
“Hoo,, kalian ternyata bisa menghindarinya,” ucap sosok Iblis Naga Api yang tak lain Penguasa Bukit Hianjin di sertai seringai lebar di arahkan ke Bo Wuhan yang memiliki kekuatan melebihi Kaisar Dewa Energi.
Bo Wuhan yang menahan semua serangan dari Penguasa Bukit Hianjin, kini terlihat memasang wajah seringai lebar.
Walau saat ini pakaian Bo Wuhan hancur, dan tubuhnya sedikit terkena luka bakar, lantaran saking panasnya bola api milik Penguasa Bukit Hianjin. Tentu saja Bo Wuhan merasakan semangat yang pernah ia rasakan di saat melawan Feng Liu dulu.
“Khehe,, kau kuat,” kekeh Bo Wuhan menatap Penguasa Bukit Hianjin.
Tapi tak lama, seringai lebar yang Bo Wuhan tampilkan, dalam sekejap menghilang.
“Kalian semua bantu Tuan muda, biarkan aku yang menghadapinya, karena jika kalian di sini, kalian akan menjadi beban untuk ku,” ucap Bo Wuhan melirik ke arah Duan Du, Tu Long dan Cen Tian.
Duan Du, Tu Long dan Cen Tian tentu saja sadar diri, apa yang Bo Wuhan katakan memang benar kenyataan jika mereka beban saat ini.
Terbukti dari Bo Wuhan yang melindungi mereka, walau begitu, mereka tetap terluka karena dampak dari serangan Penguasa Bukit Hianjin.
“Urgh..!! Baiklah, berhati-hatilah Wuhan, dia sangat kuat dan berbahaya, jika kau tidak mampu menghadapinya, maka jalan terbaik adalah melarikan diri.” Ucap Duan Du yang kini terlihat berantakan.
Untuk Tu Long, ia terlihat sangat marah saat ini, tatapannya sangat dingin di arahkan kepada Penguasa Bukit Hianjin.
“Sialan, jika saja aku lebih kuat, aku tidak akan di lindungi seperti ini,” umpat Tu Long.
“Wuhan, jangan ampuni dia, hajar dia sampai ia tahu betapa mengerikannya dirimu.” Sambung Tu Long melirik ke arah Bo Wuhan.
Bo Wuhan pun mengangguk di sertai senyuman lebar, lantaran baru kali ini ia di puji oleh sosok yang ia kagumi.
“Hehe,, tentu saja Tuan Tu, akan ku buktikan jika aku bisa membuatnya ketakutan akan kekuatanku,” ucap Bo Wuhan terlihat besar kepala sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Hemm..!! Jika begitu kami pergi dulu, ingatlah untuk prioritaskan keselamatan lebih dahulu dari pada kesenangan,” ucap Cen Tian menepuk pundak Bo Wuhan.
__ADS_1
Tak lama, pandangan Cen Tian mengarah ke Duan Du dan Tu Long.
“Ayo,” ajak Cen Tian.
Dret..!!
Namun di saat Cen Tian, Duan Du dan Tu Long baru melesat beberapa langkah.
Penguasa Bukit Hianjin yang melihat itu dari awal langsung tertawa.
Hahahaha..!!
“Hahaha,, kalian mau kenapa para manusia rendahan dan Naga palsu, aku mempunyai hadiah untuk kalian, jadi jangan pergi dulu,” ucap Penguasa Bukit Hianjin.
Prok prok..!!
Dret..!!
“Salam Yang Mulia,” sapa ketiga Iblis Naga bersisik Hitam.
“Haha,, lihatlah ketiga manusia rendahan itu, bermain-mainlah dan buat mereka menari-nari.” Perintah Penguasa Bukit Hianjin.
Ketiga Iblis Naga pun langsung mengangguk dan melesat ke arah Duan Du, Tu Long dan Cen Tian.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Duan Du, Tu Long dan Cen Tian yang melihat ketiga Iblis Naga Kegelapan melesat ke arah mereka pun langsung memasang wajah jelek.
“Sialan, perasaanku kini menjadi tidak enak,” ucap Duan Du melirik Tu Long dan Cen Tian yang juga merasakan hal yang sama.
__ADS_1
...
Di saat yang bersamaan, Bo Wuhan yang melihat ketiga Iblis Naga Kegelapan mendekati anggota keluarganya pun memasang wajah ganas.
“Berani sekali kalian mendekati mereka,” teriak Bo Wuhan melesat ke arah ketiga Iblis Naga Kegelapan.
Wuss..!!
Wung..!!
Bom bom..!!
Namun baru beberapa langkah Bo Wuhan melesat, Penguasa Bukit Hianjin muncul dan langsung mengayunkan tinju apinya ke arah wajah Bo Wuhan.
Beruntung Bo Wuhan memiliki reflek yang cepat dan langsung menyilang kedua tangannya.
Namun terlihat bekas luka bakar di kedua tangan Bo Wuhan sedikit mengerikan. Saking kuatnya serangan yang Penguasa Bukit Hianjin berikan.
“Hehe,, kau mau kemana? Apa kau tidak memandang diriku ini,” kekeh Penguasa Bukit Hianjin.
Bo Wuhan yang di pukul mundur, hanya bisa menatap tajam musuh di depannya.
Walau saat ini Bo Wuhan di penuhi amarah, Bo Xwuhan sadar ini tidak akan baik jika terus terbawa suasana, Bo Wuhan juga yakin jika inilah yang musuh inginkan dari awal, seolah ingin menggerakkan dirinya menggunakan sebuah benang.
Huuff..!!
Dengan santai Bo Wuhan menarik nafas dan menenangkan dirinya. “Baiklah, akan ku buat kau sadar jika menghadapi lawan yang mengerikan saat ini,” ucap Bo Wuhan menyeringai lebar.
Dret..!! Wuss wuss..!!
__ADS_1