
“Dasar bocah palsu, berani sekali kau mempermainkan seniormu yang kuat dan tampan ini hah,” dengus Du Jian kini berdiri sambil berdecak pinggang.
“Hei, ayolah Senior bodoh, bagaimana aku bisa mengalahkanmu yang memiliki kekuatan terpaut satu Bintang penuh,” dengus Han Liu melototi Du Jian.
“Bahkan jika aku bergabung dengan saudara Han Riu pun, kami tidak yakin mampu menang seperti dulu lagi, namun untuk seri, setidaknya bisa, tapi itu akan memakan waktu bertahun-tahun.” Sambung Han Liu langsung mengubah nada suara dan wajahnya menjadi tenang dan datar.
Mendengar itu, wajah Du Jian seketika terangkat ke atas dengan bangga. “Haha tentu saja kalian tidak akan mampu menang melawanku saat ini,” ucap Du Jian tersenyum lebar.
“Sementara untuk di masa lalu, itu karena aku ceroboh karena tidak mengetahui cara bertarung kalian dan tidak mengetahui di bidang apa kalian sehingga aku hanya bisa bertahan.” Sambung Du Jian terdengar mengelak untuk mengakui kekalahan.
Han Liu yang mendengar itu seketika tertawa terbahak-bahak.
“Hahaha,, apanya yang ceroboh, kalau bodoh baru benar, dan dulu itu, kau terlalu meremehkan kami Senior, jika saja kau dari awal langsung serius, aku yakin kami semua akan langsung kalah,” ejek Han Liu.
“Apa kau bilang hah, apa kau ingin ku hajar,” dengus Du Jian yang langsung membuat Han Liu ciut.
“Sudah-sudah,, setelah tidak bertemu dalam waktu yang lama, kenapa malah kalian bertengkar. Hais, dan juga, apa tujuanmu datang kesini Senior?”
“Apakah salah menyerang tempat lagi?” Tanya Han Riu sambil tersenyum kecil.
“Heng,, tentu saja tidak, aku cukup bosan sehingga langsung kesini untuk membuat tubuhku sedikit panas, tapi belum beberapa menit si Bocah Palsu ini malah kabur,” dengus Du Jian.
Tidak ada yang mengetahui sebenarnya kejadian mengapa Du Jian menyerang Sekte Elang Petir selain Han Liu, Han Riu dan Meng Chen.
Du Jian menyerang Sekte Elang Petir lantaran mengira jika Sekte Elang Petir adalah Sekte Naga Petir yang ingin mencoba melecehkan wanita yang ia cintai dahulu.
Karena salah satu dari putra Master Sekte Naga Petir ingin memperbudak wanita yang ia cintai sertai ingin melampiaskan nafsunya. Dan saat mendengar itu, dalam keadaan emosi pun Du Jian melesat ke Benua yang memiliki petir alami yang paling banyak.
__ADS_1
Sampailah Du Jian ke Sekte Elang Petir, ia pun tanpa basa basi langsung memborbardir Sekte tersebut.
Singkat cerita pertarungan tersebut berlangsung hampir satu 1 tahun hingga membuat Du Jian kelelahan dan hampir saja mati. Beruntung Meng Chen muncul di waktu yang tepat hingga pertarung berlanjut setengah tahun.
Pertarungan berahir saat salah satu anggota klan Li datang dan langsung memberitahu Du Jian jika ia salah menyerang sekte.
Du Jian pun langsung meminta maaf dengan entengnya tanpa merasa bersalah. Beruntung korban jiwa dari pihak Sekte Elang Petir sangat sedikit hingga mereka tak mempermasalahkan.
Mereka juga sadar jika marah, maka akan kembalinya terjadinya pertarungan yang mengakibatkan kehancuran yang lebih patal lagi.
Beruntung juga saat itu Meng Chen memberikan kompensasi dan dari situlah persahabatan mereka terikat hingga saat ini.
Han Liu dan Han Riu juga mendapat banyak masukan dari Du Jian dan Meng Chen saat itu yang membuat perkembangan mereka meningkat.
Dan dari serangan Du Jian dan Meng Chen yang menyerang Sekte Elang Petir lah yang membuat namanya terkenal beserta nama Klannya, Klan Kuno terkuat, klan Asura.
Mendengar itu Han Riu mengangguk santai, ia juga sudah cukup mengenal sedikit sifat Du Jian sehingga terlihat santai.
