
“Tuan muda, tunggu aku,” teriak Han Liu terdengar ketakutan.
Wuss..!!
Wuss..!!
***
2 Hari telah berlalu.
“Bagaimana? Apakah ia membuka mulutnya?” Tanya Han Liu melirik ke arah Duan Du.
Duan Du pun terdengar menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.
“Baru kali ini aku melihat adanya sosok yang sulit bicara, walau telah mengalami berbagai siksaan.” Ucap Duan Du terlihat duduk di dekat Han Liu, Xiu Tian dan kelima Iblis Pembantai.
“Hemm..!! Lalu dimana Tuan muda dan Tu Long?” Tanya Han Liu sambil mengangguk membenarkan ucapan Duan Du.
“Kakak masih meningkatkan beberapa pemahaman teknik-teknik yang ia coba gabungkan dan juga fokus memperluas jumlah penampungan energinya.”
“Sementara Tu Long, saat ini ia masih penasaran dengan Phoenix Hitam,” jawav Duan Du.
***
Dret..!!
Bam..!!
Terlihat kini Tu Long mengayunkan tinjunya sekuat tenaga ke arah tubuh Phoenix Hitam.
“Sial, masih tidak bisa,” umpat Tu Long dalam hati saat melihat tinjunya tidak memberikan dampak apapun ke tubuh Phoenxix Hitam, akibat bulunya yang sangat kuat.
Entah mengapa Tu Long saat ini merasa sangat ingin mengalahkan Phoenix Hitam di depannya, darahnya terus bergejolak dan merasa tertantang. Ia merasa Phoenix Hitam di depannya ini adalah saingan abadinya.
“Woe,, beritahu aku cara mencabut bulu-bulu mu itu sialan, kenapa juga bulu mu sangat tebal, jadi tinjuku tidak bisa mengenai kulitmu,” dengus Tu Long melototi Phoenix Hitam yang kini tertunduk ke arah bawah.
Tap tap..!!
“Bukan karena bulunya, kau tidak bisa melukainya karena kekuatanmu dan ia sangat berbeda jauh, bahkan dari segala segi, kau kalah semua. Jadi wajar kau tidak bisa membuatnya terluka,” ucap Xiu Bai tiba-tiba muncul.
“Bahkan paman Liu pun tidak bisa melukainya saat mereka bertarung, dan kau tidak bisa menyentuh paman Liu, apalagi dia.” Sambung Xiu Bai sambil melirik ke arah Tu Long.
Tu Long yang kini cukup cerdas seketika tersenyum pahit mendengar itu. “Setidaknya jangan langsung menusuk dong Tuan muda, aku jadi terlihat sangat lemah di depan si sialan ini,” ucap Tu Long sedikit cemberut.
Xiu Bai pun langsung menghela nafas, bukannya mendengar Tu Long bicara, semakin bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi, Xiu Bai malah mendengar keluhan.
“Hais,, ayo kembali berkumpul, kita akan pulang,” ucap Xiu Bai.
__ADS_1
Tu Long yang mendengar itu pun mengangguk.
Wuss..!!
Mereka berdua pun langsung menuju ke tempat Duan Du, Han Liu, Xiu Tian dan yang lainnya berada. Tak lupa saat akan melesat pergi, Xiu Bai membawa Phoenix Hitam.
Tap tap..!!
Tidak sampai satu menit, kini Xiu Bai dan Tu Long pun sampai.
“Apa kita akan kembali?” Tanya Han Liu langsung melirik Xiu Bai yang kini membawa Phoenix Hitam.
Xiu Bai pun mengangguk ringan, dan tak lama, semuanya pun langsung bangkit setelah melihat anggukan Xiu Bai.
“Hehe,, ayo tunggu apa lagi,” ajak Duan Du dan Xiu Tian serempak di sertai tersenyum lebar.
Dret..!!
Wuss..!!
Wuss..!!
Tanpa basa basi, Xiu Bai dan anggota keluarganya pun langsung melesat ke arah klan.
***
Tap tap..!!
“Bagaimana? Apakah ada tanda-tanda putra dari Tuan Asura akan keluar?” Tanya sosok pria paruh baya.
Kedua pemuda yang tak lain adik kakak, Jing Chen dan Jing Lujie langsung menggelengkan kepalanya.
“Tersisa 6 bulan lagi baru genap 18 tahun ayah, mungkin waktu itulah Putra Tuan Asura akan keluar,” ucap Jing Chen.
“Heng,, jangan berpikir sempit seperti itu, tetap pantau perbatasan Hutan Tanpa batas, jika putra Tuan Asura keluar, maka beritahu aku, aku akan secara langsung kesana menyambutnya,” dengus sosok pria paruh baya yang tak lain Penguasa Dinasty.
