
Sementara Du Jian dan Meng Chen hanya bisa membeku di tempat setelah mendapat pesan telepati dari Xiu Mu Lian tanpa di ketahui oleh Xiu Bai.
“Si..Sial.” Gumam Du Jian dan Meng Chen kini saling menatap satu sama lain.
“Ini salahmu otak idiot,” teriak Meng Chen melalui telepati.
“Heh dasar gendut, ini salahmu karena tidak bisa melihat situasi,” balas Du Jian terdengar tak mau kalah.
“Apa kata mu hah, mau ku hajar kau,” teriak Meng Chen sambil melototi Du Jian.
“Ayo siapa takut, akan ku buat wajahmu itu hancur,” balas Du Jian.
Tak lama, mereka berdua langsung menghilang tanpa memberitahu Xiu Bai mereka mau kemana.
Tidak jauh dari tempat Du Jian dan Meng Chen berdiri tadi. Han Liu yang sadar ada yang salah dari tatapan kedua seniornya dari tadi langsung bersemangat karena merasa akan ada sesuatu yang menarik.
Dengan cepat Han Liu ikut pergi mengejar kedua seniornya.
Sementara Xiu Bai yang sudah sadar dari awal kedatangan neneknya ke dunia luar terlihat santai.
Kini ia menatap ke arah Li Zhang dan Li Hin'er yang terus menempel di lengan kanannya.
“Kakak, apa kau akan pergi lagi?” Tanya Li Hin'er kini menatap Xiu Bai dengan mata berkaca-kaca.
“Hehe, tentu saja tidak, ayo kita makan malam bertiga saja,” ajak Xiu Bai melirik ke arah Li Zhang.
Li Zhang yang paham langsung membakar mayat Wang Daexin yang entah kapan mati. Walau bingung dengan kematian Wang Daexin, Li Zhang tentu tidak berani bertanya apa yang telah terjadi.
Tap tap..!!
...
Pagi harinya, terlihat Xiu Bai kini memejamkan matanya mencoba mencerna satu persatu ingatan milik Wang Daexin yang telah di berikan oleh neneknya.
“Hemm..!! Sebuah buku kuno milik klan Li, ternyata itu tujuan Kekaisaran Qian Long,” gumam Xiu Bai kini membuka matanya.
__ADS_1
“Jadi dulunya pendiri klan Li adalah seorang Jendral yang sangat kuat berasal dari Kekaisaran Qian Long, karena pensiun, ia pun bersama keluarganya membuat klan kecil dan mengajar semua anggota keluarganya teknik Pedang Naga Abadi, singkatnya klan Li mulai berubah menjadi klan besar akibat teknik tersebut dan membuat Kekaisaran Qian Long iri, mereka pun mendatangi mantan jendral tersebut namun ia menolak dengan tegas karena sudah bukan bagian dari Kekaisaran lagi. Hal tersebut lah membuat Kekaisaran murka hingga saat ini.” Gumam Xiu Bai kini mengerti mengapa Kekaisaran Qian Long ingin memusnahkan klan Li.
Xiu Bai juga mengetahui jika sebelum pendiri Klan Li mati, ia sempat membuat Buku Teknik Pedang Naga Abadi yang telah ia kuasi.
Namun seiring berjalannya waktu, klan Li mulai merosot lantaran tidak ada yang mampu menguasai teknik Pedang Naga Abadi sampai ke tahap kedua. Kebanyakan dari mereka hanya menguasai dasarnya saja.
Terlebih lagi semua anggota klan Li sangat malah berlatih teknik yang menurut mereka sulit, mereka lebih baik melatih teknik yang mudah di pahami dan di latih menurut mereka.
“Aku merasa klan Li ini sedikit sombong, di berikan hati malah minta jantung,” gumam Xiu Bai.
“Hais,, tapi mengapa aku merasa ada yang kurang ya, ingatanku mendorongku untuk terus mencari,” ucap Xiu Bai kini memijit kepalanya.
“Semoga saja aku dapat menemukannya saat sudah sampai klan Utama,” sambung Xiu Bai mulai bangkit.
Tap tap..!!
Xiu Bai pun mulai melangkah. Tapi tak lama langkahnya terhenti saat ingatan dua sosok pemuda muncul di pikirannya di sertai mereka sedang berdebat.
Urgh..!!