“Lalu dimana senior Chen? Apakah ia ikut keluar bersamamu?” Tanya Han Riu melirik ke arah Du Jian.
“Aku sedikit kesusahan dalam mengalami trobosan, sehingga mungkin Senior Chen bisa membantuku dalam sedikit pencerahannya,” sambung Han Riu.
“Hem,, aku lupa menanyakan itu juga, jika Senior Chen ikut keluar, aku ingin menemuinya karena aku ingin menambah pemahaman teknik Pedang Dimensiku,” sambung Han Liu dengan nada tenang.
Du Jian yang mendengar itu seketika cemberut. “Heng,, kalian ini kenapa tidak bertanya kepadaku saja, aku ini cukup jenius,” dengus Du Jian dengan nada kesal.
“Hehe, tentunya itu bisa membuatku salah jalan nantinya jika mengikuti intruksimu lagi,” ucap Han Riu menutup mulutnya menggunakan kipasnya.
__ADS_1
Karena hal tersebut memang pernah terjadi di masa lalu saat keduanya meminta petunjuk dari Du Jian yang malah membuat keduanya hampir saja mati.
Du Jian seketika tertawa canggung saat mengingat itu, padahal ia hanya bercanda saat itu, tapi keduanya benar-benar melakukan intruksinya.
“Hehe,, tentu saja dia ikut, saat ini ia sedang melindungi Tuan muda ku, kau tentunya sedikit mengetahui sejarah Klan ku bukan, setiap mereka yang sudah mencapai umur 2 tahun ke atas akan di suruh untuk mengembara mencari pengalaman sendiri, sama halnya sepertiku dan saudara Meng Chen.” Ucap Du Jian.
“Eeh,, jika begitu, mengapa harus di lindungi? Perasaan kalian dulunya tidak di lindungi bukan?” Tanya Han Riu sedikit penasaran.
“Kasus Tuan muda atau calon pemimpin masa depan klan sedikit berbeda saat ini, karena kemampuan Tuan muda kami sedikit di melebihi kata jenius atau di luar batas, terlebih pertumbuhannya jauh lebih cepat dari yang seumuran dengannya.”
“Saat ini umur Tuan muda baru mencapai 1 tahun, atau kurang dari 2 tahun, tapi tingkat kultivasinya sudah mencapai Dewa Suci ⭐ 1 dan tinggi sudah mencapai 230 meter jika dalam tubuh aslinya.” Jawab Du Jian dengan nada bangga.
“Oh tidak, aku lupa jika beberapa waktu lalu Tuan muda ku kembali menerobos dengan sendirinya lagi, kini ia sudah di tingkat Dewa Suci ⭐ 2.” Sambung Du Jian tersenyum lebar saat melihat wajah Han Liu dan Han Riu membeku dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar.
“I..Ini bukan di luar batas lagi, tapi jauh lebih mengerikan dari itu,” ucap Han Liu terdengar tenang tapi sedikit tergagap.
“Hemm..!! Umur belum mencapai 2 tahun atau belum dewasa, tapi sudah mencapai Dewa Suci, luar biasa. Pantas saja jika ia harus di lindungi.” Balas Han Riu dengan nada kagum di sertai iri.
Karena ia dulunya saat mencapai tingkat seperti itu, umurnya telah mencapai 60 tahun dan untuk Han Liu, umurnya 140 tahun baru bisa di tingkat seperti Xiu Bai.
“A..Apakah-”
“Tidak bisa, jika salah satu dari kalian keluar dari Benua ini untuk menemuinya, maka aku yakin Sekte lain akan langsung curiga, itu akan sedikit bahaya untuk keselamatan Tuan muda, walau aku sangat senang bertarung, tapi untuk demi keamanan Tuan muda, maka aku lebih baik tidak akan bertarung selamanya,” ucap Du Jian dengan nada tegas.
“Hemm..!! Sekali saja, aku yakin saat ini dua Sekte yang selalu mengawasi kami tidak akan menyadariku jika keluar, bahkan semua sekte yang ada di benua-benua yang berbeda tidak akan menyadarinya jika kau menggunakan metode klanmu untuk menutupi auraku.” Ucap Han Liu kembali mengubah ekspresinya sedikit merengek.
Du Jian tetap menggelengkan kepalanya, dan tak lama ia seketika menyipitkan matanya.
__ADS_1
“Aura energi ini?” Gumam Du Jian saat merasakan ada jejak sedikit energi Tuan mudanya di tubuh orang lain dan kini ia berada di luar Sekte.