
“Bagus,, jika begitu, cari semua orang ini di seluruh Alam Celestial ini, dan di mulai dari tempatmu berada,” ucap Xiu Bai langsung memberikan selembaran wajah semua anggota keluarganya yang ada di Alam Rendah.
Dengan cepat Jing We mengambil semua selembaran yang Xiu Bai berikan.
Setelah mengambil selembaran tersebut dari tangannya, Xiu Bai pun melirik Duan Du dengan anggukan kecil.
Duan Du dengan cepat menyuruh Panh Hei menyadarkan dan menyembuhkan Jing Chen dan Jing Lujie yang sengaja di buat pingsan oleh Han Liu.
Beberapa menit kemudian.
Urgh..!!
“Ada apa ini?” Tanya Jing Lujie sambil melirik ke arah sekelilingnya.
“Eeh,, apa aku mimpi tadi? Perasaan aku terluka?” Ucap Jing Chen terdengar bertanya-tanya. Ia kini bingung melihat dirinya baik-baik saja.
Pandangannya pun mengarah ke ayahnya yang kini sedang mengobrol dengan Xiu Bai. Putra dari pemimpin Klan Asura.
Tap tap..!!
“Oh,, kalian sudah sadar,” ucap Jing We kini melirik ke arah kedua putranya.
“Cepat beri hormat kepada Tuan muda Bai,” ucap Jing We.
Dengan patuh Jing Chen dan Jing Lujie membungkukkan badan mereka ke arah Xiu Bai.
“Sudah tidak perlu terlalu formal,” ucap Xiu Bai dengan senyum ramah.
Setelah itu, Xiu Bai kembali melirik Jing We yang memeriksa semua selembaran yang telah ia berikan.
“Hemm..!! Ini,” gumam Jing We terkejut saat melihat wajah Fang Liu.
Walau wajah Fang Liu yang Xiu Bai, Tu Long dan Duan Du ingat dulu masih belum dewasa. Tentu saja Xiu Bai sengaja membuat wajah Fang Liu dalam versi dewasa saat ini, karena Xiu Bai mengira jika Fang Liu saat ini sudah dewasa.
“Apa kau mengenalnya?” Tanya Xiu Bai.
Mendengar pertanyaan Xiu Bai, Duan Du dan Tu Long pun langsung mendekat. Karena siapa yang Xiu Bai tanyakan saat ini.
Tap tap..!!
Xiu Tian yang memiliki rasa penasaran tinggi pun ikut mendekat.
“Eeh,, bukahkan dia Liu'er,” ucap Xiu Tian. “Nama panjangnya adalah Fang Liu,” sambung Xiu Tian.
“Aah,, benar itu namanya, dia adalah Jendral Perang Fang Liu, Jendral Dinasty Kuno 10 terkuat,” ucap Jing Lujie.
“Dia saat ini ada di bawah kepemimpinanku di Istana Kedua,” sambung Jing Lujie.
Wajah Xiu Bai, Duan Du, dan Tu Long seketika bersinar cerah saat mendengar itu.
Sementara Xiu Tian hanya diam, pandangannya pun mengarah ke Xiu Bai.
“Bai'er, apa kau sudah-”
__ADS_1
Xiu Tian seketika terhenti saat ia mendengar suara telepati dari adiknya. Tak lama Xiu Tian pun ikut menjadi bahagia.
Hanya Du Jian, Meng Chen, Han Liu, Pang Hei dan kelima Iblis Pembantai saja yang diam, karena tidak mengerti apa yang membuat Xiu Bai begitu bahagia.
...
“Ayo bawa aku kesana,” ajak Xiu Bai dengan cepat.
Jing Lujie pun melirik ke arah ayahnya, saat melihat ayahnya mengangguk, Jing Lujie pun langsung setuju.
Tanpa basa basi, Xiu Bai dan kelompoknya pun langsung melesat pergi mengikuti Jing We dan kedua putranya.
Wuss..!!
Wuss..!!
Saat melesat, Meng Chen dan Du Jian terlihat saling berbisik.
“Hei,, apa kau tahu apa yang Tuan muda rencanakan?” Tanya Du Jian.
Meng Chen pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu, ikuti saja apa yang Tuan muda lakukan, mungkin ini adalah ingatan milik para Leluhur Asura.” Ucap Meng Chen sambil mengingat tentang Xiu Bai yang dulu sering berteriak kesakitan lalu pingsan saat mengingat wajah-wajah yang ada di ingatannya.
Hingga setelah bertemu dengan Duan Du dan Tu Long, rasa sakit Xiu Bai menghilang. Meng Chen kini mengaitkan hal tersebut.
Sementara Du Jian hanya diam saja, dan ia pun tidak ingin terlalu memikirkan hal merepotkan ini lagi.
...
Klan Ling.
Tap tap..!!
