Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Pertarungan Pertama Bai Han, Bo Wuhan dan Kondisi Yuan Ji


__ADS_3

“Ada kalanya kita mundur, tapi setelah membawa anggota keluarga kita kembali bersama,” jawab Bai Han terlihat melesat ke arah Alam Celestial tempat salah satu Boneka adiknya berada.


Dret..!!


Wuss..!! Wuss..!!


***


Dret..!!


Bom bom..!!


Di saat yang bersamaan, terlihat kelompok bawahan Xiu Mo Lang kini semakin gencar menghancurkan Alam Celestial yang mereka temui.


Beruntung jika Alam Celestial tersebut tidak memiliki penghuni, jika tidak, mungkin sudah terdengar banyak jerit teriakan dari penghuninya yang menjadi korban kekejaman Organisasi Menara.


Mereka bersemangat karena tentunya dapat merasakan ledakan yang terjadi dan juga aura yang mereka rasakan juga adalah aura milik pemimpin mereka.


Tapi mereka tidak sadar jika saat ini pemimpin mereka sudah mati dan jiwanya telah di ganti oleh jiwa Zi Lang.


“Ayo cepat, jangan buat Tuan kecewa,” teriak salah satu sosok berjubah merah dengan nomer 02 di punggungnya.


Wuss wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah selesai menghancurkan seluruh isi Alam Celestial yang baru saja mereka lewati dan akan hendak kembali menuju Alam Celestial yang telah mereka tandai. Seketika dua sosok pemuda muncul di hadapan mereka.


“Jangan bermain-main paman, bunuh mereka dengan cepat lalu kita kembali bergerak,” ucap Bai Han langsung mengayunkan tangan kanannya.


Bersamaan dengan itu, muncul puluhan Klon Bai Han, lalu menerjang ke arah kelima sosok berjubah merah yang berada dalam jarak cukup jauh.


Wuss wuss..!!


Melihat Bai Han dan Klonnya melesat, Bo Wuhan pun langsung mengeluarkan kapak andalannya.


Dret..!!


Tepat saat Bo Wuhan menggenggam kapaknya, wajahnya seketika berubah drastis, dari yang awalnya hangat, langsung menyeringai jahat.


“Khehehe,, kau yang pertama,” ucap Bo Wuhan menunjuk targetnya secara terang-terangan.


“Sialan, akan ku hancurkan cecunguk arogan seperti dirimu,” teriak sosok berjubah merah yang Bo Wuhan tunjuk.


Dret..!!


Wung..!!


Bo Wuhan dan musuhnya pun sama-sama menerjang dan sama-sama menggunakan senjata Kapak.


Trank..!!


Bom bom bom..!!


Ledakan besar pun seketika tercipta di saat Bo Wuhan dan musuhnya melakukan bentrokan pertama mereka.


Melihat musuhnya cukup kuat, Bo Wuhan pun melirik ke arah Bai Han sesaat. “Tidak ada waktu main-main,” gumam Bo Wuhan memasang wajah ganas.


Blush..!!


Tak lama, Roh Bo Wuhan muncul tepat di atas kepalanya.


Goar..!!


Terlihat sosok Berseker Bo Wuhan yang menjadi Rohnya langsung meraung.


Dret..!!


Dengan cepat Bo Wuhan dan Roh,nya langsung menerjang ke arah musuh.

__ADS_1


Melihat itu, musuh Bo Wuhan tak mau kalah, ia pun langsung memunculkan Rohnya.


“Kau seharusnya bangga karena dapat melihat wujud Roh ku,” dengus Musuh Bo Wuhan.


Blush..!!


Tak lama, muncul sosok Roh Banteng memegang dua kapak, dan dengan cepat musuh Bo Wuhan ikut menerjang ke arah Bo Wuhan.


”Mati,” teriak Bo Wuhan langsung mengayunkan kapaknya ke arah leher musuhnya dan Rohnya mengayunkan kapaknya ke arah Roh musuhnya.


Bersamaan dengan itu, musuh Bo Wuhan pun melakukan hal yang sama dan Rohnya mengayunkan kedua kapaknya ke arah kepala dan perut Roh Bo Wuhan.


Wung..!!


Trank..!!


Bom bom bom bom..!!


Seketika ledakan yang jauh lebih dahsyat kembali muncul dan langsung mengguncang seluruh area sekitar dimana tempat Bo Wuhan dan musuhnya bentrok.


Tak lama setelah asap menghilang dalam hitungan detik. Lengan kiri Bo Wuhan yang memegang kapak terlihat hilang.


Sementara pinggang Roh Bo Wuhan terlihat menganga.


Lalu untuk musuhnya, terlihat kepala musuh Bo Wuhan telah hilang dan Rohnya mulai memudar.


“Satu,” gumam Bo Wuhan langsung melirik ke arah 4 sosok berjubah merah yang kini sedang mengeroyok Bai Han.


...


Dret..!!


“Mati,” teriak salah satu musuh Bai Han muncul dari belakang dengan pedang yang sangat tajam terayun.


