
“Beruntung aku tidak seperti yang dulu, jika tidak, aku sudah menghancurkannya, walau aku merasakan ia keturunannya sekalipun.” Sambung Xiu Bai dan melanjutkan mengecek selembaran laporan yang ada di depannya.
***
2 Jam telah berlalu, Xiu Bai yang melihat semua berkas informasi, kini terlihat tersisa tinggal 1 jilit di atas mejanya.
“Hemm..!! Semua berkas ini masih tidak ada tanda-tanda kaitannya dengan ketiga bawahanku,” gumam Xiu Bai terdengar menghela nafas panjang.
“Apakah mereka memang tidak datang ke tempat ini?” Sambung Xiu Bai sembari mengulurkan tangannya untuk mengambil jilit terahir.
Sret..!!
Beberapa menit setelah Xiu Bai membacanya, Xiu Bai semakin lama semakin mengerutkan keningnya.
“Ini informasi 1000 tahun yang lalu, dan jika aku kaitkan dengan mereka bertiga, artinya ketiganya mungkin sudah 1000 tahun di tempat ini, karena perbedaan ruang dan waktu.” Gumam Xiu Bai terlihat seperti mendapatkan sedikit informasi tentang Pedang Angin, Zang Zen dan Zang Jin.
Di informasi yang Xiu Bai baca, ada laporan tentang adanya penyusup datang ke tempat ini, dan jumlahnya di perkirakan lebih dari 2 orang. Namun sampai saat ini, penyusup tersebut tidak bisa di temukan, sehingga di pastikan itu hanyalah isu.
Xiu Bai yang baru membaca beberapa selembaran informasi tentang penyusup ini pun kembali membuka selembaran yang belum selesai ia baca.
Xiu Bai pun kembali membaca jika penyusup ini salah satunya menggunakan pedang dan mampu membunuh penjaga Dimensi dalam dua kali gerakan, lalu menghilang.
Dan saat mayatnya di periksa, ada jejak Hukum Angin dari tebasan tersebut.
“Ketemu,” gumam Xiu Bai langsung bangkit dari tempat duduknya.
“Ye'er, Liu'er, datanglah ke ruangan ayah,” ucap Xiu Bai melalui telepati.
__ADS_1
Wuss wuss..!!
Dalam sekejap Bai Chu Ye dan Feng Liu muncul di depan Xiu Bai.
“Apakah sudah ada petunjuk ayah?” Tanya Bai Chu Ye datar.
“Hemm..!! Mereka ada di sini, dan mungkin saja mereka sedang bersembunyi dari sesuatu atau sengaja mengasingkan diri untuk meningkatkan kekuatan mereka.” Ucap Xiu Nai mengangguk santai.
“Kalian berdua ada tugas, baca dulu 4 selembaran terahir ini, ayah yakin jika ada petunjuk dimana mereka berada di selembaran terahir ini.” Sambung Xiu Bai mengulurkan tangannya.
“Karena ada yang ayah lakukan, maka ayah serahkan pencarian ketiga bawahan ayah kepada kalian berdua, dan jangan lupa beritahu Ji Zuan, siapa tahu ia bisa membantu.” Ucap Xiu Bai dan langsung membalik badan menuju jendela.
Dret..!! Wuss wuss..!!
...
Melihat ayahnya pergi, Bai Chu Ye pun melirik Feng Liu.
Feng Liu pun mengangguk ringan dan membaca selembaran berisi informasi tentang Pedang Angin, Zang Zen dan Zang Jin.
Tak sampai beberapa menit, keduanya yang telah melihat selembaran informasi tersebut pun hanya bisa mengerutkan keningnya.
“Hemm..!! Aku sedikit bingung dengan informasi ini, terlebih lagi aku sama sekali tidak tahu tentang kota ini Tuan muda.” Ucap Feng Liu mengungkapkan isi hatinya.
“Kau benar, maka dari itu kita harus mencari informasi seluruh kota ini dari Ji Zuan dan strukturnya. Pasti di kota ini ada banyak sesuatu tersembunyi atau tempat terlarang. Dan kita akan mencoba mencari dari tempat terlarang terlebih dahulu.” Balas Bai Chu Ye.
“Walau aku tidak terlalu mengenal paman Pedang Angin, aku menduga ia yang paling waspada dan selalu mengambil tindakan hati-hati dalam melakukan sesuatu.”
__ADS_1
“Dan di dalam informasi, aku sedikit menebak jika paman Pedang Angin di buru, jika tidak di buru, maka ia meningkatkan kekuatannya.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
Mendengar itu, Feng Liu hanya bisa menatap Bai Chu Ye dengan tatapan kagum.
Tap tap..!!
“Ayo, kenapa kau diam saja saudara Liu,” ajak Bai Chu Ye melirik ke arah Feng Liu yang melamun.
“Ah,, baik, tunggu aku Tuan muda Ye,” ucap Feng Liu langsung mengejar.
Tap tap..!!
***
Sementara di tempat Xiu Bai, ia yang keluar dari penginapan, kini berdiri di depan sosok pemuda berambut putih dengan dua tanduk di kepalanya.
“Hemm..!! Aku tak menduga jika kau sama keras kepalamu dengan ayahmu,” ucap Xiu Bai dengan nada datar.
Urghh..!!
“Si..Sialan, walau aku mati sekalipun, aku tak akan memberitahumu dimana Penjaga Gerbang Kedua berada,” ucap pemuda berambut putih dengan tatapan mengerikan di arahkan ke Xiu Bai.
Pemuda tersebut menduga jika Xiu Bai datang untuk membunuh ayahnya, dan ia juga mengira jika Xiu Bai berasal dari Alam Saint.
Xiu Bai yang melihat tatapan pemuda berambut putih tersebut, hanya bisa tersenyum dalam hati, karena salah paham akan kedatangannya.
“Hais,, si tua bangka itu ternyata tidak memberitahumu ya. Padahal ia sendiri yang tidak sabar ingin bertemu dengan ku, bisa-bisanya ia menipu keturunannya sendiri.” Ucap Xiu Bai.
__ADS_1
“Jika begitu, lebih baik kau ikuti aku, dan akan ku buat sedikit keributan di tempatnya nanti, agar ia keluar menemuiku,” sambung Xiu Bai melirik ke arah Menara Langit.
Dret..!! Wuss wuss..!!