
Terlihat kini Tu Long mengeluarkan Rudal versi mini yang telah ia rakit ulang bersama Duan Du saat masih berada di penjara Tambang.
“Kemarilah mainan baruku,” teriak Tu Long sambil menyeringai lebar, terlihat saat ini Tu Long tidak sabar melihat siapa sosok kuat yang ada di depannya.
Brum..!!
Tepat saat Tu Long menyeringai lebar, wajahnya seketika membeku, bukan hanya Tu Long, bahkan Jing Chen terlihat ketakutan.
“Di..Dia, dia adalah salah satu penjaga 4 arah mata angin, yaitu Penjaga Selatan, Monster Batu,” ucap Jing Chen dengan nada terbata-bata.
Tu Long yang mendengar itu, dengan cepat menarik Jing Chen, karena kaki dari Monster Batu mengarah ke tempat mereka berdiri.
“Sialan, aku tak menyangka jika dia akan sebesar ini,” umpat Tu Long dalam hati. Telapak kakinya aja selebar 10 meter lebih.
Sret..!!
Bomm..!!
“Sial, hanya menggunakan kakinya saja dampaknya sudah sekuat ini,” ucap Tu Long yang terhempas bersama Jing Chen.
“Hei, apa kau tahu dimana titik lemah Monster sialan itu?” Tanya Tu Long melirik Jing Chen.
Melihat Jing Chen menggelengkan kepalanya. Tu Long pun langsung mendekatinya.
Sret..!!
“Sembunyi di tempat yang jauh, biarkan aku menghadapinya,” ucap Tu Long.
Sadar jika dirinya akan menjadi beban, Jing Chen pun langsung mengangguk patuh.
Dret..!!
Wuss..!!
Saat Jing Chen akan pergi, terlihat telapak tangan Monster Batu mengarah ke Jing Chen.
Duar..!!
Argh..!!
“Manusia sialan, berani sekali kau menghancurkan tanganku,” teriak Monster Batu kini melirik ke arah Tu Long yang telah menyerang tangannya dengan benda aneh yang ada di tangannya.
“Heeh,, kau ingin menyerang rekan ku, kenapa kau marah saat ku serang balik,” ejek Tu Long.
Dret..!!
Dengan cepat Tu Long muncul di depan kepala Monster Batu, tangan Tu Long yang terlihat siap menarik pelatuk, dan terlihat sudah di alirkan energinya yang cukup banyak.
Blush..!!
Dret..!!
Melihat bola energi mengarah ke kepalanya, dengan cepat tangan kanan Monster Batu yang hancur mulai menyatu dan langsung mengarah ke bola energi.
Wuss..!!
Bommm..!!
Argh..!!
Melihat tangannya kembali di hancurkan, amarah Monster Batu seketika memuncak.
“Manusia,”
“Ya kenapa?” Balas Tu Long langsung memotong ucapan Monster Batu sambil menaikkan kedua alisnya.
Seringai lebar juga terlihat Tu Long perlihatkan sambil mengacungkan jarinya.
“Maju kau idiot,” ejek Tu Long langsung menantang Monster Batu.
Tanpa basa basi, Tu Long pun langsung menembakkan senjatanya ke arah dada kirinya musuhnya.
Dret..!!
Bom..!!
Namun bola energi yang Tu Long tembakkan langsung di hancurkan oleh salah satu material batu yang sempat di hancurkan oleh Tu Long.
Tu Long yang melihat semua material batu yang Tu Long hancurkan di tangan kiri musuhnya sebelumnya. Kini mulai melayang di udara dan membentuk sebuah pedang, tombak dan berbagai senjata lainnya.
__ADS_1
“Manusia, akan..!!”
“Banyak omong kosong kau batu sialan,” ejek Tu Long.
Dret..!!
Melihat Tu Long muncul dalam wujud Berseker, Monster Batu merasakan bahaya.
Bam..!!
Tu Long pun langsung menembakkan rudal yang ada di tangannya.
“Sialan,” teriak Monster Batu langsung menggerakkan semua material batu yang telah berubah menjadi senjata.
Wung..!!
Bom bom bom..!!
Wuss..!!
Saat bola energi yang Tu Long tembakkan berbenturan dengan batu-batu yang beterbangan. Terlihat Tu Long sudah menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang musuhnya.
“Mati,” teriak Tu Long langsung mengayunkan tangan kirinya.
Slash..!!
Bom..!!
Namun sebelum bilah tangan kiri Tu Long mencapai titik lemah musuh yang ada di pundaknya. Sebuah batu bewarna merah muncul dan langsung memblokir serangan Tu Long.
