
“Maafkan aku Tuan muda Du, akan ada yang menyembuhkan lukamu nanti, karena aku akan kembali bergerak menuju tempat yang ku rasakan ada musuh yang setara denganku,” ucap Zeng Jin langsung meninggalkan Duan Du dengan langkah tergesa-gesa, seolah ia ingin menghindari Duan Du.
Wuss wuss..!!
Duan Du yang melihat itu seketika memasang wajah kesal, pandangannya pun mengarah ke sosok asing di depannya. Tapi sosok asing yang tak lain Ji Zian juga langsung melesat dengan wajah panik.
“Maaf, saya juga merasakan ada musuh kuat tidak jauh di bukit yang paling besar itu, saya harus kesana membereskan mereka,” tunjuk Ji Zian ke arah bukit yang di tinggali oleh ke 4 makhluk yang tercipta dari Alam Semesta.
Ji Zian ikut kabur karena melihat ekspresi Zang Jin yang sangat menghindari sosok Duan Du. Walau Duan Du terlihat lemah, tentu saja insting Ji Zian mengatakan jangan mendekatinya juga, karena ia merasa Duan Du mengenal baik siapa Xiu Bai.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Duan Du yang melihat kedua bawahan kakaknya meninggalkan dirinya, langsung memasang wajah kesal.
“Dasar sialan, akan ku hajar kalian nanti jika ketemu lagi,” teriak Duan Du sekuat tenaga.
Tu Long yang melihat itu hanya bisa tertawa bahagia. “Haha,, siapa suruh wajahmu itu terlihat licik, jadi mereka langsung tahu jika kau ingin memanfaatkan mereka.” Ejek Tu Long merasakan kepuasan saat ini.
“Huh dasar idiot,” dengus Duan Du langsung melangkah menuju luar kota.
Tap tap..!!
Tu Long yang melihat itu langsung menyusul Duan Du sambil terus menertawakannya.
Sementara Cen Tian yang melihat adanya bantuan datang, seketika di pikirannya terlintas jika Xiu Bai pasti ada di sini, dan jika ia ada di sini, maka ia akan merasa aman dan bebas menjarah semua harta.
Mata Cen Tian seketika bersinar cerah saat membayangkan berapa banyak harta yang akan ia kumpulkan kali ini.
“Khehe,, bertarunglah kalian wahai para saudaraku, karena aku akan membantu kalian mengupulkan harta musuh kita,” kekeh Cen Tian yang langsung memandang ke arah Bukit Hianjin dimana Kota Hianjin ada di sana.
__ADS_1
“Tunggu aku datang hartaku, aku akan menjemputmu sekarang,” teriak Cen Tian langsung melesat.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
***
Sementara di sebuah bukit yang paling besar, terlihat 4 sosok berkumpul di sana dan sedang merencanakan kapan mereka menyerang Benua Barat.
“Hemm..!! Apa kau yakin rencana ini akan berhasil?” Tanya sosok yang tubuhnya transparant layaknya cahaya.
“Hemm..!! Aku yakin ini akan berhasil, karena saat ini hanya Mo Meilin dan Dewi Iblis Kekosongan yang berada di sana perlu di waspadai, sementara sisanya hanyalah ampas saja.” Ucap Dewa Iblis Keserekahan menyeringai lebar.
“Mumpung Asura tidak berada di sana, maka inilah kesempatan kit-”
“I..Ini, siapa mereka,” ucap Dewa Iblis Keserakahan dan Dewa Iblis Neraka yang terlihat berada di sana juga.
Mereka langsung bangkit dan melesat keluar untuk melihat siapa yang datang.
Dret..!! Wuss wuss..!!
...
Sementara Zang Jin, Zang Zen, Ji Zian dan Leo Nardo yang kini melesat ke arah Bukit dimana mereka merasakan adanya 4 energi yang kekuatannya melewati tingkat Kaisar Dewa Energi, terlihat sangat senang.
Wuss wuss..!!
“Siapa yang lebih dulu sampai, ia berhak memilih musuh pertama kali, apa kalian setuju?” Tanya Zang Zen menatap Ji Zian dan Leo Nardo.
__ADS_1
“Hoho,, jika masalah kecepatan, maka aku tak akan kalah, jadi siapa takut,” ucap Leo Nardo tertawa kecil.
“Hemm..!! Aku tidak terlalu peduli mau pilih lawan yang mana, karena aku hanya ingin menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya kepada Tuan Asura, jadi aku oke-oke saja,” balas Ji Zian.
“Heh,, siapa takut, karena aku juga akan menunjukkan seberapa jauh perkembanganku,” sambung Zeng Jin tersenyum lebar, yang menandakan semuanya setuju.
Dengan cepat Zang Zen, Zang Jin, Leo Nardo dan Ji Zian menambah kecepatan mereka ke arah dimana musuh kuat berada.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
***
Sementara di sisi lain, Bai Chu Ye yang sudah berdiri di depan Iblis Naga Api, kini terlihat menjadi sosok yang mengerikan bagi Iblis Naga Api.
“A..Ampuni,”
Arghh..!!
Terlihat Iblis Naga Api kembali berteriak kesakitan di saat tubuhnya merasakan rasa sakit yang luar biasa, tanpa bisa melakukan perlawanan.
Naga Iblis Api merasakan setiap inci di dalam tubuhnya ada sesuatu seperti parasit sedang menggerogoti tubuhnya.
Hal tersebut terjadi semenjak Bai Chu Ye memasukkan setetes darahnya ke dalam tubuh Iblis Naga Api.
“Diam, jika kau berteriak semakin keras, suaramu nanti akan membangunkan kakak ku yang sedang istirahat,” ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
“Nikmati saja rasa sakit yang kau terima, karena ini masih belum permulaan dari rasa sakit hatiku di saat melihat ekspresi kakak ku begitu putus asa,” sambung Bai Chu Ye yang langsung membuat Iblis Naga Api semakin ketakutan dan memohon-mohon untuk di bunuh saja, dari pada di siksa.
__ADS_1