Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kedatangan Dua Utusan Dinasty Kuno


__ADS_3

“Heh,, siapa juga yang mau langsung pergi, aku hanya memberitahu para tahanan ini untuk langsung pergi dari sini jika mereka tidak ingin terlibat masalah yang jauh lebih besar,” kilah Tu Long terdengar mengelak.


“Jangan banyak tingkah, ayo cepat pergi, tidak lama lagi dia akan datang, dan untuk mereka kau tidak perlu khawatir, karena hanya orang yang berhasil membunuh Kaisar itu saja yang akan ia selidiki,” ucap Meng Chen dengan nada datar.


Dengan segera Meng Chen melesat, di ikuti oleh Du Jian.


Wuss..!!


Wuss..!!


...


Tu Long yang melihat itu langsung tersenyum kecut. “Apa yang bocah nakal itu katakan memang benar jika paman Chen adalah orang yang jauh mengerikan dari yang terlihat,” gumam Tu Long dalam hati.


Wuss..!!


Tak lama setelah bergumam, Tu Long pun dengan cepat mengejar Meng Chen dan Du Jian.


***


Wuss..!!


Wuss..!!


Xiu Bai yang sudah keluar dari Desa Lembah berkabut, kini bergerak bersama Sang Pencuri kini menuju Lembah Naga.


“Adik kecil, kemana tujuan kita? Apakah kita ke sebuah kota yang memiliki banyak Harta?” Tanya Sang Pencuri dengan nada bersemangat.


Xiu Bai yang mendengar Sang Pencuri terus berceloteh dari awal ia membawanya. Kini hanya bisa menghela nafas berat.


“Huuff,, apakah pilihan baik membawanya?” Gumam Xiu Bai kini terus menerus bergumam dalam hati.


Terlebih Sang Pencuri selalu memanggilnya adik dan seolah-olah sangat mengenalnya, tapi juga ada yang kurang dari ucapan Sang Pencuri, yaitu ia seperti kehilangan setengah ingatannya.


“Semoga saja dia tidak mengenal ku dan juga seperti yang dia katakan jika aku adalah adik angkatnya dulu, walau saat ini aku telah terlahir kembali dengan wajah yang berbeda, dia berkata sangat mengenal diriku.” Gumam Xiu Bai.


“Jika dia memang benar kakak angkat ku di masa lalu, ini akan menambah bebanku, karena sudah ada 4 yang selalu membuat kepala ku pusing,” sambung Xiu Bai memijit keningnya.


Melihat Xiu Bai memijit keningnya. Sang Pencuri pun langsung berkata. “Hehe.. Kau tenang saja adik kecil, aku tidak akan serakah kok, paling-paling aku akan mencuri setengah semua penduduk kota yang akan kita datangi. Bukan kah aku itu terlalu baik namanya,” kekeh Sang Pencuri sambil mengangkat kepalanya, seolah ia adalah orang bijak.


Mendengar ucapan Sang Pencuri, terlihat jelas Xiu Bai memasang wajah jelek dan ingin rasanya ia memukul kepala Sang Pencuri yang tidak tahu malu ini.


“Huuff,, jika kau bicara lagi, maka aku akan mengembalikanmu ke Gua lagi kakak, jadi apakah kau bisa diam untuk sesaat saja?” Ucap Xiu Bai kini melirik Sang Pencuri.


Sang Pencuri yang mendengar itu langsung mengerucutkan bibirnya. “Kau masih sama saja seperti dulu,, huuh..!! Sama sekali tidak menarik,” ucap Sang Pencuri langsung mengeluh, tapi ia tentu saja akan mendengarkan ancaman Xiu Bai, karena ia yakin jika Xiu Bai sudah berbicara serius seperti itu, maka ia benar-benar mengembalikannya jika ia bicara lagi.


Tap tap..!!


Melihat Xiu Bai yang berhenti tiba-tiba, Sang Pencuri pun ikut berhenti.

__ADS_1


Saat pandangannya mengarah ke segala arah yang isinya hutan, terlihat jelas jika Sang Pencuri kecewa.


Dan terahir, pandangan Sang Pencuri mengarah ke arah mana Xiu Bai mengarah.


“Hemm itu,” gumam Sang Pencuri melihat ke arah Qian Liyun.


Sang pencuri tentunya merasakan adanya jejak aura Xiu Bai di dalam tubuhnya dan jejak aura tersebut Sang Pencuri rasakan adalah sebuah jejak pelindung.


Bersamaan dengan Sang Pencuri menunjuk ke arah Qian Liyun, Sang Pencuri seketika memasang wajah serius saat ia merasakan dua aura yang luar biasa kuat berasal dari langit.