Wung..!!
Trank..!!
Bom bom bom..!!
Mata Tu Long seketika melebar saat melihat batu merah yang setelah memblokir serangam terkuatnya dan langsung melesat menyerang balik dirinya.
Bukan hanya satu batu merah saja, melainkan puluhan batu merah menyerang Tu Long dari berbagai arah.
“Sial,” gumam Tu Long terlihat kewalahan menghalau serangan demi serangan yang terus berdatangan secara bergantian.
Trank..!!
5 batu merah lainnya langsung bergerak ke arah titik lemah Tu Long.
Bom..!!
Bom bom bom..!!
Duar..!!
Argh..!!
Tu Long seketika memuntahkan seteguk darah setelah di hempaskan oleh kelima batu yang menyerangnya serempak.
Hoek..!!
“Satu batu saja sekuat serangan penuhku, sialan, kenapa aku bisa di tekan oleh sebongkah batu,” umpat Tu Long langsung bangkit.
Wung..!!
Tepat saat Tu Long bangkit, sebongkah batu merah membentuk tombak muncul tepat di depan Tu Long.
Duar..!!
Bom bom..!!
Terlihat Tu Long langsung terlempar jauh setelah mencoba menahannya dengan tangan kirinya.
Wung..!!
Saat Tu Long masih terbaring, batu merah berbentuk tombak kembali muncul tepat di atas Tu Long.
“Sialan,” umpat Tu Long langsung mencoba melempar dirinya ke arah samping.
Duar..!!
Sret..!!
__ADS_1
Crash..!!
Argh..!!
Pinggang Tu Long seketika menyemburkan banyak darah saat Batu tombak yang mengenai tanah langsung bergerak ke arah Tu Long yang menghindar.
Tap tap..!!
Dengan segera Tu Long bangkit dan menatap tajam batu yang ada di depannya.
“Sial, apa boleh buat, akan ku kerahkan semuanya untuk melawanmu,” ucap Tu Long yang kini langsung menusuk dadanya.
Dret..!!
Blush..!!
Bom bom bom..!!
Aura Tu Long seketika melonjak drastis, ini adalah kekuatan yang baru Tu Long dapatkan setelah peningkatan yang ia dapat dari hasil latihan selama 12 tahun.
Goar..!!
Dalam sekejap Tu Long berubah menjadi Naga Hitam yang tubuhnya di baluti oleh Api Hitam yang mirip dengan Api milik Pang Hei. Tapi itu jauh berbeda, api hitam milik Pang Hei jauh lebih kuat dari Api yang menyelimuti tubuh Tu Long saat ini.
Gerr..!!
Bom..!!
Tanpa basa basi, Tu Long langsung membuka mulutnya lalu menembakkan bola api hitam ke arah Batu merah yang ada di depannya.
Dret..!!
Brum brum..!!
Sementara batu merah yang ada di depan Tu Long, langsung menarik semua batu yang ada di sekitarnya hingga membentuk sosok Naga yang mirip dengan Tu Long.
Goar..!!
Bom..!!
Tak mau kalah, Batu merah yang berubah menjadi Naga kini meniru apa yang Tu Long lakukan.
Blush..!!
Bom..!!
Duar..!!
Ledakan besar pun menggema yang langsung membuat area di sekitar hancur.
Tu Long yang melihat itu, langsung mengayunkan cakarnya ke area sekilingnya.
Kini ia sadar jika Monster Batu ini tidak akam ada habisnya selagi batu yang ada di sekelilingnya masih ada. Ia juga sadar jika batu merah yang menyerangnya bukanlah Inti Monster Batu.
Inti Monster Batu saat ini sedang bersembunyi di suatu tempat.
Wung..!!
Bom bom bom..!!
Melihat Tu Long mengamuk dan menghancurkan area sekitarnya.
Batu merah langsung bersinar terang.
Brum..!!
Seketika semua serpihan batu yang Tu Long hancurkan kini mulai berputar-putar di atas kepala Tu Long.
Blush..!!
Tak lama sebuah pusaran pun langsung muncul hingga membentuk angin kencang yang kini mengelilingi Tu Long.
Wung..!!
Batu merah terlihat kembali bersinar, hingga membuat pusaran batu kini semakin kencang berputar sambil mendekati Tu Long.
Tu Long yang melihat itu, langsung mengayunkan cakarnya yang telah di aliri energi yang sangat besar.
”Hancur,” teriak Tu Long.
__ADS_1
Crash..!!
Duar..!!