Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Menyiksa Penjaga Gerbang ke 6


__ADS_3

“Walau aku mati, setidaknya akan ku buat kau terluka parah,” teriak Naga Iblis mengayunkan tombaknya juga dan mengambil resiko lebih baik maju dari pada menghindar.


Slash..!! Slash..!! Trank..!!


Benturan antar kedua tombak terdengar menggema, namun terlihat jelas jika tombak yang Naga Iblis ayunkan, langsung hancur.


Krak krak..!! Wuss..!!


Tepat saat bilah tombak menghancurkan bilah tombak Naga Iblis, dengan cepat bilah tombak Penjaga Gerbang ke 6 melesat ke dada Naga Iblis.


Naga Iblis yang melihat perbedaan kekuatan mereka, hanya bisa menghela nafas panjang sembari menutup matanya.


Bamm..!!


“Ehh,, kenapa aku mendengar suara ledakan, dan kenapa aku tidak merasakan rasa sakit?” Gumam Naga Iblis mengerutkan keningnya dan tetap memejamkan matanya.


“Apakah penjaga gerbang ke 6 sengaja tidak membunuhku, karena ia ingin menyiksaku sebagai mainannya,” sambung Naga Iblis kini mulai bertanya-tanya.


Secara perlahan ia pun membuka mata, dan apa yang Naga Iblis lihat di depan matanya adalah Feng Liu yang sedang menahan bilah tombak penjaga gerbang ke 3 dengan dua pedangnya.


“Hoo,, kau akhirnya membuka mata juga Naga Iblis,” sapa Feng Liu tersenyum kecil.


“Tunggu di sini, akan ku selesaikan ini dengan cepat,” ucap Feng Liu melirik ke arah belakang, dimana Naga Iblis hanya bisa melongo.


Blush..!!


Boomm..!!


Penjaga gerbang ke 6 seketika terlempar mundur saat Feng Liu sedikit mendorong pedangnya yang di aliri energi dan Hukum Angin.


“I..Ini.??” Ucap Penjaga gerbang ke 6 dan Naga Iblis serempak.


Keduanya terlihat tidak bisa menyembunyikan wajah terkejut mereka saat melihat betapa mudahnya Feng Liu mendorong mundur Penjaga gerbang ke 6.


“Sialan, apa-apaan ini? Bagaimana bisa manusia rendahan sepertimu mendorongku,” teriak Penjaga gerbang ke 6 yang masih tidak bisa percaya dengan apa yang ia alami saat ini.


“Hemm..!! Itu karena manusia rendahan ini jauh lebih kuat dari sampah,” ucap Feng Liu dengan nada tenang.


Glek..!!


Ucapan Feng Liu seketika terasa menusuk jantung Penjaga gerbang ke 6. Itu sangat menyakitkan untuk di dengar, karena ini pertama kalinya ia di katakan sampah.


“Si..Sialan, akan ku bunuh kau manusia rendahan,” teriak Penjaga gerbang ke 6 yang saat ini di penuhi amarah dan benci.

__ADS_1


Blush..!! Bom bom bom..!!


Aura penjaga gerbang ke 6 seketika meledak, yang membuat area sekitar berubah sedikit mencekam.


“Hati-hati Feng Liu, dia sangat kuat dan berbahaya,” ucap Naga Iblis memperingati Feng Liu.


Feng Liu yang mendengar itu dan melirik Naga Iblis bersiap untuk kembali bertarung lagi bersamanya, hanya bisa tersenyum kecil.


“Sudah ku katakan, serahkan saja ini kepadaku dan pulihkan saja lukamu itu,” ucap Feng Liu menggerakkan tangan kanannya untuk mendorong Naga Iblis.


Blush..!!


Dalam sekejap Naga Iblis menghilang dan muncul di tempat yang cukup jauh.


Setelah mengirim Naga Iblis ke tempat yang aman, kini Feng Liu mengarahkan pandangannya ke arah penjaga gerbang ke 6.


“Dia memang sedikit lebih kuat dari penjaga gerbang ke 9, tapi tetap saja dengan bantuan Hukum Ruang dan angin, aku bisa jauh lebih mudah melawannya.” Gumam Feng Liu.


Dret..!!