Tak lama, secara tiba-tiba sebuah Istana muncul di kepala Xiu Bai dan setelah itu ingatan yang muncul langsung menghilang bertepatan dengan munculnya sebuah Istana di saat-saat terahir.
“Bu..Bukannya gambar istana tersebut mirip dengan gambar istana di ingatan Wang Daexin,” gumam Xiu Bai kini mulai bangkit.
“Sial, kenapa pekerjaanku terasa semakin bertambah dan aku merasa akan terus bertambah di kemudian harinya,” gumam Xiu Bai sedikit kesal.
***
“Ada apa dengan wajahmu paman?” Tanya Xiu Bai memiringkan kepalanya saat melihat wajah Han Liu bengkak.
Han Liu terdiam, pandangannya mengarah ke Du Jian dan Meng Chen. Keduanya pun langsung melototi Han Liu yang langsung membuat Han Liu menelan ludah.
“Ti..Tidak apa-apa Tuan muda, aku tadi tidak sengaja terpeleset saat terbang hingga menabrak bangunan,” ucap Han Liu.
Pffftt..!!
__ADS_1
Xiu Bai yang ingin memasukkan makannya langsung menutup mulut saat mendengar jawaban Han Liu, bukan hanya Xiu Bai. Li Zhang, Li Hin'er dan kedua paman Xiu Bai ikut menahan tawa.
“Ehem..!! Makanya kalau kau terbang itu hati-hati,” ucap Du Jian dengan nada bijak.
“Hati-hati dengkulmu sialan, ini perbuatanmu yang menghajarku bersama senior Chen,” dengus Han Liu dalam hati mengumpati Du Jian.
“Benar itu, lain kali hati-hatilah paman,” balas Xiu Bai tersenyum kecil karena ia tahu mengapa penyebab wajah Han Liu.
Tak lama Xiu Bai mengihkan pandangannya ke arah Li Zhang. “Oh ya, apakah sudah ada perkembangan tentang apa yang aku minta?” Tanya Xiu Bai.
“Sejauh ini masih belum ada Tuan muda.” Jawab Li Zhang dengan nada hati-hati karena takut Xiu Bai kecewa.
“Jika begitu, kita akan percepat perjalanan kita menuju klan utama, setelah masalah di sana selesai, maka aku bisa sedikit tenang,” ucap Xiu Bai dan mendapat anggukan dari semua orang.
Waktu terus berlalu.
7 bulan sudah berlalu atau tepat Xiu Bai berumur 2 tahun, perjalan Xiu Bai menuju Klan Utama Li pun akan sampai.
Selama 7 bulan, sudah banyak yang kelompok Xiu Bai lalui, dan saat perjalanan, mereka bertemu satu anggota lagi yang selalu ingin mengikuti Xiu Bai.
Namanya adalah Jing Mui, seorang wanita berumur 23 tahun yang menyukai Xiu Bai saat pandangan pertama. Namun cinta Jing Mui bertepuk sebelah tangan. Xiu Bai selalu mengacuhkannya, di samping tidak terlalu memahami namanya percintaan, ia juga terlalu fokus untuk mencari dan mengikuti misteri ingatannya.
Tap tap..!!
“Woah,, apakah ini Kota terbesar di Benua ini?” Ucap Xiu Bai saat melihat kemegahan dan banyaknya orang dari berbagai Ras berlalu lalang setelah memasuki gerbang Kota Li.
Kota Li tempat dimana Klan Li berada, walau klan Li saat ini memiliki konflik dengan Klan Wei, konflik tersebut hanya di ketahui oleh anggota klan saja. Jadi banyak dari penduduk kota tidak mengetahuinya, walau ada yang tahu, tentunya mereka tidak ingin menyebarkannya, karena itu terlalu berisiko menurut mereka.
“Ayo kakak, aku akan mengajakmu ke tempat favoritku,” ucap Li Hin'er menarik lengan Xiu Bai dan Jing Mui.
“Eh eh,, tunggu dulu, aku ingin-”
“Sudah, jangan banyak tanya, ikuti saja apa yang di ucapkan Hin'er,” celetuk Jing Mui melototi Xiu Bai.
“Hais,, wanita memang menyusahkan,” gumam Xiu Bai terpaksa mengikuti langkah kedua wanita tersebut.
__ADS_1