Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Keberangkatan Duan Du, Han Liu dan 10 Anggota Iblis Penghancur


__ADS_3

“Baiklah, jika begitu kalian langsung pergi sekarang saja, jika kalian masih di sini, aku yakin kota ini bakalan hancur tidak lama lagi,” ucap Xiu Bai melirik Duan Du dan Han Liu.


Duan Du pun langsung mengangguk lalu bangkit dan berjalan ke arah Han Liu.


“Paman Liu, mohon kerja samanya,” ucap Duan Du mengulurkan tangannya.


“Hoho,, tentu saja bocah nakal,” ucap Han Liu langsung menjabat tangan Duan Du.


Tepat setelah itu, dengan cepat Duan Du meraih tangan Han Liu hingga membuatnya bangkit dan membisikkannya sesuatu.


Han Liu yang mendengar itu sedikit melototkan matanya, tapi tak lama ia seketika tersenyum lebar.


“Ehem,, baiklah Tuan muda, kami akan langsung berangkat sekarang,” ucap Han Liu berdeham sambil mendekatkan genggaman tangannya di mulutnya.


Xiu Bai pun, Qian Liyun dan Tu Long pun mengangguk.


“Kalian berhati-hatilah, jika kalian tidak mampu menghadapi mereka semua, segeralah mundur, karena aku tidak ingin ada yang mati di antara kalian, dan hanya itu yang bisa aku katakan,” ucap Xiu Bai.


“Benar, orang lemah seperti kalian lebih baik mundur jika tidak sanggup. Bila perlu panggil saja aku jika kalian sekarat, maka aku akan langsung datang membantu,” ejek Du Jian.


“Jika kalian gagal dan mundur, itu artinya kesalahan ada padanya, jangan ragu untuk menghajarnya karena menempatkan kalian dalam bahaya lantaran rencana abal-abalnya,” sambung Meng Chen tersenyum tipis.


Mendengar itu, Han Liu seketika tersenyum lebar.


“Haha,, kalian tenang saja, ayahmu ini sangat kuat, hanya dengan satu tebasan saja sudah membuat mereka terkencing-kencing di celana nantinya.” Ucap Han Liu penuh percaya diri.


“Oh ya satu lagi, jaga dirimu Babi gemuk, karena kaulah orang paling idiot di sini, aku takut karena ulahmu, itu bisa membuat yang lain dalam bahaya. Semua orang tahu jika kau tidak berpikir menggunakan kepala, melainkan pantat, Hahaha,” sambung Han Liu dan dengan cepat ia menarik Duan Du kabur melalui pintu.


Brak..!!


“Dasar bocah palsu, jangan kabur kau sialan, awas saja jika kau kembali nanti, akan ku remukkan seluruh badanmu itu,” teriak Du Jian langsung meremas meja yang ada di depannya hingga hancur.


Meng Chen yang melihat wajah Du Jian sangat kesal langsung mengayunkan tinjunya.

__ADS_1


Bam..!!


“Dasar bodoh, aku setuju apa yang di ucapkan Han Liu tadi, kau ini sama sekali tidak berpikir,” dengus Meng Chen memukul kepala Du Jian.


“Apa-apaan kau hah, apa kau mau duel? Ayo,” tantang Du Jian langsung melipat lengan jubah yang ia kenakan.


“Idiot, anak kecil saja tahu jika bocah licik itu membisikkan sesuatu kepada Han Liu, apa kau sama sekali tidak sadar mengapa Han Liu tiba-tiba bicara seperti itu, padahal ia tidak akan pernah berpikir untuk mengejekmu sebelumnya,” dengus Meng Chen melototi Du Jian.


“Eeh,, jadi bocah licik itu yang mengajarinya untuk memprovokasi ku ya, awas saja jika dia kembali nanti, akan ku hajar mereka berdua,” dengus Du Jian dan tak sengaja pandangannya mengarah ke Tu Long yang kini asik makan sambil menikmati araknya, seolah dunia adalah miliknya, yang lain hanya menumpang.


“Jangan berpikir untuk membalas dendam kepada orang yang tidak memiliki masalah denganmu paman, itu bisa menambah masalah lagi,” ucap Xiu Bai dengan nada tenang.


Padahal Xiu Bai sebenarnya tidak ingin menambah beban pikirannya, yang melihat mereka semua selalu ribut. Ia kini layaknya orang tua yang melihat anak-anaknya selalu membuat keributan, tapi belum mampu untuk mendisiplinkan mereka.