Feng Liu pun lenyap setelah merobek ruang, dalam sekejap ia muncul di atas musuhnya.


Tanpa basa basi, Feng Liu mengayunkan kedua pedangnya mengarah ke kedua pundak musuhnya dan di bantu oleh Hukum angin, agar kecepatan serangannya meningkat.


Slash..!! Slash..!!


Penjaga gerbang ke 6 sedikit terkejut.


“Dia cepat,” gumam penjaga gerbang ke 6 dalam hati.


Ia pun mengubah genggaman tombaknya dan membaliknya ke arah atas.


Trank..!!


Crash..!!


“I..Ini,” gumam penjaga gerbang ke 6 dengan cepat mundur saat terkena tebasan pedang Feng Liu yang tiba-tiba muncul dari arah berbeda.


“Si..Sial, apa-apaan serangannya itu, kenapa aku tidak bisa melihat dan merasakan serangannya yang satunya tadi.” Ucap penjaga gerbang ke 6 tidak percaya.


“Bukan hanya itu saja, bagaimana bisa bilah pedang tiba-tiba muncul dari arah kananku, padahal aku melihat dengan cepat jika manusia itu ada di atasku.” Sambung penjaga gerbang ke 6.


Tatapan penjaga gerbang ke 6 pun mengarah ke Feng Liu, kini ia terlihat sangat waspada dan tidak ingin meremehkan Feng Liu.

__ADS_1


Walau pinggangnya terluka, dengan cepat luka penjaga gerbang ke 6 sembuh.


Feng Liu yang melihat Regenerasi musuh jauh lebih cepat dari musuh yang ia bunuh sebelumnya, langsung tersenyum tipis.


“Sesuai dugaan, tingkat Regenerasi miliknya jauh lebih cepat, itulah kelebihan penghuni Dimensi ini,” gumam Feng Liu dalam hati.


“Walau begitu, ini akan jauh lebih mudah, karena ia tidak punya kelebihan lain selain Regenerasinya,” sambung Feng Liu.


Dret..!!


Feng Liu pun langsung lenyap dari tempatnya berdiri.


Melihat Feng Liu menghilang, Penjaga gerbang ke 6 pun langsung waspada.


Ia mengedarkan energinya untuk merasakan dimana Feng Liu muncul.


Slash..!!


Crash..!!


Arghh..!!


Penjaga gerbang ke 6 langsung berteriak kesakitan saat bilah pedang muncul tepat di depan matanya dan langsung menusuk mata kanannya.


Tidak berhenti sampai di sana saja, bilah pedang kembali muncul dari berbagai arah dan terus menusuk penjaga gerbang ke 6.


Entah apa yang Feng Liu pikirkan sehingga tidak langsung membunuh musuh, malah ia semakin menyiksa musuhnya saat ini menggunakan Hukum Ruang untuk memunculkan bilah pedangnya.


Gema teriakan penjaga gerbang ke 6 semakin besar setiap detiknya.


Semua pemimpin lantai Menara Langit ke 6 yang sedang bertarung dengan pemimpin lantai Menara Langit ke 10, hanya bisa terdiam di sertai merinding mendengar teriakan penjaga gerbang ke 6.


“Ba..Bagaimana bisa ini terjadi?” Gumam pemimpin lantai 90 Menara Langit ke 6 dengan tatapan tidak percaya.


“Berahir sudah jika Raja kita di siksa dan di permainkan seperti itu.” Sambung pemimpin lantai 80 Menara langit ke 6.


Terlihat jelas jika mereka semua terkena mental, dan langsung menjatuhkan senjata masing.


Melihat itu, para pemimpin lantai Menara Langit ke 10 pun langsung berteriak bahagia.


“Hidup Pahlawan Feng Liu.”


“Hidup Menara Langit ke 10.”

__ADS_1


Sementara Naga Iblis yang di kejauhan, hanya bisa menelan ludah melihat betapa kejamnya Feng Liu mempermainkan penjaga gerbang ke 6.


“Aku tak menyangka jika dia sekuat itu, padahal aku mengira jika diriku sedikit lebih kuat. Tapi, dia jauh lebih kuat,” gumam Naga Iblis dengan nada lesu.


__ADS_2