
Karena suara ledakan yang cukup besar, serta dampaknya sampai ke tempat ini. Terlihat dua dari Penetua Agung langsung keluar menuju lokasi pertarungan.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Tepat setelah kedua Penatua Agung Klan Naga Langit pergi, kini di ruangan tempat pemimpin klan, terdengar suara.
“Itu adalah salah satu putranya yang sengaja tidak aku kirim dulu, dia ternyata sudah lumayan meningkat juga,” ucap Roh Blood Asura.
“Aku yakin kau pun tidak akan menyadarinya juga, jika sebenarnya putra Tuan kini ada di tingkat Kaisar Dewa ⭐ 9 Awal.” Sambung Roh Blood Asura kini melirik ke arah Hua Qian yang tentunya terkejut.
“Apakah karena energi yang belum pernah aku lihat ini penyebabnya Tuan?” Tanya Hua Qian kini melirik ke arah Roh Blood Asura.
“Hemm,, keturunan Tuan memang semuanya luar biasa, mereka semua punya kelebihan mereka masing-masing,” ucap Roh Blood Asura mengangguk santai.
***
Sementara kedua penatua Agung Klan Naga Langit yang baru sampai di tempat terjadinya suara ledakan dan pertarungan sesaat, kini mencoba melihat area sekitar untuk mencari siapa yang telah bertarung.
Tapi setelah cukup lama mencari, mereka tidak menemukan bukti, karena semua bekas pertarungan telah hilang.
Bukan hanya kedua penatua agung klan Naga langit, beberapa ahli Benua pun mencoba melakukan hal yang sama, yaitu mencari siapa orang yang telah bertarung juga.
Setelah 1 jam berlalu, mereka semua pun langsung kembali ke tempat mereka masing-masing.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
...
Tap tap..!!
Sementara sosok yang bertarung kini terlihat muncul bersama anggota kelompoknya.
“Bagaimana? Apa ada yang mengejar kita kak?” Tanya sosok manusia berkepala kera.
“Tidak, aku telah yakin menghapus semua jejak pertarungan serta pelarian kita, jadi tidak akan ada yang mengejar atau mengetahui siapa kita,” jawab sosok pemuda tampan, yang tak lain salah satu dari 2 putra Xiu Bai.
“Walau begitu, aku merasakan adanya sosok yang mengawasi kita semenjak kedatangan kita ke Alam Celestial ini,” sambung putra Xiu Bai, yaitu Bai Han.
“Tapi aku tidak tahu siapa itu,” ucap Bai Han kini melirik ke arah sekitarnya.
Tempat mereka mendarat tidak terlalu jauh dari Klan Naga Langit, mereka kini di ujung yang bersebelahan dengan klan tempat Chen Long berada.
__ADS_1
“Apa kita akan langsung ke klan atau ke kota terdekat lebih dulu Han'er?” Tanya Chen Long kini melirik ke arah Bai Han.
Bai Han pun merenung, saat ini hatinya merasakan semakin dekat bertemu dengan sosok yang ia rindukan selama ini.
Tapi di satu sisi, Bai Han merasakan kegugupan bertemu dengan ayahnya, yang pastinya dengan wajah berbeda.
“Apa ayah mengenal diriku?” Gumam Bai Han kini menundukkan kepalanya.
“Apa ayah mau menerima diriku?” Sambung Bai Han terlihat sedikit kehilangan tujuan.
Tap tap..!!
“Tuan muda, sadarlah, bukan cuman Tuan besar saja yang ada di sini, aku juga merasakan adanya Tuan Tu, aku dapat merasakannya karena Inti darahnya ada di dalam tubuhku.”
“Kau pasti paham apa yang aku maksud Tuan muda, itu artinya Tuan besar kini pasti bersama Tuan Tu, dan jika mereka bersama.” Bo Wuhan menghentikan ucapannya setelah melihat Bai Han tersadar dari gangguan hatinya yang bergejolak.
“Kau benar, dan jika paman Tu ada bersama ayah, maka dapat di pastikan paman Du juga ada di sana,” ucap Bai Han kini tersenyum bahagia.
“Ayo kita akan ke kota terdekat terlebih dahulu untuk mencari sedikit informasi, aku yakin dimana ada infomasi keributan, di sana mereka berdua membuat keributan,” sambung Bai Han kini melirik ke arah semua anggota keluarganya.
Dret..!!
Dengan cepat Bai Han dan yang lainnya melesat ke arah timur.
Wuss wuss..!!