Trank..!!


Tepat sebelum pedang musuh Bai Han mengenai Bai Han, Klon Bai Han muncul untuk menahan serangan dadakan musuh.


Dret..!!


Bai Han pun langsung berubah menjadi kabut, bukan hanya dirinya, tapi klonnya juga berubah menjadi kabut lalu mengelilingi musuhnya membentuk lingkaran.


Wuss..!!


Bom..!!


Dalam sekejap muncul kabut tangan di depan musuh Bai Han lalu melemparnya ke arah Bo Wuhan.


Setelah itu Bai Han muncul dalam wujud kabut di musuh terdekatnya.


Argh..!!


Dengan cepat Bai Han dalam wujud Kabut langsung menyerap energi serta Roh musuhnya dari dalam, hingga menjadi debu.


Melihat rekan mereka terlempar dan mati menjadi debu, kedua yang tersisa tentu terkejut. Karena kejadian tersebut dapat di anggap secara bersamaan dalam waktu beberapa detik.


“Sialan,” teriak keduanya langsung meraung penuh amarah.


“Kena kalian,” gumam Bai Han dalam hati.


Tepat setelah Bai Han selesai bergumam, tubuh kedua musuhnya seketika membeku.


“I..Ini,” ucap kedua musuh Bai Han yang seketika tidak dapat memunculkan Roh mereka akibat terhalang kabut tepat di dalam Dantian mereka.


Wuss..!!


Jlep jlep..!!


Argh..!! Argh..!!

__ADS_1


Dengan cepat Bai Han muncul lalu menusuk kedua musuhnya dan menyerap energi mereka dengan seutas senyum tipis.


“Seharusnya kalian tidak perlu mengeluarkan Roh kalian, karena hanya dengan menggunakan energi kalian dalam bertarung melawanku pun, aku tidak yakin akan mampu menang, itu karena jumlah energi kalian jauh lebih banyak dariku,” ucap Bai Han.


Tap tap..!!


Tepat setelah Bai Han selesai membunuh sisa kedua musuhnya, Bo Wuhan pun muncul dengan jubah yang di penuhi oleh darah.


“Ayo lanjutkan perjalanan, waktu kita tidak banyak,” ajak Bai Han yang langsung di angguki oleh Bo Wuhan.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


“Huh huh,, kalian semua jangan keluar dari perisai apapun yang terjadi, tak lama lagi bala bantuan akan tiba. Jadi bertahanlah,” teriak Yuan Ji melirik ke arah seluruh penghuni Alam Celestial yang ia kumpulkan di satu Benua dan ia jaga saat ini bersama beberapa anggota klan Darah Kuno yang sebagian telah mati.


Kini Yuan Ji hanya di temani oleh 3 anggota Klan Darah Kuno yang tersisa.


Tatapan Yuan Ji pun mengarah ke, kelima sosok berjubah merah yang sedang bergerak ke arah yang berbeda-beda.


“Tidak akan ku biarkan,” teriak Yuan Ji sadar jika mereka berniat menghancurkan perisai dari lima sisi berbeda.


Wuss..!!


Yuan Ji pun langsung bergerak bersama ketiga rekan seperjuangannya.


Dengan cepat Yuan Ji muncul di depan yang terkuat, tangannya yang telah berubah menjadi pedang darah pun terayun.


Slash..!!


Tap..!!


“Hehe,, lemah,” ejek musuh Yuan Ji kini menangkap tangan kanan Yuan Ji yang telah berubah ke wujud pedang darah.


“Heh,, kau kira aku takut walau perbedaan kekuatan kita terlalu jauh,” dengus Yuan Ji.


Dengan cepat tangan Yuan Ji berubah menjadi kabut darah, setelah itu membentuk pedang darah kembali dan mengayunkannya ke jantung musuhnya.


Jlep..!!


Sadar jika musuhnya terlalu kuat dan tidak akan bisa mati walau ia menggunakan kekuatan penuhnya untuk menyerang. Kini membuat Yuan Ji berinisiatif meledakkan diri.


Blush..!!


Mengetahui rencana Yuan Ji, musuh Yuan Ji pun dengan cepat menggerakkan tangan kanannya yang telah di lapisi oleh energi bewarna hitam kemerahan.


“Tidak semudah itu kau bisa meledakkan dirimu,” ejek musuh Yuan Ji.


Bam..!!


Wuss..!!


Duar..!!


Seketika Yuan Ji langsung terlempar menuju Benua yang telah kosong, saat tubuhnya berbenturan dengan Benua tersebut, setengah dari Benua tersebut langsung hancur.


Urgh..!!


Yuan Ji pun langsung merintih saat mencoba untuk bangkit.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tak lama setelah Yuan Ji bangkit, musuhnya pun muncul dengan seringai lebar.


“Hehe,, lihatlah anggota klan kalian,” ejek musuh Yuan Ji menunjuk ke arah ketiga rekannya yang akan di hancurkan.

__ADS_1


“Ti..Tidak..!!”


Bom bom bom..!!


__ADS_2