Xiu Bai tentu saja juga merasakan hal yang sama, tapi ekspresinya terlihat biasa saja.


...


Sementara di tempat Qian Liyun, ia yang sedang menunggu dua utusan dari Dinasty pun langsung mendongakkan kepalanya.


Dret..!!


Tap tap..!!


Blush..!!


Bersamaan dengan kedua utusan tersebut menginjakkan kakinya di tanah, hembusan angin kencang langsung muncul.


“Hemm apakah kau orang yang di utus oleh Qian Long?” Tanya sosok pria tampan berjubah hijau.


“Hemm..!! Jangan basa basi, bangkitlah lalu tunjukkan aku dimana Kekaisaran lokasi Kekaisaran Daun Langit kini berada,” ucap sosok pemuda yang satunya lagi dengan nada angkuh.


“Ba..Baik Tuan,” ucap Qian Liyun dengan cepat bangkit.


“Ma..Mari ikuti saya,” ucap Qian Liyun dengan nada hati-hati.


Dengan cepat Qian Liyun yang akan melesat ke arah Kekaisaran Daun Langit pun terhenti saat mendengar sebuah suara.


“Tunggu, aku merasakan ada dua mata sedang mengawasi kita,” ucap sosok pemuda tampan dengan jubah putih bersih.


Pandangan pemuda tersebut kini mengarah ke pemuda berjubah hijau.


“Hemm..!! Apa kalian merencanakan sesuatu dengan menyuruh seseorang memata-matai kami?” Tanya pemuda berjubah hijau dengan nada dingin ke arah Qian Liyun.


“A..Apa apa maksud anda Tuan ku? Aku tidak mengerti yang anda katakan?” Tanya Qian Liyun kini hampir bersujud saat merasakan tekanan energi dari pemuda berjubah hijau.


“Hemm..!! Kau masih mengelak,” ucap pemuda berjubah hijau.


Dret..!!


Dengan cepat pemuda berjubah hijau menembakkan bola energi menggunakan jarinya ke arah barat.


Bom..!!

__ADS_1


“Keluar kau, jika tidak, aku tidak akan bermain-main lagi dengan sampah,” dengus pemuda berjubah putih.


Namun pemuda berjubah putih sama sekali tidak mendapat jawaban maupun melihat sosok yang mengintainya keluar.


“Dasar sampah sialan, berani sekali kau mempermainkanku,” teriak pemuda berjubah putih langsung melesat ke arah sosok yang mengintai dirinya.


Wuss..!!


...


Sementara di wilayah Barat, sosok yang di maksud oleh Pemuda berjubah putih kini hanya bisa mengumpat dalam hati karena ia tak percaya jika dirinya ketahuan.


Padahal ia merasa sudah bersembunyi di lokasi yang terbilang cukup mustahil di ketahui dan telah menekan energinya sekecil mungkin.


“Sial, dia sangat peka dan yang tak aku percaya, sosok yang di kirim oleh Dinasty Kuno adalah mereka, Dua Jendral Perang,” gumam Penasehat Qian kini menghela nafas. Ia mengira orang yang akan di utus adalah hanya seorang prajurit elit mereka, karena prajurit elit Dinasty setara dengan puluhan Jendral Kekaisaran Qian Long, bahkan lebih.


Wung..!!


Dret..!!


Duar..!!


Saat pemuda berjubah putih mengayunkan tangan kosongnya, seketika muncul petir mengelilingi kepalan tangannya dan langsung melesat ke arah target.


Penasehat Qian tentu dengan cepat bergerak untuk menghindar.


Tap tap..!!


Setelah Penasehat Qian menghindar, ia pun mau tak mau menunjukkan dirinya.


Bruk..!!


Tanpa tahu malu, Penasehat Qian langsung bersujud di depan pemuda berjubah putih.


“Ampuni saya Dua Jendral Perang, saya tadi hanya mengawasi utusan kami, yaitu Qian Liyun, apakah ia bisa melayani anda atau tidak,” ucap Penasehat Qian.


Dret..!!


Bukannya mengampuni Penasehat Qian. Pemuda berjubah putih kini dengan cepat menjulurkan tangannya dan tak lama sebuah benang Energi langsung menjerat leher Penasehat Qian Liyun.


“Apakah aku memberikan mu hak untuk bicara,” ucap salah satu dari Dua Jendral Perang dengan nada dingin.


Glek..!!


Tubuh Penasehat Qian pun seketika bergetar hebat, ia sadar jika ia akan langsung mati saat ini jika tidak cepat-cepat melawan.


Wung..!!


Wung

__ADS_1


__ADS_2