Tak lama setelah memperingati Du Jian, Xiu Bai melirik Qian Liyun.


“Kembalilah terlebih dahulu ke Istana, jika kau terlalu lama di sini, mereka akan curiga nantinya.” Ucap Xiu Bai.


Qian Liyun terdiam sesaat, tapi tak lama ia pun mengangguk. “Baik Tuan muda, tapi apakah tidak ada salah satu dari mereka yang ikut masuk istana? Siapa tahu mereka dapat informasi lebih, yang mana aku tidak bisa dapatkan,” ucap Qian Liyun mengangguk sambil bertanya dengan sopan.


Qian Liyun pun dengan cepat kembali.


Tap tap..!!


***


1 Jam berlalu.


Terlihat Xiu Bai, Meng Chen, Du Jian dan Tu Long masih berada di ruang makan.


“Ehem,, apa yang Tuan muda rencanakan? Apakah tidak ada tugas untuk ku?” Tanya Meng Chen terdengar sudah tidak sabar selama 1 jam ini lantaran Xiu Bai selalu diam tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya, sehingga terlihat canggung.


“Untuk saat ini belum ada paman, kita tunggu dia selesai menikmati makan dan minumannya terlebih dahulu, baru kita akan bergerak.” Jawab Xiu Bai.

__ADS_1


“Si sialan ini, rasanya aku ingin sekali memukul kepalanya,” gumam Meng Chen dan Du Jian serempak dalam hati sambil memandang Tu Long yang masih asik.


15 menit berlalu.


Oorrggg..!!


“Ah kenyangnya, aku tak menyangka bisa menghabiskan satu daging Binatang Buas tingkat 6 Ahir ini tanpa sisa,” ucap Tu Long bersendawa dan telah sadar kembali.


“Ah Tuan muda, apakah si bocah licik dan paman berwajah palsu itu telah berangkat?” Tanya Tu Long kini menggaruk kepalanya sambil melihat kiri kanan, tapi yang ada hanya mereka berempat saja.


“Urgh,, dasar otak dongol, apakah aku bisa sesekali memukul kepalanya Tuan muda, tanganku sudah gatal rasanya,” ucap Du Jian dan Meng Chen kini melirik Tu Long dengan wajah kesal.


“Eehh,, kenapa wajah kalian begitu kesal seperti habis di marahi istri saja?” Tanya Tu Long semakin bingung.


Xiu Bai yang melihat tingkah polos Tu Long hanya bisa menutup mulutnya sambil tersenyum kecil.


“Ehem,, Tu Long, aku punya tugas untukmu, tapi sebelum itu. Bisakah kau ulurkan tanganmu,” ucap Xiu Bai.


Wajah Tu Long pun bersinar, karena ia sudah menantikan ini dari awal mendengar akan adanya pertarungan yang besar nantinya.


Dengan cepat Tu Long menglurkan tangannya.


Xiu Bai pun langsung mengecek struktur tubuh Tu Long dengan mengalirkan energinya.


“Hem..!! Benar apa yang aku duga, jika begitu, paman, mohon pesankan lagi Daging Binatang Buas tertinggi yang penginapan ini miliki,” ucap Xiu Bai mengangguk sambil melirik Du Jian.


“Eeh,, apakah aku memesan untuk dia makan lagi?” Tanya Du Jian cemberut.


“Benar, karena Tu Long memiliki kondisi yang unik, semakin banyak ia makan Binatang Buas Tingkat Tinggi, maka semakin cepat kekuatannya meningkat,” ucap Xiu Bai tersenyum hangat.


“Ada baiknya ia meningkatkan kekuatannya lebih dulu sebelum menjalankan tugasnya, karena tugasnya ini cukup berbahaya dan hanya ia yang bisa melakukannya,” sambung Xiu Bai.


“Huh,, baiklah jika Tuan muda yang meminta,” ucap Du Jian langsung bangkit lalu berjalan menuju pintu.

__ADS_1


Saat Du Jian melangkah, ia melewati tempat Tu Long duduk, ia pun langsung mengayunkan tinjunya untuk menakut-nakuti Tu Long.


Bukannya takut, Tu Long malah mendengus. “Apa hah, kau kira aku takut. Ikuti saja perintah Tuan muda, jangan banyak gaya,” ejek Tu Long tersenyum penuh kemenangan.


__ADS_2