***
“I..Ini,” gumam Xiu Bai yang melihat ke arah sekelilingnya saat di bawa ke Alam yang tidak ia ketahui.
Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke seluruh ingatannya yang terlihat seperti sebuah layar yang ada di sekelilingnya.
Tanpa sadar di setiap Xiu Bai memandang ke arah layar tersebut, ingatan yang ada di dalam layar langsung masuk ke dalam otak Xiu Bai. Bersamaan dengan itu, energi yang tersimpan di dalam layar juga ikut masuk ke dalam tubuh Xiu Bai.
Xiu Bai yang mencerna ingatan masa lalunya, langsung memejamkan matanya saat ia merasakan energi yang sangat banyak dan padat di dalam tubuhnya.
Bam bam..!!
Terdengar kini ledakan dari dalam tubuh Xiu Bai, Xiu Bai yang merasakan dirinya ada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah pun langsung membuka matanya.
“Jadi begitu,” gumam Xiu Bai saat ia tahu di dalam ingatan pertamanya, dulu ia sangat kuat.
Dengan cepat pun Xiu Bai kembali melihat ke arah ingatannya satu persatu dan langsung mencerna energi yang ada di dalam ingatannya.
Waktu pun terus berlalu di dunia luar, tanpa terasa sudah lewat 1 hari.
__ADS_1
“Hemm..!! Ini lebih lama dari yang aku duga,” ucap Roh Blood Asura. “Biasanya tidak butuh setengah hari lalu Tuan keluar,” sambung Roh Blood Asura.
“Mungkin Bai'er sedang menikmati ingatan masa lalunya,” balas Hua Qian.
“Bisa jadi.” Sambung Roh Blood Asura terlihat santai.
Dret..!!
Tak lama setelah Roh Blood Asura selesai bicara, kini Xiu Bai muncul tepat di depan Ibunya dan Roh Blood Asura.
Tap tap..!!
Tidak ada perubahan apapun di dalam diri Xiu Bai sebelum ia masuk dan sesudah keluar.
“Ibu,” ucap Xiu Bai langsung memeluk Hua Qian.
Hua Qian pun dengan cepat merentangkan tangannya.
Bruk..!!
“Mulai sekarang, ibu tidak lagi harus menjadi penopang klan Naga Langit, biar Bai'er dan para anggota keluarga Bai'er yang akan mengurusnya.” Ucap Xiu Bai dengan nada lembut.
“Ibu hanya cukup duduk menikmati hari tua bersama para wanita yang lainnya, dan tentunya bersama cucumu nanti,” sambung Xiu Bai yang kini terlihat memegang kedua pipi ibunya yang terlihat keriput.
Mendengar itu, Hua Qian seketika terharu, tanpa sadar ia meneteskan air matanya.
“Terimakasih Bai'er,” ucap Hua Qian langsung memeluk putra satu-satunya.
Xiu Bai pun mengangguk dan kembali memeluk ibunya, dan pada saat yang sama, kini pandangan Xiu Bai pun melirik ke arah Roh Blood Asura yang terlihat berubah.
Roh Blood Asura kini menundukkan kepalanya dengan hormat ke arah Xiu Bai.
“Kembalilah terlebih dahulu, aku akan menemuimu nanti,” ucap Xiu Bai melalui telepati.
Tanpa berani membantah, Roh Blood Asura pun langsung menghilang.
Setelah itu, pandangan Xiu Bai pun melirik ke arah sebuah jiwa wanita yang kini sedang mengawasinya.
“Kenapa kau di situ saja nenek, apa kau tidak ingin menemui cucu tersayangmu ini,” sapa Xiu Bai.
Jiwa Xiu Mu Lian pun langsung muncul di depan cucu dan menantunya.
“Hoho,, nenek tidak menduga jika kau akan sekuat ini setelah menghilang satu hari,” ucap Jiwa Xiu Mu Lian.
“Pulanglah, nenek ingin memelukmu secara nyata dan akan mengadakan pesta karena kini kau sudah mampu melebihi ayahmu, itu artinya kau sudah bisa menggeser posisinya,” sambung Jiwa Xiu Mu Lian menyentuh pipi cucu dan menantunya, setelah itu, ia pun menghilang.
__ADS_1
Melihat kepergian jiwa neneknya, kini Xiu Bai pun melirik ibunya. “Ayo bu, kita temui cucumu yang kini bergerak ke arah kedua pamannya,” ajak Xiu Bai sambil melirik ke arah putranya bersama anggota keluarganya.