Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Penyerangan Rumah Judi Kematian


__ADS_3

“Ayo, tunggu apalagi, perlihatkan perkembangan kalian berempat,” ajak Xiu Bai langsung melesat.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Dengan cepat anggota keluarga Xiu Bai, termasuk Yinyin, Leo Nardo dan Ji Zian terlihat ikut melesat.


Mereka yang terbilang anggota baru, tentu sedikit penasaran dengan apa yang Xiu Bai maksud, walau secara garis besar, mereka paham jika akan ada pertarungan.


Tapi mereka bingung, apakah ada yang mampu melawan anggota keluarga Xiu Bai yang terbilang rata-rata memiliki kekuatan mengerikan. Jawabannya sebentar lagi akan mereka temui.


***


Di tempat Bai Han, Tu Long dan Duan Du.


Sudah 2 minggu berlalu semenjak mereka memasuki Rumah Judi Kematian.


Kini nama Duan Du dan Tu Long sangat terkenal di setiap lantai, terutama lantai 5.


Tap tap..!!


Tepat di saat Duan Du dan Tu Long melangkah masuk ke lantai 5, terlihat jelas semua penjudi langsung menghindari tatapan dari Duan Du dan Tu Long.


“Sial, kenapa mereka datang lagi.”


“Lebih baik mereka berdua tidak datang selamanya kesini.”


“Aku berharap jika mereka berdua lebih baik datang ke Rumah judi terbaik pertama, jika mereka kesini terus, tak lama lagi kami semua akan mati dan bangkrut.”


Terdengar berbagai keluhan dan umpatan yang para penjudi gumamkan.


Walau Tu Long dan Duan Du tidak mendengar itu, tentu mereka paham saat melihat reaksi mereka.


“Khehe,, mereka takut akan kelicikanmu bocah,” kekeh Tu Long dengan nada sedikit ejekan.


“Heh,, mereka itu takut kepadamu yang idiot,” balas Duan Du secara terang-terangan mengejek Tu Long.


“Heh,, kau yang idiot sialan,” dengus Tu Long melototi Duan Du. Tapi tak lama, Tu Long kembali tenang, karena ia ingat jika hari ini saat-saat yang mereka nantikan.

__ADS_1


“Jadi, apakah kita akan mulai dari sini?” Tanya Tu Long terdengar serius.


“Hemm..!! Tapi kita tunggu isyarat dari Han'er terlebih dahulu yang ada di tengah-tengah titik dari kedua Rumah Judi ini,” jawab Duan Du dengan nada santai.


...


Saat ini Bai Han berada di tengah-tengah antara Rumah Judi Kematian dan Menara Gelap, tempat judi terbesar pertama.


Terlihat Bai Han duduk di pojok sebuah rumah makan kecil, ia terlihat menunggu sinyal dari seseorang.


“Hemm..!! Kenapa paman Tian sangat lama?” Gumam Bai Han sedikit merasakan adanya perasaan tidak enak di hatinya.


***


Sementara sosok yang Bai Han tunggu, kini terlihat di Menara Gelap bersama Bo Wuhan dan Zhu Fei.


Terlihat Bo Wuhan baru saja selesai membunuh musuh terahirnya yang ada di lantai 10.


Untuk Cen Tian, ia yang mendapat bagian di lantai 1 sampai lantai 5, terlihat juga baru selesai memotong leher musuhnya yang terahir.


Slash..!! Bruk..!!


Tap tap..!!


“Beruntung aku lebih dulu menjarah harta mereka sebelum memenggal leher mereka, jadi semua pakaian mereka tidak terkena bercak darah,” sambung Cen Tian melirik ke arah mayat yang semuanya tanpa mengenakan sehelai pakaian.


Tap tap..!!


“Apakah sudah selesai?” Tanya Zhu Fei muncul dari balik meja tempat ia bersembunyi.


Pandangan Cen Tian pun mengarah ke Zhu Fei.


“Tentu, tapi kenapa aku merasa ada yang kurang ya,” jawab Cen Tian dan terlihat bingung.


Zhu Fei yang lupa juga, kini seketika teringat setelah mendengar ucapan Cen Tian tentang apa yang kurang.


“I..Itu, kita lupa menghubungi Tuan muda Han,” teriak Zhu Fei dengan wajah kaget.

__ADS_1


“Eeh,, sialan, kau benar,” umpat Cen Tian dan langsung mengeluarkan sebuah batu kecil bewarna emas.


Krak..!!


Duar..!!


Tanpa basa basi Cen Tian langsung menghancurkannya untuk memberikan sinyal kepada Bai Han.


Bersamaan dengan itu, Bo Wuhan juga muncul di samping Cen Tian.


Tap tap..!!


“Kita akan kemana selanjutnya? Apakah Tuan muda telah memberikan lokasi yang akan kita serang?” Tanya Bo Wuhan terlihat menyeringai lebar.


Mendengar itu, Cen Tian dan Zhu Fei hanya bisa tersenyum kecut.


“Aku lupa memberikan Han'er sinyal tadi sebelum menyerang, jadi saat ini kita lebih baik menemui Han'er terlebih dahulu.” Ucap Cen Tian.


Bo Wuhan pun mengangguk patuh, karena ia yakin jika mengikuti rencana Tuan mudanya jauh lebih baik, itu juga bisa membuat anggota kelompok mengurangi dampak kerugian, jika targetnya telah di analisa oleh Bai Han.


***


Di tempat Bai Han, ia yang telah mendapat sinyal, dengan cepat memberitahu Duan Du dan Tu Long.


Tapi ada satu masalah yang akan terjadi, lantaran penyerangan yang Bo Wuhan lakukan, membuat Penguasa Bukit Hianjin mengetahui jika Menara Gelap telah hancur, hal itu membuat Penguasa Bukit Hianjin mengirim 10 bawahan terkuatnya untuk menjaga Rumah Judi Kematian dan mencari siapa kelompok yang menghancurkan Menara Gelap yang ia bangun, hingga membuat Penguasa Bukit tidak bisa mendeteksinya.


...


Wuss wuss..!!


Dari puncak bukit, teelihat 5 sosok menuju Menara Gelap dan 5 lainnya menuju Rumah Judi Kematian.


...


Di Rumah Judi Kematian, Duan Du dan Tu Long yang sudah mendapatkan sinyal pun langsung bergerak dengan cepat.


“Ayo, jangan terlalu lama,” ajak Duan Du terdengar serius dan di angguki Tu Long.

__ADS_1


Dret..!! Wuss wuss..!!


__ADS_2