Penguasa Dinasty atau Jing We, selama 18 tahun ini tidak pernah tenang setelah mendengar peringatan Xiu Lou pada waktu itu.
Hari-harinya selalu di bayangi kekhawatiran dan teror, jadi saat kembali, ia langsung memerintahkan kedua putranya secara langsung untuk mengawasi wilayah perbatasan Hutan tanpa batas dari saat mereka kembali.
Jing Chen dan Jing Lujie pun mau tak mau menuruti perintah ayah mereka, walau sadar tidak mungkin Xiu Bai akan datang langsung.
“Kembalilah, dan datang kembali setelah 1 tahun untuk memberi kabar,” perintah Penguasa Dinasty Jing We.
Jing Chen dan Jing Lujie pun saling melirik sesaat. “Apakah salah satu dari kami bisa tinggal selama satu bulan di sini ayah, ada sesuatu yang ingin kami selidiki terlebih dahulu di sini?” Tanya Jing Chen terdengar memberanikan diri untuk bertanya.
Brak..!!
__ADS_1
Meja tempat Jing We menaruh tangannya seketika hancur saat mendengar permintaan putra tertuanya.
“Apa ada yang jauh lebih berbahaya dari Klan Asura hah?” Teriak Jing We dengan suara bergemuruh, bersamaan dengan suara lantang Jing We, istana tempat mereka bertiga berada langsung berguncang hebat.
“Urghh..!! A..Ayah-”
“Diam, kau mungkin tidak mengetahui sejarah Klan Asura, ketahuilah, dari klan kuno terkuat di seluruh Alam Celestial ini, hanya merekalah yang bisa membuatku setakut ini, bahkan jika aku bisa memilih, aku lebih baik memprovokasi Klan Naga Langit dari pada Klan Asura,” teriak Jing We langsung membentak putra tertua.
“A..Ayah, dengar dulu penjelasanku, yang akan kami selidiki ini ada kaitannya dengan masalah awal putra Tuan Asura yang berkonflik dengan salah satu bawahanku, aku merasa ada yang tidak beres pada waktu itu,” ucap Jing Lujie terdengar sekuat tenaga untuk mengeluarkan suaranya.
Blush..!!
Aura yang meletus dari tubuh Jing We, seketika lenyap saat mendengar itu.
“Katakatanlah,” ucap Jing We kini melirik kedua putranya.
Jing Chen dan Jing Lujie yang kini basah kuyup akibat keringat dingin pun mengangguk satu sama lain setelah saling melirik.
Jing Chen pun maju selangkah lalu menceritakan semua yang telah terjadi selama ia diam-diam menyuruh bawahannya melidiki apa yang sebenarnya terjadi.
Dan ia merasa ada kejanggalan tentang kedua Jendral muda yang awal mula bermasalah dengan Xiu Bai.
Karena sedari awal Jing Lujie tidak pernah mengangkat jendral baru, ia pun menyelidiki siapa yang telah mengangkatnya. Setelah tahu siapa sosok yang mengangkatnya, yaitu Jendral Perang Dong Lu.
Jing Chen dan Jing Lujie pun mencoba menyelidiki apa tujuan Jendral Perang terkuat itu mengangkat keduanya.
Setelah 7 tahun menyelidiki secara hati-hati, mereka pun menemukan jika dulunya kedua Jendral baru itu dulunya seorang kriminal.
Dan yang lebih parah, semua bawahan Jendral Perang Dong Lu yang kini di bawah perintahnya, itu semuanya penjahat kejam.
Semua bawahan Jendral Perang Dong Lu memiliki banyak kasus, namun selalu di sembunyikan oleh Jendral Perang Dong Lu karena statusnya yang tinggi.
Mendengar cerita Jing Chen, tentu Jing We sedikit tidak percaya. Tapi ia mencoba untuk berpikir jernih sambil mendengar informasi yang putranya berikan.
“Dan saat kami menyelidiki Jendral Perang Dong Lu, kami mendapat semua senjata, meterial, uang, dan sumberdaya yang ia dapat berasal dari luar. Saat itu kami sepintah memikirkan satu orang yang mampu memberikan dan melakukan hal tersebut.” Ucap Jing Chen terhenti sesaat.
“Organisasi Menara,” ucap Jing We, Jing Chen dan Jing Lujie serempak.
Saat mereka menyebut organisasi tersebut, terlihat jelas di jejak mata mereka ada jejak amarah yang tidak bisa di padamkan.
Blush..!!
“Aku akan menyelidikinya secara langsung, kalian berdua kembalilah ke perbatasan,” ucap Jing We langsung bangkit.
Tanpa menunggu jawaban dari Jing Chen dan Jing Lujie. Penguasa Dinasty Jing We pun menghilang dari tempatnya.
Dret..!!
__ADS_1
Wuss wuss. !!