnya semua pasukan.
Dret..!!
“Beri hormat kepada Jendral sekaligus pembimbing kita,” teriak salah satu dari 5000 pasukan khusus tersebut.
...
“Baiklah, kenalkan diri kalian berlima,” ucap Petinggi Zhi melihat 5 orang yang saat ini berada di belakangnya.
Kelima orang tersebut langsung maju.
“Salam Jendral, saya adalah Komandan Pertama, yang bertugas menjaga Benteng.” Teriak Komandan Pertama.
“Salam Jendral, saya adalah Komandan Kedua yang bertugas mendisiplinkan pasukan jika terjadi kekacuan,” teriak Komandan kedua.
__ADS_1
“Salam Jendral, saya adalah Komandan Ketiga yang bertugas mengurus Barak.” Teriak Komanda Ketiga.
“Salam Jendral, saya adalah Komandan Keempat yang bertugas sebagai juri di arena jika ada yang ingin bertarung,” teriak Komandan keempat.
“Salam Jendral, saya komandan kelima yang bertugas menjadi asisten, jika anda butuh apapun, saya siap melayani,” teriak komandan kelima.
Mendengar itu, Jendral Qian Liyun mengangguk. “Angkat kepala kalian semua,” ucap Jendral Qian Liyun, setelah itu ia melirik petinggi Zhi.
“Saya merasa ini sudah cukup, anda bisa kembali, karena saya merasa sudah ada seseorang yang akan menjelaskan kepada saya semua hal tentang pasukan yang akan saya latih,” ucap Jendral Qian Liyun.
“Baiklah jika seperti itu, saya akan kembali," ucap petinggi Zhi langsung pergi setelah mengucapkan salam perpisahan.
“Baiklah, jelaskan semua yang ada di Benteng ini,” ucap Jendral Qian Liyun langsung tanpa basa basi mengarah ke Komandan kelima.
1 jam telah berlalu.
“Hem..!!
“Jadi setiap barak di isi 1000 pasukan, dan setiap baraknya adalah pasukan menggunakan keterampilan senjata yang berbeda,” gumam Jendral Qian Liyun melihat jika barak pertama menggunakan Pedang, barak kedua menggunakan Tombak dan perisai, barak ketiga menggunakan Panah, barak keempat menggunakan senjata tersembunyi atau assasint, barak terahir adalah tangan kosong atau menggunakan kekuatan pisik.
3 Hari berlalu.
Setelah mengajarkan keterampilan di bidang masing-masing. Kini Jendral Qian Liyun terlihat keluar dari Benteng setelah mendapatkan data para budak.
***
Bersamaan dengan itu di tempat yang sama di Kota Xin.
Tap tap..!!
“Apa kita akan langsung pergi ke tambang menemui Qian Liyun atau menunggu dia mendatangi kita?” Tanya Du Jian terlihat tidak sabar dengan siapa sebenarnya Tuan mudanya ingin temui saat ini.
Tapi ia juga tidak terlalu berharap apakah memang ada orangnya di dalam tambang atau tidak.
“Aku belum menghubunginya, jadi kita akan menunggu di tempat makan saja,” jawab Xiu Bai langsung melangkah sambil menghubungi Qian Liyun melalui telepati.
...
“Hemm..!! Cukup sulit juga mencari seseorang yang Tuan cari, karena aku tak menduga jika jumlah budak yang bekerja di tambang ini akan sangat banyak,” gumam Qian Liyun melihat data yang berjumlah hampir 100 ribu budak dari berbagai Ras.
__ADS_1