“Nenek, apa aku tidak boleh keluar lagi?” Tanya Duan Li terdengar mengeluh.
Duan Li baru saja kembali dari pintu utama, tapi pintu utama di jaga ketat dan ia tidak di izinkan keluar ke kota.
Ling Mei yang sedang merajut pun melirik ke arah Ling Duan Li.
“Saat ini kita harus diam dulu, kau sadar jika paman mu Fang Liu memberikan berita jika ada anggota Menara ada di sekitaran Kota Ling. Jika mereka sadar kita ada di sini, maka itu akan bahaya.” Ucap Ling Mei.
“Huh,, kenapa juga kita harus bersembunyi lagi, dulu saat di Bumi, kita juga bersembunyi, hingga melarikan diri dari kejaran orang-orang Menara.”
“Saat melarikan diri, tanpa sengaja kita terhisap pusaran aneh yang membuat kita semua muncul di sini.” Ucap Ling Duan Li cemberut.
Tap tap..!!
“Kau ini anak nakal, apa kau tidak sadar jika orang-orang menara ini adalah musuh kita semua, entah siapa mata-mata di antara kita dulu. Sehingga membuat mereka tahu jika kita adalah keluarga ayah ku dan ayahmu,” dengus Ling Bai Xie.
“Aduh duh,, sakit kakak,” teriak Ling Duan Li sambil mencoba melepaskan tangan kakaknya dari daun telinganya.
“Xie'er hentikan, jangan begitu terhadap adikmu,” ucap Ling Mu Xia memarahi putrinya.
Tap tap..!!
__ADS_1
“Huh,, jangan melindungi dan memanjakannya ibu, ia malah akan semakin jadi, lihatlah bibi, ia malah tidak pernah memanjakan putranya,” ucap Ling Bai Xie sambil melirik ibunya.
“Jangan begitu Xie'er, apa yang ibumu katakan benar,” sambung Ling Chu Jia.
“Huh,, Ibu juga sama,” dengus Ling Bai Xie melirik ke arah Ibu keduanya.
Sementara Ling Duan Li yang di lindungi dan di dukung oleh kedua Bibinya dan telah ia anggap ibu juga kini menjulurkan lidahnya ke arah kakaknya.
Tap tap..!!
“Makan malam telah siap,” ucap Ling Jia Li, ibu dari Ling Duan Li.
Seketika semua wanita yang ada sedang berkumpul pun langsung berkumpul.
Tap tap..!!
Tak lama, semua orang yang dulunya juga para wanita dan laki-laki yang dulunya pernah menjadi budak namun di selematkan ayah Ling Bai Xie pun ikut berkumpul di tempat mereka masing-masing yang telah di sediakan.
“Waktunya makan,” teriak Ling Duan Li langsung ingin mengambil makanan.
Pak..!!
“Jaga sopan santunmu bocah nakal, kau ini sangat mirip dengan ayahmu huh,” dengus Ling Bai Xie melototi adiknya.
Ling Duan Li pun hanya bisa cemberut sambil menundukkan kepalanya untuk ikut berdoa.
“Baiklah, mari kita berdoa agar keluarga kita tetap di jaga dan di berikan keselamatan, serta berdoa agar di kita pertemukan dengan anggota keluarga kita yang dulunya terpisah.” Ucap Ling Mei.
Ling Mei pun langsung menundukkan kepalanya dengan penuh harap.
Terlihat jelas saat ini, mata Ling Mei dan semua orang meneteskan air mata mereka saat berdoa.
“Selesai,” ucap Ling Mei.
“Baiklah, waktunya makan,” sambung Ling Mei.
Dengan cepat semua orang langsung menikamati sarapan pagi mereka.
Brakk..
Tepat saat keluarga Bangsawan Ling baru menikmati sarapan mereka, terdengar pintu utama hancur.
Tap tap..!!
“Ada yang tidak beres Nyonya, Penguasa Dinasty Kuno Jing We dan Putra Mahkota serta Penguasa Istana Kedua hilang, sudah dua bulan mereka tidak pernah kembali setelah kepergian mereka.”
“Aku khawatir jika mereka di tangkap oleh anggota menara,” teriak Jendral Perang Fang Liu.
“Hemm..!! Apa semua bawahanmu sudah kau kerahkan untuk mengawasi mereka atau mencarinya?” Tanya Ling Bai Xie.
”Sudah, terahir Penguasa Jing We sedang mengawasi Jendral Perang Dong Lu, karena mengira ia adalah anggota menara. Jadi oa menyuruh saya untuk mengawasi Jendral Perang Dong Lu.
”Setelah itu ia pergi, jadi saya yang ada tugas pun menyuruh beberapa bawahan saya mengikutinya, tapi jejaknya hilang saat meninggalkan Benua ini,” jawab Jendral Perang Fang Liu terdengar khawatir.
__ADS_1