Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Mencari Markas Makhluk Setengah Parasit


__ADS_3

“Apa kalian juga merasakan apa yang aku rasakan?” Tanya Iblis Tua mendekati Zang bersuadara.


“Jika iya, apa yang harus kita lakukan untuk bertahan hidup di sini?” Sambung Iblis Tua melirik Zang Bersaudara.


Melihat Zang bersaudara hanya diam saja. Iblis tua tersebut tersenyum tipis, lantaran sadar ia terlihat tidak sopan dan mencoba akrab. Terlebih, ia merasa seperti bergantung atau ingin memanfaatkan Zang bersaudara.


“Maaf karena aku tiba-tiba bertanya, karena aku merasa kalianlah yang paling cerdas dan cepat tanggap di semua tahanan yang ada di sini, termasuk wanita itu. Dan perkenalkan aku Leo Nardo De Santo, panggil saja Leo,” ucap Iblis tua yang bernama Leo, pandangannya juga melirik ke arah Elf wanita yang hanya berdiri merenung.


“Maaf juga jika aku kurang dan secara blak-blakang dengan kalian. Karena kalian tahu jika kita tidak melakukan apa-apa di sini, maka kita secara perlahan akan mati,” sambung Leo Nardo.


Zang Jin dan Zang Ze pun saling melirik satu ssma lain.


“Tak ada gunanya kita berusaha kabur dari tempat ini, karena saat ini tak lama lagi kita akan di awasi.” Ucap Zang Ze.


“Tak lama lagi kau akan menyadarinya,” sambung Zang Ze.


“Hemm..!! Akan lebih baik jika kau mencoba untuk bertahan hidup, dan akan ku beri saran, jangan terlalu banyak bergerak, sebisa mungkin pijakan kakimu tidak menyentuh tanah.” Balas Zang Jin.


Tap tap..!!


Srek..!!


Setelah melangkah ke dinding pojokan, Zang bersaudara langsung merobek setelah jubah mereka dan melapisi tempat mereka duduk dengan kain, untuk memperlambat penyerapan energi serta darah mereka.


Leo Nardo yang mendengar itu, hanya bisa menghela nafas.


“Kenapa anak muda sangat mudah menyerah, hais,, aku kira mereka cerdas, tapi ternyata mereka sangat bodoh,” gumam Leo Nardo terlihat melangkah ke dinding seberang.


Tap tap..!!

__ADS_1


...


Berbeda dengan Leo Nardo yang tidak mau mendengar, Elf Wanita yang mendengar saran Zang bersaudara, instingnya yang mengatakan untuk bertahan hidup pun langsung menyobek sedikit kain pakaiannya dan melapisi tempat duduknya menggunakan kain tersebut.


***


1 Minggu berlalu.


Terlihat Elf Wanita melihat para tahanan yang bersamanya secara perlahan mulai kurus, ia pun merasakan kebenaran akan ucapan Zang bersaudara saat ini, karena saat ini tubuhnya masih sama seperti saat pertama kali ia datang.


Elf wanita juga merasa darah dan energinya secara perlahan di serap, tapi tidak seperti para tahanan lainnya yang seolah energi serta darah mereka di serap lebih cepat.


Leo Nardo yang sudah menyadari ucapan Zang bersaudara 1 hari yang lalu, kini melapisi tempat duduknya menggunakan jubah yang ia kenakan.


Waktu terus berlalu, tanpa terasa 1 bulan terlewati. Semua tahanan yang masuk bersama Zang bersaudara, kini mereka semua telah menjadi tulang belulang, hanya Leo Nardo dan Elf Wanita saja yang mampu bertahan.


Tapi Zang bersaudara, Leo Nardo serta Elf wanita tidak memberitahu cara untuk bertahan hidup kepada para tahanan baru tersebut.


Karena jika mereka menyebarkannya, maka para penjaga tahanan akan sadar, dan itu sangat berbahaya bagi mereka.


...


Tap tap..!!


“Bagaimana? Apakah mereka masih bertahan?” Tanya pemimpin pusat tahanan sedang duduk di meja ruangannya.


Sementara sosok penjaga yang mengawasi Zang bersaudara, terlihat berlutut.


“Benar Pemimpin, mereka dan dua lainnya mampu bertahan, itu artinya energi mereka sangatlah melimpah,” jawab penjaga yang mengawasi Zang bersaudara.

__ADS_1


“Hoho,, itu jauh lebih bagus, dari pada para budak-budak lemah yang selalu kita bawa setiap hari. Perbedaan mereka seperti 1 : 1000.” Ucap pemimpin pusat tahanan.


“Tetap awasi mereka, mereka adalah aset beharga, jadi jangan sampai mereka melarikan diri.” Perintah pemimpin pusat tahanan melirik ke arah bawahannya.


“Siap laksanakan pemimpin,” jawab penjaga yang bertugas mengawasi Zang bersaudara dan langsung lenyap dari tempatnya berlutut.


***


Wuss wuss..!!


Sementara di ruang hampa, kini terlihat Xiu Bai melesat bersama putranya, Feng Liu, Shen Canling dan terahir Ye Mo Xuan.


Tap tap..!!


“Sudah hampir 1 bulan kita melesat, apa memang benar jika ini adalah arahnya?” Tanya Shen Canling terlihat cemberut ke arah Xiu Bai.


“Hem..!! Apa kau meragukanku,” lirik Xiu Bai ke arah Shen Canling.


Glek..!!


“Ti..Tidak, hanya saja aku merasa melesat tanpa arah selama ini,” jawab Shen Canling di sertai membela diri, agar tidak di hajar lagi.


“Aku pun merasa begitu, jadi apa memang benar ini arahnya?” Sambung Ye Mo Xuan bertanya.


Blush..!!


“Lihatlah, batu yang telah aku teteskan darah Monster mutasi ini semakin bersinar terang, itu tandanya kita semakin dekat. Jadi kalian ikuti saja aku,” dengus Xiu Bai dan kembali melesat.


Dret..!! Wuss wuss..!!

__ADS_1


__ADS_2